DETEKTIF MUDA

DETEKTIF MUDA
30. Flashback bg.7 full aksi


__ADS_3

Telepon dari Stevan masuk kembali.


Via masih menangisi dan menyesali keadaan yang tengan dialami oleh Irin. Dia merasa bingung, tidak tahu harus kemana mencari sahabatnya yang keadaannya mungkin sangat sekarat saat ini.


"Halo Steve..." sruuuk...menghirup ingusnya kembali masuk ke dalam hidung.


"Aa..." timpal Stevan meralat sapaan yang digunakan oleh gadis itu.


"Masih penting buat ngoreksi ucapan gue?" bentaknya marah, membuat Stevan terhenyak.


Stevan sedikit tersenyum tipis, "Hmmm... gue akan ngirim alamat keberadaan Irin. Lo bisa ikuti map tersebut!" belum sempat dikirim, Via langsung menyela.


Via dengan nada terkejut, mencoba mencerna maksud ucapan Stevan barusan, "Sudah dapat alamatnya? Kok bisa?"


"Iya, sudah! Saat mereka menelepon barusan.."


Via memasang wajah heran, "Jadi Lo tahu.."


"Aa..." selanya yang tak pernah bosan meralat penggunaan sapaan Via.


"Terserah lah, jadi Aa tahu mereka baru saja menelepon..?"


"Iya.. tahu..."


Via tidak berpikir panjang lagi, yang jelas dia ingin segera menyelamatkan Irin, "Cepat kirimkan!" dengan arogan dan tidak sopan.


Ni anak pengen gue pites rasanya, batin Stevan gemas.. "Ya... tunggu ..!" lalu Stevan mengirim sharelock yang berhasil dia dapat hasil hacking dari panggilan masuk barusan.


Tidak memerlukan waktu lama, "Sudah masuk, gue ke sana dulu..."


Telepon ditutup, Stevan pun segera menuju alamat yang sudah ditemukan itu.


***


Via berada di depan sebuah gudang, yang jauh dari daerah perkotaan. Gudang itu sudah sangat buruk dan kelam.



"Tega bener dia bawa Irin ke tempat ini. Nanti Irin kesambet bagaimana?" desisnya kesal.


Tak lama, Stevan pun sampai..


"Nah, Lo...?"


"Aa..." sela Stevan kembali sesabar yang dia bisa.


"Nggak capek apa terus mengoreksi ucapan gue?" bentaknya.


"Enggak...nggak capek..." ucap pria berwajah bule itu dengan kalem.


"Nyebelin..." umpatnya pada Stevan. Stevan hanya tersenyum smirk, merasa sedikit terhibur melihat dia begitu.


"Kenapa ke sini juga? mereka bilang gue gak boleh bawa orang lain..."


"Yaaa.. ngga apa.. gue khawatir aja kalau Lo sendirian di antara mafia kejam itu."


"Katanya Irin sedang mengalami pendarahan..." desis Via sedih.

__ADS_1


"Makanya gue juga ada di sini... Ayo..gue temani ke dalam.."


Mereka melangkah menuju gudang yang tampak mengerikan, bagai sarang hantu itu.



Kegelapan gudang itu makin menambah kesan menyeramkan karena waktu sudah beranjak menuju malam hari. Sedikit tampak secercah penerangan dari lampu penerangan nya minim.


"ha-ha-ha"


"ha-ha-ha"


"ha-ha-ha"


Terdengar suara tawa puas dari banyak orang yang tengah berada di sana.


Muncul sosok pria dengan Jas yang panjang, dari leher hingga lutut.



"Buana Putraaaa..." ujar gadis itu geram..


"Mana Irin?!"


"Santai saja! Seperti sesantai saat kamu menghancurkan perusahaanku dengan sekejap..." ucapnya enteng.


"Bagaimana keadaanya?" tanya Via dingin.


"Dia sudah kehabisan banyak darah sejak tadi. Makanyaaa, seharusnya kamu hadir dari kemarin, tanpa merepotkan kami seperti ini!!"


Buana Putra menyunggingkan senyum liciknya pada gadis remaja itu, "Saya hanya ingi memberi sedikit pelajaran, agar kamu tahu, telah mengusik orang yang salah .."


"ha-ha-ha, Orang yang salah? Menangkap anak yang tak tahu apa-apa? Membiarkan dia terluka tanpa perawatan? Kejam sekali Anda wahai Ferguso.."


Sontak Stevan terkekeh mendengar ucapan Via barusan, lalu menahannya karena melihat Via melirik ganas kepadanya.


Buana Putra dengan senyum sinis mengelilingi dua orang itu. Menebak kira-kira apa saja yang akan digunakan dan disiapkan dua orang ini untuk menghadapi anak buah yang dia sendiri sudah lupa jumlahnya.


"Saya sudah bilang, kalau kamu mau ikut sejak kemarin, gadis itu tak akan seperti ini...!!"


"Sebagai anak kecil, Kamu itu terlalu berani! sementara saya sendiri memiliki anak yang sudah SMA yang begitu menghormati orang yang lebih tua..."


"Ha-ha-ha, gue merasa Lo itu nggak pantas untuk gue hormati. Sementara Lo dengan kurang ajarnya menyuruh anak buah Lo untuk menabrak orang-orang yang tak bersalah. Setelah itu menculik tanpa merawatnya. Dunia hitam sangat kejam...!!! Bagaimana dengan turunan Lo nantinya? Buah tak akan jatuh jauh dari pohonnya. mengikuti jejak hitam bapaknya..."


"Lama-lama kamu membuat saya semakin marah...." Lalu berjalan meninggalkan mereka berdua.



"Beri pelajaran yang pantas kepada mereka...!!!" titahnya pada anak buahnya dengan wajah dingin. Kali ini dia benar-benar tersinggung dan marah atas ucapan gadis itu tentang anak yang selalu dibanggakannya.


Pasukan mafia yang tadinya tidak tampak, tiba-tiba berbondong-bondong datang dengan sangat banyak. Menyerang Via yang hanya berdua dengan Stevan. Stevan berdiri di depan Via sebagai tameng.


Via membelalakkan matanya, "Eeehh..A.. ngapain di situ?


Stevan merasa bertanggung jawab atas keselamatan Via, telah berdiri dengan ancang-ancang boxing yang dia kuasai, "Biar gue aja?"


Via mengernyitkan dahinya, "Emangnya Aa bisa bertarung?"

__ADS_1


"Kalau gue gak bisa bertarung, gue gak akan direkrut oleh organisasi BOS... BOS tidak membutuhkan orang yang hanya bisa ini aja..." menunjuk bagian pucuk kepalanya.


"Terserah lah A.. yang penting hati-hatilah...!"


"Lo juga...!!!"


Kemudian mereka berpencar dan mulai diserang, tak peduli gadis itu masih sangat muda dan seorang perempuan cantik, tetap para algojo ingin menghajarnya sampai mampus. Namun tak semudah itu, meski kecil begitu, dia ini si kecil cabe rawit, pedes banget memang anaknya.. Eh..ahh... dihajar dan terus dihajar.


......klik 3 gambar di bawah ini...





...


Namun entah kenapa anggota gengster yang dihajar itu jumlahnya tak berkurang-kurang. Selalu bertambah dan terus bertambah. Akhirnya sang gadis kecil mulai merasakan kehabisan tenaga sehingga mereka sukses melumpuhkan Via oleh serangan yang tak habis-habis jumlahnya.


...klik gambar di bawah ini...



Sementara Stevan, melihat Via yang sudah tersengal-sengal, menyelesaikan serangan yang pada algojo terakhir. Lalu berlari ke arah Via yang mulai mendapat pukulan bertubi-tubi.


"AWAAASS BANGSAAT...!" teriaknya menendang makhluk-makhluk kejam yang terus melayangkan pukulan dan tendangan pada Via. Melindungi Via dari serangan-serangan itu, dan tiba-tiba ada sorotan lampu yang mengarah kepada mereka.



Para algojo terkesiap, Pasukan gabungan TNI.. Polri, dan BOS sudah mengepung tempat itu. Dan sialnya Buana Putra sudah kabur sejak tadi.


......klik gambar di bawah ini...



...


Via yang sudah tidak sadarkan diri, penuh darah, luka, dan lebam membuat hati Stevan terasa hancur. Stevan menangis menyuruh Via untuk segera bangun.



Stevan mendekap Via dalam rangkulannya. Meski gadis ini menyebalkan, gadis ini telah memenuhi segala ruang yang ada dalam pikirannya. Dia baru menyadari sebenarnya gadis yang tak ada daya ini adalah orang yang saat ini mengisi hatinya.


"Bangun...!!! Bangun lah... Bangun lah anak nakal...!!!"


Irin telah ditandu dan dibawa oleh regu penyelamat. Dia melihat sosok Stevan yang menangisi Via yang sudah tidak berdaya.


"Viiiia..." tangis Irin lirih yang juga tak berdaya.


Lalu datang lagu tandu untuk membopong Via, untuk meninggalkan tempat itu..


...*bersambung*...


...JANGAN LUPA TINGGALKAN TANDA JEJAK YAA.. LIKE, LOVE, VOTE DAN KOMENTARNYA 🥰🥰😘😘...


...terima kasih...

__ADS_1


__ADS_2