DETEKTIF MUDA

DETEKTIF MUDA
44. Pacar atau adik


__ADS_3

Stevan mendapatkan sosok Via yang sudah kembali menjadi cantik. Dia masih meladeni pertanyaan dua cewek cakep yang tiba-tiba duduk di dekatnya. Namun alisnya naik melihat wajah Via yang tengah marah dan kesal. 


Apa dia cemburu, karena aku dikelilingi cewek ini? batinnya sedikit ge er an. 


Dengan kening berkerut dan terus bersungut-sungut, matanya terus tertuju pada meja dimana Stevan tengah didekati dua cewek yang mungkin tadi membicarakannya. Kedua cewek yang tampak sebagai kuli, eehh..kuli ayah maksudnya, terdengar terus memberondong Stevan dengan pertanyaan.


Layar tablet, yang seharusnya memeriksa hasil sabotase barangbukti, ternyata malah tidak jadi dikerjakan. Mungkin dia takut, jika nanti menambah pertanyaan dua makhluk kepo ini kepadanya.


"Kontak dong mister.." tanya seorang cewek yang tampak lebih agresif dari yang satunya lagi. Dia sudah bersiap dengan ponselnya. Mungkin ini cewek yang frontal tadi kali ya, batin Via.


"Jangan mister-mister! Kuping saya terasa geli mendengarnya. Lagian saya belum tua."


"Waduuh.. ternyata bahasa Indonesia nya lancar bener…"


"Saya produk lokal kok…"


"Kalau gitu namanya siapa donk bang?"


"Saya Stevan… Kalian tadi duduk dimana?" kenapa tiba-tiba muncul di sini? tambahnya di dalam hati.


Cewek yang agak agresif menunjuk arah duduk mereka tadi.


"Tadi cewe yang bareng Bang Stevan itu siapa?"


"Pacar apa adik?"


Stevan tampak sedikit berpikir, mau jawab apa ya.. "Hmm.. kenapa ya?"


"Yaaa.. aku ingin tahu saja.. siapa tau aku bisa lebih mengenal abang lebih dekat kan?"


"Nah, tadi kan saya udah bilang nama saya ini Stevan, mbak-mbak ini namanya siapa?"


Yang sedari tadi diam ingin menjawab, namun didahulukan oleh si agresif.. "Aku namanya Loly, nah ini temanku namanya Ana…"


"Oke.. Mba Loly dan Mba Ana, apa ada yang bisa saya bantu?"


"Jangan terlalu formal gitu ah Bang.. kami hanya ingin kenal lebih dekat sama Abang aja kok.." tiba-tiba si agresif yang bernama Loly itu melirik ke segala arah.


"Mana cewek yang bareng Abang tadi?"


"Oohh…itu dia…" Menunjuk ke arah cewek cantik yang tengah kesal duduk di pojokan.

__ADS_1


"Lhooh? Beneran itu dia? Tadi bukan itu orangnya…" Loly tak bisa menyembunyikan rasa terkejutnya.


"Iya, itu dia… Emangnya kenapa?"


"Tadi kayaknya bukannya dia itu je..je…."


"Jelek maksudnya?" sela Stevan.


"Yaa.. bukan.. gitu juga siih.. tapi kok malah tiba-tiba berubah bentuk? Kayak power ranger aja…" celetuk Loly, dan kawan di sebelahnya Ana cekikikan. Karena Loly langsung kalah telak dibanding dengan cewek yang tadi dihinanya.


"Tadi itu kebetulan dia lagi ikut cosplay, jadi dia bikin bentuk kayak itu. Sekarang dia udah balik jadi diri sendiri, ya kayak gitu lah aslinya…" terang Stevan asal jadi.


"Tuh, kayaknya dia itu pacarnya deh. Mungkin dia yang ada di dalam pas kita di toilet tadi, makanya muka nya kesal tuh.." bisik Ana kepada Loly.


"Itu masih anak kecil, nggak mungkin ceweknya..paling anak SMP tuh, mungkin adiknya…" Loly terus berusaha dengan harapan bisa menjadi pacar Stevan.


"Vi…." Stevan memanggil Via yang masih asyik dengan pikirannya.


"Iya A'? Udah beres kenalannya?" celetuknya belum bergerak.


"Ooh.. panggil nya Aa'…" bisik Loly pada Ana.


"Ayo sini, ada yang mau kenalan…" ajak Stevan.


"Oohh.. diserahkan aja si Aa Bule nya ke kita…" masih bisik Loly pada Ana semakin semangat.


"Kalo di sana terus Aa balik yaaa…" ancam Stevan.


Tumben tu orang pakai kata ganti Aa ke dirinya sendiri? Biasanya gue Lo terus kalau bicara dengan gue.. batinnya. Berhubung Via sangat membutuhkan Stevan untuk misi kali ini, dengan langkah malas akhirnya dia berjalan menuju ke tempat tiga orang itu berada.


"Hmmmfff… Ada apa?" sungutnya.


"Adik cantik ini masih sekolah ya?" tanya Loly sok baik dan sok perhatian.


"Hmmmm…" jawab Via membuang muka, masih merasa kesal mendengar ucapan dari suara yang sama.


"Udah kelas berapa?" masih semangat meski dicuekin oleh calon adik ipar, sangkanya.


"Kelas sepuluh."


"Ooh.. kelas sepuluh ternyata. Aku pikir kamu masih SMP…"

__ADS_1


"Hmmmm…."


"Ini Aa kamu ya?"


"Hmmmmmmmmmm…"


"Maaf ya Loly, adik saya memang begitu orangnya.. gak suka kalau saya dekat-dekat dengan cewek lain," ujar Stevan ngasal.


"Enak aja.. egepe gue mah, Aa dekat sama siapa aja…" balasnya tak terima.


"Tapi aku merasa kok wajah adik bang Stevan ini familiar lah.. lihat dimana ya…" lalu tampak sedikit berpikir akan suatu hal.


"Maklum lah… Dia ini punya wajah pasaran…" disambut cubitan di pipi Stevan oleh Via. Stevan hanya meringis dan mengelus bekas cubitan itu.


"Ni anak hobby banget nyubit…"


"Biariiinn.. biar puas…" umpatnya.


"Kalian Deket banget yaa.. Aku pengen deket-deket kayak gini juga aah.. sama bang Aa…" Loly mulai memasang aksi menempel pada Via, membuat dia jengah..


"Kakak-kakak ini sudah selesai belum kenalannya? Kami lagi ada urusan ni…"


"Urusan apa itu adik cantik? Kakak bisa bantu kok…"


"Tadi aja gue dihina-hina.. sekarang sok dekat…" sungut Via sepelan mungkin, namun terdengar oleh Ana.


"Tuh, ternyata tadi dia bener-bener denger obrolan kita…" bisik Ana kepada Loly.


"Kamu mendengar percakapan kami tadi ya???" tanya Loly pura-pura polos.


"Hmmmm… Jangan ajak gue ngomong.. ngobrol nya sama Aa aja sana!"


"Ternyata adik kecil ini pemarah sekaleehh…" Loly masih berusaha mencairkan kedinginan Via, namun orangnya memilih sibuk membuka ponselnya.


"Hape kamu model terbaru yah? Ini limited edition kayaknya…" timpal Loly yang masih belum ditanggapi oleh Via.


"Eehh.. Vi.. itu kakaknya ngomong, didengeriiiin…." nasihat Stevan gemas.


...*bersambung*...


...JANGAN LUPA MENINGGALKAN JEJAK YA.. LIKE, LOVE, VOTE & KOMENTAR...

__ADS_1


...terima kasih...


__ADS_2