Crazy Baby

Crazy Baby
Penyusup


__ADS_3

...Cerita bersifat fiksi atau karangan saja, jika terdapat kesamaan dalam bentuk apapun—mungkin karena ketidak sengajaan semata....


...Jangan lupa klik like, vote, dan comments diakhir cerita sebagai wujud apresiasi terhadap karya penulis....


...Terima kasih,...


...selamat membaca....


...___________________...


...P e n y u s u p...


...___________________...


...___________...


...____...


..._...


"Kenapa Davian sampai memasang simbol pengekang pada mu Eva?" Tanya lelaki tua itu, mengundang tawa renyah dari seumpanya nama. Wanita itu menggaruk bagian belakang kepalanya, dia harus memberi jawaban apa pada kakek Davian?


Ragu-ragu, Eva menggigit sebentar bibir bagian bawah sebelum berucap.


"Ada sebuah insiden konyol yang membuat Davian melakukan ini? Pokoknya seperti itu kek, setiap kali saya meminta untuk dilepaskan Davian selalu mengabaikannya... dia pasti bilang itu GPS untuk mu, siapa tahu kau tiba-tiba menghilang..." ucap Eva apa adanya. Wanita itu mengingat kembali asal mula bagaimana dia bisa mendapatkan tato unik itu, di pikir-pikir aneh juga; hanya karena ingin ikut Davian keluar dia harus di rantai.


Agak mencurigakan, tapi haruskah lelaki tua ini percaya? Berhubung itu semua adalah masalah dari cucu dan cucu menantunya, jadi kakek Davian memilih netral saja.


"Baiklah, akan ku bantu kau melepaskan simbol itu... tapi—" ucap kakek Davian gantung, wajah Eva berseri-seri; dia sungguh girang—menunggu lelaki paruh baya itu melanjutkan kalimatnya.


"Kau harus berjanji satu hal pada kakek..."


"Apa itu kek? Saya janji..." sela Eva cepat, dia benar-benar tidak sabar menunggu momen terlepas dari benda serupa tato yang ada diperutnya.


"Ceritakan pada kakek... bagaimana bisa kau melakukan reinkarnasi tanpa mengorbankan waktu..."


Eva terdiam sejenak, kepalanya berpikir. Bukan perkara sulit tapi jawaban yang mungkin kakek Davian cari tidak ada padanya tapi pada Reva, jadi sebelum hari kebangkitan Eva tidak bisa menjelaskan apapun pada lelaki tua ini.


"Baiklah saya berjanji tapi tidak sekarang...karena saya juga memerlukan jawaban sesungguhnya dari mulut dia."

__ADS_1


Setelah terlepas dari simbol Davian Eva langsung melancarkan aksinya, dia perlu bergerak secepat dan seefisien mungkin agar Davian tidak menyadarinya seperti beberapa waktu lalu. Agar wanita ini terlepas dari pertanyaan 'siapa kau sebenarnya' dari mulut Davian. Saat ini Eva belum bisa memberi jawaban, secuil apapun itu. Yang benar-benar tahu kebenaran adalah Reva, jadi Eva berusaha sekeras mungkin untuk membangkitkan wanita dari penjara abadi Gabriel.


Demi dirinya, Reva, dan juga Davian.


Eva perlu mendapatkan batu jiwa dan satu-satunya tempat yang memiliki batu jiwa adalah dunia bawah. Sejauh informasi yang Eva dapat, wanita ini harus bergerak menuju gerbang utama Hell agar bisa ke dunia para Demon. Dengan bantuan angin, mahkota bunga dari kekuatan Eva—wanita itu bergerak bersama arus menuju Hell.


Tes...


"Ish!" Eva menggerutu kecil. Lagi-lagi hidungnya mengeluarkan darah, wanita itu terlalu banyak mengeluarkan kekuatan tapi dia cukup bersyukur karena bisa sampai di gerbang perbatasan sebelum jam makan siang.


Eva ingat kalau dia membawa beberapa nasi kepal ditasnya, mulai dari sekarang wanita itu harus menghemat energi hidupnya. Sambil menyapu kasar mimisan Eva memakan lahap nasi kepal berbalut rumput laut kering itu, beberapa orang akan menganggap pemandangan hutan dan jalan setapak yang dilalui Eva biasa saja. Tapi itulah perbatasan menuju gerbang Hell, semoga tidak ada keturunan mata Tàbi yang menjaga perbatasan itu.


Singkatnya Eva berhasil masuk ke dunia para Demon karena jalan menuju Hell tidak dalam penjagaan ketat. Memang sebelumnya Eva sempat berpapasan dengan keturunan hazel, mungkin dari keluarga cabang tapi dengan pesona ilusi serbuk bunga milik Eva—wanita itu berhasil masuk tanpa ketahuan. Nah yang jadi masalahnya; adalah rotasi waktu didalam dunia para iblis itu lebih lambat dari dunia manusia, 1 jam disana sama dengan 1 hari didunia manusia. Kalian tahu? Sialnya lagi Eva lupa mencari tahu cara untuk keluar dari Hell.


Lihat? Wanita itu tengah merenung di bukit batu yang tandus. Langit disana selalu berwarna kemerahan darah dengan lolongan serigala jadi-jadian.


"Fush~" Eva menghela napas panjang. Udara disini cukup dingin, perut wanita itu juga dalam keadaan sangat lapar. Ditambah suasana hati yang tidak karuan rasa.


"Sepertinya Davian saat ini tengah mengamuk mencari ku..." monolog wanita itu sambil memeluk dirinya sendiri. Tampang Eva cukup pasrah pada keadaan.


Sebentar termenung wanita bernama Eva itu kembali melanjutkan penuturannya.


Beberapa makhluk negatif yang menyerupai hewan buas di dunia manusia bermunculan. Agaknya sudah tengah malam, batin Eva. Dia berdiri dari duduknya lalu menepuk bagian belakang dari celana yang ia kenakan. Membebaskan benda itu dari pasir dunia bawah.


Serigala berkepala 3? Sebentar itu anjing? Ah terserahlah... setidaknya makan malam datang sendiri tanpa diminta.


Senyum licik Eva muncul, bunga-bunga miliknya menyerupai pedang.


"WAKTUNYA BERBURU?!" ucapnya lantang memburu setiap serigala yang mencoba menyerang wanita itu. Jangan menyesal kalian, wahai makan malam ku.


BHAHAHAHA!


Selebihnya hanya diisi oleh adegan sadis, mulai dari membantaian hingga menguliti para serigala buruan lalu ditutup dengan proses memasak yang agak—ekstrem untuk disaksikan.


Setidaknya perut Eva kenyang, hehe |


...***...


Davian membatu, dia tidak percaya dengan penuturan sang kakek. Memang perlu waktu untuk mendesak pria tua didepannya agar mau bicara tapi semua ucapan dari lelaki itu malah terdengar tak masuk akal.

__ADS_1


Jadi selama ini Eva itu adalah Reva?


Reva tidak benar-benar meninggalkan dirinya, mungkin bisa disamakan dengan khasus sepupu Davian—Eni; dimana wanita itu bisa bertahan karena kepingan jiwanya berhasil ditangkap oleh Adam sehingga lelaki itu bisa membuatkan wadah baru meski tidak sempurna untuk jiwa tersebut hidup. Tapi bagaimana bisa? Siapa yang melakukan hal tersebut, di lain sisi ini juga bisa disebut reinkarnasi tanpa waktu. Benar-benar terdengar mustahil, ada seseorang atau satu makhluk yang campur tangan dalam kematian Reva dan Davian hanya bisa menduga kalau itu semua adalah—


Perbuatan dari sang Gabriel.


Dia perlu bertemu kembali dengan Eva, segudang pertanyaan menumpuk dalam benak lelaki itu.


"Apa kakek memiliki prediksi tentang menghilangnya Eva?" Tanya Davian. Mereka harus cepat-cepat bertemu, sekalian lelaki ini ingin melepas rindu.


Kakek Davian menggeleng, hanya sebatas itu informasi yang dia dapat sampaikan.


Sial. Davian frustrasi.


Otak lelaki itu buntu, tiba-tiba panggilan telepati muncul. Sang kakek sedikit menjauh agar bisa menjawabnya.


"Apa?"


Davian tertarik saat mendengar lelaki tua bernotabe kakeknya itu terkejut. Manik hazel milik Davian menatap dalam setiap gerak-gerik kakeknya hingga selesai menerima panggilan telepati mendadak dari seseorang.


"Davian?" Panggil pria tua itu.


"Ada seseorang yang menerobos masuk Hell..."


Tidak perlu menebak apapun lagi, sepertinya firasat lelaki itu sudah mengatakan kalau Eva lah sosok yang menerobos masuk gerbang dunia bawah.


Sial, apa yang kau lakukan disana Eva?! Batinnya panik bukan kepalang.


...***...


...Tbc...


...Jangan lupa like, vote, dan comments jika kalian suka...


...Terima kasih,...


...ketemu lagi nanti...


...Bye...

__ADS_1


...:3...


__ADS_2