DETEKTIF MUDA

DETEKTIF MUDA
82. Serangan cyber bg.2


__ADS_3

"Hallo A…katanya lagi sibuk?"


"Gue lagi kangen sama lo...!!!"


Seketika Via hampir lepas dari tenggerannya di sepeda. "Jangan bercanda! Ada hal penting apa A?"


"Iya, gue memang lagi sibuk. Ini malah makin sibuk gara-gara ada serangan cyber mencoba menerobos jaringan organisasi BOS negara ini."


"APAAAA?" pekik yang di seberang, membuat Stevan menjauhkan telepon genggamnya itu dari telinga.


"Tunggu dulu A.. gue lagi posisi yang tidak pewe nih."


Via mengambil mode terbang, dan kembali membalikkan posisi yang tadi kaki di atas kembali ke posisi semula, kepala yang di atas. Kepalanya sedikit pusing, darah terasa mengumpul di otaknya. Saat ini dia dalam posisi mengambang dan mencoba untuk mendarat. Setelah mendarat, dia kembali melanjutkan pembicaraan dengan Stevan.


"Lagi ngapain?" tanya Stevan.


"Gue sedang menyelidiki sebuah kasus, sejenis guna-guna palsu. Kenapa A? Kok kedengaran nya serius amat?"


Masyarakat sekitar sana yang kebetulan lewat jadi ketakutan, mendengar sebuah suara, namun tidak melihat sama sekali sumber suaranya dari mana.


Orang tersebut lari terbirit-birit, dan Via hanya melihat dengan senyuman jahil.


Kalau dia tahu hantu yang dia takutkan secantik ini, pasti dia malah suka. Maka cerita akan berganti judul menjadi Hantu Cantik Milikku, pikirnya. Lalu dia kembali fokus pada apa yang Stevan sampaikan.


"Gue juga melihat ada yang mencoba nyari data Lo. Sebelum ini Lo ngapain aja? Apa ada hal yang mencurigakan?"


Via cukup terkejut mendapati berita itu. Siapa yang tengah mengulik informasi tentang dia secara diam-diam? Dia mencoba mengingat apa saja yang tadi dilakukannya. Tiba-tiba dia teringat segerombolan orang yang tengah membicarakan Mr. Sato saat makan siang tadi.


"Apa yang terjadi A? Coba jelaskan dengan baik!"


"Begini, saat ini ada hacker tengah menyerang sistem data dan informasi di pusat IT markas besar BOS. Jadi sepertinya mereka tengah mencari informasi keluarga Big Boss Sato, bapak Lo."

__ADS_1


Ternyata dugaannya tidak melenceng sama sekali. Bahwa, memang ayahnya lah yang tadi dibicarakan oleh mereka. Mencari anak perempuan Mr. Sato. Darimana mereka tahu Mr. Sato memiliki anak perempuan di negeri ini?  Berarti mereka mencari gue?


"Tadi ada yang searching data menggunakan wajah Lo juga. Lo sedang sibuk dengan sepeda bersama si autis."


"Autis??"


"Iya, itu si De-de..."


"Deval? Iihh, dia beneran autis yang menyebalkan ternyata. Tapi kenapa Aa tahu gue bersama dia?"


"Lhaaa? Sekarang dihina? Kemarin dibela terus. Ada apa hayoooo?" sebuah senyuman tersungging di bibir Stevan.


"Iiihh, kepo! Ayo jelaskan kenapa Aa bisa tahu gue lagi sama dia!?"


"Soalnya tadi mereka sempat memfoto Lo bersama sepeda dan dia. Ada anak kecil juga tadi tu. Apa ada hal aneh tadi yang terjadi dengan sepedanya?"


"Tadi sepeda gue dicuri anak kecil itu lho A, terus tidak sengaja dia menekan tombol menghilang. Nah, mungkin itu kali ya? Melihat hal aneh dengan sepedanya malah jadi perhatian mereka."


Ini gara-gara Tosan sih, pakai ikut campur dengan urusan mafia kejam itu. Sekarang gue jadi bulan-bulanan kan? Sampai jauh-jauh datang ke sini sengaja untuk mencari gue, ucapnya dalam hati.


"Vi, jangan terlalu panik ya?! Ada Aa di sini buat jagain Lo. Tenang aja!"


"Njiiirr, tiba-tiba bulu roma gue berdiri mendengarnya."


"Gue serius ini! Nanti usai sidang, gue pastikan jaga lo dua puluh empat jam dalam tiga ratus enam puluh enam hari."


"Wahahaha, gue mau diangkat jadi anak? Udah aah, canda mulu. Sampai lupa gue ini masalah serius!"


"Gue serius lhooo...?"


"Kayaknya gue harus segera membereskan kasus yang ini dulu A. Setelah itu gue bisa fokus melanjutkan masalah ini."

__ADS_1


"Ya udah, Lo hati-hati ya!? Doakan gue juga, besok gue sidang. Selanjutnya gue mau melamar..."


"Melamar kerjaan?"


"Enggak, gue udah kerja kok!"


"Melamar orang dong?"


"Iya. Tapi masih nunggu dulu kayaknya."


"Ooh, ya udah. Gue yakin Aa bisa. Untuk sementara, biarkan saja para mafia itu dulu A. Mumpung gue belum ditemukan. Setelah sidangnya beres, kita ketemu lagi. Gue juga kangen sama Aa'!"


...deg...


Mulai lagi ni anak, giliran aku yang goda dia nggak nyambung, "Oke! Bye cantik!"



Giliran dia yang bilang kangen, rasanya hati mau meledak gini. Sebenarnya dia gimana sih? Suka nggak sih? Dia masih asik melihat ponsel, seperti melihat Via di depan matanya sendiri.


Sementara, Via segera menyiapkan benda-benda untuk segera melemparkan bukti-bukti yang dia temukan ke wajah Mak Iroh. Tidak ada waktu untuk dibuang lagi, dia segera menuju ke rumah yang ada di bawah jembatan itu. Tak jauh dari posisi dia berada saat ini.


Kembali masuk ke mode normal, dia sudah kembali terlihat oleh mata. Mengayuh sepeda itu dan berhenti tepat di bagian depan rumah Mak Iroh.



...*bersambung*...


...JANGAN LUPA MENINGGALKAN JEJAK YA.. LIKE, LOVE, VOTE, GIFT & KOMENTAR...


...terima kasih...

__ADS_1


hari Senin, bagi vote untuk cerita ini yaaa..


__ADS_2