Crazy Baby

Crazy Baby
Cerita 2


__ADS_3

...Cerita bersifat fiksi / karangan saja, jika terdapat kesamaan dalam bentuk apapun—mungkin karena ketidak sengajaan semata....


...Jangan lupa vote, like dan comments diakhir cerita sebagai wujud apresiasi terhadap penulis....


...Terima kasih,...


...Selamat membaca....


...___________________________________...


...C e r i t a 2...


...____________________________________...


..._________________________...


...________________...


...________...


...___...


..._...


"Dari mana asal kekuatan kalian?"


Kakek Davian sedikit tersentak dalam diam, tidak menyangka pertanyaan pertama yang diajukan Reva adalah tentang asal kekuatan keluarga mereka.

__ADS_1


Sungguh pertanyaan unik.


Senyum kecil terangkat disudut bibir kakek Davian. Baiklah, mulai dari mana lelaki tua ini harus menjelaskan kepada gadis muda dihadapannya ini?


"Bisa dibilang dari—kegelapan..." ucap kakek Davian setelah berpikir panjang. Kening Reva berkerut tak paham, diwajahnya seperti terpampang sebuah tulisan 'apa maksudnya?' yang diarahkan gadis itu pada kakek Davian. Hal itu kembali mengundang kekehan ringan dari kakek Davian.


"Mungkin sedikit rumit untuk dijelaskan, terlebih lagi sejarah keluarga kami sangatlah panjang tiap generasinya..." tutur lelaki tua itu menggantung.


Reva mencoba menyiapkan pendengaran dan isi kepalanya untuk memecahkan semua kata-kata yang diucapkan kakek Davian nanti. Melihat kesiapan Reva, kakek Davian menghela napas sejenak. Mau tak mau dia harus menceritakannya pada gadis muda ini.


"Kami, dulu—adalah pelayan Gabriel, berkah yang diberikannya merupakan cahaya. Dan tugas yang Gabriel minta pada kami adalah memurnikan, tapi suatu ketika... pada generasi 3 keluarga kami... kala itu perang besar dengan bangsa Demon terjadi. Disebuah tanah mati. Kami terdesak; nyaris kalah sampai Gabriel turun... dan itulah awal mula cerita pengkhianatan Gabriel,"


Deg!


Reva benar-benar tidak bisa berkomentar apapun. Dia hanya mampu memperhatikan setiap gerakan bibir serta untaian kata yang tercipta dari mulut kakek Davian.


Kakek Davian terdiam sejenak. Dia melihat rerumputan yang dibuat oleh ilusi ruang dimensinya.


"Lentera Gabriel dan tawa para Demon benar-benar menjadi saksi bisu kejadian itu. Generasi selanjutnya yang masih bertahan, kembali membangun keluarga ini dengan membawa kenyataan yang berbeda. Kami berhenti menjadi pelayan Gabriel, tapi kejahatan para Demon masih tersisa. Ketidak seimbangan mengacaukan dunia serta ketidak percayaan pada Gabriel tumbuh,"


Reva menelan salivanya susah payah. Benar-benar mirip cerita negeri dongeng yang hadir sebagai pengantar tidur anak-anak setiap malamnya.


"Lalu, sebutan keluarga ini berubah. Pemburu. Kami meminjam kekuatan kegelapan yang berasal dari Demon itu sendiri untuk memburu sisa-sisa ketidak seimbangan yang diciptakan Demon." Kakek Davian melirik. Kilat mata berwarna hazel itu terlihat—bersinggungan dengan manik kelam Reva.


Reva terdiam mematung. Seringai aneh tampil disudut bibir lelaki tua itu, perasaan Reva sedikit kurang enak. Apa yang terjadi? Kenapa atmosfernya tiba-tiba berubah?


"Singkatnya seperti itu hingga generasi sekarang ini, kami menggunakan kegelapan untuk memurnikan aura hitam tapi sebenarnya kami juga bisa mengendalikan kegelapan itu sendiri... meski begitu, itu hal tabu dan dilarang... kami hanya bertugas menjaga keseimbangan dunia,"

__ADS_1


Tunggu?


Tunggu sebentar?


Reva merasakan kejanggalan. Kenapa kalimat kakek tua ini seperti berputar-putar? Ada sebuah point samar yang tidak dijelaskan.


Tiba-tiba kekehan tak berdasar hadir dari mulut kakek Davian.


Mata Reva membola, dia membuka bibirnya yang sedari tadi terkunci rapat dengan canggung. Sebuah opsi muncul diotaknya; keringat dingin mengalir ditengkuk gadis itu.


"Apa? Kalian bisa dibilang? Em? Setengah Demon?"


Senyuman lebar hadir.


"Benar sekali nak!"


......***......


...Tbc......


...Jangan lupa like, vote & comments......


...Terima kasih,...


...Bye...


...:3...

__ADS_1


__ADS_2