
...Cerita bersifat fiksi / karangan saja, jika terdapat kesamaan dalam bentuk apapun—mungkin karena ketidak sengajaan semata....
...Silakan klik vote, like dan comments diakhir cerita sebagai wujud apresiasi karya orang lain....
...Terima kasih,...
...Selamat membaca....
..._________________________________________...
...P e r k e n a l k a n...
..._________________________________________...
...__________________________...
...___________________...
...___________...
...______...
...___...
..._...
"Hufss~" Reva membuang napas pelan. Dia berdiri dari duduknya; melempar pandangan kearah depan. Wajah-wajah penasaran dari keluarga misterius Davian terlihat.
Lagi, gadis itu menghela napas. Reva membuka bibirnya yang terkunci rapat.
"Perkenalkan, Revana Rosè...; menetap disini sudah 2 tahun lebih untuk melakukan study—sekarang berusia 21 tahun..."
Huwa~ Davian kagum mendengarnya. Gadis ini seperti memperkenalkan diri didepan para pengajar kampus saja. Formal sekali. Pemilik hazel itu mencoba berpaling; penasaran akan reaksi keluarganya.
Gedion, Adam, Eni serta orang tuanya terkekeh geli. Davian membuang napas sejenak—setelah memperkenalkan diri Reva kembali duduk. Dia yakin selain nama, informasi lain tentangnya tidak terlalu didengarkan mereka karena tidak penting.
"Santai saja~"
__ADS_1
"Hm?"
Seketika Reva melirik, bisikan dengan nada setengah manyun keluar dari bibir Davian. Apa itu tadi? Sebuah kalimat dengan makna menenangkan 'kah? Dari Davian? Wah... luar biasa.
Apa perlu Reva mencatat tanggal hari ini karena menyaksikan hal langka dari Davian? Pria unik disebelahnya itu.
Hehe~
Konyol! Apa yang kau pikirkan Reva?! Dasar aneh.
...***...
"Argh..." Reva mengerang sakit, tangan kanannya berada tepat diperut. Pelan—pemilik kelam itu berjalan menyusuri lorong menuju kamarnya. Penerangan remang-remang disana; Reva tidak mengira kalau masakan sini tidak cocok dengan selera parutnya.
Sudah 3 kali Reva keluar masuk kamar tamu kediaman menuju—kalian tahukan; hanya karena mulas? Hah~
Bukannya tidak sopan, tapi perut Reva benar-benar seperti diaduk-aduk. Apa jangan-jangan makanan yang dimakannya iseng diletakan obat pencuci perut?! Hiks... apa salah ku? Batin Reva.
Owh yah, selesai makan malam dan perbincangan tidak penting Reva tidak lagi melihat keberadaan Davian. Entah kemana perginya lelaki itu. Persetan bagi Reva.
"Hei~"
Reva berbalik dan menoleh cepat. Wajah horor tampil begitu mendengar panggilan bernada halus tepat ditelinganya. Siapa disana? Batin Reva—gugup penasaran.
Udara dingin seolah menggigiti kulit Reva. Wajah familiar terlihat, gadis itu tidak tahu siapa dia. Wanita cantik yang duduk dekat kedua kakak Davian ketika makan malam muncul—sedari awal Reva lihat; dia tidak pernah membuka suaranya meski sekadar basa-basi.
"Jangan terlalu tegang..." ucap wanita itu, ramah. Reva berusaha—namun atmosfernya tak kunjung kembali normal.
"Tadi kita belum sempat berkenalan bukan?" monolognya. Reva enggan buka suara. Pemilik kelam itu yakin kalau wanita ini tidak akan terganggu dengan sikap kurang bersahabatnya.
Entah kenapa—|
Reva merasa, insting wanitanya berucap kalau 'dia' berbahaya.
"Perkenalkan, aku Layla~ teman masa kecilnya Davian..."
"Senang bertemu dengan mu—Reva~"
__ADS_1
.
.
.
.
.
Reva menatap pemandangan pohon-pohon yang bergerak cepat disamping atau tepatnya mereka yang bergerak cepat?
"Huh~"
Gadis itu menghela napas, uap panas terbentuk dikaca mobil penumpang. Dia pulang pagi-pagi sekali setelah berpamitan singkat.
Reva tidak tahan! Haha |
Selain itu—Davian sialan, dia pergi tanpa bilang-bilang kemarin ternyata; setelah makan malam. Seharusnya Reva terus mengekori lelaki dengan gangguan kepribadian itu dari pada menginap dirumah utama.
Suami kurang ajar?
Terserah sebutannya apa. Reva sedikit muak karena kelelahan. Gadis itu menyender. Potongan kejadian menarik malam tadi tiba-tiba terulang, ketika Layla menyapa dirinya. Tidak usah berpikir rumit; sekali lihat Reva tahu kalau wanita itu cemburu.
"Wah~ sepertinya ada wanita yang suka dengan mu... Sungguh kasian dirinya," gumam Reva sambil memejamkan mata. Siluet menyebalkan Davian tampil.
Tanpa seizin gadis itu.
Tch!
...***...
...Tbc......
...Jangan lupa vote, like & comments......
...Terima kasih,...
__ADS_1
...Bye...
...:3...