DETEKTIF MUDA

DETEKTIF MUDA
Ex.P4-Memancing Marni bg.2


__ADS_3

Mobil yang dikendarai oleh Nono dan Nana berhasil dicegat oleh Detektif yang kalau tidak salah adalah Marni. Nono dan Nana dengan segera keluar dari mobil lalu berlari masuk ke hutan yang ada di sekitar sana.


Di dalam hutan itu sudah menunggu kawanan mereka yang telah ditugaskan untuk menanti. Lalu mereka kabur dengan segera. Marni yang mereka kenal alias Via mengejar mereka hingga masuk ke hutan tersebut. Namum sia-sia, mereka sudah menghilang. Via kembali berlari ke mobil tadi. Mobil yang dikejarnya tadi juga telah menghilang.


"Siaal ... Mereka lihai sekali menipuku."


Via kembali mengendarai mobilnya dengan secepat angin, berharap bisa menemukan jejak mobil yang tadi dikejarnya. Via memukul-mukul setir mobil itu karena kesal.


...****...


"Bagus Nana, Nono ... Kerja kalian hebat! Selanjutnya Marko, Dino, Ciko, dan Jason, kalian bekerja di babak kedua. Kita bikin dia pusing dulu!" Senyum licik tersungging di bibir Jimmy.


"Kalo kejam gini tampang lo, gue jadi gak yakin lo beneran suka sama Marni." Kevin melempar Jimmy dengan sapu tangan yang baru saja digunakan untuk mengelap hidungnya.


"Gue mau main-main sebentar dengannya. Pengobat rindu delapan tahun menghilang dari pandangam gue."


"Kalau lo udah nggak suka, gue bersedia buat nerima dia. Mumpung gue lagi kosong ni. Apalagi dia beneran mau mengejar ke Indo, cuma merentangkan tangan menunggu dia memeluk gue." Lalu melayang suriken dilempar Jimmy, hampir saja mendarat tepat di keningnya.


"Aaaah, elu ... gak bisa diajak becanda nih kayaknya!" celetuk Kevin.


...***...

__ADS_1


Kali ini aksi mereka adalah kembali membuat onar dengan mengacaukan sistem FBI dengan mengirimkan surel yang berisi game permainan online mereka. Hal itu menyebabkan otomasi kantor FBI dipenuhi gambar ikon game online mereka.


"Nona Via? Apa yang mereka lakukan? Bukan kah ini tugas Anda?"


"Maaf kan aku James. Sepertinya jaringan mereka cukup kuat! Mereka berhasil mengelabuiku!"


Kepala FBI itu menghempaskan satu paket laporan memgenai pelaku yang mengacau saat ini. Awalnya dia mengira orang-orang ini berasal dari Texas. Namun, alangakah terkejutnya dia. Saat membaca informasi yang baru saja diberikan James itu, menyatakan bahwa White House berasal dari negara asal Mami-nya. Dia pernah bernaung juga di negara itu.


"Nona Via, apa lagi yang kau tunggu? Cepat bereskan!"


"Tapi James, saya ingin membaca informasi yang kau beri barusan dulu!" ucap Via.


"Terserah kau lah James!"


...***...


Kali ini mereka sengaja bermain lewat jaringan, menggunakan laptop di dalam truk kontainer. Sehingga IP address mereka ditemukan oleh hacker yang bekerja sama dengan Via.


Romi memberi aba-aba agar mereka segera pergi meninggalkan tempat itu. Tepat sekali sekian detik mereka keluar, Via dengan sengaja menabrakkan mobilnya ke truk tersebut. Dia sempat berguling sebelum mobil dan truk bertumburan.


......brrrruuuuuaaaaakkk.......

__ADS_1


Benturan keras pun terjadi. Via yang merasa gemas, akhirnya memilih membakar semua benda yang telah menjadi rongsokan itu. Pergi menjauh dengan segera, lalu tak lama terdengar ledakan yang luar biasa memekakan telinga.


......duuuuaaaaaaarrrrrr......


"Badas bener tu cewek!" celetuk Dino.


"Iya, pilihan siapa dulu tuh?" sela Jason.


"Cepat lapor ke Papa!" perintah Marko.


"Papa! Akhirnya...! Pergerakan kita sudah terendus oleh mereka..."


"Bagus! Ini adalah tujuanku selama ini. Mencarinya yang tiba-tiba menghilang begitu saja. Ini bisa memancingnya untuk kembali pulang!" ucap Jimmy merasa puas.


"Ternyata selama ini kamu sembunyi di sini. Akhirnya aku bisa menemukanmu," menatap sebuah foto gadis kumal berkacamata sedang menatap orang bermain basket di sebuah mobil.


...*bersambung*...


...*Jangan lupa*...


...LIKE, LOVE, GIFT, VOTE, & COMMENT...

__ADS_1


__ADS_2