Crazy Baby

Crazy Baby
Ekstra Chapter (Terakhir)


__ADS_3

...Cerita bersifat fiksi atau karangan saja, jika terdapat kesamaan dalam bentuk apapun—mungkin karena ketidak sengajaan semata....


...Jangan lupa like, vote, dan comments diakhir cerita sebagai wujud apresiasi terhadap karya penulis....


...Terima kasih,...


...selamat membaca....


...__________________...


...T e r a k h i r...


...__________________...


..._________...


...____...


..._...


"Apa kau yakin tidak ingin ikut keluar dari dunia ini bersama Davian?" Sebuah pertanyaan sulit, terucap dari mulut Elliot. Kian menoleh penasaran. Alis wanita itu terangkat—apa yang baru saja gendang telinganya dengar? Tidak salah bukan? Hallo? Raja dari para Demon berkata konyol pada Ratunya.


"Tidak, lagi pula aku tidak begitu dekat dengan Davian." Sahut Kian sederhana. Baru beberapa menit yang lalu mereka berpamitan dengan Davian, lelaki angkuh itu akhirnya memilih pulang ke dunia manusia. Dilihat dari percakapan terakhir dirinya bersama Reva, pasti sebuah keputusan bulat sudah ditentukan. Entah apa itu, Kian tak tahu.


Biar mereka menjalani kehidupan dalam kisah baru mereka masing-masing dengan alur yang berbeda tentunya.


Wajah Elliot tampak kusut, ada sesuatu yang menganggu pikirannya. Kian menghela napas panjang sejenak.


"Kau yang seenak jidat membawa ku kemari, memenjarakan diri ku dalam sangkar emas. Lalu memperlakukan ku seenaknya seakan-akan aku adalah sebuah boneka. Aku tidak selemah itu dan aku juga tidak ingin terlena, niat ku tetap sama—" ucap Kian gantung. Lirikan tajamnya mengarah kepada Elliot, makhluk yang berdiri tepat disampingnya mendesis.


"Aku akan keluar dari sini, dengan kedua kaki ku sendiri. Jika itu takdir ku—maka akan ku putuskan benang merah konyol tersebut. Camkan itu Ey."


Kian berbalik, dia melenggang pergi meninggalkan sosok Elliot yang saat ini menampilkan wajah bengis. Setengah menggeram makhluk itu memanggil Sebastian.


"Yes my Lord?"


"Perketat penjagaan, jangan sampai kau lengah seperti sebelumnya. Aku tak ingin mendengar kabar 'Ratu kembali kabur' lagi." Sebas mengangguk, lalu menghilang demi menjalankan tugasnya. Dari kejauhan kekehan hambar terdengar, Elliot melirik kesal. Sosok wanita berpakaian santai tengah melayang di udara.


"Kau bisa saja membuat Kian semakin membenci mu..."


Elliot merotasi kedua matanya.


"Aku tidak ingin mendengar komentar dari orang yang baru saja dicampakkan."

__ADS_1


Reva terkikik. Elliot bermaksud menyinggung hatinya namun gagal. Wanita itu terlihat mengambang-ngambang diudara.


"Itu sudah jadi risiko yang ku dapatkan," sahut Reva, demi balas dendam ku pada Gabriel—sambung wanita itu dalam hatinya.


Reva mengaku salah, selama terperangkap dalam penjara keabadian wanita itu menjadi gila. Satu-satunya hal yang membuatnya dapat bertahan adalah terobsesi pada 1 hal sehingga ia bisa menetapkan tujuan.


Memanfaatkan cinta milik seseorang itu memang bukan hal baik tapi mau bagaimana lagi, Reva hanya meniru cara ibunya dalam bertindak. Licik seperti dimasa lalu, mereka mengkhianati mata Tâbi lagi.


"Memang apa alasan mu hingga bertindak demikan?"


"Kau penasaran?" Reva tertawa. Sebenarnya Elliot tidak terlalu peduli juga tentang masalah yang ada langit, makhluk itu mengubah wujud ke bentuk aslinya.


"Aku hanya kesal pada kehidupan dan takdir palsu yang kudapatkan." Bisik Reva, teramat pelan.


Tangan Elliot terangkat, jujur dia ingin sekali menjitak kepala lalat terbang itu tapi tak bisa dikarenakan 100% energi didalam tubuh Reva terdiri dari kekuatan suci. Yang ada tangannya yang terbakar.


"Aku tidak tahu sudah berapa lama kau hidup, tapi dari apa yang ku lihat. Kau hanyalah tunas baru. Terserah jika kau ingin membalas dendam karena dipermainkan ibu mu, aku tak peduli. Hanya saja, jangan pernah menyesali keputusan mu."


Eh? Haha |


"Dan tolong pergi dari istana ku." Tambah Elliot. Reva melongo tak percaya lalu terkekeh, dia baru saja dinasehati oleh makhluk dunia bawah.


"Terima kasih atas saran mu, lalu... aku titip salam perpisahan untuk Kian. Sampai jumpa..."


...***...


Ini adalah sebuah perpisahan singkat yang mereka lalukan setelah melewati perjalanan panjang. Davian yang kembali kedunia manusia, lalu Zim yang memulai aktivitas lamanya yaitu berpetualang (mungkin) hingga sosok Reva yang menghilang dari peradaban. Oh ya, sedikit tambahan; drama antara Kian dan Elliot tentunya.


"Kau ingin menyerahkan seluruh kekuatan milik mu? Lalu menyegel mata Tâbi?"


Davian mengangguk, tepat didepan kakeknya dia bersujud malu. Tapi ini adalah sebuah keputusan yang ia pilih, sambil berucap lelaki itu merapatkan keningnya dengan lantai.


"Saya ingin menjadi manusia biasa, menjalani kehidupan normal seperti orang kebanyakan dan saya mohon—segel semua ingatan milik saya selama ini."


Hah~


Lenguhan napas berat terdengar, kakek dari Davian merasakan pening luar biasa dikepalanya. Dia tak bisa berkata-kata lagi. Setelah pergi selama 5 tahun ke dunia bawah—dia malah mendapati cucunya kembali dengan membawa sebuah permintaan tak masuk akal.


Kakek Davian menatap benar-benar kesungguhan hati cucunya.


"Baiklah, jika itu sudah menjadi keputusan akhir milik mu Davian." Ucap sang kakek, berhenti sejenak sebelum melanjutkan kalimatnya.


"Temui kepala keluarga utama yang sekarang menjabat, penghapusan seluruh berkas milik mu akan diproses jika izin sudah didapatkan." putus sang kakek. Ah~ terserahlah.

__ADS_1


"Terima kasih kakek,"


"Aku mendoakan kebahagian untuk mu nak,"


Begitulah jadinya, sebuah keputusan baru diluar nalar masuk. Gedion yang menjabat sebagai kepala keluarga utama sedikit terkejut tapi ia menghargai pilihan adik bungsunya itu.


"Bocah nakal ini mencoba menentukan sendiri takdir miliknya," Kekeh Gedion. Tidak menunggu lama, Davian resmi lepas dari ikatan keluarga hazel. Sekaligus kehilangan penglihatan, serta ingatan fantasi liar dalam hidupnya.


Menjalankan segalanya seperti manusia biasa hingga akhirnya menemukan pasangan yang benar-benar menerima Davian apa adanya. Membangun keluarga kecil lalu dikaruniai seorang anak perempuan yang begitu rapuh juga manis.


"Dia sungguh menggemaskan,"


Davian terkekeh senang, wajah penuh haru tampil. Baru kali ini rasanya ia benar-benar merasakan kehidupan.


"Aku menjadi seorang ayah, terima kasih sudah hadir dalam kehidupan ku sayang..."


Bersama wanita itu, ia tersenyum bahagia.


"Aku yang harusnya berterima kasih Davian, karena kau mencintai ku."


Pasti sebagian orang penasaran, sebenarnya siapa sosok yang menjadi istri dari pria angkuh bernama Davian ini. Haha, tak akan ku beritahu. Biar menjadi plot hole lainnya dalam kisah tak masuk akal ini. Hanya saja, asal kalian tahu setiap karakter yang hidup merupakan pemeran utama didalam cerita mereka sendiri dan akan mencapai titik akhir mereka masing-masing. Entah itu kebahagian, rasa putus asa ataupun masih dalam proses perjuangan. Perlu usaha ekstra agar bisa mencapainya.


Jangan pernah lelah, selama roda dunia masih berputar—kehidupan mu akan terus berlanjut dengan banyaknya momen-momen yang tak terduga.


Hah~


"Enaknya..." keluh Reva, langit yang sama menyambut penglihatan wanita itu. Wajah yang tak pernah menua, sudah mencirikan kalau sosoknya termasuk sebagai makhluk suci. Eksistensi wanita ini tidak lagi sejajar dengan manusia biasa. Namun dia masih saja iri dengan kehidupan manusia yang selalu dianugerahi banyak hal oleh sang kehendak.


"Kapan aku yah?"


...***...


...End...


...Jangan lupa like, vote, dan comments...


...Terima kasih...


...Ketemu lagi nanti...


...Bye...


...:3...

__ADS_1


__ADS_2