DETEKTIF MUDA

DETEKTIF MUDA
71. Calon Kakak Ipar


__ADS_3

Akhirnya Yudhit datang bersama pacarnya. Ternyata pacarnya sangat cantik dan berkelas. Pantas saja tanpa sepengetahuan Via, si kakak telah menjalin hubungan dengan kakak cantik yang bernama Rini Dwi Adijaya (Adik Reza Firto Adijaya CEO PLAYBOY TERJERAT NONA HACKER) *iklan 😅


"Aduh Via, akhirnya aku bisa berjumpa juga sama kamu. Aku tu, udah pengen banget ketemu sama kamu dari dulu lhoo? Tapi selalu dilarang kakak kamu."


Via hanya tersenyum mendengar hal itu. Karena dia tahu pasti alasan belum dibolehkan untuk bertemu dengan pacar kakaknya ini. Apalagi kalau bukan karena masalah keamanan.


Via tidak boleh menjalin hubungan yang terlalu luas. Karena itu akan semakin memperluas informasi keberadaannya. Hal itu akan membuat semua orang akan mencari informasi tentang organisasi BOS yang dia wakili saat ini.


Dari obrolan itu lah dia tahu saat ini dia diampu oleh keluarganya sebagai rektor atau pimpinan di kampus swasta ternama di kota ini. Pantas dia selalu tampil rapi, bahkan di acara non formal seperti ini dia tampak rapi.


Lalu dari obrolan malam ini dia mendapat sebuah berita hebat, bahwa kakaknya Yudhit nanti akan menetap di sini setelah menikah. Berencana membuat firma hukum gratis bagi masyarakat kurang mampu yang membutuhkan jaksa dan pengacara bagi masyarakat yang kurang mampu. Mulia sekali hati kakaknya ini, Via mengacungkan jempol kepada kakaknya yang arogan itu.


Setelah makan malam bersama, Yudhit mengantarkan pacarnya pulang ke rumah. Tidak menyangka saudaranya yang telah lama tidak dijumpainya sebentar lagi akan menikah. Memang usianya telah di angka tiga puluh satu tahun, memang sudah matang sekali untuk menjadi nakhoda dalam menjalani biduk rumah tangga.


Setelah itu Via naik ke atas kasur yang luar biasa empuk itu, menyembunyikan dirinya ke dalam selimut kemudian mengistirahatkan dirinya yang telah melewati hari yang begitu panjang.


Malam beringsut berganti pagi, semua orang yang ada di kamar presidential suite room itu tengah sibuk menyiapkan hari baru dengan aktifitas yang baru. Setelah semua siap, akhirnya keluarganya melihat dandanan Via yang berubah menjadi Marni. Bermacam reaksi yang ditunjukkan oleh keluarganya itu, dan tawa Yudhit lah yang paling besar menggema ke seluruh isi ruangan di kamar ini.

__ADS_1


"Ketawa aja terosss!" ucap gadis dalam mode penyamaran itu merajuk. 


"Sekarang kakak paham, mengapa kawan-kawan kamu bisa bertindak seperti kemarin. Memang persis gembel," masih dalam tawa yang terus menggelitik di perutnya.


"Sudah, sudah! yang penting Via aman aja, kayak gembel pun tidak masalah," ucap sang Ibu.


Setelah itu mereka berangkat untuk mengisi waktu sesuai dengan pekerjaan mereka masing-masing. Sebelum ke bandara, Via diantar ke kostan terlebih dahulu, agar dia bisa berangkat bersama Irin, dan kostan memang sangat dekat dengan sekolah.


Marni dan Irin berjalan berdua seperti biasanya. Membahas tentang rencana Yudhit yang akan dan menetap di sini. Irin pun ikut bahagia, karena nanti akan sering bertemu Yudhit.


"Marni," terdengar panggilan, dari seorang yang sudah sangat dikenalnya. Marni dan Irin menoleh ke belakang, arah pemilik suara. Joko sudah tepat berada di belakang mereka. Lalu melanjutkan perjalanan bertiga menuju sekolah.


"Kok bisa sih, Lo simpan aja kakak ganteng itu tampa memberi tahu kami?"


Atau, "Kakak Lo udah punya cewek belum?"


Marni hanya bisa menjawab pertanyaan mereka dengan senyuman kikuk, karena dia sama sekali tidak menyangka bahwa kakaknya akan memiliki banyak penggemar seperti ini. Tak tahu saja mereka gimana orangnya.

__ADS_1


"I--tu ka-kak a-angkat," jawabnya sekenanya. "A-anak da--ri i--bu a-angkat!"


Di negeri seberang, sang kakak dan sang ibu bersin, merasa ada yang tengah membicarakan mereka.


Partai Dino baru saja sampai, dengan senyum smirk nya dia langsung menghampiri meja Marni dan Irin. Dia sudah siap untuk list tugas yang akan diberikan kepada Marni hari ini.


Namun, dia masih merasa penasaran akan suatu hal. Tiba-tiba saja menarik tangan Marni dan meniliknya dengan teliti. Marni yang merasa tidak nyaman langsung menarik kembali tangannya.


"Lo ngapain Bray? Jangan bilang sekarang Lo suka sama Marni setelah melihat kakak gantengnya kemarin, sampai narik tangan dia tiba-tiba begitu…"


"Ogah gue, gue hanya penasaran aja." Lalu menuju bangkunya masih dengan perasaan heran. Karena tidak salah kemarin yang dilihatnya tangan Marni warnanya putih bersih. Sementara yang biasa dilihatnya bahwa Marni itu kulitnya hitam legam.


Romi yang melihat gelagat aneh dari Dino pun ikut merasa aneh. Karena kemarin dia yakin, melihat gadis cantik rambutnya sama kayak Marni, pas manggil Marni, malah seorang gadis cantik yang menjawab.


****


...*bersambung*...

__ADS_1


...JANGAN LUPA MENINGGALKAN JEJAK YA.. LIKE, LOVE, VOTE, GIFT & KOMENTAR...


...terima kasih...


__ADS_2