Crazy Baby

Crazy Baby
Perubahan


__ADS_3

...Cerita bersifat fiksi atau karangan saja, jika terdapat kesamaan dalam bentuk apapun—mungkin karena ketidak sengajaan semata....


...Jangan lupa like, vote & comments diakhir cerita sebagai wujud apresiasi terhadap karya penulis....


...Terima kasih,...


...Selamat membaca....


...______________________________...


...P e r u b a h a n...


...______________________________...


..._________________...


..._______...


..._...


Glek!


Josan menelan saliva kasar, dia merasa ngeri juga merinding begitu Davian menyuarakan kata-katanya. Atmosfer sekitar benar-benar terasa berat, bahkan kaki Josan seperti tengah dipaku diatas lantai—tak bisa bergerak kemana pun. Lelaki bermanik hazel itu menghela napas kasar, rasa jengkel mulai muncul dihati Davian.


"Jika kau ingin merasakan kematian lagi, maka akan ku layani... tanpa harus menghapus separuh ingatan mu," gumam Davian dingin juga pelan—mengundang seberkas ingatan tentang kejadian pertama kalinya Josan bertemu dengan Davian.


Mata Josan membola, sensasi nyata ketika raganya hancur kembali muncul; itu bukan mimpi. Kejadian gila itu bukan hanya sekedar bunga tidur yang mengerikan?! Pikir lelaki itu naif. Wajah ketakutan perlahan terlihat, pandangan Josan seolah tengah menatap monster pada pemilik manik hazel didepannya. Meski jika orang awam mendengar kata-kata Davian pasti mengira itu hanya sebuah candaan.

__ADS_1


Sudut bibir Davian terangkat, merasa senang sekaligus muak. Dia menatap tajam Josan seraya berkata.


"Tapi jika aku melakukan itu, mungkin istri ku tidak akan senang atas tindakan ku..." monolognya.


Pandangan mereka berlawanan, Josan seperti tikus yang terpojok disebuah got kecil karena seekor kucing mengejarnya. Rasa ingin mendatangkan tawa nyaring, ini benar-benar konyol juga menggelitik bagi Davian.


Lelaki bernama Josan itu sama sekali tidak melontarkan sepatah kata pada pria didepannya.


Titik sabar Davian habis.


Tch!


Davian mendecih kesal.


Lelaki itu mengangkat tangannya, Josan mundur selangkah lalu terdengar jentikan jari. Tak! Dengan mata kepalanya langsung, Davian tidak menutupi sedikit pun kekuatan—Josan melihat sesuatu hitam menarik tubuhnya; melepaskan Reva dari genggaman tangan dan menelan habis Josan.


Semuanya hitam, Josan menutup kedua mata sesaat sebelum angin malam menerpa wajahnya.


Wus~


Lelaki itu kembali membuka kelopak mata, pemandangan kota terlihat dari kejahuan. Josan tercengang; berdiri tepat di tepi jalan dekat lereng sebelum pusat kota.


Josan benar-benar dibuat membisu, nyata atau pun tidak; semua itu tetap saja mengerikan.


Sungguh |


...***...

__ADS_1


Davian meletakan pelan tubuh Reva diatas ranjang bermotif milik gadis itu. Sang pemilik hazel berstatus suami secara astral Reva; terdiam, memperhatikan wajah damai istrinya. Ini kedua kali Davian melihat Reva seperti ini, pertama kalinya dia melihat ekspresi itu ketika Reva terlelap diperjalanan menuju kediaman utama untuk menghadiri acara makan malam keluarga Davian. Gejolak aneh muncul dihati, sama seperti dulu. Tak ada yang berubah, malahan semakin dalam juga besar—meski bedanya sekarang Davian tidak menyangkalnya sama sekali. Tidak secuil pun.


Deg~


Tubuh Davian bergerak mendekat, tangannya terangkat. Dia ingin membelai surai-surai nakal disisi wajah Reva menuju belakang daun telinga; mereka menutupi kecantikan Reva.


Pandangan hazel menjadi sayu, kakinya naik ke atas ranjang. Davian duduk tepat disamping Reva diatas benda sempit ini. Lekat, Davian menatap Reva tanpa celah. Bibir lelaki itu terasa gatal. Davian meletakan tangan dipipi Reva, membingkainya. Tatapan itu perlahan turun—menuju bibir pucat milik Reva.


"Cantik,"


Hanya perlu sedikit kecupan kecil maka Reva akan jadi milik Davian seutuhnya.


Bolehkah?


Bolehkah lelaki ini berharap seperti itu?


...***...


...Tbc......


...Jangan lupa like, vote & comments......


...Terima kasih,...


...Ketemu lagi nanti......


...Bye...

__ADS_1


...:3...


__ADS_2