Crazy Baby

Crazy Baby
Adam (Side Story 1 Part 2)


__ADS_3

...Cerita bersifat fiksi atau karangan saja, jika terdapat kesamaan dalam bentuk apapun—mungkin karena ketidak sengajaan semata....


...Jangan lupa klik like, vote, dan comments diakhir cerita sebagai wujud apresiasi terhadap karya penulis....


...Terima kasih....


...Chapter ini merupakan cerita sisipan bagian ke-2 yang mengisahkan tentang Adam sebagai tokoh utama dalam ceritanya....


...Semoga kalian suka,...


...selamat membaca....


...___________________...


...A d a m...


...___________________...


...___________...


..._____...


..._...


"KENAPA?! KENAPA KAU MENYELAMATKAN NYAWA KU! ADAM?!"


"BIARKAN AKU MENYUSUL KELUARGA KU YANG TELAH KAU BANTAI! DASAR IBLIS?!"


"ARGHHHHHH?! HIKS... HIKS..."


.


.


.


.


.


"Pembantaian sebuah keluarga cabang hanya karena insting buas membuat dirinya gila. Adam—putra kedua dari keluarga utama, kau dijatuhi hukuman selama 2 tahun; lakukan pemusnahan terhadap aura negatif disalah satu pulau bagian barat distrik terpencil kota Z serta larangan untuk bertemu, menyapa ataupun melihat satu-satunya keturunan terakhir keluarga cabang yang telah dia bantai. Eni—"


"Putusan ini ditetapkan, luka fisik maupun mental setelah melakukan pemusnahan terhadap aura negatif kelas rendah hingga tinggi diluar tanggung jawab keluarga utama termasuk kematian atas dirinya, jadi berusahalah untuk tetap hidup dan tebuslah dosa milik mu hingga air mata mengering digantikan oleh darah penyesalan. Selesai!"


BADUM!


Deg.


"Ergh?" Kelopak mata Adam terbuka, langit-langit ruangan berwarna pucat menyambut penglihatan lelaki itu untuk pertama kalinya dipagi hari ini.


Kening Adam berkerut, masih dengan posisi berbaring dia mengangkat tangannya menuju wajah lalu memijit kepala miliknya yang entah kenapa terasa sakit.


"Huffs..." hela napas panjang terdengar. Baru saja lelaki itu memimpikan kejadian yang sudah lama sekali terjadi, tentang teriakan serta tangisan milik Eni serta hukuman kedisiplinan yang pernah ia dapatkan.

__ADS_1


Mimpi buruk antara kematian dan penyesalan; dimana Adam menjadi gila memusnahkan semuanya dengan kekuatan tak masuk akal miliknya. Lelaki itu pikir 2 tahun adalah waktu yang lama untuk melupakan tapi terpenjara dalam pulau aneh tersebut hanya membuat obsesinya semakin meningkat.


Usai berpura-pura menjadi manusia yang patuh selama 2 tahun, lelaki ini akhirnya terbebas dari penjara menyedihkan itu lalu kembali ke kediaman keluarga utama—tempat seharusnya dia berada. Tapi apa yang dia dapat masihlah jenis hukuman yang sama; yang berhasil membuat dirinya terganggu luar biasa 'kau masih dilarang berdekatan dengan sepupu mu Eni' karena masalah kesehatan mental yang diderita wanita itu.


Akhirnya Adam hanya mampu menunggu dari kejauhan, melihat Eni yang beberapa kali merasakan proses pencucian otak—agar wanita itu lupa dan memilih untuk tetap hidup.


Kasihan. Adam kasihan, dia ingin menyelamatkan Eni yang merupakan pasangan takdirnya itu agar ia lepas dari kesedihan tapi sepertinya Adam lupa akan sesuatu 'apa yang menjadi penyebab kesedihan wanita tersebut' haha—tak lain adalah Adam itu sendiri.


Menunggu disudut ruangan yang paling gelap sampai Adam berani menciptakan segalanya untuk Eni tapi akhir kisah wanita itu sembuh dengan sendirinya tanpa bantuan sedikitpun dari Adam. Dia justru akrab dengan adik bungsunya.


Apa-apaan itu?!


Kenapa Davian bisa bersama dengan Eni, kenapa dirinya tidak bisa? Kenapa?


Karena Adam takut, takut kalau dirinya akan kembali di tolak oleh Eni |


Wanita itu tidak pernah melihat mu bung~ jadi menyerahlah.


TIDAK!


AKU MENCINTAI DIA!


TAK ADA SOSOK YANG PALING MENCINTAI ENI SETULUS DIRI KU! AKU—


Congkak sekali kau. Dasar menyedihkan |


"Argh! Ya ampun?! Apa yang telah ku pikirkan?" Dengus Adam. Baru beberapa detik dia melamun, isi otak lelaki itu sudah saling berdebat satu sama lain. Dari pada memikirkan hal yang tidak berguna, lebih baik beranjak dari sini dan lakukan tugas mu Adam.


Semenjak pengusiran Davian 3 tahun yang lalu, lelaki ini jadi mendapat pekerjaan ekstra tidak seperti biasanya. Adam harus berusaha keras dalam menetralkan semua aura negatif agar kehidupan didunia ini tidak tercemar oleh para hantu bernafsu itu. Hah~ ini melelahkan.


Tapi kalau dipikir-pikir enak juga rasanya jika sudah menikah. Tidak seperti Adam, bahkan pasangan takdirnya menolak untuk menatap wajah Adam.


Eni kadang jijik, dia selalu muak melihat raut muka milik Adam dan itu sering melukai hati kecil lelaki ini. Haha, apa Adam terlalu melankolis dalam menanggapinya? Entahlah.


Lelaki itu menurunkan kakinya disisi lain ranjang, rasa sejuk dari ubin lantai menyengat sebentar permukaan kaki Adam. Lelaki itu merinding, dia adalah tipe yang malas sekali mandi tapi keadaan mengharuskannya.


"Hah~ ini benar-benar pagi hari yang dingin." Keluh Adam seraya berjalan menuju kamar mandi setelah mengambil handuk miliknya.


Srettt—


Lelaki itu membuka pintu kamar mandi, tiba-tiba dia melenguh malas ketika melihat sesuatu didalam kamar mandi tersebut.


"Apa aku lupa membersihkannya lagi?" Monolog Adam sendiri, mengabaikan mayat perempuan dengan wujud serupa Eni yang telah memucat dalam kamar mandi miliknya.


"Sepertinya aku perlu mengurus sampah ini lebih dulu sebelum mandi." Gumam Adam pelan dengan wajah dingin. Lelaki itu bergerak mendekat lalu mengurusnya dengan sadis.


KRAK!


Sudah di jelaskan 'kan? Adam telah lama menjadi gila dibalik topeng polos miliknya. Tumbuh dalam obsesi tak wajar dan masih mengharapkan cinta dari Eni seorang. HAHA INI BENAR-BENAR GILA! CAMKAN ITU.


Persetan. |


Dasar sialan.

__ADS_1


...***...


Davian sudah tidak ada, Eni tidak bisa bergaul dengan si bungsu itu lagi. Ini kesempatan, Adam mencoba kembali mendekati wanita itu pelan-pelan sambil menyakinkan seluruh dunia kalau dia telah berubah—hingga larangan bertemu di cabut sepenuhnya.


Adam menyeringai, dia benar-benar bahagia. Bisakah lelaki ini memiliki kembali hati dingin wanita bernama Eni itu?


Seharusnya bisa tapi sampai akhir Eni tetap tidak pernah menatap usahanya.


Hah~


"Hei?" Adam menyapa, Eni menoleh; wanita itu mendelik tak suka. Kenapa lelaki ini terus-terusan datang dan mengganggu sosoknya.


"Kau sudah makan siang?" Tanya Adam sambil duduk disamping Eni di sebuah teras milik keluarga wanita itu. Bayangan beberapa kepala pernah di pasak di halaman depan membuat perut Eni mual. Wanita itu menggeleng, dia memang belum makan siang.


Adam tersenyum kecil lalu mengeluarkan sebuah bekal berisi makan siang miliknya. Tak terlalu mewah, karena dia hidup sendirian tanpa pelayan. Hanya sebuah nasi kepal dengan rumput laut kering, Adam menyodorkan satu pada Eni.


"Ambillah..." Eni menatap bergantian dua objek tersebut sebelum mengambil nasi kepal dari tangan Adam dengan kasar. Setidaknya isi otak wanita itu terhadap Adam sedikit melunak setelah kejadian yang menimpa sepupu wanita itu atau tak lain adalah adik bungsu Adam sendiri—dia menolong Davian lalu membantu proses pemakaman Reva; gadis favorit Eni ketika ingin mengganggu Davian.


"Terima kasih." Ucap Eni. Wanita itu memalingkan muka lalu melahap nasi kepal ditangannya dan tidak memperhatikan raut muka senang milik Adam.


Pantulan wajah Eni terlihat jelas di manik hazel lelaki itu.


"Sama-sama~"


Telan.


Telan semua itu Eni.


Telan semuanya~


Hingga tak bersisa—secuil pun.


"Mau lagi?" Tawar Adam senyum simpulnya hadir, argh~ sungguh mengerikan.


"Tentu..."


LIHAT ITU ENI! LIHAT ATAU KAU AKAN TERJEBAK LAGI DALAM PERMAINAN LELAKI JAHANAM TERSEBUT!


Haha.


...***...


...Tbc...


...Chapter ini sengaja dibuat sebelum pembukaan season 3 part ke-2 dari cerita utama Davian...


...Jangan lupa like, vote, dan comments...


...Terima kasih sudah mampir...


...Ketemu lagi nanti...


...Bye...

__ADS_1


...:3...


__ADS_2