
...Cerita bersifat fiksi atau karangan saja, jika terdapat kesamaan dalam bentuk apapun—mungkin karena ketidak sengajaan semata....
...Jangan lupa like, vote, dan comments diakhir cerita sebagai wujud apresiasi terhadap karya penulis....
...Terima kasih,...
...selamat membaca....
..._________________________...
...L e m a s...
...__________________________...
...___________________...
...__________...
...____...
..._...
"APA YANG KAU LAKUKAN JOSAN?!"
"Hehe..." Kekehan menyebalkan apa itu?! hujat Reva, ingin sekali mencabik-cabik wajah pria biadab didepannya. Terlihat Josan mengangkat jari telunjuknya kedagu; menampilkan gestur seperti tengah berpikir. Tampang polos lelaki itu sungguh membuat urat sabar Reva hampir putus. Persetan, mau dia kekasihnya atau orang lain—Reva tak pernah mentolerir sikap tercela seseorang terhadap wanita.
"Owh sayang ku... aku hanya ingin kau menelan satu pil..."
__ADS_1
Dengan cara membuka paksa mulut seseorang dan melecehkannya? Belajar dimana kau?! geram Reva didalam hati. Tangannya mengepal kuat hingga buku-bukunya terlihat.
"Apa itu?!" Abai Reva, gadis itu lebih ingin tahu pil apa yang dimaksud lelaki dihadapannya. Terlihat seringai setan. Sungguh demi Tuhan Josan saat ini bukanlah pria yang dia kenal selama ini; apa jangan-jangan Josan kerasukan setan?
"Perangsang?" sahut Josan bernada jenaka.
DEG!
Mata Reva membola horor.
"Apa?" beonya tak percaya. Reva berharap Josan tidak serius dalam kata-katanya namun sayang rasa panas yang tiba-tiba menjalar perlahan diseluruh tubuh Reva menjawab segalanya.
"Bajingan kau..." desis Reva. Tepat diwajah pria bernama Josan tersebut.
...***...
Bugh...
Cantik~
Nilainya pada ekspresi menggoda milik Reva. Hari ini lelaki itu banyak sekali melihat raut wajah gadis yang biasanya datar, mulai dari marah sampai wajah mengundang gairah—minta disentuh setiap jengkal tubuhnya. Haha |
Josan menjilat nakal bibir bagian bawahnya.
"Hosh... hosh..." deru napas Reva mulai tak beraturan. Bayangan tubuh Josan dimata gadis itu perlahan tertutupi kabut. Kepalanya pening. Rona merah dengan keringat yang membanjiri setiap celah tubuh Reva benar-benar luar biasa—pemandangan indah. Tanpa aba-aba Josan menyambar cepat bahu Reva dengan tangannya, membuat tubuh gadis itu jatuh membentur lantai kotor dibawah mereka.
Josan mengkungkungi Reva. Manik lelaki itu bergerak tak sabar, Reva yang terlihat tak berdaya hanya mampu mempertahankan kesadaran dengan hati yang merutuki tindakan Josan.
__ADS_1
Serkt!!!
Sedikit saja, jika Josan memperhatikan—gadis yang berada dibawahnya ini sudah melayangkan tatapan bengis ketika lelaki itu menarik dan membuka paksa seragam Reva hingga kancing bajunya terlempar kemana-mana.
Dada Reva manik turun, dia benar-benar merasa tak berdaya dan ingin menangis kencang. Josan mendekatkan wajah menjijikan miliknya ke belahan dada Reva yang masih berbalut oleh pakaian dalam.
"Aroma mu selalu enak untuk dihirup manis ku~" komentar Josan ditengah prilaku kurang ajar.
Eh?
DEG! DEG! DEG!
"TiDaK—!!" dorong Reva. Mencoba menjauhkan tindihan Josan meski sia-sia, lelaki itu tidak bergerak seinci pun dari tempatnya.
Josan yang menjulurkan lidah tertahan, lelaki itu melihat usaha Reva menahan dirinya untuk tidak menjilati area tulang selangka gadis itu. Hal ini mengundang tawa lucu milik Josan; lelaki itu mentertawakan tingkah bodoh Reva yang terasa—menggemaskan.
"Haha... Kau benar-benar lucu sayang ku." ucapnya remeh.
...***...
...Tbc......
...Jangan lupa LIKE, VOTE & COMMENTS yah......
...Terima kasih....
...Ketemu lagi nanti......
__ADS_1
...Bye......
...:3...