DETEKTIF MUDA

DETEKTIF MUDA
53. Sempurna


__ADS_3

"Nggak nyangka gue, dokter cantik tadi itu Mak'nya Jimmy," celetuk Via terus mengikuti langkah Stevan yang terus menariknya.


"Berarti dia istrinya Buana Putra!?" timpal Jimmy.


"Bener.. kemungkinan besar…"


"Pantesan aja Jimmy digandrungi oleh cewek-cewek satu sekolahan. Ibunya tadi udah kita lihat sendiri kan, cantik banget."


"Terus apa hubungannya ibu dia sama orang satu sekolahan?" tanya Stevan heran.


"Mungkin orang lain bilang dia ganteng kali… Turun dari wajah sang emak."


"Emang menurut Lo sendiri gimana anaknya Buana Putra itu?


"Entahlah… Gue gue kurang paham ganteng versi orang-orang pada umumnya itu kayak apa?" bagi dia saat ini ada satu wajah yang membuat dia terngiang-ngiang, yaitu wajah cowok yang tadi masih diperban.


Mereka berbelok menuju apotek untuk menukar resep yang diberi dokter alias ibunya Jimmy tadi.. Sembari menunggu, mereka duduk selonjoran melepaskan penat yang luar biasa.


"Seharusnya hari ini gue tiduran aja di rumah nih A…"



"Emang kenapa?" Stevan memainkan rambut Via yang duduk di hadapannya.


"Gue kan lagi bebas tugas barang seminggu ini!" mata Via mulai mendelik karena aktifitas tangan Jimmy ini.

__ADS_1


"Itu tangannya boleh dikondisikan?" sungutnya merasa tak suka.


"Hmmm," Stevan memasang senyuman jahil, "Jadi nyesel nih dapat lembur di luar masa tugas?"


"Enggak juga siih.. dengan begini malah gue seneng bisa bertugas sama Aa lhoo.."


Deg… jantung Stevan kembali terusik oleh ucapan gadis yang baru saja memarahinya ini.


"Saat bertugas sama Aa, gue baru sadar banyak hal yang baru gue ketahui tentang Aa. Kok ada ya, cowok terlalu sempurna kayak Aa?"


Stevan menautkan kedua alisnya, "Sempurna maksudnya?"


"Intinya semua misi hari ini, Aa lah yang beresin. Aku hanya saja jadi cameo hari ini."


"Apa lagi tu cameo?" baru mendengar istilah-istilah yang muncul dalam drama korea.


"Aaah, jangan berlebihan. Ini tugas bersama, ya kita bagi tugas sesuai proporsi masing-masing. Mungkin hari ini kebetulan ada gue, jadi gue bisa banyak membantu. Namun, di waktu lain gue belum tentu bisa menemani Lo bertugas kan?"


"Bener juga siih. Oh iya, gimana kira-kira nasib Kak Rini habis ini ya?" tiba-tiba Via teringat sosok wanita yang tadi hampir putus asa, yang tengah mendekap di dalam sell tahanan.


"Yaaa.. kita doakan saja yang terbaik. Terus Kapten yang tadi terluka semoga baik-baik saja."


"Aaamiiin."


"Oiya A, kira-kira kapan Aa sidang tugas akhirnya?"

__ADS_1


"Kalau besok atau lusa beres, mungkin langsung dapat ACC untuk sidang. Paling lama Minggu depan sidangnya."


"Oiya, apabila nanti gue wisuda, Lo mau dateng nggak, ke acara wisuda gue?"


"Iya, gue mau kok… Pasti nanti keluarga Aa datang kan? Gue kan belum pernah bertemu mereka. Gue mau bertemu sama orang tua Aa aahh!"


"Mau ketemu camer?" canda Stevan terkekeh.


"Camer? Iiih, apaan sih?" camer ya? Tiba-tiba Via teringat sosok cantik yang berada di rumah Deval.


"Gue ingin langsung berkenalan dengan keluarga Aa aja, seperti apa ya wanita yang bisa membentuk orang seperti Aa ini?"


"Hahaha, jangan lebay deehh! Emangnya gue kenapa gitu kan? Juga manusia biasa kaleees!"


"Habis.. Aa kok bisa secerdas ini? Gue pengen tahu rahasia khusus membuat anak cerdas, biar nanti turunan gue berikutnya juga bisa cerdas."


"Ha-ha-ha.. kok gue merasa lucu ya anak seumur biji jagung berpikiran ke arah sana ya? Umur masih enam belas juga?" kalau mau yang kayak aku, nanti nikahnya sama aku aja, lanjutnya dalam hati, sembari mencubit pipi Via.


...*bersambung*...


...JANGAN LUPA MENINGGALKAN JEJAK YA.. LIKE, LOVE, VOTE & KOMENTAR...


...terima kasih...


berhubung otor mendapat surat cinta dari noveltoon.. otor minta kawan-kawan reader ikut singgah di karya otor yang udah tamat yaa..karyanya sepi aja..tapi malah dapat rekomendasi dari noveltoon

__ADS_1




__ADS_2