Crazy Baby

Crazy Baby
Sakit


__ADS_3

...Cerita bersifat fiksi / karangan saja, jika terdapat kesamaan dalam bentuk apapun—mungkin karena ketidak sengajaan semata....


...Jangan lupa like, vote dan comments diakhir cerita sebagai wujud apresiasi terhadap penulis....


...Terima kasih,...


...Selamat membaca....


..._______________________________________...


...S a k i t...


..._______________________________________...


...___________________________...


...___________________...


...______________...


..._________...


...______...


...___...


..._...


Deg! Deg!


Reva berjalan dengan langkah gelisah. Fakta kalau dia sudah tidak memiliki penglihatan unik membuat gadis itu merasa sedikit takut. Jawaban sementara muncul di otak Reva.


Mungkin saja Davian sudah menemukan cara untuk memutuskan ikatan atau hubungan mereka.


"Taps~"

__ADS_1


Reva berhenti tepat disuatu area. Tanpa sadar tubuhnya seolah hapal jalan menuju kemari—ajaib, dia berbalik; pandangannya melihat gerbang tinggi dengan bangunan tidak asing.


Rumah milik kakek Davian.


"Bisa izinkan saya masuk?" Gumam Reva pelan dihadapan pagar tinggi yang terkunci. Beberapa detik menunggu, gerbang itu terbuka; seperti menyambut Reva dan meminta gadis itu untuk kedalam. Reva berjalan masuk.


"Krettt~"


Suara pagar tertutup dibelakangnya terdengar. Reva tidak bergeming dan melanjutkan langkahnya menuju bangunan didepan.


Gadis itu perlu jawaban, dia ingin kepastian.


Reva tidak bisa menemukan Davian, hanya ini pilihan yang dapat Reva ambil. Ketakutan didalam hatinya juga semakin menjadi-jadi.


Dari awal Reva tidak pernah merasa keberatan menjadi bagian dari ketidak warasan; dia tidak menolak menjadi pasangan Davian. Tapi Reva juga tidak menyanggah usaha Davian yang ingin memutuskan benang merah ini.


Perasaan takut yang muncul dihati Reva bukan perkara mudah untuk dijelaskan; dia seolah takut akan terlepas dari kehidupan fantasi yang sudah membuat dia beradaptasi.


Aneh |


Dia ingin tetep berada—disini?


Tetep berada dibawah lengan melingkar Davian.


"Tapi kau tidak mencintainya, dari mana datangnya keserakahan itu Reva?"


DEG!


Reva terdiam, kakinya seolah terpaku dilantai. Dia mendongak melihat sekitar. Dimana dia? Dewi batin gadis itu bertanya-tanya ketika pandangannya hanya menyajikan ruangan terbengkalai.


Reva terlalu fokus pada isi kepalanya hingga tidak menyadari kemana kakinya melangkah. Gadis itu menelan saliva kasar.


"Nak... Bagiamana bisa nafsu mencemari mu?"


Reva menoleh begitu telinganya menangkap suara; kakek Davian terlihat diujung sana. Wajahnya tertutup bayangan. Reva ingin sekali mendekat, tapi sayang kakinya tidak mau mengikuti perintah.

__ADS_1


"Aku tidak tahu apa yang kalian lakukan selama ini," ucap kakek Davian tiba-tiba, Reva menaruh minat pada perkataan dengan nada teka-taki tersebut seperti biasa. Reva lihat manik hazel yang serupa dengan Davian berkilat dibalik kegelapan.


"—padahal aku sudah menyuruhnya menjaga mu." tambah pria tua itu seraya mengangkat tangan miliknya. Bola-bola hitam bermunculan; persis seperti milik Davian—lalu tiba-tiba melahap tubuh Reva dengan ganasnya.


"Dengar nak, aku tidak tahu penjelasan apa yang diberikan para cucu ku pada mu..."


"Tapi karena aku mengharapkan kau menjadi bagian keluarga kami, akan ku jelaskan kebenaran dari ini semua; untuk mu Reva—pemilik setitik darah Gabriel!"


...***...


"UHUK! HUK!" Davian terbatuk-batuk. Tubuhnya jatuh dengan dada yang terasa panas, tangan lelaki itu terangkat kearah kerah baju; Davian mencengkeram kuat kain itu hingga benar-benar kusut.


Eni yang berada diluar lingkaran panik, dia ingin mendatangi sepupunya itu tapi tidak bisa karena batas suci yang dibuat Davian.


"DAVIAN?!" Panggil Eni lantang ketika melihat sepupunya muntah darah.


"Sebenarnya apa yang terjadi?!"


Davian adalah jenius digenerasi mereka, tidak mungkinkan lelaki itu gagal.


Ini hanya percobaan sederhana, bayarannya bukan nyawa kan?


Pikir Eni merinding.


...***...


...TBC......


...Jangan lupa vote, like & comments......


...Terima kasih,...


...Bye...


...:3...

__ADS_1


__ADS_2