
Dengan sigap Stevan merambah sistem peringatan itu, kembali mengakses data-data yang tengah diterobos oleh hacker dari pihak mafia.
Meningkatkan keamanan, dan tiba-tiba ada sebuah video masuk yang dikirim lewat virus oleh pihak mereka. Dalam video itu hanya tampak seorang pria menggunakan topi bowler wajah dengan rahang yang sangat tegas, dan asap menyeruak di sekitarnya.
"Little girl… Waiting for me!! I'll find you soon!!! I LOVE YOU hahaha…"
"Gadis keciiiil… Tunggulah aku!!! Aku akan segera menemukanmu!!! I LOVE YOU hahaha…"
Lalu video itu langsung rusak dengan sendirinya, membuat Stevan dan Via saling bertatapan.
"Maksudnya apa A'? Ini yang diretas jaringan BOS atau perorangan?"
Stevan merasakan kekhawatiran yang luar biasa. Dia seperti menangkap signal bahwa mafia itu tengah terobsesi pada gadis kecil yang dicintainya ini. Tiba-tiba, tangannya menarik Via, memasukkan Via ke dalam rangkulannya.
"Aa pastikan kamu untuk selalu aman."
Tiba-tiba bulu roma Via kembali berdiri mendengar ucapan Stevan barusan, mendorong Stevan dan sedikit menjauh. Dia sepertinya mulai membaca gelagat aneh Stevan yang menunjukkan bahwa Stevan menyukai dirinya.
Stevan kembali sibuk mengetik dan menekan tabletnya, mencoba mendeteksi kembali virus yang membawa video tadi ke mereka.
Dari mana dia tahu aku lah yang melindungi data Via? Hacker mereka ini bukan orang sembarangan. Aku harus mencoba menerobos ke mereka juga. Tak akan kubiarkan mereka menemukan gadis ini!
Kembali Via menopang dagunya memperhatikan wajah serius Stevan. Dia tampak sangat berbeda dalam wajah serius itu.
Apa gue baru menyadari dia beneran tampan seperti kata orang-orang ya? Tapi sepertinya Deval, ekhemm.. lebih tampan.
"Kenapa lihat-lihat? Aa ganteng ya?" Stevan melirik Via sekilas.
"Hahahaha, Aa ini kenapa sih dari tadi? Pakai ganti sapaan biasanya lo-gue, sekarang gue nya berganti sama Aa. Jangan-jangan sebentar lagi pakai aku-kamu ke gue ya?"
Stevan melirik Via sejenak, hanya menggeleng tersenyum tipis, "Kalau kamu tidak keberatan?"
"Njiiiirr…, sumpah? Geli banget gue dengernya…!"
"Aku…, kamu…, aku…, kamu…," Stevan malah semakin menjadi menggoda Via.
"Geliiiiiiiiii…," pekiknya menutup mulut Stevan dengan telapak tangannya.
__ADS_1
"Nah, aku sudah memutuskan mulai sekarang mau pakai Aku dan Kamu sama kamu yaaa…"
"Gak lucu!" Via semakin heran sama tingkah Stevan yang tiba-tiba berganti sapaan aku dan kamu kepadanya.
"Aa tidak lagi becanda sayaaang," kembali mengacak rambut Via.
"Udah hentikan! Kalau begini Aa malah bikin gue kesel tau nggak. Kerjakan dulu sanah, pemulihan videonya. Kita bakalan mencari alamat mereka. Kalau bisa malam ini juga kita akan mencari mereka ke sana!"
"Jangan buru-buru! Mereka ini ganas! Aku tak sanggup bila terjadi apa-apa sama kamu…!"
"Iiisshh, beneran udah lancar berubahnya…"
"Kenapa sayang?" Stevan semakin menjadi menjahili Via yang terus menolak dengan panggilan baru untuknya itu.
Via menutup telinga dengan mata dipejamkan. Stevan hanya menggelengkan kepala lalu kembali fokus kepada pekerjaannya.
Stevan mencoba memperbaiki video yang baru saja masuk dalam waktu sekejap. Tinggal sedikit lagi, tetapi terdengar suara kegaduhan dari arah luar. Beberapa orang lari tunggang langgang dari arah luar masuk ke dalam dengan keadaan berdarah.
Rahang Stevan mengeras, menduga sesuatu yang mungkin saja berkaitan dengan video yang baru saja masuk ke gawainya itu.
Bugh..
Lalu muncul dari belakang orang-orang itu, seseorang yang terkesan sebagai pemimpin dari mereka, tengan menjepit cerutu lalu berdiri di posisi paling depan.
Matanya liar melirik ke segala arah, dan akhirnya menyunggingkan sebuah senyuman. Matanya terfokus pada satu gadis rambut ekor kuda, seperti yang dilihatnya tadi di laptop saat mengirim virus. Gadis kecil yang beberapa waktu ini selalu dipikirkannya yang membuatnya menggila mencari dengan segala cara.
Akhirnya, hari ini dia menemukannya. Lewat virus video yang tadi sengaja dijadikannya sebagai umpan. Tepat sekali sasarannya menyerang server yang kemarin memblokir mereka. Mengikuti IP adress yang digunakan CP Stevan, dan di hadapannya, ada little girl yang membuatnya jatuh cinta.
Stevan segera mengambil posisi berdiri di depan Via, menyuruh Via duduk tenang di posisinya tadi.
Menekan-nekan ponselnya beberapa saat, dan kembali disimpan dalam kantong celananya.
"What are you looking for sir?" tanya Stevan dengan gagah tanpa gentar sedikit pun.
*Apa yang anda cari tuan?*
"Is that you? Spy who have hacked our server all time?" tanya bule asli itu.
*Jadi kamu lah tikus yang mengacak kami selama ini?*
Mata Oliver terfokus pada gadis yang mengintip di belakang Stevan. "Could you come with me baby?"
__ADS_1
*Halo Sayang, mau kah kau ikut denganku?*
Via dan Stevan saling berpandangan. Alis Stevan menyatu, dan keningnya berkerut.
"Have you know about her?"
*Apa kau mengenal gadis ini?*
"Saya tidak berbicara denganmu! Yang saya inginkan hanya gadis kecil yang manis itu."
Mendengar hal itu, Via merasa geli dan jijik. Ketika hendak berdiri, Stevan mendorongnya lagi untuk duduk di tempat semula.
"Kita tidak bisa melawan mereka berdua saja di sini. Tempat ini terlalu ramai dan bisa menimbulkan banyak korban. Yang bisa kita lakukan saat ini adalah mengulur waktu selama mungkin hingga pasukan gabungan sampai."
Via mengernyitkan keningnya, "Kapan Aa memanggil mereka?"
"Baru saja!"
Tiba-tiba ada anak muda yang menerobos barisan para mafia itu. Pemuda itu adalah Jimmy. Dalam keadaan nafas terengah, dia menatap seorang gadis yang dikhawatirkannya sejak tadi. Semenjak ia tahu bule bernama Oliver tengah mengincar gadis yang diam-diam mengisi hatinya.
"Oliver, jangan dia! NO! NO!"
Via dan Stevan kembali saling bertatapan. Terheran atas kejadian luar biasa yang tengah mereka alami saat ini. Mereka berada tepat di hadapan mafia kelas dunia.
Oliver tersenyum sinis melihat Jimmy yang sengaja jauh-jauh mengejar dia.
"Jimmy! Karena kamu anak dari rekan bisnis kami, maka saya akan memaafkan kamu karena telah mengganggu urusanku!"
"Namun, jika tindakanmu lebih dari ini, saya tidak akan segan-segan memutuskan kerja sama antara kami dengan ayahmu, lalu melenyapkanmu."
"Jangan dia! Kamu boleh mencari wanita lain yang ada di negara ini! Tapi aku mohon jangan dia!"
Diam-diam Stevan menarik Via dari tempat itu. Sementara para mafia itu masih dicegat oleh Jimmy. Mata Oliver menangkap dua orang itu tengah mencoba untuk melarikan diri.
"Dapatkan mereka dengan segera!"
...*bersambung*...
...JANGAN LUPA MENINGGALKAN JEJAK YA.. LIKE, LOVE, VOTE, GIFT & KOMENTAR...
__ADS_1
...terima kasih...