Crazy Baby

Crazy Baby
Cerita


__ADS_3

...Cerita bersifat fiksi / karangan saja, jika terdapat kesamaan dalam bentuk apapun—mungkin karena ketidak sengajaan semata....


...Jangan lupa like, vote dan comments diakhir cerita sebagai wujud apresiasi terhadap penulis....


...Terima kasih,...


...Selamat membaca....


..._______________________________________...


...C e r i t a...


..._______________________________________...


...____________________________...


...____________________...


...______________...


...________...


...___...


..._...

__ADS_1


"Kami adalah pemburu, meniadakan ketidak seimbangan yang tercipta dari nafsu manusia"


Reva diam memperhatikan, kakek Davian berada tepat dihadapannya. Lelaki itu memulai dari cerita 'siapa mereka sebenarnya' kepada Reva.


"Nafsu manusia yang terlalu tinggi, menciptakan aura negatif... dan jika itu dibiarkan; aura negatif akan lepas—membentuk sebuah perwujudan dalam fenomena astral..."


Lelaki tua itu menjeda ucapannya sejenak. Dia melirik Reva; seperti seekor anjing penurut–komentar lelaki itu ketika melihat Reva menyimak ceritanya dengan penuh penghayatan.


Menantunya memang unik.


"Seperti yang pernah kau lihat, jika aura negatif memiliki wujud mereka... dia akan mengamuk dan menghancurkan sekitar. Memang hal itu tidak memiliki dampak pada manusia biasa yang tidak bisa melihat ataupun merasakan keberadaan mereka,"


Isi kepala Reva mencerna dengan baik, gambaran kasarnya—Reva bisa menangkap beberapa point penting dari ucapan kakek Davian.


"—tapi jika hal itu terjadi lebih dari batas stabil, itu semua akan mengacaukan keseimbangan dunia bawah, Reva... apa kau percaya dengan Demon?" ucap kakek Davian diakhiri kalimat tanya yang khusus diajukannya pada Reva. Gadis itu sejenak memikirkan jawaban apa yang akan dia berikan pada lelaki tua itu.


"Demon terkurung didunia bawah, kebebasannya sudah diambil oleh Gabriel... tapi, kau tahu? Nafsu adalah sedikit dari sifat para Demon yang tertinggal dunia ini... sederhananya, nafsu yang berubah menjadi aura negatif bahkan sampai memiliki wujud adalah kunci untuk para Demon kembali kedunia..."


Reva menelan saliva kasar, sedikit hal terlintas diotaknya; berkaitan dengan ucapan kakek Davian. Kilat mata lelaki tua itu bercahaya, nuansa dingin terasa menggigit kulit Reva.


"Demon yang berhasil keluar dari dunia bawah, mereka tampak, memiliki bentuk, wujud dan keinginan... Mereka bisa menyerang manusia, karena dari awal kita adalah sumber makanannya. Maafkan aku menggunakan kata yang kurang enak didengar, tapi memang begitu adanya..." ucap kakek Davian, Reva mengangguk—mencoba memaklumi itu semua. Meski rasanya diluar nalar.


Bukan! Tapi sudah tidak masuk akal?!


"Tugas kami adalah mencegah kemungkinan itu, secara turun temurun... dari generasi kegenerasi..." sambung lelaki tua itu.

__ADS_1


Reva ingin mengajukan beberapa pertanyaan, tapi mulutnya seperti terkunci. Dia ragu-ragu untuk bertanya. Kakek Davian yang melihat tingkah menantu manisnya itu, membuang napas kecil–tak habis pikir pada Reva.


"Tanyakan saja..." tutur kakek Davian. Reva tersentak kecil, apakah kegelisahan yang dia pikirkan terlihat jelas? Sehingga kakek Davian dapat menebak dengan tepat apa yang dipikirkan Reva.


Lagi, Reva menelan salivanya. Kepalanya memilah-milah pertanyaan mana yang akan diajukan pertama pada lelaki didepannya ini.


"Kita masih punya banyak waktu, jangan tergesah-gesah nak..."


Reva mengangguk malu-malu. Rona merah hadir dikedua pipinya. Kakek Davian benar, mereka punya banyak waktu—jadi gadis itu harus pelan-pelan memikirkannya.


Jika tidak Reva akan kembali mimisan dan itu tidak baik untuk kesehatannya.


Ah!


"Dari mana asal kekuatan kalian?" tanya gadis itu.


...***...


...Tbc......


...Jangan lupa like, vote & comments......


...Terima kasih,...


...Bye...

__ADS_1


...:3...


__ADS_2