DETEKTIF MUDA

DETEKTIF MUDA
38. Menyusup


__ADS_3

Mohon maaf telat update ya guys.. otor lagi otw..jd agak rempong dikit 🤣🤣


*Notes: sebelum membaca bab ini, otor harapkan reader tidak terlalu masukkan ke dalam hati. Ini hanya hasil reka dunia pernovelan dari otor, dan hanya sekedar pandangan semata dari otor. Jadi jangan BaPer yaaa


Setelah sampai di tempat tujuan, tak perlu membuang-buang waktu Via langsung mencari orang yang dimaksud. Seorang pria yang gigih dalam mengungkap kasus kriminal, dan sangat pelit untuk berbagi informasi.


Nah, itu dia. Tengah memeriksa notes informasi korban dan tersangka.


Yang bersangkutan pun melihat Via, lalu membuang muka seakan tak suka melihat Via berada di sana.


"Selamat malam Kapten.." sapa Via.


"Hmmm.. kenapa Detektif terkenal dari agen perekrut besar BOS mampir ke tempat kecil yang amburadul ini? Merebut pegawai hebat dari kami…" Melengus kembali membuang muka.


"Jangan begitu kapten, setidaknya kali ini kita memiliki tujuan yang sama untuk memecahkan kasus yang sama.."


"Cobalah kali ini beri kami kesempatan untuk membuktikan bahwa kami juga bisa memecahkan masalah ini lebih cepat dari kamu. Mentang-mentang punya peralatan yang lebih lengkap dan canggih dibanding kami, bukan berarti kamu harus terus mengusik kami. Ingat! Status keberadaan kalian hanya milik swasta, sedangkan kami ini milik pemerintah."


"Saya tidak bermaksud untuk merebut kasus yang kapten tangani ini. Hanya saja kasus ini erat kaitannya dengan orang yang ada di dekat saya. Jadi, saya sangatlah ingin menyelesaikan kasus ini dengan segera."


"Hmmm, jadi kamu mau apa datang ke sini?"


"Kapten, boleh kah saya meminjam barang bukti milik korban?"


"Yang mana?"


"Telepon genggam milik korban…"


"Untuk apa?"


"Untuk memeriksa aja Kap…"


"Hmmm…kami sudah mengecek sidik jari di ponsel tersebut, namun tidak menemukan hal yang mencurigakan.."


"Sidik jari itu sudah kuno Kap. Kita gunakan IT untuk mengecek rekam jejak selama seminggu lalu…"


"Jadi kamu pikir cara kerja kami masih kuno?" kapten menaikkan alisnya.


"Bukan itu maksud saya Kap.. saya mau mencoba menggunakan cara hacker bekerja…"


"Hacker? Para bedebah di bidang IT itu? Yang kerjanya mencuri lewat jaringan?" makin lama nada kapten makin tinggi.


"Itu kan tergantung misi dan tujuan masing-masing Kap. Yang mencuri itu biasanya untuk kepentingan nya sendiri. Sementara saya bekerja untuk kepentingan bersama…"


"Jangan sok-sokan deh.. ini sekedar kepentingan kamu saja kan? Untuk mengambil hati masyarakat lagi kan?"


"Bukan Kap..bukan…saya telah lama bekerja di balik layar. Jika Kapten mau, biarkan saya bekerja. Nanti hasilnya akan saya serahkan ke kepolisian. Saya bekerja dari hati Kap, bukan untuk mencari nama untuk menjadi terkenal…" ucapnya mulai kesal.


"Sudah..! Kamu boleh pergi..! Biarkan kami yang menyelesaikan ini semua…!!"


"Tapi Kap…. Hanya sebentar saja.. please…"


"Sudah pergiiii…" Teriaknya membuat seisi kantor melihat ke arah mereka.


"Baik lah Kap.. tapi saya tidak akan putus asa sampai di sini…"


"Pergiiiiiiii…." teriak nya dengan oktaf nada tertinggi yang dia miliki.


Via pergi meninggalkan tempat itu sambil terus bersungut, awas aja nanti. Gue gak akan sampai di sini. Gue pastikan akan segera mendapatkan barang itu dengan segera. Batinnya lalu menghubungi Stevan.

__ADS_1


"A.. gue gagal mendapat ponsel tersebut.. ada cara lain untuk dapatkan data?"


"Tadi gue udah coba mengecek korban, namun hal yang gue khawatir kan beneran terjadi.."


"Area yang tak terjangkau CCTV itu?" sela Via.


"Bener banget.. pinter deh.."


"Ayolah, gue bukan lagi di posisi becanda.."


"Iya..iya maaf.. terus langkah selanjutnya apa?"


"Kita harus merebut barang bukti itu…"


"Sekarang?"


"Iya, masa nunggu tahun depan.."


"Tapi gue lagi banyak kerjaan.. apalagi dosen pembimbing nyuruh besok harus bimbingan lagi.."


"Hmmm…jadi skripsinya belum selesai-selesai juga? Lama amat..." sindir Via.


"Gimana cara mau cepat selesai coba? Selalu ada aja panggilan dari BOS.. Apalagi jurusan gue pilih ini nggak main-main…"


"Ya udah kalo gitu A.. gue mau coba cara yang lain dulu.. moga aja dapat.."


"Oke, gue Tunggu kabar secepat yang Lo bisa…"


"Baiklah…" telepon ditutup dan Via mempercepat langkah menuju tempat Dedi memarkirkan mobilnya.


"Om… Kita punya seragam polwan gak sih?" mencoba mengecek-ngecek peralatan penyamaran yang disiapkan di dalam mobil.


"Huh, jadi intinya bilang aku pendek nih?" mendengus kesal.


"Tapi saya sudah siapkan pakaian cleaning servis kepolisian Non.."


"Waahh… Benar kah? mana .?"


"Iya, coba lah dicari dulu…"


Via mencoba membongkar peti khusus alat penyamaran tersebut, dan benar.. dia menemukan pakaian cleaning servis berlabel kepolisian. Tanpa menunggu lama, langsung dikenakannya, memakai kacamata Marni dan memakai topi dan masker.


"Udah cukup belum?" tanyanya pada Dedi.


"Hmmm.. sepertinya ada yang kurang.." lalu Dedi menuju garase belakang, membuka pintu garase dan menutupnya kembali. Menyerahkan pengki dan sapu pada Via.


"Ini baru pas Non…"


Tapi Dedi teringat satu hal. Waktu sudah menunjukkan pukul sebelas malam.


"Hmmm.. masalahnya cleaning servis tidak ada yang kerja jam segini Non…"


"Huuiffttt, lalu gimana donk?"


"Kita coba dulu. Siapa tau karena mereka tengah sibuk, jadi tidak memerhatikan ada oge (office girl) yang nyasar tengah malam."


"Ya udah, kita coba dulu. Om siapin mobil kalau-kalau aku terciduk langsung kabur ya?"


"Siap.. laksanakan.." dengan semangat 86

__ADS_1


"Aduh.. kaget.. aku tu ooomm..". Via jatuh tersungkur gara-gara kaget atas laporan kesiapan Dedi barusan.


"He-he-he, maaf Non..saking semangatnya ini…"


Via sudah di luar mobil, sembari menengok situasi. Melangkah sedikit demi sedikit sambil pura-pura menyapu memasukkan sampah ke dalam pengki. Ternyata memang tidak ada yang memerhatikan keberadaannya di tengah kesibukan para polisi. Ada kasus pencurian, narkoba, tabrakan, perkelahian, dan lainnya.


Terus melanjutkan aksi pura-pura menyapunya, hampir dekat ke ruangan tempat mengumpulkan barang bukti. Tak sengaja ia melihat Kapten galak tadi. Secepatnya dia bersembunyi. Setelah memastikan kapten tadi tidak berada di tempat, Via kembali melanjutkan aksinya, mencoba membuka handle pintu ruang barang bukti, ternyata terkunci..iihh.. sial..umpatnya kembali pura-pura menyapu memikirkan cara yang lain.


Ternyata dia beruntung, ada yang membuka pintu tersebut dan membiarkan pintu itu terbuka. Via mengintip melihat polisi tersebut terus masuk, diam-diam diam masuk dan langsung bersembunyi. Ditunggu hingga polisi yang masuk tadi kembali keluar dan mengunci pintu. Selanjutnya Via mengecek keberadaan CCTV dan menghitung jumlah CCTV yang ada di ruang itu. Dia ingat Stevan bisa non aktifkan CCTV, tapi bisa nggak ya dari jarak jauh.


Lalu dia chat Stevan, meminta untuk menonaktifkan CCTV di ruang itu sementara. 




[Aa bisa nonaktifkan CCTV di ruang ini? Ada 4 CCTV aktif di sini.]


Sembari memberikan foto di ruang barang bukti tersebut.


[Gue coba dulu..]


Via terus sembunyi sembari menunggu kabar dari Stevan.


Tak lama tampak lampu CCTV mati.


Masuk pesan dari Stevan.


[CCTV sudah mati untuk sementara, carilah dengan segera, kurang dari lima menit!!!]


Gila, kurang dari lima menit itu gimana gue nyari? Sungutnya. Via tergopoh-gopoh mencari barang bukti kasus terbaru, dan tak lama langsung menemukannya. 


Kebetulan di ruang itu ada CP, langsung dihubungkan ke USB dan memberitahukan Stevan.


Stevan mengarahkan Via langkah-langkah untuk menghubungkan jaringan tersebut ke Stevan dan selesai.


[Buruan sembunyi!!] Perintah Stevan


Barang bukti kembali dimasukkan ke kotak semula dan sembunyi. Terdengar langkah kaki tergopoh-gopoh menuju ruangan tersebut, terdengar pintu dibuka dari luar.


"Saya dengar dari ruang kontrol CCTV ruang ini mati.." kata salah satu polisi.


Ternyata lampu CCTV itu hidup, dan polisi-polisi tersebut masuk terus hingga ke dalam. Dengan mengendap Via keluar dari pintu, ternyata terciduk langsung oleh kapten yang tengah mengawasi anak buahnya di ruang itu.


"Hei.. siapa kamu…? Penyusup?" Teriaknya hendak menangkap  tangan Via.


Dengan gesit Via mengelak dan melemparkan pengki dan sapu ke arah kapten, lalu kabur.


"Tangkap dia .." teriak kapten I Bagus Suska.


Aaaiiihhh.. gila… Batin Via langsung jadi buronan para polisi satu gedung.


...*Bersambung*...


...JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK YA, LIKE, LOVE, VOTE, & KOMENTAR YAA 🥰🥰🥰😘😘😘...


...terima kasih...


__ADS_1


anggap aja ini bentuk penyamaran Via ya..tapi kurang kacamata 😂 maafkeun


__ADS_2