Crazy Baby

Crazy Baby
Best Couple ? - Short Story


__ADS_3

...Cerita bersifat fiksi atau karangan saja, jika terdapat kesamaan dalam bentuk apapun—mungkin karena ketidak sengajaan semata....


...Jangan lupa klik like, vote, dan comments diakhir cerita sebagai wujud apresiasi terhadap karya penulis....


...Terima kasih,...


...selamat membaca....


...___________________...


...B e s t - C o u p l e - ?...


...___________________...


...___________...


..._____...


..._...


Tunggu! Jangan menatap ku begitu?!


Ku mohon!


Jangan takut padaku.


Re—!


DEG!


Josan tersentak, kelopak matanya spontan terbuka.


"Hosh! Hosh!" terdengar deru napas tidak beraturan, keringat dingin berjatuhan. Dadanya terasa sesak—apa yang baru saja dia impikan?


Bunga-bunga indah itu terasa mengerikan. Dingin dan juga hampa.


"Siapa? Siapa kamu?" desis Josan merasa tak senang seraya bangkit dari posisi tidurnya. Lelaki itu menyeka surai rambut dengan sela-sela jari tangan, dia melenguh kesal. Ada beberapa dari kepingan ingatan yang terlupakan, entah apa itu—semakin diingat semakin sakit rasanya.


Siapa wanita menyedihkan yang selalu terlihat ketakutan? Kenapa wajahnya terasa familiar namun asing dalam satu waktu.


Disisi lain Josan tampak merindu, meski tidak mengenal siapa itu.


Terasa menyiksa saat kehilangan sebagian dari memori yang bisa saja penting. Tapi apalah daya nasi sudah menjadi bubur, kecelakaan yang menimpa Josan merenggut segalanya.


Termasuk—siapa dirinya.


...***...


Dipagi yang cerah ini, Josan kembali bekerja seperti biasa. Meski tital yang ia miliki adalah anak dari seorang CEO perusahaan tapi tidak menutupi fakta kalau dirinya tetap tak memiliki apapun selain nama.

__ADS_1


Semua kekayaan itu jelas punya orang tuanya.


"Hah~"


Sudah 3 tahun dia dikatakan mengalami gangguan ingatan, istilah simpelnya adalah amnesia.


Dia hidup menjadi sosok yang benar-benar baru—tidak seperti sebelumnya. Ya, mungkin ada beberapa yang menaruh dendam kepada lelaki itu meski Josan tak tahu letak salahnya ada dimana.


Seberapa bajingannya 'kah dirinya dulu?


Hingga orang-orang di masa lalu mencap dirinya buruk, termasuk wanita itu.


Dia menangis dan ketakutan seakan paling terluka, apa jangan-jangan Josan pernah menyakiti? Hingga orang itu trauma. Entahlah—ini canda-an sampah terburuk yang bisa Josan pikirkan.


Percuma juga ingin mengulik masa lalu, tak ada yang benar-benar tahu.


"Apa? Perjalanan bisnis?" beo Josan tak percaya. Mungkin ayahnya benar-benar gila, Josan melenguh lelah. Dia mengempaskan keras tubuh kesandaran kursi, baru saja kembali dari ruang kerja sang ayah tapi malah dimintai tolong agar bisa menggantikan lelaki tua itu dalam melakukan perjalanan bisnis.


Kemana tadi? Sebuah kota kecil dipesisir?


Memangnya ada anak perusahaan apa disana hingga ayahnya rela membuat janji temu kesana. Bahkan tidak bisa untuk dibatalkan, sial. Josan malah yang kena imbasnya. Mau tak mau harus melakukan perjalanan. Mari kita lihat hal menarik apa yang dimiliki perusahan kecil tersebut.


Ini namanya ber-ekspektasi tinggi tapi malah ditampar oleh kenyataan. Tak ada hal yang bagus, masih terlalu umum seperti perusahaan lain dipusat kota. Bangunan, karyawan, dan progres mereka terlalu—biasa saja.


Apa yang ayahnya lihat? Ini merepotkan, beberapa kali melakukan kunjungan hingga membuat Josan muak dan kebosanan.


Ya meski ada sedikit hal menarik, beberapa waktu terakhir ini dia pernah berpapasan dengan salah satu karyawan yang bekerja di perusahaan tersebut—wajahnya terasa familiar walau mereka tampak tak saling mengenal.


"Dia lumayan populer ternyata," gumam Josan dari kejauhan saat lagi-lagi Davian diserang oleh wanita. Kalau tidak salah namanya Layla, beberapa hari belakangan wanita itu pasti menunggui Davian diluar perusahaan lalu bergelayut manja ketika manik matanya sudah mendapati pria idaman. Haha, Josan menertawakan penderitaan Davian. Wajahnya benar-benar tersiksa. Tapi kali ini mungkin sedikit berbeda saat ada wanita asing lainnya mendatangi dengan wajah cemburu.


Wah! Mereka tiba-tiba bertengkar. Wanita asing itu dengan Layla.


Haha! Ini lucu, meski Davian sepertinya lebih berpihak pada wanita asing tersebut. Apa mungkin kekasihnya? Josan jadi ingin tahu, kenapa dia seakan-akan memperlakukan wanita itu seperti ratu.


"Ish!" Perkelahian dimenangkan pihak Davian, ya meski lebih tepatnya lelaki itu yang menggendong paksa sang kekasih untuk menjauh dari Layla.


Wanita malang, komentarnya pada Layla. Sudah kalah dari pertengkaran lalu ditinggal sendirian dengan tampang berantakan.


Josan membuang cup gelas miliknya ke tong sampah. Dirasa sudah tidak ada hal menarik lagi dia memutuskan untuk pergi tapi jeritan Layla menghentikan langkahnya.


"Tidak dia tidak Reva! Sama saja?! Jala*ng pengganggu!"


Alis Josan terangkat.


Reva?


Sepertinya Davian adalah sosok yang benar-benar terkenal dikalangan wanita, terbukti dari banyaknya orang yang mencoba memperebutkan dirinya agar bisa masuk kedalam pelukan. Andai saja Josan begitu, padahal dia cukup tampan hanya karena masa lalu saja jadi banyak lubang berbentuk tanda tanya besar diatas kepalanya.


"Hah~"

__ADS_1


Layla mendekat, tanpa sadar sudah berdiri disamping Josan. Hal ini membuat lelaki itu gugup bukan kepalang, biasanya dia hanya bergerak sebagai penonton—tidak mengira akan didatangi pemain.


Abaikan! Abaikan! Batin Josan membuang muka. Saat ini menunggu diseberang jalan. Dia berharap lampu cepat menjadi hijau agar bisa menyeberang tanpa harus tertaberak dengan padatnya kenderaan disore hari yang cerah ini.


Tapi entah hanya perasaan saja atau bagaimana, Josan merasa kalau sosoknya tengah ditatap oleh seseorang. Keringat dingin bercucuran, sial. Josan benar-benar gelisah tanpa alasan yang jelas; terlebih lagi manik hazel tersebut menghunusnya dalam.


"Ingatan mu dikunci." ucap Layla berhasil menyentakkan tubuh Josan. Apa yang wanita itu ucapkan? Pada dirinya 'kah kalimat itu ditujukan?


"Atau lebih tepatnya ditarik paksa? Kasian sekali, tidak bisa jadi diri sendiri."


Tunggu, kalimat meremehkan apa itu?


Mata Josan membola, warna lampu sudah menjadi hijau. Apa yang diucapkan Layla benar-benar menusuk relung hatinya, seakan-akan dirinya tahu apa yang tengah terjadi dengan ingatan Josan.


Beberapa orang bergerak maju; menyeberang kesisi lain jalan termasuk Layla. Beda halnya dengan Josan yang membeku ditempat, dia menatap dalam dengan manik yang begitu tajam.


Punggung wanita itu—hingga menghilang dari kejauhan.


Bagian kecil dari sebuah kewarasan berucap; tangkap wanita itu jika kau ingin tahu maksudnya.


Tanpa aba-aba Josan tiba-tiba berlari kencang, menyalip diantara para pejalan hingga surai rambut yang bergoyang milik Layla terlihat, raut mukanya masih sama. Lelaki itu tanpa sadar, mengangkat tangan hingga menyambar sosok Layla dengan kasar.


"Argh!"


Terdengar ringisan tak senang lalu pandangan mereka saling bersinggungan.


Mungkin tidak ada yang tahu tapi sepertinya panah baru sedang ditembakkan oleh dewi cinta dengan niat candanya.


"Hei! Lepas sialan?!" gerutu Layla kesal.


Tapi tangan yang menjambak kepala itu tak mau terlepas. Josan mendekat, berbisik pada daun telinga hingga mampu membuat orang meremang.


"Kena kau."


Entah apa maksudnya yang pasti raut muka itu terlihat sedikit menakutkan.


...Selesai (End)...


^^^Pertemuan takdir antara 2 orang gila tersebut.^^^


...***...


...Jangan lupa like, vote, dan comments jika kalian suka...


...Terima kasih...


...Ketemu lagi dilain kesempatan...


...Bye-bye...

__ADS_1


...:3...


__ADS_2