
Via melajukan mobil menuju rumah sakit yang kepemilikannya sudah berganti menjadi miliknya. Mereka berdua sepakat akan melakukan tukar peran, dengan pengalaman yang sama-sama berbeda. Via memarkirkan mobil miliknya di halaman parkir yang tersedia.
"Halo si nyebelin ...." sapa Via kepada Dino.
"Udah sampai Mama gagu?" candanya.
"Kalau kamu masih belum bisa mengubah panggilan itu, nanti pekerjaanmu akan aku ganti!"
"Maksudnya?"
"Kamu akan aku jadikan tukang benerin genteng!" Via tertawa menunjuk bagian genteng bangunan lantai lima yang tampak sedikit rusak.
"Wadoh, lebih para nih dari lakinya. Niat balas dendamnya belum hilang ya?" celetuk Dino.
"Beluum, aku belum puas buat membalas semua kelakuan kamu menjadikan aku babu!" Via mencibir menarik satu kulit di bawah matanya.
Via melanjutkan perjalanannya memasuki bagian dalam gedung. Memeriksa dengan sediteil mungkin koridor apakah sesuai dengan Moto rumah sakit ini.
"Jason ... Jason?"
Tergopoh-gopoh bocah baru lulus SMA itu berlari ke arah Via. Namun, karena lantainya dibuat menjadi sangat licin, Jason malah jatuh karena terpeleset. Via membantu untuk menarik Jason bangkit.
"Terima kasih Mama, Mama baik sekali. Seperti Papa Jimmy." ucapnya dengan polos.
"Nah, masalahnya bukan baik atau tidaknya? Kamu merasakan sendiri kan akibat pembersih lantai yang terlalu banyak? Membaut lantai ini menjadi super licin. Kamu yang muda saja bisa terpeleset. Apalagi jika nanti ada lansia bukan?"
"La-lalu aku harus bagaimana Ma?"
__ADS_1
"Kamu ulangi ngepel dengan air bersih!" Mencolek pipi Jason, karena dia terlihat sangat imut bin menggemaskan.
Lalu segera masuk ke ruang direktur. "Haha, ada-ada aja Kak Jimmy. Aku yang tidak memahami apa pun mengenai kesehatan disuruh jadi direktur rumah sakit. Mana aku ga ada pendidikan mengenai ilmu manajemen lagi."
Dia duduk di kursi kerja, sambil menaikkan kaki di atas meja. Membuka ponsel dan menelepon suaminya.
"Halo Sayang, ada apa? Baru satu jam udah kangen lagi?" ucap yang di seberang.
"Gini Kak, apa Kamu tahu siapa yang kemampuan managering yang hebat di sana?"
"Untuk apa?" Alis Jimmy naik sebelah.
"Kamu kan tahu, aku tidak tahu apa-apa mengenai apa pun tentang ilmu managemen. Aku ini orang lapangan, yang maunya langsung gedebag gedebug aja di lapangan."
"Nanti aku carikan. Kamu jangan jingkrak-jingkrakan dulu. Kamu jadi nyonya Jimmy aja duduk santai ngawasin anak-anak. Biar aku yang gantikan semua tugasmu di sini."
"Tapi sekarang Kamu tu bukan gadis belia lagi. Aku tak mau terjadi apa-apa dengan Kamu. Siapa tahu saat ini anak kita udah jadi kan? Hmmm, periode kamu belum datang lagi kan?"
"Bener sih, biasanya aku lancar aja nih. Hmm ... dah berapa lama ya belum dapet lagi." Via mengecek kalender menghitung-hitung waktu terakhir periode menstruasinya.
"Waah, dah lebih tiga minggu Kak."
"Nanti aku akan meminta Vano untuk memeriksa Kamu ya?"
"Oh, Dokter Vano. Baik lah. Nanti aku mau periksa sama dia aja. Tapi aku sendirian aja nih? Kakak nggak mau nemenin aku periksa?"
"Oh, tumben kamu manja?"
__ADS_1
"Ini bukan berarti manja yaaa ... hanya saja aku melihat kalau istri periksa kehamilan, suami selalu datang menemani sang istri."
"Baik lah, nanti sore saja kita periksanya ya? Aku akan segera menyesaikan pekerjaan hari ini dengan segera."
"Jangan lupa carika manager yang handal ya? Buat nolong aku mengatur masalah yang ada di sini."
"Apa dia mau dipindahkerjakan nanti? Secara pegawai di sini kalian manjakan dengan dolar. Sementara di sana, gaji mereka masih dalam rupiah. Bagaimana jika dia tahu sumber keuangan gelap kita? Aku pasti akan mendapat masalah besar di sini."
"Oh, iya. Hampir saja aku lupa. Bisa disidang jika Kakak ketahuan sebagai kepala mafia perjudian internasional."
"Ssstt ... aku tak suka jika kamu mengatakan aku mafia."
"Emang bener kan?"
"Ini untuk membiayai biaya operasional rumah sakit juga kok."
"Maaf Bosss ...."
Via mendengar ada yang akan melapor pada Jimmy. " Kalau gitu selamat bekerja suamiku." ucap Via
"Selamat bekerja juga Sayang." Jimmy langsung menyilakan pemberi laporan berbicara.
"Begini Boss. Kami mendapatkan informasi dari cabang Italia bahwa orang-orang ini ke negara kita. Mereka berangkat perkiraan pagi hari kemarin waktu setempat. Jadi, mungkin saja saat ini mereka sudah berada si sini."
Melihat foto yang ditunjukan, wajah Jimmy langsung menegang. "Mereka ke sini?"
__ADS_1
Otor sudah mulai senewen mengurus anak yang banyak 😂😂😂😂