Crazy Baby

Crazy Baby
Bukan Jiwa Asli


__ADS_3

...Cerita bersifat fiksi atau karangan saja, jika terdapat kesamaan dalam bentuk apapun—mungkin karena ketidak sengajaan semata....


...Jangan lupa like, vote, dan comments diakhir cerita sebagai wujud apresiasi terhadap karya penulis....


...Terima kasih,...


...selamat membaca....


...________________________...


...B u k a n - J i w a - A s l i...


...________________________...


...____________...


..._____...


..._...


Tuan? Sepertinya ada sesuatu yang salah terhadap jiwa manusia ini.


Sungguh? Tunggu, aku akan kesana.


Benar kata Sebastian, ketika Elliot sampai kesebuah ruangan tempat Eva berada dia sudah dikejutkan dengan wajah panik Vioner yang berusaha merangkai kembali tiap kepingan dari jiwa seseorang.


"Apa yang terjadi?" Tanya Elliot. Vioner menoleh, makhluk berkelamin betina itu mendekati sang raja. Dia sengaja memakai wujud manusia agar sang ratu tidak merasa jijik terhadap dirinya. Aslinya Vioner adalah laba-laba raksasa yang mendapatkan tugas sebagai ahli penyembuh di istana.


"Hamba menghadap raja dari seluruh dataran..." Vioner membungkuk. Elliot memberi isyarat cukup kepada makhluk tersebut, Vioner mengangguk kecil lalu membenarkan posisi berdirinya. Tak jauh dari posisi kedua orang ini terdapat Sebastian yang selalu senantiasa menjadi orang ketiga didalam percakapan.


"Hamba mohon maaf raja, keadaan jiwa manusia ini sangat aneh. Ketika saya mencoba memeriksa apa yang terjadi melalui sihir penglihatan saya hanya mendapati kekosongan. Jiwanya hampa dan rapuh apabila saya mencampuri tubuh dari manusia ini dengan sihir penyembuhan kepinganan kecil dari penopang kehidupan itu malah pecah, sedikit saja bertindak berlebihan mungkin dia akan menghilang dari dunia ini seketika." Terang Vioner panjang kali lebar. Elliot mengerutkan kening, aneh—kenapa itu bisa terjadi? Belum sempat dia berucap sosok Kian yang tiba-tiba muncul mengejutkan mereka, ditambah dia menyela pembicaraan yang sedang berlangsung.


"Jadi maksud mu teman ku sekarat?" Tanya Kian anarkis, dia melangkah mendekat; sedekat mungkin menuju tempat Eva berada. Vioner menggeleng, dia mencoba menyahuti ucapan dari satu-satunya ratu di negeri ini.


"Tidak ratu, hanya saja jiwa manusia ini seperti bukan jiwa aslinya."


Apa?


Kenapa bisa seperti itu?

__ADS_1


.


.


.


.


.


Sudah lebih dari sepekan Eva tidak sadarkan diri, bahkan Kian sampai memohon pada Elliot untuk mengembalikan penglihatannya tapi apa hal mengejutkan lainnya yang muncul? Dia cukup kaget dengan penampilan dari wajah Eva yang sangat berbeda; maksudnya disini adalah wajah asli Reva yang sebenarnya, siapa sosok Eva? Kenapa jiwa mereka sama? Argh! Semakin dipikirkan semakin banyak pertanyaan yang muncul didalam pikiran Kian.


Satu-satunya hal yang bisa wanita itu lakukan adalah menunggu; menunggu wanita yang memiliki warna jiwa yang sama dengan sahabat lamanya itu sadar dari tidur panjangnya. Agar Kian bisa bertanya dan bisa mendapat jawaban atas pertanyaannya.


Kian tidak ingin meragukan firasat dalam hatinya, kalaupun hanya dua wanita yang memiliki warna jiwa yang sama; Kian tidak ingin melepaskan Eva dengan mudah. Ini bukan didunia manusia, wanita itu bisa saja jadi santapan makhluk yang menjadi penghuni dunia ini. Sebagai sesama manusia Kian tidak tega dia tidak bisa mengabaikannya begitu saja. Biar wanita itu bersama Kian lebih lama, demi keselamatan dirinya atau hanya sekadar dalih tak ingin sendirian.


"Cepatlah sadar nona, disini berbahaya..." Bisik Kian pada Eva.


...***...


Kabar keberadaan manusia hadir didunia bawah tersebar begitu cepat kepenjuru negeri, mulut-mulut para dayang yang tak bisa patuh membuat gosip beredar dimana-mana.


Hukum tetap yang tidak bisa ditentang, kecuali jika kau ingin binasa.


Makhluk langit yang digadang-gadang suci itu lagi-lagi mengingatkan lautan darah, hardik mereka pada Gabriel. Meski begitu sebagian ras lainnya acuh tak acuh terhadap tindakan raja mereka yang mengangkat manusia sebagai ratunya selama kemakmuran masih berjalan mereka tidak masalah.


Hanya kaum bar-barian yang menginginkan peperangan menganggap semua ini adalah bencana. Bahkan Elliot tidak pernah tertarik soal memperlebar kekuasaan atau mencoba menjajah kembali dunia manusia seperti leluhurnya; mereka sudah membuat perjanjian damai dengan pendiri mata Tâbi ya maski kadang bentrok.


Kabar soal keberadaan Eva menarik beberapa makhluk untuk mencari tahu, contoh orang yang termakan oleh gosip aneh tersebut adalah Zim. Entah bagaimana bisa sosok Eva berakhir disana yang pasti hal ini berhasil membuat si macan kumbang itu kalang kabut, mau tak mau dia bergerak cepat menuju timur. Tepatnya ibu kota bagian timur—tempat istana dari raja besar mereka.


"Kenapa kau bisa berakhir disana Ève!" Dumel Zim panik, lagi-lagi dia tidak bisa berpikir jernih disepanjang jalan. Dia melakukan perjalanan secepat mungkin dengan meminjam tubuh hewan miliknya agar bisa bergerak cepat dengan menggunakan 4 kaki. Bayangkan saja ketika pertama kali mendengar gosip murahan itu Zim sudah dibuat jantungan, dia bahkan enggan mencari tahu kebenarannya dan langsung tancap gas berputar haluan ke timur. Seiring waktu gosip itu menjadi benar dan jelas, Zim mendengarnya dari mulut beberapa prajurit yang pernah bertugas di istana.


Ada manusia lain yang tinggal di istana dan ratu selalu disamping manusia itu.


Ini tidak masuk akal!


Argh! Macan kumbang ini harus berpikir lebih; bagaimana caranya dia agar bisa menyelinap masuk kedalam istana dan menyelamatkan Eva nanti—setidaknya membawa wanita itu pergi. Jauh dari area sana.


Sembari memikirkan semua hal dan rencana Zim tanpa sadar menabrak sesuatu atau mungkin tepatnya seseorang. Suara 'BOOM' dari perubahan wujudnya terdengar; cukup lama dalam wujud hewan membuat sihir Zim mudah dibatalkan karena kelelahan. Macan kumbang itu meringis, bokongnya membentur keras permukaan tanah.

__ADS_1


Sambil menggerutu, Zim ingin melayangkan protes pada seseorang yang dengan sengaja menabrak tubuhnya hingga menimbulkan suara gaduh tersebut tapi apa yang menyambut sosok kucing besar itu cukup mengejutkan.


Dia kenal perawakan dari pria yang ada didepan sana.


"Suami Eva!" Serunya. Davian menoleh, penampakan macan kumbang yang membawa istrinya dulu muncul. Mengindahkan rasa sakit Davian bangkit lalu mendekati cepat sosok Zim. Lelaki yang sekarang berpenampilan berantakan menjulangi tubuh dari kucing besar itu lalu menarik kerah baju yang dikenakan oleh Zim.


"Dimana EVA?!" Pekiknya frustrasi. Davian menurunkan tudung memperlihatkan raut muka menyedihkan yang ia miliki. Sudah berapa lama rasanya dia mencari kembali keberadaan sosok Eva tapi selalu berakhir nihil, Davian sampai muak dan marah pada dirinya karena kegagalan.


Melihat itu membuat Zim membeku, wajah manusia didepannya ini sangat menganggu. Entah karena apa tapi Zim tidak suka, macan kumbang itu beranjak lalu mengempaskan cengkeraman tangan milik Davian yang berada dikerah bajunya.


"Menjijikan! Kau terlihat menyedihkan." Komentar Zim spontan, dia menunjukkan ketidaksukaan terhadap sosok Davian tanpa sadar. Kenapa lelaki itu harus menjadi suami dari Eva, rasanya tidak cocok.


"Beritahu aku sialan." Desis Davian dengan mata dinginnya. Zim tersentak, dia merasakan perasaan merinding saat menghadapi manik hazel yang Davian tampilkan.


"Ti-tidak!!" Sebuah jawaban yang tidak ingin Davian dengar. Aura gelap muncul, si hazel ini benar-benar muak dia ingin sekali menghancurkan apa saja dan Zim malah memancingnya. Luar biasa, boleh Davian bunuh macan kumbang ini?


Tentu |


DEGH!


EH!


"BE-BERHENTI! AKAN KU BERITAHU?!" Sela Zim keras dengan nada panik tiba-tiba, dia kaget sosok Davian benar-benar sangat mengerikan. Bahkan Zim nyaris tidak bisa bernapas saat berada didekat lelaki itu. Sial Zim tak percaya dirinya kalah dari sosok manusia, ya meski—


Davian lebih seperti iblis dimata macan kumbang tersebut.


...***...


...Tbc...


...Jangan lupa like, vote, dan comments...


...Terima kasih...


...Ketemu lagi nanti...


...Bye...


...:3...

__ADS_1


__ADS_2