DETEKTIF MUDA

DETEKTIF MUDA
28. Flashback bg.5


__ADS_3

"TOLOL KALIAN SEMUA...!!!"


"MASA MELAWAN ANAK KECIL SAJA KALIAN TIDAK BISA?"


"BAYANGKAN HANYA ANAK SMP SAJA KALIAN TAKUT???"


"Ma...maaf Boss.. Habis tenaga dia kuat sekali boss..."


"Itu si bongsor aja sampai KO, Untung aja ditinggal begitu aja usai dihajar, kalau dibawa ke kantor polisi malah makin berabe urusannya Boss.." jelas si Kurus.


"APA? KAMU MASIH BILANG UNTUNG? PERUSAHAAN SAYA SEDANG DALAM AMBANG KEHANCURAN GARA-GARA GADIS ITU, SAYA INGIN DIA DIBAWA MENGHADAP SECEPATNYA....!!!"


"Tapi Boss.. tolong kirim orang yang lebih kuat Boss.. Sepertinya kita tak bisa menggunakan bodigat yang biasa aja. Selain dia kuat, pengawalnya juga sangat hebat. Jadi kita memerlukan orang yang lebih kuat lagi..."


"KALAU GITU CARI TITIK LEMAHNYA!! CARI LAH INFO SECEPATNYA, KALAU MASIH BELUM JUGA BISA MEMBAWANYA MALAM INI, KAMU SEMUA AKAN SAYA TEMBAK..!!!"



"Baiklah Boss...."


"KAMU CEK FLUKTUASI SAHAM DARI PERUSAHAAN KITA! PASTIKAN SEMUA AMAN...!!!" perintah Buana Putra pada sang tangan kanan.


"Baik Pak, akan saya laksanakan dengan segera.."


Sang tangan kanan bergegas menuju ruangannya, menghubungi siapa pun yang bisa mengerjakannya.


***


"Jim, Lo baik-baik aja kan?" tanya sahabatnya Kevin.


"Lo bikin kami khawatir main cabut aja gara-gara omongan anak-anak kemarin..." timpal Gilang.


"Ya, kalau dibilang gue baik, fisik gue baik. Hanya pikiran gue yang sakit mikirin gimana caranya bisa menyelesaikan masalah tersebut..."


"Lhah? Emangnya Lo disuruh Bokap untuk beresin masalah kerjaan juga?" Kevin sebagai sahabat merasa sangat kaget.


"Enggak siih, hanya aja gue ikut kepikiran.."


"Kalau semua dipikirin, bakalan cepat ubanan tu rambut..." celetuk Gilang.


"Yaaa.. gimana lagi. Namanya juga masalah lagi menimpa keluarga gue, pasti gue sebagai anak ikut mikirin laah.."


"Udah aah, bikin cepat tua aja kalo gitu. Mending Lo mikirin si Tia, kemaren nanya-nanya in Lo terus, mumet kepala gue dengernya.." ujar Gilang..


"Lhaaah.. kalau kemaren yang nanyain Jimmy ke gue si Bianca.." timpal Kevin.


"Naaah, Lo ambil aja satu-satu.. Gue Lum kepikiran buat nyari-nyari cewek.." ujar Jimmy memalingkan wajahnya, bersandar menatap langit.


"Lhaaa...ini kita masih muda lhoo.. Wajar aja nih kayaknya pacaran di usia ini.. Tuh kelas kita aja banyak korban cinlok.. Masa kalah sama mereka?"


"Gue Lum minat.. Nanti aja lah, kalau emang udah datang yang bikin gue gregetan... Nanti gue kejar dia kemana-mana sampai 'ngap' deehh..." menyandarkan kepala di kedua telapak tangannya, masih mengawang menatap langit.


"Jadi penasaran kayak apa Jimmy ngejar-ngejar cinta nantinya..." celetuk Gilang.


"Gue juga..." sela Kevin.


"Oh iya, nanti kalau anak-anak masih pada ngomongin masalah keluarga Lo, nggak usah diambil hati atau dipikirin. Paling nanti juga bakalan lupa dan reda dengan sendirinya..." tambahnya.

__ADS_1


"Okay Bray . Thanx untuk perhatian dan masukannya..."


"Siiipp Bro..."


***


"Boss.. Boss... saya sudah menyelidiki informasi tentang gadis nakal itu..."


"Jelaskan...!!"


"Dia tinggal di rumah keluarga kepolisian, Komjen Rizal Ardian."


"Hmmm... di rumah Perwira Tinggi rupa nya..." timpal Buana Putra mengelus dagu memikirkan sesuatu, "Ini pasti lumayan sulit.."


"Nah, yang saya tahu anak itu kemana-mana selalu dengan gadis yang bernama Sabrina. Saya juga kurang tahu informasi tentang Sabrina ini..Susah sekali menggali informasi tentang Via dan orang-orang di sekitarnya..." jelas Si Kurus itu.


"Coba kalian tangkap si Sabrina itu...!! Jadikan dia sebagai umpan untuk menangkap anak nakal itu..."


"Tapi Boss... Kemana-mana mereka selalu berdua.. Nanti belum saja mendekat malah kena hajar lagi oleh gadis nakal itu..."


"Saya tak mau tahu...!! Pokoknya kalian harus bisa menangkap temannya itu! Pasti ada saatnya mereka tidak berdua... Kalau sudah ada celah, langsung sekap dan bawa pada saya...!!!"


"Baik Bosss....!!!"


Kemudian si Kurus mengumpulkan anggota yang dianggapnya cakap untuk bisa menangkap Sabrina dengan mulus.


***


"Via, hari ini Lo ada kasus apa engga?" tanya Irin sepulang sekolah.


"Lum tahu juga, kakak dari BOS belum ada yang menghubungi gue..."


"Kayaknya hari ini gue mau latihan taekwondo aja..." timpalnya lagi. "Lo mau ikut nggak? Sambil latih fisik Lo yang letoy itu...!!!"


"Ogah aah, ngapain juga gue ikutan yang begituan. Bikin badan gue pegel semua..."


"Yaa untuk jaga-jaga saat situasi yang tidak terduga..." kemudian dia langsung menghubungi Dedi.


"Ded, saya mau latihan muangthay, kamu jemput ke sekolah ya?" telepon ditutup.


"Jadi mau langsung latihan ni? Nggak pulang dan makan dulu?"


"Nanti aja di sana. Gue mau latihan dengan giat biar gue bisa dilepas secepatnya untuk menyidik sendiri..."


" Baik lah, gue mau mesen ojek online dulu..." lalu Irin membuka gaway memesan ojek online lewat aplikasi langganannya.


"Gue temenin sampai kang ojeknya datang.." tutur Via, sementara Dedi sudah sampai dengan garcep.


Tak lama kang ojek sudah berada di lokasi mereka, "Gue cabut dulu yaa.."


"Hati-hati..." Via melambaikan tangan.


Dari dalam sebuah mini buss, "Tak disangka, kesempatan itu langsung datang..." si kurus menyeringai dengan licik.


Dia memastikan Via juga sudah berangkat dengan mobil yang dibawa pengawalnya. Lalu mengejar Irin yang tengah menumpangi ojek online.


"Cepat kejar!!! Pepet terus mereka!!!"

__ADS_1


Kang ojek menyadari ada yang terus mengikuti mereka, "Dek, Dek... kamu pegangan yang kuat ya!"


"Kenapa Kang?"


"Itu sepertinya ada yang terus mengikuti kita..." ujar Kang ojek yang terus memerhatikan spion motor.


Irin melihat ke arah belakang, itu seperti orang-orang kemarin, batinnya. Oohh kemarin nggak berhasil nangkap Via, sekarang giliran gue, membawa jumlah anggota yang lebih banyak... mengencangkan pegangannya pada kang ojek.


Kang Ojek melesat dengan tajam, dan mobil yang mengejar di belakang pun makin cepat mengikuti mereka. Mobil terus mencoba memepet mereka, dan Kang Ojek berinisiatif masuk ke jalan gang senggol, tersenggol dikit bacok...nggak muat sama mobil yang begituan.


"Aaahh... siiiiaallll..." geram si kurus yang tiba-tiba naik jabatan dibandingkan anggota yang lainnya.


"Terimakasih ya Kang, masih bisa selamat karena ketangkasan Kang ojol..." sengir Irin.


"Hehehe, sama-sama Dek... Nama saya bukan kang ojol, tapi Kang Song kang..." celetuknya mereka tertawa membahas aktor drakor yang tengah naik daun.


"Waduh Dek, kita terlalu cepat senangnya..." kembali melirik lewat spion.


"Kenapa Kang?"


"Kayaknya mereka masih mengejar," tampak orang berpakaian kayak mafia di teve-teve tengah mengejar mereka menggunakan motor. Mungkin motor itu mereka rampas di jalan.


Irin kembali melihat kebelakang, "Ayo Kang Song Kang, keluarkan kekuatan kupu-kupu mu, seperti di nevertheless..."


"Wah, saya belum nonton yang itu Neng, nonton yang love alarmnya.. 😂"


"Udah Kang, jangan canda muluk aah.." kembali mengencangkan pegangan pada kang ojek. Dan Kang Ojek melesat semakin cepat.


"Hoooyyy... Tunggu..." teriak mereka.


"Hoooy... kenapa kebut-kebutan di gang sempit oooiiyu..." teriak warga sekitar.


"Maap..maap.." ucap sang mafia 😂


Kang ojek terus melesat, dan kang mafia terus mengejar. Sampai lah di ujung gang, di jalan besar, sudah menanti mini buss milik mafia tadi dan berbaris mencegat mereka..



"Pegangan Dek, Kakang akan keluarkan semua kekuatan yang Kakang miliki..." Irin semakin erat berpegangan dan mulai merasa ketakutan.


Dengan kecepatan tinggi kang ojek mencoba menerobos barikade pasukan mafia itu, dan mafia yang takut ditabrak langsung mundur ke pinggiran. Dan mereka lolos.


"TOLOOOOLLLL" teriak si kurus turun dari motor dan menghempaskan motor yang ditunggangi tadi sekenanya. Tergopoh masuk ke mobil diikuti yang lain. Kembali mengejar.


Dengan kecepatan tinggi mobil tersebut melesat mengejar Irin, dan langsung membanting setir ke arah mereka, sehingga kang ojek kehilangan keseimbangan dan mereka jatuh, motor terseret cukup jauh. Aaakkhhh..kasihan mereka..(by otor)


Dengan sigap, para mafia yang ternyata tak memiliki perasaan itu langsung mengangkat Irin yang tengah dipenuhi oleh aliran darah yang banyak. Kang ojek yang sudah tidak berdaya meminta tolong..



"TOLONG... TOLONG..." sekuat tenaga yang dia bisa. Namun nahas, Irin yang tengah pingsan dengan banyak simbahan darah telah dibawa oleh mereka.


Kok tiba-tiba kepikiran Irin ya? Batin Via yang baru saja sampai di tempat latihan taekwondo yang biasa dia datangi.


...*bersambung*...


...JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK YA! LIKE, LOVE, VOTE & COMMENT 🥰🥰😘😘...

__ADS_1


...terima kasih...


__ADS_2