Crazy Baby

Crazy Baby
Gabriel


__ADS_3

...Cerita bersifat fiksi / karangan saja, jika terdapat kesamaan dalam bentuk apapun—mungkin karena ketidak sengajaan semata....


...Jangan lupa vote, like & comments diakhir cerita sebagai wujud apresiasi terhadap penulis....


...Terima kasih,...


...Selamat membaca....


..._________________________________________...


...G a b r i e l...


..._________________________________________...


...____________________________...


...______________________...


..._______________...


..._________...


...____...


...__...


..._...


Davian diam, dalam penglihatannya tubuh Reva dilahap habis seperti nutrisi untuk kegelapan. Debar jantung lelaki itu tidak karuan; sesak sekali. Dia tidak mengerti.


"Apa yang kau lakukan Reva?" Gumamnya. Sambil membuat sebuah tulisan mantra, Davian mencoba membuka portal pemindah ruang secara manual karena seluruh kekuatannya seakan diserap sesuatu.


Terbukalah~

__ADS_1


Bisiknya dalam hati. Seluruh pemandangan terbalik lalu menjadi gelap—ruang dimensi seperti biasa tampil. Davian memejamkan mata, fokus mencari keberadaan Reva supaya bisa berpindah ruang tapi keanehan muncul.


Davian kembali membuka matanya. Helaan napas dengan uap panas muncul dari sela mulut lelaki itu.


"Dingin?" Gumam Davian. Merasa tidak beres. Bagaimana bisa ada hawa dingin disini? Diruang yang seharusnya tidak ada apapun didalamnya.


Cring~


Davian menoleh seketika mendengar suara lonceng. Langkah kaki samar terdengar. Membisu, pemilik hazel itu menatap dari kejauhan. Maniknya bercahaya tajam. Sosok yang bukan pria ataupun wanita datang dengan tudung kepala menutupi wajah serta hidung. Pelan membawa lentera merah—menuju kemari.


Asal bunyi lonceng ternyata dari gelang kaki sosok itu.


Davian tidak tahu, sosok itu berhenti tepat dihadapannya. Ukurannya 4 kali lebih besar dari Davian. Roh jahat? Aura negatif? Ataukah iblis tingkat tinggi? Terka-terka Davian waspada. Sosok itu mengangkat tangannya. Davian siap mundur seribu langkah tapi ditahannya ketika sosok itu menunjuk sesuatu. Pemilik hazel menoleh.


"Reva?" Panggilnya tanpa sadar. Angin kencang tiba-tiba lewat. Davian berbalik.


Sosok tadi—menghilang.


Sebenarnya apa itu tadi? Batin Davian.


"Siapa kau?!" Terdengar Josan bertanya dengan nada marah. Dia kaget tiba-tiba ada orang asing menerobos masuk ke rumah tunangannya—padahal kelakuan mereka sama saja. Davian tidak menggubris. Dia mengambil alih tubuh Reva.


Gawat! Keadaan Reva jauh lebih buruk dari perkiraan. Inti kehidupan istrinya diserap dengan jumlah banyak. Davian harus memulai ritual, tapi jika lelaki itu melakukan pengikatan lebih dari ini.


Mereka tidak akan bisa berpisah lagi.


"Tch!" Davian berdecih kesal. Dia menggigit sebelah bibirnya. Tidak ada pilihan lain. Mengabaikan Josan yang naik pitam, Davian memeluk Reva. Lelaki itu mendekatkan bibir menuju kening pemilik manik kelam itu. Berjarak beberapa inci lagi.


Simpul merah dan ikatan ini akan menghasilkan darah. Tidak ada yang bisa, selain takdir yang mengakhiri. Kehidupan kita terbagi, kau udara untukku begitu juga sebaliknya. Kembali istriku~


Aku memanggil mu.


Cup~

__ADS_1


"Reva..." bisik Davian begitu selesai memberi kecupan kecil dikening Reva. Sosok dipangkuan Davian menggeliat. Pemilik hazel menghela napas tenang tapi tiba-tiba kerahnya ditarik.


"Bugh..."


Reva terempas kecil kepermukaan lantai. Davian menampilkan wajah terkejut; dia menatap sang pelaku—Josan yang menahan amarah.


Dari balik ekor mata Davian, Reva tampak pulih. Gadis itu terkejut, berdiri dan menghampiri mereka begitu sadar. Mencoba melerai. Davian terdorong dan hanya bisa diam memperhatikan perdebatan aneh yang terjadi—sampai ringisan terdengar.


Pemilik hazel itu melarikan pandangan, mendapati pergelangan tangan Reva yang membiru.


"Hehe..." Dia terkekeh. Manik Davian bercahaya. Sudut matanya tajam. Lelaki itu mendekati Reva dan Josan.


Aku berusaha menyelamatkannya, tapi kau malah menyakitinya?


DEG!!!


Tangan Davian terangkat, Reva seolah tahu tabiat yang ingin dilakukan Davian. Dia mencoba mencegahnya; meski sayang terlambat.


MUSNAH |


Sosok Josan menghilang menjadi abu tepat didepan mata Reva; karena Davian.


Lelaki itu melenyapkannya.


...***...


...Tbc......


...Jangan lupa like, vote & comments......


...Terima kasih,...


...Ketemu lagi...

__ADS_1


...Bye...


...:3...


__ADS_2