DETEKTIF MUDA

DETEKTIF MUDA
25. Flashback bg.2


__ADS_3

Kemudian Via membuka tablet mencari informasi tentang pabrik obat ini. Tetapi sama sekali tak ada informasi konkrit dari izin pabrik ini. Apakah ini pabrik obat ilegal? Terus transaksi tadi itu apa?


Di tempat lain, Stevan tengah mengoperasikan pelacak, untuk mengecek keberadaan Via. Itu merupakan salah satu tugasnya sebagai hacker, memastikan Via baik-baik saja.


Kemudian dia mengecek IP address keberadaan Via dari ponsel yang digunakannya, menemukan id CCTV gedung tempat Via berada. Stevan mencoba mengambil alih kontrol CCTV gedung itu. Beberapa menit kemudian, kontrol CCTV sudah di tangannya, dan terkejut melihat tempat yang sedang disinggahi oleh Via.


Via sendiri tengah mengendap pindah dari tempat satu ke tempat lain. Kemudian Stevan menghubungi Markas Besar BOS, dan markas mengirim beberapa agen menuju tempat Via berada.


Sementara IT dari pihak mafia, menyadari ada yang tengah mencoba mengambil alih paksa kontrol CCTV, mereka memperbaiki sistem keamanan dan mencoba merebut control system-nya kembali.


"Ada yang mau main-main dengan kita. Cari siapa yang mencoba melakukan itu.." ujar kepala bagian IT mereka, lalu tim mereka kembali sibuk melacak siapa yang melakukan itu.


Stevan yang masih stay di depan laptop mengamati Via lewat CCTV, tiba-tiba saja gambarnya menghilang dan eror.. ckckckck, hebat juga IT mereka. Mereka tahu bahwa CCTV itu sedang diambil alih.


Dia membersihkan cache hingga pekerjaannya bersih tanpa meninggalkan jejak, sehingga dia tak bisa dilacak kembali oleh siapa pun. Semoga Via baik-baik saja.


"Sudah berhasil menemukan siapa pelakunya?" tanya pimpinan IT gedung tadi.


"Belum Boss.. Kayaknya dia sudah menghapus semuanya, hingga susah untuk dilacak ulang siapa pelakunya..." jelas sang bawahan.


"Harus kita laporkan pada big boss..." Lalu kepala IT segera menghubungi big boss yang dimaksud untuk lebih waspada, bahwa ada pergerakan yang tengah mengawasi mereka.


Di sisi lain.


Via semakin mendekat ke mesin yang tengah beroperasi itu. Mengambil sampel, dari salah satu obat yang sudah jadi, dan kemudian mengambil sampel bahan-bahan yang digunakan, dimasukan ke dalam plastik khusus untuk ditindaklanjuti lagi nanti. Saat mundur, tak sengaja Via tersandung dan membuat beberapa derigen kosong ambruk dari tumpukan nya. Runtuhan derigen kosong itu menimbulkan suara yang keras.


"Apa itu?"


"Siapa itu?"


Beberapa pekerja berlari ke arah suara, mendapati seorang gadis kecil tengah memegang plastik yang ada obat yang tengah mereka produksi, dan bahan-bahan komposisi pembuat obat-obatan tersebut.


"Lo siapa?" lalu mengeluarkan HT, "Rojer...rojer.. cicak di sini..cicak.. di sini..."


Lalu di jawab oleh seberang, "Buaya di sini.. ada apa cicak?"


"Di sini ada penyusup.. harap kirim buaya yang lain..!"


Via segera mencoba kabur, dihalangi oleh salah satu pegawai yang mengawasi obat-obatan tersebut. Namun Via tetap berlari dan mengelak.


Terdengar derap kaki yang banyak dari arah luar, Via memilih menaiki tangga. Ternyata di sana telah berdiri orang yang tadi dipanggil Boss oleh mereka dan menghadang gadis itu.


"Kenapa di sini ada kucing menyelinap di kandang singa? hahahaha..." lalu mencoba menangkap Via. Via pun berlari menuju arah orang yang dipanggil boss itu lalu melompat dan memanjat tubuh si boss.


...klik gambar di bawah...



"Awwww..." teriaknya kesakitan, wajahnya terhempas ke lantai lalu mengeluarkan darah segar dari mulut si boss.


"Ternyata bukan kucing bias rupanya..." lalu kembali mencoba menangkap gadis kecil itu. Via hendak mundur, ternyata di belakang sudah banyak algojo datang dan tertawa.


"Mau kemana anak manis? Ada apa gerangan gadis kecil ini sampai ke sini? hahahaha..." mereka semua tertawa.


Via mencoba untuk kabur di sana tampak sebuah celah, namun ada yang mengejar dan hendak menangkapnya.

__ADS_1


...klik gambar di bawah...



Kemudian datang serangan lagi oleh yang lain, "Ternyata lo itu anak nakal yaaa..." namun dilawan dengan tendangan sampai ke hidung algojo. Hidung kesakitan dan mengeluarkan darah segar.



...klik gambar di bawah...



Algojo yang lain mulai beramai-ramai mencoba menangkap Via.


"Kalian beraninya keroyokan sama anak kecil ya?" umpat Via bertahan dan mengeluarkan ilmu beladiri yang dimiliki.


Dipukul, ditendang, ditinju, semua yang dia bisa. Membenturkan kepala satu ke yang lain, menendang benda pusaka dah mencolok mata.. mereka tak habis-habis, Ternyata mereka terlalu banyak.


Via sudah mulai terengah-engah karena lelah. Apa gue akan mati di sini?


Dari belakang, seseorang menangkap Via. ternyata orang yang dipanggil Boss yang kena tendangan koprol tadi.


"Lo lihat?!" dia menunjuk luka di bagian mulutnya. "Gue tahu Lo masih sangat kecil, tapi Lo itu termasuk anak kecil yang tak tahu diri! Gue akan membuat Lo merasakannya juga..."


plaaakk...


Pipi Via ditampar, menyisakan warna merah di kulitnya yang putih itu. Via mulai memberontak, langsung ditahan oleh anak buah yang lain.


...klik gambar di bawah...



"Hahaha, Lo tau kan.. Ini bisnis.. Bisnis itu mencari modal sekecil-kecilnya, mengahasilkan laba sebesar-besarnya...hahahaha"


"Lo itu datang di tempat yang salah! Sendirian pula? Macam pahlawan kesiangan? Lo mau apa ke sini diam-diam seperti tikus hah?"


Tiba-tiba si boss menegang, mata terbelalak dan jatuh tertelungkup.. Tampak di bahunya seperti sebuah jarum yang cukup panjang. Via menoleh kira-kira dari mana asal tembakan bius itu.


Ternyata beberapa Kakak yang dia kenal tengah membidik kembali.. itu adalah agen senior BOS..


"Boss...boss..." salah satu algojo berlari mengejar si Boss yang pingsan.


Kemudian Via menarik tangan kedua orang yang tengah menahannya, dan memanjat di paha, melompat, lalu menendang kepala kedua algojo tadi lalu mereka pingsan.


Dari belakang kawanan algojo muncul pasukan polisi lalu menangkap semua penjahat dan menyisir seluruh bagian bangunan itu.


...klik gambar di bawah...



***


"Via, kenapa tadi kamu bertindak sendirian?" tanya Kak Kenzo.


"Tadi hanya kebetulan aja Kak, rencananya hanya ingin ambil sampel obat yang mereka buat, tapi karena mereka terlalu banyak, malah tertangkap..."

__ADS_1


"Ini sepertinya pabrik obat palsu." Timpal Kak Suzy.


"Sepertinya begitu Kak, aku sudah mencari datanya, tapi tidak ketemu. Makanya tadi berniat mengambil sampel dulu, kira-kira ini obat apa. Belum sempat keluar, malah tertangkap kayak tadi. Lalu kakak semua tahu keberadaan aku dari mana?"


"Lain kali kamu harus hati-hati dalam bertindak. Organisasi kita ini sangat rahasia, jangan sampai malah jadi berita besar gara-gara bocor ke khalayak. Soal keberadaan kamu, Tadi kami dapat laporan dari hacker yang bertugas melacak kamu. Makanya kami tahu kamu ada di sini."


"Oooh... begitu.. Makasih ya Kak. Kalau saja terlambat, entah apa yang akan terjadi nanti..."


"Lain kali, sebelum resmi kamu dilepas oleh BOS beraksi sendiri, jangan pergi sendirian. Ingat! Kamu baru otewe lima belas, belum genap lima belas tahun..." ujar Kak Kenzo.


"Iya Kak, maaf.. ini hanya kejadian di luar dugaan..."


"Sekarang kamu pulang dulu, nanti kita tunggu informasi dari pimpinan mereka melalui pihak kepolisian.."


Via mengangguk, lalu menghubungi Irin.


"Lo dimana?"


"Gue sekarang sama ayah, ayah sudah mengirim pasukan ke tempat yang Lo bilang tadi...?"


"Iya...mereka sudah sampai. Gue mau pulang..."


"Iya, gue juga akan pulang juga..."


Sementara di tempat lain, pimpinan besar dari penjahat yang tertangkap tadi sangat murka, mengetahui anak buahnya ditangkap oleh polisi.


"Semoga mereka tidak mengacau di sana..." ucap Buana Putra geram mengepalkan tangannya.


Buana Putra pulang ke rumahnya, dia memiliki putra semata wayang, yang sangat diharapkannya mengikuti jejaknya mengelola bisnis farmasi yang dipimpinnya. Namun sang putra lebih ingin mengikuti jejak sang ibu untuk menjadi seorang dokter.


"Aku lebih suka mengobati pasien secara langsung Pa, kalau kebanyakkan bahan kimia, malah tak baik bagi pasien..." begitu katanya.


Sebenarnya, Jimmy bukanlah satu-satunya anak yang dimilikinya. Namun, anak itu telah diserahkan ke pada kawannya Subroto sejak dia lahir. Leoni, adalah anak hasil nikah sirinya dengan seorang wanita kampung, namun meninggal saat melahirkan Leoni.


Istrinya Rita Sugianti adalah seorang dokter yang perfeksionis. Mengetahui suami menikah secara diam-diam membuat hubungannya dengan sang suami meregang. Dia tak ingin mengurus Leoni, dan tak ingin orang lain tahu bahwa suaminya telah selingkuh di belakangnya.


Jimmy sangat menyayangi Leoni, ingin sekali memiliki seorang adik, apalagi wajah Leoni mirip dengan Jimmy. Sehingga Jimmy selalu menggendong dan memohon-mohon pada sang Ibu untuk merawat Leoni.


Akhirnya dia meminta sang suami untu memberikan Leoni pada Broto yang sudah lama menikah, tapi tak kunjung dikaruniai seorang anak pun.


Jimmy terdidik dengan baik oleh Ibunya. Sehingga memiliki sifat yang baik dan rendah hati. Jimmy sama sekali tidak mengetahui tindakan buruk yang dilakukan oleh sang Papa, hingga satu hari dimana Berita membahas tentang penyelewengan yang dilakukan oleh perusahaan yang dilakukan sang ayah menyebar hingga pelosok negeri.


Saat itu Jimmy duduk di bangku kelas sebelas SMA. Dalam berita tersebut, menyatakan telah menangkap Bejo, mantan pegawai perusahaan farmasi telah membuat obat-obatan terlarang jenis pil ekstasi, dan obat-obatan palsu di sebuah gudang yang telah lama ditinggalkan.


Obat-obatan palsu tersebut menggunakan label yang sama dengan perusahaan yang dipimpin BP Farma. Hal tersebut terungkap oleh salah satu detektif, yang saat itu tidak sengaja menemukan hal mencurigakan dalam sikap Bejo.


Bejo akhirnya mengaku bahwa ini semua dilakukan atas perintah pengusaha farmasi yang sangat besar di negeri ini yang berinisial BP. Demi meraup keuntungan yang berlipat, meminimalisir modal yang digunakan, membuat ide untuk memproduksi obat-obatan palsu.


Untuk menindaklanjuti pengakuan dari Bejo, maka penyidik akan melakukan tindakan sesuai prosedur secara resmi yang berlaku pada perusahan BP Farma.


Semoga ini sebuah pengakuan yang tidak berdasar. Karena obat-obatan dari BP Farma telah dikonsumsi oleh jutaan pasien di negara ini. Ini akan menghilangkan kepercayaan masyarakat dalam mengonsumsi obat farmasi.


...*bersambung*...


...JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK YAA...

__ADS_1


...LIKE, LOVE, VOTE & COMMENT 🥰🥰😘😘...


...terima kasih...


__ADS_2