Crazy Baby

Crazy Baby
Canda


__ADS_3

...Cerita bersifat fiksi / karangan semata, jika terdapat kesamaan dalam bentuk apapun—mungkin kerena ketidak sengajaan saja....


...Silakan klik like, vote juga comment sebagai wujud apresiasi terhadap karya orang lain....


...Terima kasih,...


...Selamat membaca....


..._________________________________________...


...C a n d a...


..._________________________________________...


...__________________________...


...___________________...


...___________...


...______...


...___...


..._...


"Jangan sentuh dia," ucap Reva. Sudut bibir Davian berkedut; rasanya benar-benar jengkel. Makhluk yang berada ditengah lapangan mulai bergerak, Davian kekurangan waktu.


"Terserah." Sahut Davian. Menghilang bersamaan jentikan jari.


"Tungg—!"


"REVA?!" Teriakan dari Kian terdengar. Melengking kuat digendang telinganya. Reva terkejut, dia menoleh kearah Kian. Suasana kembali normal.


Hah? Apa dia baru saja terlempar keluar?


Wajah kesal dari Kian terlihat. Ada apa dengan temannya ini; tiba-tiba melamun dan terkejut dengan ekspresi berlebihan? Reva bertingkah aneh.

__ADS_1


"Kau kenapa sih Re? Eh?" Kian ingin bertanya, tapi terhenti. Wajah Kian berubah shock, matanya terbelalak—menatap sesuatu yang mengalir pelan dari hidung Reva.


Tes~


Tangan Reva terangkat, menyentuh area itu. Bercak darah terlihat dijarinya. Reva kembali mimisan.


Sial.


"Reva, kau kenapa?!" Tanya Kian setengah panik. Mencoba mencari tisu yang ada didalam tasnya. Gotcha! Benda itu langsung diberikannya pada Reva. Dengan wajah kalem bahkan cenderung tenang, Reva menyapu hidungnya.


Untunglah darahnya tidak mengalir lama.


"BRAK!!!"


Deg!


Kian dan Reva tiba-tiba dikejutkan dengan suara keras. Daun pintu yang tidak bersalah dibuka kasar. Deru napas tanpa suara terlihat, Davian menyandar disana dengan wajah lelah. Dia menatap dari kejauhan. Manik hazel itu menyala.


"Ikut dengan ku..." gumamnya.


Reva bisa menebak, apa maksud dari lelaki itu. Sedang Kian melongo—kenapa dengan lelaki satu ini?! Wajah bingungnya tambah parah ketika melihat temannya berdiri, melangkah mendekati Davian. Hah?


"Reva!" Panggil Kian. Reva yang sudah cukup dekat dengan Davian berbalik. Owh ayolah teman~ Bisa kau jelaskan sesuatu? Kian benar-benar bingung harus mulai bertanya dari mana. Mahasiswa-mahasiswa lain yang baru berdatangan, sedikit menilik penasaran.


Ada apa? Batin mereka.


"Aku akan segera kembali Kian..." seakan paham. Reva memberi kalimat menenangkan, dia baik-baik saja dan dia harus melakukan sesuatu sejenak. Jangan khawatir.


Davian menarik tangan Reva kasar. Gerakan bibir lelaki itu seolah berucap 'cepatlah!' pada Reva, tanpa peduli kondisi gadis itu. Reva mendecih. Menurut.


Kian yang menyaksikan merasa janggal. Tanpa pikir panjang mencegat dengan cepat. Mengingat bagaimana kepribadian Davian; jika bersama Reva saja. Sang pemilik hazel ini pasti akan berteriak. Sayang, Davian mampu menahannya dengan menampilkan wajah bengis.


"Ada urusan apa dari semalam kau dengan teman ku?" Tanya Kian berani.


Davian mendengus. Tipe wanita menyebalkan. Tidak heran kalau dia terus mengawasi Kian.


"Bukan urusan mu, aku hanya ingin bicara pada tunangan ku. Jelas?" Balas Davian tanpa pikir panjang. Kian seketika membeku mendengarnya. Tanpa mempedulikan temannya Reva, Davian menyeret pengantinnya. Menjauh dari sana bertepatan dengan jam masuk kuliah.

__ADS_1


"Hah? Itu bercanda bukan?" Gumam Kian pelan tanpa sadar; mencoba menanggapi. Matanya menatap kedua punggung yang melangkah pergi—kian menjauh.


"REVA! ITU BERCANDA KAN?" Teriak Kian. Benar tidak percaya.


Temannya? Dan orang itu?


Tunangan?


Bohong. |


.


.


.


.


.


Reva melirik. Punggung tinggi Davian terlihat. Tampan jika diam, pikir gadis itu. Semua yang gelap mulai lenyap. Mereka berpindah tempat cukup jauh.


Davian berbalik. Wajah kesal terlihat berubah menjadi setengah membenci.


"Sudah ku duga, kau akan menjadi beban..." bisiknya.


?


...***...


...Tbc......


...Jangan lupa Vote, Like dan comment yah......


...Terima Kasih,...


...Ketemu lagi......

__ADS_1


...Bye...


...:3...


__ADS_2