DETEKTIF MUDA

DETEKTIF MUDA
S2-37 Ending


__ADS_3

Bab ini mengandung unsur 21+


Bocil minggir...


Biar aja penasaran...


Yang penting udah diperingatkan yaaa...



Jimmy merangkul pinggang Via mendekapnya semakin erat. Stevan mengangkat alisnya sebelah melihat keanehan Jimmy.



*Ada yang cemburu nih, kerjain aahh. Berhubung Shumire tidak mengerti bahasa Indonesia*, batin Stevan usil.



"Say...!" Stevan sengaja memanggil Via begitu. Via refleks menoleh ke arah Stevan.



"Kenapa Aa?"



Stevan mendekat pada Via, lalu Via tertawa. "Apaan sih Aa? Garing tauk!" ucap pengantin wanita.



Jimmy mengernyitkan dahinya, penasaran pada yang diucapkan oleh Bang Bule yang menolongnya dulu. Tampak lagi Stevan berbisik pada Via, dan membuat Via tertawa terpingkal-pingkal. Selama dekat dengan wanita yang saat ini berstatus istrinya, belum pernah melihat Via tertawa hingga bengek seperti itu.



"Ekheeeemmm..., Apa aku boleh tahu, kalian sedang membicarakan apa?"



"Enggak, dia hanya bercanda kok." Via kembali menautkan tangannya pada lengan Jimmy. Lalu Jimmy hanya diam. Tidak lagi menanggapi apa yang terjadi di antara mereka.



Stevan tersenyum puas. Setelah menyelesaikan hajatnya, dia mengajak sang istri untuk pulang. Memilih kembali ke Bandung tinggal beberapa hari bersama keluarganya. Dia tidak bisa lama-lama, karena karier sang istri dan tugasnya di Organisasi BOS cabang Jepang.



\*\*\*



Di dalam kamar, Via segera membersihkan diri dan mengganti pakaiannya. Mereka harus segera berangkat menuju bandara. Tidak menyadari bahwa ada yang sedari tadi hanya diam memperhatikan gerak-geriknya.



Jimmy masih mengenakan pakaian pengantin, namun Via sudah berganti dengan pakaian casual untuk berangkat berbulan madu ke Maldives. Mata Via terbelalak, "Kenapa belum ganti pakaian juga Kak? Apa kita batalkan saja bulan madunya? Aku telepon Kapten Peter dulu nih, kalau gak mau ke sana hari ini."



Jimmy hanya diam, melihat Via dengan tatapan tajam. "Kakak kenapa? Apa kelelahan karena acara?" Via membelai Jimmy dan duduk di samping Jimmy.



"Tadi kalian membicarakan apa? Hingga ketawanya sampai seperti itu?"



Tiba-tiba Via teringat ekspressi yang ditunjukkan Jimmy sekarang ini, sama persis saat Deval habis bertemu Stevan. *Kenapa tiba-tiba tingkah mereka mirip gitu ya saat bertemu orang yang sama*?



Via menarik Jimmy untuk duduk berhadapan dengannya. Menangkup wajah suaminya itu mencoba membaca apa yang ada di dalam mata Jimmy. Tiba-tiba Via tertawa melihat Jimmy memasang wajah memelas.



"Kakak cemburu?"



Jimmy memegang tangan Via yang tengah berada di kedua pipinya. "Bilang ke Pilot kamu itu, kita tunda saja rencana bulan madu ke sana untuk sementara."



"Emang kenapa Kak?"



Jimmy tidak menjawab, perasaan marah tadi membuat dia langsung me\*lum\*at bibir Via. Via terkejut, namun dia sadar bahwa laki-laki ini adalah suaminya. Via menikmati serangan kecupan demi kecupan yang dilakukan Jimmy.



Jimmy mulai melepas benda-benda yang dikenakannya saat ini. Mulai penutup kepala, hingga pakaian tradisional yang belibet minta ampun dikenakannya.

__ADS_1



tok...


tok...


tok...



Mereka dikejutkan oleh ketukan pintu dan *handle* itu langsung ditarik oleh yang mengetuk pintu.



"Via... Jimmy..." Itu adalah Mami yang akan memperingati mereka untuk segera bersiap-siap ke bandara. Namun melihat situasi saat ini, Jimmy dan Via yang terpana melihat sang ibu tiba-tiba masuk begitu saja, terpaksa menghentikan aktifitasnya.



"Kalian udah ga tahan ya? Kalau gitu jangan lupa kunci dulu pintunya!" Lalu sang ibu kembali menutup pintu tersenyum kikuk dan menggelengkan kepala.



"Anak-anak zaman sekarang ternyata begitu ya? Udah SAH main langsung aja? Mana pintu tidak dikunci begitu?"



Via dan Jimmy yang terpergok, masih bengong hingga beberapa detik. Jimmy dengan segera mengunci pintu dan menepuk jidatnya. "Ada-ada saja yang terjadi." ucapnya. Dia kembali mencoba melepaskan lilitan kain yang menjadi bawahannya saat perhelatan tadi.



"Kakak mandi dulu gih? Badannya pasti lengket kan? Aku udah mandi kok!" Membantu suaminya melepaskan alat-alat yang masih dikenakan Jimmy satu per satu.



"Kamu mau tidak, kita mandi berdua?" tanya Jimmy. Seketika wajah Via menjadi merah. "Kenapa? Kita udah sah ini kan?"



"Ehmm, tapi sepertinya aku akan canggung jika kita langsung mandi berdua." jawabnya sambil menjepit bibirnya.



"Kakak udah gak cemburu lagi kan masalah Aa tadi? Tadi itu sebenarnya dia gaje banget tau nggak?"



"Hmmmm....!!!" Jimmy kembali memelas mendengar nama itu disebut oleh Via.




Jimmy memilih masuk ke kamar mandi tanpa bicara apa-apa. Lalu Via duduk di depan cermin. Menatap dirinya membayangkan tengah berciuman dengan Jimmy tadi. Tiba-tiba dia merasa malu, namun menginginkan kembali.



*Sepertinya aku penggila ciuman*, ucapnya dalam hati namun mukanya ditutup karena merasa malu sendiri.



Beberapa waktu Via menunggu, akhirnya Jimmy keluar dari kamar mandi dengan handuk melilit bagian bawah pinggangnya. Teringat kembali olehnya, saat Jimmy bertelanjang dada saat menjadi ikan di dalam kolam renang. Tanpa sadar, Via menggigit bibirnya melihat sang suami seolah terlihat semakin tampan dan seksi.



"Kak, Kamu terlihat semakin tampan setelah kita ijab qabul tadi tau nggak?"



"Hmmmfff..." Jimmy hanya melirik dan mengenakan pakaiannya.



Via merasa heran melihat tingkah laku Jimmy, tiba-tiba dia merasa kecewa saat Jimmy mengenakan pakaian. "Padahal aku masih ingin melihat itu," sungutnya pelan.



Jimmy duduk di sebelah istrinya. "Melihat apa?" menyugar rambutnya yang masih basah. Via memperhatikan dengan lekat.



"Itu..." menunjuk bahu Jimmy malu-malu.



"Oh, ini?" hanya menarik kaus oblong itu dan memperlihatkannya kembali. Via yang merasa Jimmy tidak paham akhirnya memilih merebahkan badan dan memeluk guling.



*Apaan sih? Malu-maluin aja? Apa dianya yang kepolosan kebangetan? Uuh, sial*!!!


__ADS_1


Via membenamkan wajahnya dalam guling. Merasa malu pada diri sendiri dan Jimmy. Tiba-tiba Jimmy merebahkan diri di belakangnya, memeluk tubuhnya dari belakang. Via membalikkan tubuhnya. Memandang wajah suaminya itu.



"Apa Kakak masih cemburu? Aku tidak boleh menyebut-nyebut nama dia?" mengelus rambut suaminya yang basah itu. "Kak, ganteng banget sih?" ucapnya gemas.



"Kenapa tidak bilang dari dulu?" tangan Jimmy mulai membelai wajah Via.



"Aku baru sadar Kakak sangat tampan saat resmi jadi suamiku."



"Diiih, aku kira kamu mau menerimaku gara-gara wajahku yang tampan ini." ucap Jimmy gemas sembari menarik hidung istrinya.



"Bukannya aku dipaksa menerima? Bahkan Kakak gak mau aku putusin?" jawabnya mengelak.



"Alesan!!!" mulai kembali fokus pada bibir istrinya itu. Dikecupnya sekali, sekali lagi, lalu mel\*umat\*nya.



Via menikmati permainan suaminya. "Kakak belajar dari mana? Sudah pernah mencobanya pada wanita lain?"



Jimmy tak menjawab, kembali mel\*\*\*\*umat bibir ranum merah delima sang istri. "Kamu cantik sekali Sayang. Ini adalah mimpiku sejak lama. Memilikimu seutuhnya. Aku mencintaimu..." bisiknya tepat di telinga Via.



"Aku juga mencintaimu Kak, sangat...!"



Jimmy mengubah posisi berada di atas Via, melepaskan pakaiannya dan memamerkan tato bernama Marni itu. Via yang merasa gemas melihat tato kecil itu, refleks mencium bagian itu. Membuat Jimmy kaget dan tertawa geli.



"Ternyata kamu gadis nakal yaa..." Mulai mencium istrinya dari kening.



"Sayang," bibir Jimmy turun mencium mata kanan Via.



"Aku," lalu bibirnya pindah lagi mencium mata kiri istrinya.



"Cinta," lalu turun pindah mencium hidungnya.



"Kamu!"



Via tersenyum bahagia, merasa mendapat hamburan cinta yang berlimpah ruah. Jimmy kembali menciumi bibir istrinya bertubi-tubi, setelah puas, dilu\*\*mat\*\*nya bibir itu semakin dalam. Via mendorong Jimmy karena nafasnya mulai tersengal. Tak lama-lama memberi jeda, Jimmy mulai beralih ke bagian leher, men\*\*yes\*\*ap\*\*nya hingga membuat sang istri me\*ng\*ge\*lin\*ja\*ng.



"Jangan menyesal ya, aku akan membuatmu susah untuk bangun esok pagi." ucapnya tepat di telinga Via, memuat sang istri makin bergejolak.



"Pelan-pelan! Aku dengar untuk pertama itu terasa sakit!" merangkul kedua tangannya pada leher Jimmy. Kembali mereka menikmati kecupan demi kecupan yang berlanjut pada hal yang diinginkan para *readers*.



(selanjutnya boleh menghayal sendiri πŸ˜†)



\*\*\*


Di bandara, seorang bule baru saja menginjakkan kakinya di bumi pertiwi.



"Nona Via... Aku akan segera mendapatkanmu!!!"



**YEEEE... ENDING... ENDING... DAH BLASSS**...

__ADS_1



CUNG ☝☝☝☝☝KALAU MAU EXTRA PART DI KOLOM KOMENTAR


__ADS_2