DETEKTIF MUDA

DETEKTIF MUDA
Ex.P3-Memancing Marni bg. 1


__ADS_3

Usaha game online yang mengarah ke perjudian pun mereka jalani. Dikomandani oleh Romi, dan dipimpin oleh Jimmy. Lambat laun aplikasi permainan mereka semakin digandrungi oleh masyarakat. Tidak hanya di dalam negeri saja, namun juga di luar negeri.


Namun, mereka tidak sadar saat mereka melakukan top up saldo lewat pembayaran online dana mereka menghilang. Dengan kecanggihan sistem yang dibuat oleh Romi, dana pengguna tertarik hingga sepuluh kali lipat. Misalnya pengguna top up 10$ namun, dana pada akun mereka hilang sebanyak 100$.


Usaha yang mereka gandrungi ini terus berjalan hingga mampu mengisi pundi-pundi rumah sakit. Sehingga promo rumah sakit pun mulai dilancarkan, untuk memperkenalkan pelayanan rumah sakit mereka.


Pasien pun mulai berdatangan. Makin lama rumah sakit pun semakin ramai. Membuat Jimmy mengadakan rekruitmen besar-besaran untuk pegawai rumah sakit ini. Dengan syarat, mau bekerja lembur untuk mengurus jaringan perjudian mereka secara online.


Tak terasa mereka telah menjalani pengumpulan dana secara online ini terjadi selama satu tahun. Rumah sakit yang awalnya masih kecil-kecilan layaknya klinik, sekarang sudah mampu berdiri dengan kokoh. Bisa melayani segala jenis penyakit. Hingga penyakit jantung, spesialis yang diambil oleh Jimmy sendiri.


Pada malam hari, saat rumah sakit agak sedikit sepi, mereka mengadakan rapat. "Sepertinya dana kita sudah cukup untuk dibawa ke USA. Kita pakai jet milik Eyang saja. Jadi, nanti minta bantuan rekan yang di Texas. Jaringan kita lumayan kuat juga di sana." Jelas Jimmy di ruang rapat.


"Tapi, kita tidak boleh berangkat semuanya. Harus tinggal setengah untuk jaga di sini. Kasihan pasien apa bila nanti butuh perawatan, dokter dan perawatnya gak ada. Nah, yang jadi dokter dan perawat semua tinggal!"


"Bagian admin, dan kebersihan, ikut. Jadi nanti perawat rangkap jadi admin untuk sementara."


"Jiiiaaahhh ..." celetuk Rika. Asisten kepercayaan Jimmy semenjak menjadi perawat di sini.


"Gue?" Kening Gilang ikut berkerut.


"Uncle, ya jaga di sini dong." ucap Jason, yang baru masuk sebagai Cleaning Service. Dia baru saja tamat SMA. Jadi sebagai anak bontot di White House. Masih suka heboh dan banyak tanya.

__ADS_1


"Kemarin aku merasa sedih, cuma bisa sebagak cleaning service. Tapi ternyata enak juga, bisa jalan-jalan. Emakku gak akan bisa bayarin ongkos pesawatnya." ucap Jason dengan lugunya.


"Asal jangan nakal!" sela Kevin.


"Harus bekerja dengan baik!" tambah Gilang.


"Siapa yang bakalan ngawasin Jason? Nanti dia lari-larian gak jelas lagi?" tanya Gilang. "Kevin, lo yang jagain! Nggak mungkin Papa yang ngawas. Soalnya pasti dia ngomandoin semua."


"Sini Jason! Peluk Uncle dulu!" Kevin mengayunkan tangannya. Jason benar-benar memeluk Kevin.


"Njir, mau muntah gue!" celetuk Dino.


...***...


Mereka sudah bekerja sama dengan Louis, jaringan game online mereka di negeri Texas. Namun mereka sengaja janjian di New York untuk melancarkan aksi yang mereka susun secara matang.


...****...


"Kami sudah menyiapkan satu unit mobil, dan kalian bisa menggunakannya sebagai pelancar aksi yang telah kalian susun!" sambut Louis berjabat tangan dengan Jimmy.


"Oke, terima kasih! Kami akan banyak membutuhkan bantuanmu di sini!"

__ADS_1


"Terima kasih kembali. Karena kalian, kami juga meraup keuntungan luar biasa tanpa harus bermain kotor secara langsung."


"Terus bagaimana caranya agar kita bisa langsung dicari FBI?"


"Langsung saja beraksi. Nanti mereka akan muncul dengan sendirinya. Jika hanya sekedar rumor, tidak akan digubris oleh mereka!"


"Ooh, begitu. Louis, mohon bantuan selanjutnya!"


"Ooh, tentu ...."


...***...


Sebuah aksi kejar-kejaran pun terjadi. Mobil yang dikendarai oleh Nana dan Nono tengah digiring oleh mobil yang dibawa oleh Detektif Cantik.


...klik gambar...



...*bersambung*...


...*Jangan lupa*...

__ADS_1


...LIKE, LOVE, GIFT, VOTE, & COMMENT...


__ADS_2