
...Cerita bersifat fiksi atau karangan saja, jika terdapat kesamaan dalam bentuk apapun—mungkin karena ketidak sengajaan semata....
...Jangan lupa klik like, vote, dan comments diakhir cerita sebagai wujud apresiasi terhadap karya penulis....
...Terima kasih,...
...selamat membaca....
..._____________________...
...J i w a...
..._____________________...
...____________...
..._____...
..._...
Tak banyak yang terjadi, kehidupan Davian bersama Eva kembali seperti sedia kala. Dimana Davian yang sibuk berkerja lalu Eva yang sibuk terkurung didalam sangkar; apartemen. Meski begitu sebenarnya Davian sudah memberi izin keluar untuk Eva dengan syarat tidak boleh kabur atau sejenisnya, namun sejauh yang Davian lihat Eva malah tak bergerak kemana pun sama sekali—dia lebih memilih bersantai ria didalam apartemen Davian, bahkan tubuh pendek dari wanita itu sekarang membengkak. Dia terlalu sibuk makan tidur makan tidur, sepanjang waktu. Kecuali melakukan pekerjaan rumah seperti bersih-bersih dan mencuci, itupun tidak banyak karena Eva tahu kalau Davian itu tipe pembersih jadi pekerjaan sesungguhnya dari wanita ini adalah menjadi penunggu apartemen. Haha |
Kalau ditanya bosan, tentu jelas Eva bosan tapi dia tidak bisa bergerak untuk saat ini karena simbol yang ditanam oleh Davian dalam tubuhnya mempersempit ruang gerak wanita itu. Mereka memang tinggal bersama selama ini dan hidup layaknya pasangan; kadang akur, kadang bertengkar, kadang saling dukung kadang juga saling mengejek namun terlepas dari itu semua mereka hanyalah 2 orang asing yang tinggal satu atap dan tidak mengenali satu sama lain. Tepatnya Davian yang tidak mengenal siapa Eva sebenarnya,
"Reva?" gumam Eva, dia memutar-mutarkan jari diujung gelas. Wanita itu memikirkan sosok wanita bernama Reva yang tidak lain adalah dirinya, meski dibilang dia adalah Reva tetap saja Eva tidak bisa mengenali eksistensi dari wanita itu.
Dia adalah Reva, Reva adalah Eva.
Satu jiwa dalam 2 wadah; jadi siapa dirinya yang sebenarnya? Reva? Atau 'kah Eva?
Awalnya Eva curiga saat dirinya tiba-tiba muncul tanpa ingatan lengkap, yang dia tahu hanyalah nama Reva itu sendiri. Lalu bisikan aneh dari seorang wanita yang berkata—cari lelaki bernama Davian; maka kau akan ingat segalanya. Walau wanita itu bilang Eva akan ingat pada waktunya tapi sampai sekarang wanita itu bahkan tidak bisa mengingat dengan jelas. Siapa dirinya, bagaimana dia dilahirkan lalu kenapa dia bisa berakhir seperti ini.
Eva tidak tahu.
Dirinya bahkan menjadi sosok yang berbeda dari Reva, wanita itu memang 1 jiwa tapi mereka seperti punya 2 kepribadian yang berbeda. Bertolak belakang, dilihat dari sudut pandang mana pun. Eva memanglah Reva tapi Reva bukanlah Eva. Membingungkan bukan?
__ADS_1
Ha-ha |
Eva bahkan berhenti untuk memikirkannya, terlepas dari itu semua; asal usul—Eva memiliki sebuah tujuan jelas yang anehnya menjadi satu-satunya ingatan yang tertanam didalam otak wanita itu. Perintah dari Reva.
"Tentang cinta dan kebangkitan..." Eva tidak tahu maksudnya kecuali wanita periang ini sudah menjalankan semua perintahnya. Lalu perlahan-lahan Eva mengerti seiring waktu bersama Davian, ingatannya pun mulai bermunculan kepermukaan hingga Eva berada pada titik sekarang ini.
Jika saja Eva tidak ketahuan dan membuat Davian marah, mungkin dalam waktu beberapa bulan semua rencana yang diperintahkan Reva pada Eva sudah berjalan hingga tuntas. Eva akan mendapat jawaban pasti tentang 'siapa dirinya dan Reva sebenarnya' saat eksistensi dari Reva itu sendiri berhasil dibangkitkan. Lucu, hanya karena ingin mengetahui jati diri Eva berusaha sekeras ini; tanpa menyadari kalau dirinya sudah terlahir sebagai eksistensi yang baru.
"Tunggu aku Reva..." gumam Eva lagi, wanita itu mendongak. Langit-langit ruangan terlihat menyambutnya, Reva dan Eva tak pernah bertemu hal ini cukup aneh; Eva hanya tahu kalau Reva adalah dirinya. Tetapi mereka seperti 2 saudara saja, Eva jadi berdebar menunggu waktu kebangkitan.
"Sebentar lagi, akan ku dapatkan batu jiwa untuk mu... untuk kita..."
Reva.
...***...
Wanita itu berbaring setengah badan disebuah pangkuan, lelah ribuan tahun menangis Reva menyerah akan kehidupan. Dia berbaring lesu; bersandar pada sosok Gabriel yang tengah mengelus lembut kepalanya.
"Bersemangat-lah sayang~" bisik sesekali makhluk itu. Reva tak bergeming, matanya kosong. Ruangan putih yang menjadi tempat tinggalnya sedikit berwarna atas kehadiran sosok Gabriel, tanpa sadar Reva jadi memeluk tubuh dari makhluk yang sangat ia benci karena dulu merenggut nyawanya.
Reva benar-benar acuh, terserah Gabriel ingin berucap apa. Baginya kesepian dan rasa hampa jauh lebih menakutkan dari pada benci, seiring dentingan waktu berbunyi. Banyak hal yang Reva ketahui.
Tentang kebenaran.
Tentang Gabriel.
Dan tentang siapa dirinya.
Gabriel itu adalah sosok yang menyedihkan. Saat menyaksikan manusia yang berada dibawahnya dapat merasakan kebahagiaan dia menjadi iri dan lalai. Generasi dari mata Tàbi pertama yang dia khianati adalah awal kelahiran, dengan menggunakan kekuatan terlarang dari bangsa Demon hingga membuat manusia berperang dengan makhluk bawah sampai menumpahkan darah—Gabriel akhirnya mendapatkan sedikit kebahagiaan.
Bayi kecil dalam pangkuan bernama Reva.
Dia hanya sosok yang kesepian. |
Ketika sang Kehendak mengetahui semua tindakan busuk dari Gabriel; dia menjadi murka. Bagaimana bisa sosok yang seharusnya menjadi penjaga didunia para manusia melakukan hal keji dengan memulai sebuah peperangan hanya karena ego semata. Pengadilan langit pun dilakukan—semua utusan seperti Gabriel turun untuk menyaksikan, hari penghakiman.
__ADS_1
Sosok Reva yang dulunya tidak memiliki nama dipisahkan dari Gabriel, Reva dilahirkan kedunia dalam rahim seorang manusia atas izin dari sang Kehendak lalu Gabriel dilarang untuk menemuinya. Merasa tidak terima Gabriel jadi pembangkang, dia menolak dan selalu memberontak. Ratusan hingga ribuan tahun, dia selalu memulai perang suci, membuat kekacauan demi bisa bertemu anaknya tapi selalu gagal dan berakhir putus asa.
Gabriel hanya mampu menyaksikan anaknya hidup diberbagai era tanpa bisa menyentuhnya.
"Nak... aku ingin bersama mu"
Lalu tiba-tiba Gabriel mendapat sedikit bantuan dari dewi cinta, entah karena makhluk itu iba pada Gabriel atau apa Gabriel tak peduli. Dia mendapatkan harapan saat mengetahui kalau cara satu-satunya agar bisa bersama Reva adalah dengan cara—
Membunuhnya.
Bukan! Bukan Gabriel yang harus membunuh bayi kesayangannya namun Reva haruslah dibunuh oleh pasangan takdir dia sendiri. Demi melakukan itu semua Gabriel kembali menunggu hingga pasangan takdir dari Reva muncul dan itu berasal dari keluarga Tàbi—manusia yang dia khianati.
Makhluk itu perlu memutar otak kembali, singkat cerita dia harus membuat semua kehidupan Reva pada era baru terikat dengan pasangan takdir. Lalu menunggu sebuah kekacauan besar hingga membuat pasangan takdir Reva tanpa sengaja membunuh Reva. Tentu dengan campur tangan Gabriel dan berhasil lah dia.
Reva sekarang berada disampingnya, meski sedikit berbeda dari apa yang Gabriel bayangkan tapi sosok itu bahagia—sampai dia lupa.
Kalau Reva mungkin saja membuat sebuah rencana. Tentang hari kebangkitan? |
Seringai jahat itu muncul, Reva tersenyum bahagia.
Akhirnya selesai.
Eva.
...***...
...Tbc...
...Jangan lupa like, vote, dan comments jika kalian suka......
...Terima kasih,...
...ketemu lagi nanti......
...Bye...
__ADS_1
...:3...