
*Notes: sebelum membaca bab ini, otor harapkan reader tidak terlalu masukkan ke dalam hati. Ini hanya hasil reka dunia pernovelan dari otor, dan hanya sekedar pandangan semata dari otor. Jadi jangan BaPer yaaa
Via dan Stevan menuju rumah korban sekaligus tersangka versi mereka. Mengintip lewat jendela, namun suasana sepi seperti tidak ada aktifitas di dalamnya. Mereka jongkok di bawah jendela.
...misalnya ini Stevan dan Via dalam aksinya
...
Via kembali membaca catatan rekaman yang ditulis Stevan.
Kening Via berkerut membacanya, "A, tulisan nya bagus bener, belajar sama dokter ya? sampai gak bisa gue baca."
"Manah? Sini gue bacain!" Stevan kembali membuka catatan ceker ayamnya. Membolak-balik lembaran kertas yang tadi ditulisnya.
"A, gimana keadaan bayinya? Gue terlalu sensitif masalah baby dan kekerasan dalam rumah tangga. Bayinya masih hidup atau gimana?"
"Dari yang gue denger, bayinya masih hidup. Namun dipindahkan pengasuhan pada ibu korban. Terus si istri marah-marah karena anaknya dibawa pergi, terjadi lah pertengkaran yang hebat."
"Kejadian tidak bisa dilihat langsung, jadi tidak tahu bagaimana motif yang digunakan hingga korban tewas. Apa ditusuk pisau, atau dipukul benda tumpul atau diracun dulu." Stevan mengedikkan bahunya.
"Udah nggak ada suara aja. hanya terdengar gedebuk, gedebuk, gedebuk, benar-benar senyap seperti suasana kuburan."
__ADS_1
"Menurut gue orang itu mengidap DID juga.." (dissociative identity disorder)"
"Soalnya dari rona suaranya suka berubah-ubah. Kayak ada orang lain, padahal dia hanya sendirian."
"Kadang dua marah sendiri, kadang dia tertawa sendiri, kadang dia menangis dan bertanya apa yang sedang dia lakukan. Lalu berubah lagi seperti suara lelaki."
"Jadi karena itu raut wajah Aa kayak yang tegang bener?" Via manut-manut memahaminya.
"Iya, gue baru pertama mendengar secara langsung pengidap DID ini."
"DID itu apaan tuh?" tanya Via, dia juga baru mendengar istilah asing itu.
"Bahasa yang biasa kita gunakan ialah Kepribadian Ganda… Dia kayak bukan diri sendiri. Jadi apa yang dilakukannya, bila ditanya pun dia tidak akan ingat. Jika dideteksi oleh alat pengecek kebohongan pun tidak akan terdeteksi kebohongan nya.."
"Apakah DID ini semacam psikopat gitu?"
"Kalau merasa terganggu, dia akan melakukan hal keji berulangkali pada hal yang mengganggu dia tanpa ada rasa bersalah. Namanya juga tidak memiliki emosi kan.. hmmm.. kayak kawan kamu tadi itu lhoo.. siapa namanya? Deval?" candanya.
"Iiihh… Enak aja Deval dibilang psikopat. Jelas kerjanya emosian mulu ke gue…"
"Lhah…? Dibela?"
"Kalau menurut gue Deval bukan psikopat mah A' hanya saja dia tu seorang yang introvert," Via sedikit menggebu menjelaskannya.
"Hmmm…." 😏 Stevan sedikit merasa cemburu.
__ADS_1
"Jadi barang bukti satu-satunya yang kita miliki ya hasil rekaman itu ya? Bagaimana cara kita menyerahya pada pihak kepolisian? Tadi Kapten I Bagus Suska udah ngancam akan memenjarakan gue."
"Dia tidak akan bisa memenjarakan Lo kok.. apalagi kalau kasus salah tangkap ini mencuat, pasti bisa mencoreng nama baik kepolisian," jelas Stevan menenangkan gadis di sebelahnya ini.
"Gue juga tak bisa bayangin ke depannya bagaimana untuk menyerahkan kasus ini ke kepolisian A."
"Gue hanya berharap Kak Rini segera dibebaskan, dan kepolisian meminta maaf secara langsung kepada Kak Rini atas tindakan yang tidak hati-hati tersebut. Semoga Kak Rini kuat menghadapi masalah ini…"
"Ayo kita masuk saja ke rumahnya.. sepertinya kosong," Stevan mulai bangkit dari posisinya.
Tiba-tiba terdengar suara jendela dibuka dari dalam.. "Siapa kalian? Mengintip ke rumah orang?" teriak wanita yang ditemukan kemarin yang bertengkar dengan Rini.
Di tangannya tampak membawa sebuah teko, di tangannya beralaskan kain, berarti itu adalah air panas.
"Awas kaliaaan" dia menyiramkan air panas tersebut ke arah Via yang masih dalam posisi jongkok. Seketika Stevan melindungi dan merangkul Via.
"Aaaaarrgtt" teriak Stevan membuat pendengar menjadi pilu… Sekujur tubuhnya tersiram air panas, kecuali wajah yang dikatakan tampan oleh orang-orang.
"Aa'……" pekik Via melihat Stevan tengah kesakitan.
...*bersambung*...
...JANGAN LUPA MENINGGALKAN JEJAK YA.. LIKE, LOVE, VOTE & KOMENTAR...
__ADS_1
...terima kasih...