Crazy Baby

Crazy Baby
Bersama Kakek


__ADS_3

...Cerita bersifat fiksi atau karangan saja, jika terdapat kesamaan dalam bentuk apapun—mungkin karena ketidak sengajaan semata....


...Jangan lupa like, vote, dan comments diakhir cerita sebagai wujud apresiasi terhadap karya penulis....


...Terima kasih,...


...selamat membaca....


...___________________________...


...B e r s a m a - K a k e k...


...___________________________...


...__________________...


...________...


..._...


Davian ternganga jengkel ketika melihat sang kakak; Gedion telah menghilang dari depan matanya. Terdengar dengusan kecil dari si bungsu itu.


Kakek Davian yang memperhatikan sedari awal membuka mulut tuanya untuk menarik perhatian sang cucu.

__ADS_1


"Dan kau Davian? Ada urusan apa tiba-tiba kembali kesini? Tadi sore pergi tanpa bilang sepatah kata pun..." ucap sang kakek yang sedikit menyindir sikap Davian. Si cucu bungsu ini terlalu kurang sopan terhadap kakeknya.


Terdengar Davian terkekeh hambar, ditolehnya sang kakek.


"Maafkan saya kek..." sahut lelaki bermanik hazel formal. Pria tua didepan Davian menghela napas maklum, mereka tiba-tiba berpindah tempat menuju ruang utama kediaman sang kakek karena pria tua itu menggunakan kekuatannya.


Dua lelaki bermanik hazel kemudian bergerak duduk ke kursi sofa dalam ruangan dengan posisi sang kakek di sofa tunggal sedangkan Davian duduk di kursi panjang dekat lelaki tua itu.


"Sebenarnya saya ingin melaporkan kejadian janggal di kota tadi tapi saya rasa sudah beres..." terang maksud kedatangan Davian ke-kediaman kakeknya. Sang kakek mengangguk pelan sebagai tanggapan. Lelaki itu terdiam, sepertinya tengah terpikirkan sesuatu, dia melirik dari balik ekor matanya kearah Davian.


"Lalu alasan mu ber-teleportasi tiba-tiba kenapa?" tanya kakek Davian. Pria tua ini cukup terkejut tadi saat sang cucu menghilang dari pandangan matanya, terlihat Davian memikirkan rangkaian kata yang cocok untuk ia sampaikan kepada sang kakek.


"Sesuatu tak beres terjadi pada Reva..." tutur Davian sambil melarikan pandangan kearah jari manis tangannya, di ikuti sang kakek. Ada cetakan merah seperti luka bakar dengan bentuk melingkar layaknya cincin di jari itu.


Sejenak kakek Davian mencerna.


"Lalu, sesuatu tak beres apa yang terjadi dengan cucu menantu ku?" gumam kakek Davian. Sedikit rona merah muncul di kedua pipi Davian ketika kakeknya mengucapkan kata 'menantu ku' untuk menggambarkan sosok Reva. Bibir Davian jadi gatal, lelaki itu membuka suaranya.


"Ada bajingan gila yang mengganggu dan membuat Reva menangis..." sahut Davian. Sang kakek yang mendengar itu membolakan kedua mata; tak percaya. Apa yang baru saja di ucapkan sang cucu perihal Reva? Berani-beraninya!


"Siapa bajingan itu?!" Terdengar secuil nada geram pada suara sang kakek.


Davian agak ragu untuk menjawab, pemilik hazel itu merasa ngeri ketika atmosfer di sekitar kakeknya berubah berat tapi mau tak mau Davian harus mengucapkan sebuah jawaban atau nanti ia akan imbasnya.

__ADS_1


"Dia mengaku sebagai tunangan Reva."


Krak!


Apa itu?! Apa Davian baru saja melihat sebuah retakkan di area dinding? Tepat di belakang tempat duduk kakeknya; itu kekuatan penghancur dari pria tua ini.


"Hah? Maksudnya?" beo sang kakek tak paham. Davian menelan saliva kasar. Dia mencoba tenang.


"Hanya mengaku tunanga—!"


KRAK!


Davian memilih diam.


...***...


...T b c ......


...Jangan lupa like, vote, dan comments......


...Terima kasih,...


...ketemu lagi nanti......

__ADS_1


...Bye......


...:3...


__ADS_2