DETEKTIF MUDA

DETEKTIF MUDA
S2-34 Jimmy vs Oliver - 2


__ADS_3

Kevin ditarik dari belakang oleh algojo. "Laaang, tolongin gue!" tangisnya.


Gilang melihat siapa yang ada di belakang teman sejawatnya itu. "Nunduk!" titah Gilang. Kevin menunduk, kepalanya ditangkupkan dengan tangan. Gilang langsung menghajar algojo yang menarik jaket Kevin itu dengan kursi yang dia dapat. Memukulkan kursi itu tepat di arah kepala.


braaakk...


Algojo itu rebah dengan seketika. Kevin langsung bangkit dan berdiri. Dia kembali berlindung, kali ini ambil posisi di depan Gilang. Ternyata musuh juga muncul dari depan. "Aaaah, kenapa gue sial mulu aaah?" gerutunya.


***


dooorrrr...


Peluru melesat mengenai bahu Oliver. Pistol itu terlempar dan Via langsung berguling mengejarnya. Oliver berusaha kabur tergopoh-gopoh, namun dicegat oleh Jimmy.


"Kemana Kau brengsek??!"


Oliver melihat sorot mata yang sama saat mereka bertarung delapan tahun lalu. "Kau anak itu? Putra dari Buana Putra?" seringainya.


"Bagaimana? Bahkan Kau sudah tidak bisa mengenaliku!" menarik kepala Oliver dan melayangkan serangan lutut tepat di wajah bule itu.


"Aaarrgght!" Oliver menangkupkan kedua tangan pada wajahnya. Dia bangkit, masih setengah pusing. Menggelengkan sedikit kepalanya. Setelah fokus, dia kembali melakukan ancang-ancang. "Ternyata kau semakin tampan saja!" Wajahnya kembali menyeringai. Menyerang Jimmy dengan sebuah tinju.


Jimmy mengelak menundukkan kepalanya. Jimmy menyerang balik memberikan pukulan pada ulu hati Oliver. Menghentakkan kepalanya ke atas, menargetkan dagu Oliver.


bughh...


Oliver mendorong Jimmy hingga terjengkang, memijakkan kakinya pada perut Jimmy. Jimmy menarik kaki itu, dan menutarkan tubuhnya dengan sangat kuat, lalu dibantu oleh kaki untuk menjepit kaki milik Oliver.


dduuugghh...


Tubuh bongsor milik Oliver rebah. Kepalanya terbentur ke lantai dengan sangat keras. Kembali Oliver berhasil dibuat pusing. Oliver mendudukkan dirinya dan menepuk-nepuk pelipis. Berusaha menghilangkan rasa pusingnya.


Jimmy tidak memberi kesempatan sedikitpun kepada Oliver. Dengan segera berlari dan melayangkan tendangannya pada tengkuk Oliver.


🙉


Via yang tadi melihat Jimmy melawan Oliver, memilih pindah ke sisi lain mencari tawanan lain. Ayahnya belum ditemukan. Via menemukan sebuah pintu. Dia masuk ke dalamnya, namun ada beberapa algojo yang berlari ke arahnya. Ingin membantu Oliver yang terlihat sangat terdesak. Via menjulurkan kakinya di balik pintu.


bughh...


bughh...


bughh...


Para algojo tumbang satu persatu. Sementara yang di belakang berhasil menahan diri untuk tidak ikut terjatuh. Melihat seorang wanita yang tadi terlihat menghajar tuannya. Dia segera mencoba menangkap gadis itu.


Via menginjak kepala tumpukan algojo yang tumbang, lalo melompat memberikan tendangan kepada yang masih berdiri dengan tegap. Algojo itu mengeluarkan pistol. Via berguling dengan cepat, lalu menghentakkan kedua kakinya ke arah atas, menjepit tangan algojo yang memegang senjata.


Lalu Via menangkap pistol itu, menarik satu kaki algojo. Algojo tumbang, dengan cepat Via menjepit kepala Algojo lalu menodongkan pistol itu kepadanya.


"Bangun!!!"


Tubuh algojo yang jauh melebihi tingginya, membuat Via berpindah menarik kedua tangannya. Dipelintir ke belakang, lalu kembali menodong tengkuknya.


"Dimana tawanan yang lain?!"

__ADS_1


Algojo itu hanya terdiam, "Cepat katakan!" Menarik tangan algojo itu kebelakang dengan sekuatnya, hingga dia berteriak kesakitan.


"Baik lah! Baik lah!"


Senjata masih ditodongkan, Via menendang bok*o*ng algojo hingga terhenyak berjalan duluan dengan tangan masih ditarik dan dipelintir di belakang.


Masih panjang perjalanan mereka menuju tempat yang diinginkan gadis itu. Akhirnya, setelah melewati beberapa lorong, mereka berbelok menuju tempat sang ayah disekap. Di sana tampak enam orang terikat dalam keadaan tidak sadarkan diri. Masing-masing terikat pada sebuah kursi dalam keadaan mengenaskan.


"TOSAN...!!!" pekik Via, kembali menendang bo*k*ong algojo itu. "LEPASKAN MEREKA SEGERA!!!"


Via melepaskan tangan algojo itu, namun senjata masih melekat di tengkuknya. Tak lama, datang lagi beberapa algojo hendak menyerang mereka.


"Berhenti!!! Kalau tidak, aku akan menembaknya!!!" gertak Via.


"Silakan kau tembak saja dia!" Salah satu dari mereka mengeluarkan senjata. "Atau saya sendiri yang menembaknya.


doooorrr...


Algojo itu langsung rebah. "Dasar psikopat sialan!!!" umpat Via langsung mengarahkan senjatanya ke arah mereka.


door...


dooor...


doooor...


Via menembak, algojo tadi menarik temannya menjadi perisai baginya. Kawannya tewas, dia selamat. Tampak orang itu akan menembak ke arahnya, dengan segera menarik algojo tadi, meski berat, menjadikannya perisai.


dooorrr...


"KURANG AJAR!!!" teriak Via segera berlari ke arah ayahnya. Via berusaha berlari sekencang mungkin melindungi tubuh ayahnya.


doooorrrr...


"TIDAAAKK...!!!" pekik Via terurai air mata. Namun, ternyata sang ayah masih baik-baik saja. Via melihat orang yang telah melindungi ayahnya.


"PAPA...!!!" pekik Via. Ternyata Buana Putra menyodorkan dirinya untuk melindungi Via yang terbidik oleh algojo itu.


duuaaarrr..


Jason menembak orang yang menembak Eyangnya tadi. Jason segera nengejar Buana Putra.


"Eyang tidak apa?" tanyanya.


"Tenang! Tubuh Eyang sudah dilindungi anti peluru! Tapi perih juga." ringisnya. Mengelus-elus dadanya yang cukup sakit karena peluru itu.


Via melihat calon mertuanya tidak apa-apa ikut merasa lega. Langsung melepaskan ikatan pada tawanan-tawanan itu. Jason berlari ke arah orang-orang yang terikat. Membantu sang mama melepaskan ikatan-ikatan itu. Meski meringis melihat satu orang sudah meregang ditembak oleh algojo tadi.


***


bugh...


bugh...


bugh...

__ADS_1


Baku hantam terjadi antara Jimmy dan Oliver. Memang benar tubuh Jimmy kecil dibanding Oliver, namun dia cukup tangguh melawan Oliver yang sudah tidak seluwes saat dia masih muda. Jimmy yang ahli taekwondo memberikan tendangan-tendangan yang terus menyerang kepala Oliver.


Oliver memutar mengambil posisi di belakang Jimmy, membenturkan kepalanya pada punggung Jimmy. Jimmy terhenyak jatuh ke depan. Langsung bangkit memberikan tendangan pada kaki Oliver.


Oliver oleng dan dengan cepat Jimmy berlari menabrakkan tubuhnya pada Oliver hingga bule itu benar-benar terguling. Tak henti Jimmy terus menyerang Oliver, hingga pria tak berhati itu kehilangan kesadaran.


Jimmy mencari sesuatu untuk mengikat Oliver. Akhirnya di pojok ruangan luas itu, Jimmy menemukan tali tambang. Dengan segera Jimmy berlari lalu mengikat Oliver agar tidak bisa bergerak lagi. Kakinya juga ikut diikat, agar tidak bisa kabur lagi.


Jimmy berlari meninggalkan tempat itu dan mencari Via. Menyiapkan senjata api di tangannya untuk berjaga-jaga. Mencoba menelusuri lorong yang lumayan panjang. Terdengar suara Jason yang terus saja berceloteh memanggil Via dengan Mama. Jimmy masuk ke ruangan itu, melihat ayahnya tengah mengelus dadanya yang tampak sakit.


"Papa tidak apa?" tanya Jimmy mendekat.


"Tidak apa! Bantu Via di sana!" Menunjuk Via dan Jason sedang melepaskan ikatan-ikatan pada anggota organisasi BOS.


Jimmy berlari memeluk Via dari belakang. "Syukur lah kamu baik-baik saja Sayang."


"Iiihh, Papa, ada anak di bawah umur di sini!" celoteh Jason menutup matanya.


Via hanya tersenyum membelai pipi Jimmy yang lebam karena pertarungan barusan. "Kamu tidak apa kan Kak?" Membersihkan bekas darah di sudut bibir Jimmy.


"Iya, aku baik-baik saja. Ini bukan apa-apa." Berjalan ke arah Tosan Via yang masih terikat. Langsung melepaskan ikatan pada calon mertuanya. Dibopong, dan ditidurkan di lantai. Memeriksa denyut nadi dan beberapa trik kesahatan lainnya.


"Tosan tidak apa! Hanya pingsan." ucap Jimmy lalu memeriksa kondisi kesehatan yang lain. Melihat satu orang tewas, Jimmy terlihat cukup menyesalinya.


Tak lama Tosan tampak sudah mulai bergerak. "Tosan?" Via mengejar dan membantu ayahnya duduk. Via dengan segera memeluk ayahnya itu. Tosan pun memeluk putrinya dengan haru. "Bagian mana yang sakit Tosan?" ucap Via khawatir.


"Tidak apa Sayang! Ini bukan masalah besar. Bahkan Tosan sudah merasakan lebih dari ini." Mengelus rambut putrinya itu. Melihat Jimmy dan tersenyum. "Nanti jika sesuatu terjadi pada Tosan, Kamu harus tahu! Tosa sudah merestui hubungan kalian." Melihat ke arah Jimmy


Jimmy mengangguk, "Terima kasih Tosan. Sudah mau mempercayakan Via kepadaku."


"Tosan tidak akan apa-apa. Via sayang sama Tosan. Tosan jangan berbicara seperti itu. Sperti akan pergi selama-lamanya saja." ucapnya masih dalam pelukan ayahnya.


doooorrr...


Tiba-tiba Tosan mengejang dan jatuh. Air mata Via jatuh seketika melihat aliran darah yang deras dari kepala sang ayah.



Udah Otor ganti label Ongoing-nya sama label TAMAT ya Guuyyss ... Ini perjuangan panjang sampai rambut otor rontok sangat banyak. Makanya berasa perjuangan menulis di sini berasa tidak sebanding dengan kuota dan stress yang Otor alami ... 😂😂😅


Tapi entah kenapa Otor lebih suka menulis hal-hal yang menantang. Nanti kisah selanjutnya Otor tulis di lapak lain.



Otor udah maraton nulisnya hingga tamat, tapi menunggu Up-nya 1 per hari hingga tanggal 16 nanti. Sekarang giliran DUDA HOT TAPI KERE yang maraton Otor tulis. Ditambah Menulis MENIKAHI BOCAH GEDE lanjutan CINTA DALAM HATI.


Fantasi Timur belum bisa bergerak karena belum dapat balasan dari entun. Kayaknya Otor pindahkan saja ke lapak lain aja. Di sini seperti tidak ada harapan.


😂😂🤣


...*bersambung*...


...JANGAN LUPA MEMBIASAKAN MEMBERIKAN LIKE, LOVE, VOTE, GIFT & KOMENTAR...


...terima kasih...

__ADS_1


__ADS_2