Crazy Baby

Crazy Baby
Cerita 4


__ADS_3

...Cerita bersifat fiksi / karangan saja, jika terdapat kesamaan dalam bentuk apapun—mungkin karena ketidak sengajaan semata....


...Jangan lupa like, vote dan comments diakhir cerita sebagai wujud apresiasi terhadap penulis....


...Terima kasih,...


...Selamat membaca....


...___________________________________...


...C e r i t a 4...


...___________________________________...


...__________________________...


...________________...


..._________...


...____...


..._...

__ADS_1


"Lalu kenapa kami bisa terikat?" Kembali pertanyaan yang sama keluar dari mulut Reva. Jika memang konsepnya sesederhana itu; apa yang membedakan mereka dengan pasangan lainnya dikeluarga Davian?


Kenapa mereka bisa menjadi sedikit unik dan—berbeda?


Lagi-lagi ekspresi Reva selalu mampu membuat kakek Davian terkikik geli. Entah gadis ini kelewatan polos atau memang ini semua yang terlalu rumit untuk dicerna akal sehat.


Arghh! Ini sama sekali tidak membantu, batin Reva tat kala kakek Davian hanya menertawakan tingkah konyolnya. Gadis itu jadi teringat oleh ucapan Eni, sepupu astral Davian. Dia pernah menyebutkan kalau dirinya istimewa. Baik, mari kita pindah kepertanyaan 'kenapa aku bisa menjadi istimewa?'


Seakan-akan tahu, kakek Davian memotong ucapan Reva yang belum sempat gadis itu ucapkan dengan menyelipkan jari telunjuknya di atas bibir Reva dengan gestur 'sttt' aku tahu apa yang ingin kau tanyakan pada ku; seperti itu.


"Ini menjurus kearah asumsi kami yang menganggap kau adalah orang yang mewarisi darah penjaga; Gabriel... Hal yang tidak mungkin bisa terjadi jika menyangkut akan keajaiban Gabriel... Kau istimewa," tutur kakek Davian memberi jawaban.


Reva kembali disangkut pautkan dengan makhluk itu.


Gadis yang mendengar itu semua hanya bisa menghela napas—pasrah. Jadi tidak ada satupun yang benar-benar tahu jelas tentang ini semua.


Rasa-rasanya mereka harus melanjutkan pembicaraan kepertanyaan selanjutnya saja.


Reva membuka bibirnya setelah beberapa detik berpikir.


"Lalu apa yang terjadi? Kenapa saya bisa kehilangan kemampuan penglihatan?" tanya Reva mengingat-ingat, selama dia terikat dengan Davian dia mengalami banyak hal terlebih lagi soal penglihatan. Apa yang Davian lihat menjadi penglihatan Reva—lalu kenapa tiba-tiba menghilang begitu saja seolah Reva bukan bagian dari itu semua lagi?


Kakek Davian terdiam, Reva melihat lelaki tua itu memejamkan mata—seakan menyerapi keadaan atau menjadi satu dengan sekitar.

__ADS_1


Lama keheningan melanda mereka, Reva hanya mampu membisu sambil menyaksikan kakek Davian yang entah sedang melakukan apa.


Hanya diam mematung tanpa suara |


Perlahan Reva lihat kelopak mata lelaki tua di depannya ini terbuka. Kilat mata dari manik hazel itu kembali bercahaya, seperti alarm biologis atau keterbiasaan Reva; dia merasa ketidak nyamanan lagi ketika manik mata itu berkilat tidak biasa. Haha, agak lucu.


Reva merasa kemampuan adaptasinya meningkat.


Bibir kakek Davian yang terkunci mulai membelah, suara keluar dari selanya. Reva memasang telinganya baik-baik untuk mendengarkan untaian kata yang keluar dari mulut kakek Davian.


Tapi apa yang dia dapat, sedikit membuat hati Reva tergetar kaget.


"Ternyata cucu ku mencoba membuka ritual pemisahan, ku rasa nak... dia ingin bercerai dengan mu."


...***...


...Tbc......


...Jangan lupa like, vote, dan comments......


...Terima kasih,...


...Bye...

__ADS_1


...:3...


__ADS_2