Crazy Baby

Crazy Baby
Ilusi


__ADS_3

...Cerita bersifat fiksi / karangan saja, jika terdapat kesamaan dalam bentuk apapun—mungkin karena ketidak sengajaan semata....


...Jangan lupa like, vote & comments diakhir cerita sebagai wujud apresiasi karya orang lain....


...Terima kasih,...


...Selamat membaca....


..._________________________________________...


...I l u s i...


..._________________________________________...


...___________________________...


...___________________...


..._____________...


...________...


..._____...


...___...


..._...


"Tunggu! Davian?!" Reva mencoba mencegah tapi sayang seluruh tubuh Josan telah menjadi abu. Wajah Reva pucat, dia mengalami shock berat—otaknya menyangkal situasi tersebut. Reva berbalik; menatap wajah santai Davian.


Apa-apaan pria ini?! Batin gadis itu, menilai tindakan sang pemilik hazel yang persis seperti psychopath.

__ADS_1


"Apa ya—ng ka...u lakukan?" Tanya Reva meminta kepastian. Suaranya terdengar bergetar. Reva melihat, manik hazel yang berwarna sangat pekat itu perlahan menatapnya. Sejenak keterdiaman melanda—lalu senyum seringai hadir; tepat diwajah Davian.


Glek...


Reva menelan saliva kasar. Aura yang dipancarkan Davian terasa mengerikan; hawa dingin melebihi makhluk mistis manapun. Lelaki itu tiba-tiba mengangkat tangannya suara jentikkan terdengar setelah itu. Reva terdiam. Menyaksikan sesuatu diluar nalar.


Meski semua kejadian selama ini sudah melebihi batas normal akal sehat—tapi kali ini benar-benar diluar kewarasan |


Josan. Tubuh lelaki berstatus tunangan gadungan Reva itu kembali utuh. Sosoknya tergeletak tak sadarkan diri diatas lantai marmer bersuhu dingin.


Lagi-lagi pertanyaan yang sama hadir. Reva melirik dari balik ekor matanya—tertuju kearah Davian.


Apa yang sebenarnya terjadi? Apa yang dilakukan Davian?


Rona mata Davian berangsur kembali. Lelaki itu terkekeh tanpa sadar; menanggapi tampilan konyol dari wajah gadis didepannya ini. Reva masih mempertahankan wajah ngerinya, seolah tahu apa yang dipikirkan oleh otak kecilnya Reva—Davian menarik napas panjang sebelum berbicara.


"Itu hanya ilusi..." terang Davian yang sebenarnya tidak memberi kejelasan berarti.


"—aku hanya memberi dia sedikit pengalaman tentang kematian..." tambah Davian lagi.


Begitu sarkas.


Reva mencoba menutup pergelangan tangan yang membiru. Dia menunduk. Davian benar, Josan sangat menyebalkan. Bahkan lebih dari pada itu.


"Okay, karena semua masalah selesai... aku ingin kembali bertugas..." tutur Davian. Reva mendongak; teralihkan pada nada tidak beres pemilik hazel itu.


Reva melihat Davian ingin menjentikkan jari, membuka portal perpindahan ruang. Tangan Reva terangkat tanpa sadar, menggapai ujung baju yang dikenakan Davian. Lelaki itu terdiam. Wajah dingin tampil.


Wujud sebenarnya Davian muncul |


Reva tidak bersuara sedangkan Davian tidak bertindak apapun. Reva seolah tahu jika dia mencoba macam-macam dia akan mendapat ganjaran mengerikan dari ketenangan Davian.

__ADS_1


Davian menunduk, menatap ujung sepatu yang dikenakan lalu kembali mendongak—langit-langit rumah Reva tertangkap penglihatannya.


"Hufss~"


Embusan napas keluar dari celah mulut lelaki itu.


"Aku peringatkan, jangan pernah menimbulkan aura negatif lagi... kau mencemari tubuh ku," ucap Davian dingin. Reva tahu lelaki ini tengah marah. Meski tanpa alasan yang bisa diterima Reva.


Dari awal kepribadian Davian sedikit unik, tak heran jika suasana hatinya berubah dalam hitungan detik. Aneh dia bisa bersikap enteng seperti tadi. Manik hazel itu melirik pelan menuju mata kelam milik Reva.


"Kau membuatku dalam pilihan sulit, ikatan kita semakin kokoh... ku harap kedepannya kau bisa bertindak hati-hati dan jangan menimbulkan masalah..."


Reva hanya mampu terdiam, menerima ucapan Davian apa adanya. Sepertinya topik pembicaraan ini akan berujung pada pelepasan ikatan atau singkatnya perceraian mereka. Dia tahu kalau dia salah; meski beberapa point masih terdengar janggal dan tidak jelas bagi Reva.


Anehnya Davian tidak melanjutkan kata apapun setelah itu tapi dia memilih menghilang dari hadapan Reva. Menyimpan begitu banyak tanda tanya dibenak gadis itu.


Seakan meminta Reva untuk mencari tahu apa jawaban sebenarnya.


...***...


...TBC......


...Jangan lupa vote, like & comments......


...Terima kasih...


...Ketemu lagi,...


...Bye...


...:3...

__ADS_1


__ADS_2