Crazy Baby

Crazy Baby
Tato


__ADS_3

...Cerita bersifat fiksi atau karangan saja, jika terdapat kesamaan dalam bentuk apapun—mungkin karena ketidak sengajaan semata....


...Jangan lupa like, vote, dan comments diakhir cerita sebagai wujud apresiasi terhadap karya penulis....


...Terima kasih....


...Selamat membaca....


...__________________________...


...T a t o...


...__________________________...


..._____________...


...____...


..._...


"Arghm~" Reva mengerutkan kening dengan erangan terganggu. Gadis itu membuka pelan kedua matanya dengan tatapan malas.


"Apa yang kau lakukan Davian?" tanya Reva menggerutu ketika Davian memilin jemari tangannya dengan nakal.


"Hehe..." Davian terkekeh renyah, gadis yang menyadar di dada lelaki pemilik hazel itu mendongak. Posisi mereka saat ini berada diatas ranjang; setengah bersandar dengan Reva yang berada diatas pangkuan Davian—menghadap luar.

__ADS_1


"Cantik~" bisik Davian girang, kata itu seperti menggelitik daun telinga Reva. Gadis bermanik kelam ini ikut mengarahkan pandangan ke objek yang membuat Davian kesenangan, yaitu jemari tangan kanannya.


"Tato?" ucap Reva bernada tanya saat melihat sesuatu yang janggal di jemari manis miliknya. Labih tepat seperti sebuah lukisan melingkar sederhana di jari manis; mirip cincin.


"Apa ini?" tanya gadis itu sambil melirik keatas dari balik ekor matanya. Terlihat Davian diam sejenak, memikirkan rangkaian kata yang ingin ia katakan kepada Reva.


"Tanda bahwa ikatan telah sempurna untuk sebuah pasangan," terang Davian dengan jeda diantara kalimatnya. Reva menurunkan sorot matanya dengan bibir membisu, dia kembali melihat lingkaran yang menurutnya agak mirip tato itu dalam diam.


Davian berharap Reva merespon sesuatu atas kalimat yang dia ungkapkan, tapi gadis itu terlihat membeku bagai patung. Sudut hati lelaki bermanik hazel ini seperti di cubit keras oleh kenyataan, dia menampilkan senyum kecut sambil menggigit pipi bagian dalam mulut.


"Karena kita pasangan dari awal, benda ini cepat atau lambat akan muncul... lihat jari manis ku juga," ujar Davian setengah hati; menahan sedikit ngilu dan debar jantung yang terasa sesak. Lelaki itu menunjukkan jemari tangannya kearah Reva. Pola sama di jari manis Davian menarik perhatian Reva, gadis itu menyentuh tato ditangan Davian dengan ekspresi penasaran. Permukaan tangan Reva meraba jemari pemilik hazel, Davian merona canggung.


"Benarkah?" beo Reva terhadap kata-kata Davian tentang benda ini akan muncul cepat atau lambat karena mereka adalah pasangan takdir. Davian mengangguk lambat.


"Iya,"


Bohong.


"Mereka akan muncul dan membuktikan kita memang di takdirkan bersama."


Bohong! Bohong!!! BOHONG!!!!!


Semua itu bohong. |


Deg!

__ADS_1


Jantung Davian berdebar kencang, perasaan gugup memenuhi relung jiwanya. Lelaki itu menggenggam tangan Reva kencang, gadis yang sedang asik meneliti tadi terkejut kecil—tangannya digenggam Davian. Ia mendongak. Wajah Davian terlihat pucat dipantulan manik milik Reva, ada apa? Ingin rasanya gadis itu bertanya tapi Reva menelan kembali kalimat ke dalam tenggorokan karena Davian berwajah ketakutan seiring waktu.


"Bagaimana kuliah kita?" tanya Reva, teringat sebuah topik yang patut untuk dibahas ketika dia melihat jam sudah menunjukan pukul 9 dekat 10 pagi. Jika saja Reva tidak lemas pagi tadi mereka bisa mengikuti kelas? Eh?


"Libur sehari tidak membuat mu bodoh Reva, " sahut Davian, corak muka lelaki itu kembali normal.


"Lalu bagaimana dengan mu Davian?" ucap Reva janggal, yang sakit dia kenapa Davian ikut mengambil jatah libur?


Davian mengulum bibirnya, manik hazel di kedua mata lelaki itu melirik liar; menjauh dari sorot mata mematikan Reva.


"Aku tidak cocok berada di tempat seperti itu... hehe, " jawab Davian canggung dengan keringat dingin yang mengalir di bagian tengkuknya. Ha-ha, moment sebelum Reva menjitak lelaki itu.


Pletak!


...***...


...T b c ......


...Jangan lupa like, vote, & comments ......


...Terima kasih,...


...bye...


...:3...

__ADS_1


__ADS_2