Crazy Baby

Crazy Baby
My Love (Kian) - Side Story End


__ADS_3

...Selamat membaca....


...__________________...


...E n d...


...__________________...


..._________...


...____...


..._...


"Rebut kembali Ratu kalian!"


Itu jadi kalimat terakhir yang Kian ingat.


JLEP!


Selebihnya hanya di-isi-i oleh kegelapan, ketika cakar dingin berbahan kaca itu menembus permukaan—darah segar mengalir deras membanjiri sekitar.


Deg!


Waktu terasa melambat, manik Elliot membola. Mulutnya terbuka tak percaya; apa yang baru saja dia saksikan?


Semua makhluk membatu seketika, tak ada yang berani bergerak seinci-pun bahkan hanya sekadar untuk bernapas.


Dengan gerakan teramat pelan, mata yang bergetar—Elliot mencoba mendekat. Duke Scuàt menyeringai, jurang ditepinya (tempat persembunyian yang runtuh) akan jadi pemakaman bagus bagi ratu mereka.


Tangan setajam tombak, berhasil menembus dada ditarik paksa lalu dengan sedikit dorongan saja. Kian jatuh, jatuh tepat ditepi jurang mengerikan dengan ribuan blok es berbentuk runcing.


Elliot tak bisa berkata-kata, saat tubuh itu melayang bebas diudara—dia mencoba menggapainya namun naas.


Jlap!


Tubuh Kian lebih dulu menancap disana, dengan dada berlubang semakin besar dan darah dimana-mana.


Bagaimana ini bisa terjadi?


Bagaimana ini bisa terjadi?!


BAGAIMANA INI BISA TERJADI!!!!


Sebelum napas terakhir berembus, Kian tersenyum. Lutut Elliot lemas, dia tersungkur jatuh tepat dihadapan senyuman indah tersebut.


"Akhirnya, kau sampai Ey..."


Tes!


Telinga Elliot berkedut, dia mendongak dengan wajah penuh ketakutan. Bergerak pelan mendekati sang ratu lalu terpejam saat tangan yang kehilangan suhu hangatnya itu membingkai wajah.


Tidak ada kata-kata, setelah kesunyian panjang tersebut. Elliot akhirnya sadar, manusia didepan matanya sudah kehilangan jiwa sepenuhnya.


Tes...


Manik makhluk itu meneteskan air mata, termenung dalam diam sebelum menjerit kesakitan.


"ARGHHHHHHHHHHHHHH!!!!!!!!!!!!!!"


Tidak!


Tidak!


Tidak!


TIDAAAAAAAAAAKKKKKKKK?!


KRAKKKKK—!!!!


Daratan retak, Elliot kembali kebentuk semula. Meraung nyaring dengan kata-kata yang sulit untuk diartikan. Semua makhluk yang berkumpul disana ketakutan, langit menjadi hitam—ledakan kekuatan dari sang raja mempengaruhi sekitar.


Semuanya luluh lantak.


Hanya satu tempat yang bebas akan kengerian, itu tepat dihadapan Elliot. Singgah sana terakhir sang ratu sebelum kehilangan nyawa-nya.


Kalian!


Kalian merenggutnya dari ku.


KALIAN!


"Kalian pantas untuk mati."


BEGHHHH!


"BHAHAHAHA!"


Duke Scuàt terbahak, seharusnya beginilah wujud dari raja mereka. Kejam dan bengis, tak sia-sia rasanya dia melakukan rencana pemberontak.


Ini semua demi—mengembalikan jati diri seorang Raja.


"Selamat datang kembali, raja dari seluruh bangsa Demon."


Slaps—!!


Ucapnya sebelum kehilangan kepala karena ditebas langsung oleh tangan raksasa milik Elliot. Wajahnya begitu dingin, benar-benar sosok iblis yang mengerikan.


JEDARRRR!

__ADS_1


"AUOMMMM!!! AUMMMM!"


Lolongan serigala di barat, para bandit di selatan, petualang di timur lalu penduduk di utara. Mereka pasti merasakan dampak dari semua itu, yang bisa dilakukan hanya terdiam. Meringkuk ketakutan.


Gkaak Gkaak!


Kabar kematian sang ratu sudah mulai tersebar—dimana-mana; dari mulut para gagak-gagak hitam yang langsung menyaksikan.


Betapa murkanya sang raja.


"Ratu telah tiada~"


"Ratu telah tiada~"


"Ratu telah tiada."


Degh!


Dan neraka baru akan dimulai. Kemarahan dibalut dengan rasa sakit, sang raja; mungkin saja akan membentuk ulang—dunia yang dia tinggali.


Ini karma kalian.


Nikmati saja~


...***...


Elliot menunduk malu, segalanya telah hancur. Hanya 1 area yang masih tersisa dan berdiri kokoh sama seperti sebelumnya, dia bergerak mendekat—bersimpuh tepat didepan jasad sang kekasih.


Ratu kalian; Kian.


Pasangan takdirnya.


Tubuh dari manusia itu telah lama membiru, es dingin juga mulai mencair. Elliot membatu sebelum wujud tersebut jatuh tepat disampingnya.


Bugh~


Menimbulkan suara renyah.


Elliot tak tahu, dia harus apa.


Apa yang harus ku lakukan?


Dari semua perasaan yang pernah dia rasakan, apa ini yang disebut sebagai—


"Kehilangan?"


Mungkin beberapa dari kalian akan menertawakan makhluk bodoh tersebut. Monster yang menangis? Yang benar saja! Bola-bola mata menyeramkan itu kembali menitikkan air mata, gerakan lambat dari ke-4 tangan. Elliot menarik pelan, tubuh Kian keatas pangkuan.


Seperti donat.


Ada lubang besar tepat dijantungnya.


Haruskah Elliot tertawa tapi ia tak bisa, perasaannya campur aduk. Lelaki itu kebingungan. Yang bisa ia lakukan cuma satu, menangis dalam diam dengan pandangan hampa.


Ketakutan ini pernah membayangi dirinya, Elliot pikir—cukup dengan menjaga Kian dengan baik; sosok itu akan aman selamanya. Bersama sang raja, duduk disamping singgah sana.


Tapi ternyata tidak.


Sihir berkerja cukup lambat pada manusia, sedikit saja luka bersarang ditubuh manusia—itu akan berefek fatal hingga kematian.


Elliot selalu menjaga Kian meski rupanya upaya tersebut berakhir nihil.


Baru kali ini. Rasanya Elliot menyesal.


"Seharusnya aku tidak pernah jatuh cinta."


Dan menyeretmu pada kehidupan gila ku.


Lagi-lagi daratan kembali retak. Persis seperti hancurnya perasaan milik Elliot. Air mata membasahi bulat wajah dari Kian, terpejam cantik dengan raut yang manis.


Haruskah?


Haruskah aku menyusul mu?


"Ratu ku?"


.


.


.


.


.


.


Deg~


Elliot membola, telinganya baru saja mendengar sesuatu. Dipadang sunyi debar jantung yang begitu lemah, bukan dari arah Kian—melainkan?


Perutnya.


Adrenalin lelaki itu meningkat, dia membaringkan tubuh Kian diatas permukaan tanah. Wujud wanita itu jelas tidak bernyawa, lantas kehadiran hidup siapa ini? Begitu dekat dan sangat—


Familiar.


"Maafkan aku sayang!" ucap Elliot lemas. Membuat keputusan sulit untuk merobek isi perut dari sang ratu—pujaan hatinya.

__ADS_1


Benda yang begitu kecil dan juga rapuh terlihat.


Disebut apa itu?


Di negari manusia—


"Janin."


Tes...


Sebuah kehidupan hadir, dari rahim perempuan yang sangat ia cintai. Dengan hati penuh rasa penyesalan, segenggam tangan berlumuran darah. Elliot tersedu.


Kembali menitikkan air mata.


Meraung—menyerukan 1 hal.


Maaf.


"MAAF KARENA AYAH TIDAK BISA MENYELAMATKAN IBU MU!"


"MAAAFF!"


"Maafkan Ayah!"


"HAAAARGHHHHHHHHH?!!!!! Hiks... hiks..."


Tangis yang sedikit terdengar lega. Bisakah Elliot merasakan kembali perasaan bahagia?


Dari semuanya, mungkin ini akan jadi sebuah cerita yang paling membekas. Entah di kehidupan selanjutnya atau di dimensi berbeda, jika Elliot kembali jatuh—pada perangkap yang sama yang di sebut sebagai cinta.


Lelaki itu akan bersumpah.


Aku akan melindungi mu, apapun yang terjadi.


Hingga akhir menyedihkan ini, tak akan pernah terulang lagi.


Cinta memang mengerikan, ada 2 sisi didalam benda tak kasat mata itu. Jika salah langkah cinta mungkin saja akan jadi menghitam. Atau dari monster kejam dengan yang hati busuk—hamparan musim semi akan tetap tumbuh disana.


Berbeda dengan yang lainnya. Karakter kali ini mungkin saja akan bahagia, bersama cinta baru yang akan dia limpahkan pada seonggok daging tidak berbentuk tepat ditangannya.


Berjuanglah.


"Berjuanglah untuk hidup."


Sayang ku.


...***...


"Ayahanda? Ibunda ratu itu seperti apa?"


Elliot tersenyum, putrinya sama manisnya seperti sosok sang ratu—Kian. Lengan besar makhluk itu terangkat, membawa manusia bergaun cantik keatas pangkuan miliknya.


"Dia, dia makhluk yang paling nakal yang pernah ayahanda tahu. Dia selalu menantang dan ingin pergi dari sini, merebut kembali kebebasannya."


Benarkah?


"Apa ayahanda mencintai ibunda?"


Senyum Elliot melebar.


"Sangat, sangat mencintainya."


"Lalu, bagaimana dengan ibunda? Apa dia mencintai mu ayahanda?"


Elliot terkekeh, dia mendongak. Langit-langit istana terlihat sangat jelas di pandangan, harus apa? Jawaban apa yang harus ia berikan? Pada putrinya?


Hmmm...


"Entahlah~"


Mungkin ini karma mu karena memaksakan sebuah cinta. Haha.


"Setidaknya ayahanda memiliki mu"


"—dan mungkin ibunda juga mencintai mu."


Hm?


Apa maksudnya?


Ini sedikit membingungkan tapi biarlah. Mari kita akhiri kisah ini sampai disini saja.


"Bye~ Bye!"


...***...


...Side Story - My Love (Kian) Selesai (End)...


...Cerita bersifat fiksi atau karangan saja, jika terdapat kesamaan dalam bentuk apapun—mungkin karena ketidak sengajaan semata....


...Jangan lupa klik like, vote, dan comments diakhir cerita sebagai wujud apresiasi terhadap karya penulis....


...Ketemu lagi di lain kesempatan....


...Sampai jumpa....


...Terima kasih untuk semuanya....


...BYE BYE...

__ADS_1


...:3...


__ADS_2