
...Cerita ini hanya bersifat fiksi/karangan saja, jika terdapat kesamaan dalam bentuk apapun—mungkin karena ketidak sengajaan semata....
...Jangan lupa klik like, vote, dan comments diakhir cerita sebagai wujud apresiasi terhadap karya penulis....
...Terima kasih,...
...Selamat membaca....
...__________________________________...
...T a w a r a n...
...___________________________________...
...__________________________...
..._________________...
..._________...
...____...
..._...
Menantu? Kau pasti bercanda bukan, ungkap Davian dalam hati. Lelaki itu lemas—dia mundur beberapa langkah; menjaga jarak dari sang Gabriel.
Pikiran lelaki bermanik hazel ini menjadi kacau, segelintir informasi tak terduga yang baru saja dia dengar memicu kumpulan puzzle acak kembali ketempatnya semula; menciptakan sebuah gambaran jelas.
__ADS_1
Rasanya Davian ingin sekali tertawa hambar. Tebakkan dia dengan sang kakek bisa dibilang benar; bisa juga salah. Mereka mengira Reva adalah gadis yang mewarisi setitik darah milik Gabriel, tidak lebih dari itu. Tapi siapa sangka—Reva sebenarnya adalah anak dari sang Gabriel itu sendiri? Lelucon paling aneh dan tidak lucu yang pernah Davian dengar.
"Aku tidak pernah tahu kalau makhluk seperti mu bisa memiliki keturunan?" gumam Davian pelan dengan tampang tak percaya. Hal itu membuat Gabriel melebarkan senyuman; tertawa besar menanggapi ucapan payah menantunya.
HAHAHAHA! Kau benar-benar naif dari pada kelihatannya?! Bagaimana bisa kau mewarisi darah serta mata milik Tăbi— ucap Gabriel terbahak. Davian mengeraskan rahang, tidak begitu suka mendengar ucapan langsung makhluk didepannya yang terkesan merendahkan.
Lelaki itu mengepal kedua tangannya; menatap tajam Gabriel dalam diam, sebagai generasi penerus—Davian adalah yang terbaik. Dia bahkan mendapat titel jenius dari seluruh generasi yang pernah ada, mencatatkan nama diusia muda sebagai pemburu juga pemurni terhebat. Tapi yang ia dapatkan sekarang adalah sebuah penghinaan.
Benar-benar menjengkelkan. |
Woh~ jangan berwajah menyeramkan seperti itu anak muda, ingat... aku ini masih mertua mu... ujar Gabriel setengah menggoda pada sang menantu yang siap meledak kapan saja. Tinggal menunggu waktu.
Davian makin berwajah tak suka, dia cemberut; berharap Gabriel menutup mulut atau batin? Terserah apa sebutannya—lalu berhenti melontarkan pernyataan aneh kepada Davian atau lelaki itu akan lepas kendali dengan kemarahan tak jelas.
Melihat mimik membenci Davian, Gabriel akhirnya menghentikan sifat tengil miliknya yang jarang-jarang terlihat ketika bertugas menjadi penjaga.
Davian membisu, apa yang coba Gabriel jelaskan pada pemilik hazel ini?
Pembawa lentera itu melirik, dari balik tudung wajahnya ia menatap datar Davian. Meneliti sejenak sebelum membuka kembali suaranya.
Sebut saja—karunia. Reva adalah satu-satunya karunia yang diberikan oleh kesempatan, hingga aku; GABRIEL berani membelot dari sang kehendak.
Deg!
Davian merinding. Matanya bergetar; membola sempurna. Lelaki itu seperti menangkap sebuah bagian kecil dari kisah lama—meski hanya tebakkan, entah kenapa Davian merasa benar. Keyakinan tanpa dasar yang begitu jenaka.
Pada lembar terluar dari buku sejarah keluarga. Bisa dibilang sebagai pengetahuan umum yang sudah diketahui semua kalangan, dituliskan dalam satu kalimat singkat dan sederhana; menyebutkan bahwasanya—sang Gabriel menjadi pengkhianat.
__ADS_1
Wajah tak biasa Davian terasa manis dilihat, Gabriel pikir lelaki itu sudah setidaknya sedikit memahami tentang situasi.
Saatnya kembali buka suara, pikir Gabriel—teringat akan tujuan asal dirinya yang sampai rela mendatangi sang menantu.
Dengar... lupakan dulu semua hal-hal bodoh yang pernah terjadi dimasa lalu... pinta Gabriel serius, melonggarkan pikiran fokus Davian. Lelaki pemilik hezel itu menoleh, menatap sang Gabriel.
Aku memang meminta mu untuk menjaga Reva, tapi aku juga ingin menawarkan sesuatu pada mu.
Lentera Gabriel meredup. Sosoknya terlihat menjadi dingin.
Davian, anak keturunan Tăbi; sahabat lama ku... apa kau masih berkeinginan bebas dari jeratan takdir? Lepas dari anak ku? Bercerai darinya, MENJAUH DARI REVA—
Jika iya, aku sang Gabriel; akan dengan senang hati membantu mu. |
...***...
...T b c......
...Jangan lupa like, vote, dan comments yah......
...Terima kasih,...
...(Semoga kalian suka & menikmatinya)...
...Ketemu lagi nanti......
...Bye......
__ADS_1
...:3...