Crazy Baby

Crazy Baby
Di Renggut


__ADS_3

...Cerita bersifat fiksi atau karangan saja, jika terdapat kesamaan dalam bentuk apapun—mungkin karena ketidak sengajaan semata....


...Jangan lupa like, vote, dan comments diakhir cerita sebagai wujud apresiasi terhadap karya penulis....


...Terima kasih,...


...selamat membaca....


...__________________________...


...D i - R e n g g u t...


..._________________________...


...__________________...


...____________...


..._______...


...___...


..._...


"Kau akan membayar ini REVA!"


Reva mencoba menghindar ketika Josan menyambar tubuhnya cepat dengan sorot mata kesetanan meski gagal. Lelaki itu menjambak kuat surai-surai rambut milik Reva.


"ARGH!" ringis gadis itu—dipaksa mendongak kearah Josan. Rasanya seperti akar-akar rambut diatas permukaan kulit Reva terangkat; lepas dari tempatnya.


"LepaS!—" rintih Reva seraya mencengkeram balik tangan Josan diatas kepalanya. Manik gadis itu berkaca-kaca, dia ingin meraung sakit; menangis sejadinya.


Karena kaki yang lemas dari awal, Reva tak bisa mempertahankan posisi berdirinya alhasil gadis itu merosot jatuh—kembali ke permukaan lantai kotor didalam gudang dengan Josan yang menjulangi tubuhnya.


Tidak ada wajah menggoda atau tampang jenaka seperti tadi, yang ada hanya ekspresi datar bercampur marah dari lelaki itu. Reva merasakan sebuah ketakutan luar biasa, inilah perbandingan dirinya dengan seorang pria yang hampir memasuki usia dewasa. Meski massa otot lelaki itu belum sempurna dan tidak terlalu terbentuk tapi memangnya seorang gadis biasa bisa apa? Selain menangis?—


M e n y e d i h k a n . |


"ERGH!" Reva menjerit sakit. Matanya membola paksa ketika sesuatu yang keras menghantam kuat perutnya. Reva tak percaya, dia ingin menyangkal, dia?—ARGHHH! Inilah kenyataan.

__ADS_1


Josan, lelaki itu menghantarkan sebuah bongeman mentah keperut seorang gadis.


BUGH!


Mulut Reva terbuka, disekitaran bibir dipenuhi saliva miliknya sendiri. Tubuh gadis itu gemetaran bukan main, dia kehabisan tenaga juga mengalami perasaan shock luar biasa. Josan melepaskan jambakan dikepala, terlihat beberapa helai rambut menempel disela jemari.


Lelaki itu mengibaskan tangan lainnya yang baru saja digunakan olehnya untuk memukul perut Reva. Wajah Reva dimata Josan seperti orang sekarat, gadis itu masih keras kepala menjaga kesadaran.


"Aku berharap kau pingsan sayang..." bisik Josan dingin. Kembali lelaki kurang ajar itu mengangkat tangannya, dengan lembut kearah pipi Reva sebelum memberikan tamparan pedas pada benda itu.


PLAK!


Rona merah yang berangsur-angsur menjadi kebiruan terlihat. Josan tidak main-main dengan tenaga yang dia keluarkan; seperti memukul samsak HIDUP—ups! Bukannya memang hidup.


Tes...


Air mata Reva jatuh. Demi Tuhan dia sudah benar-benar tak berdaya ketika dipaksa menoleh kesamping dengan sebuah tamparan keras.


Bibirnya pecah, suaranya tertahan. Gadis itu menangis sejadinya.


"AAAAAA!!! HUWAAAA!!!! HIKS... HIKS..." rengeknya senguk-an. Tangan Reva terangkat, dia menutupi wajah dengan kedua telapak tangan.


Persetan!


Persetan dengan tindakan biadab Josan!


PERSETAN!!!


Reva kesakitan, dia sakit; baik tubuh ataupun jiwanya. |


.


.


.


.


.

__ADS_1


"Argh..."


Cakar Reva pada bagian belakang punggung Josan dengan kuku-kuku-nya. Gurat merah berpola abstrak bekas jemari Reva terlihat indah. Josan menatap dalam sosok Reva, pantulannya terlihat jelas dimata Josan.


Cantik~


Napas keduanya begitu berat. Titik peluh mengucur dari kening, tengkuk hingga leher pria itu; sama halnya Reva yang terbaring lemas tanpa busana.


"Hosh... hosh... "


Sudah berapa lama mereka disini dan melakukan ini, entahlah. Reva tak tahu. Dia harus menahan rasa sakit akibat serangan fisik Josan, wajah gadis itu juga tidak terlihat baik-baik saja; pipi lebam, bibir robek. Haha |


"Hent... i—Kan!" cegah Reva dengan suara lemahnya. Ada sesuatu yang didorong masuk; kembali ketempat semula. Josan menjilat nakal bibir bawahnya, lelaki itu menyingkap rambut yang menutupi pandangan mata miliknya kearah Reva.


Mereka baru 2 kali melakukan pelepasan, EHM! Tepatnya Josan yang 2 kali melakukan pelepasan didalam tubuh Reva. Lelaki itu tidak terlihat tanda-tanda ingin menyudahi ini semua, Reva sekarat dibawah sini. Halo?! Pandangan gadis itu berputar.


"Tidak!" pekik Reva. Sesuatu mengalir disana. Gadis itu menggeleng tak percaya, dia makin menancapkan kuku tangannya ke punggung Josan.


Hentikan... ku mohon, dewi batin Reva berucap pilu.


"Hiks... hiks..." Reva terisak lagi untuk yang kesekian kalinya.


"Ku harap kau mati!" bisik Reva ditengah tangisan sebelum kehilangan kesadaran.


Semuanya berubah gelap.


Dan senyap—


...***...


...T b c......


...Jangan lupa buat kasih like, vote, gift, juga comments yah......


...Terima kasih......


...Psttt! Biar W e semangat lagi nulisnya >< hehe......


...Ketemu lagi nanti......

__ADS_1


...Bye... bye......


...:3...


__ADS_2