
yipiiiii ....
Sejak tadi malam karya event lomba menulis WANITA MANDIRI masuk banner ni ...
Ada senengnya, ada sedihnya juga ...
Senengnya udah beneran resmi jadi peserta lomba ...
Sedihnya baru satu orang yang berhasil masuk banner itu, yaitu Othor Via ini ... Membawa Karya berjudul CEO PLAYBOY TERJERAT NONA HACKER ...
Pembaca Detektif Muda yang Othor sayangi, readers sayang sama Othor ga ya? wkwkwkkw
Ayo dukung juga karya lomba Othor ini yaa.. masuk ke favorit ... dibaca ... dikasih hadiah ... vote ... dan lain-lain ...
Cuplikan cerita ada di bawah foto-foto di bawah ini ... siapa tau readers suka ... 😇😇😇
"Hah … hah … hah …." Aura terengah. Dia berlari, mencoba bersembunyi dari kejaran orang-orang suruhan Reza Firto Adijaya, pemilik kerajaan bisnis Harmoni grup.
"Hallo Nona Hacker … Akhirnya kami menemukanmu!"
Aura tertangkap, dia dibekap dengan sapu tangan yang telah dibubuhi obat bius. Dengan seketika dia tidak sadarkan diri. Aura diangkat, dimasukkan ke dalam sebuah mini bus, lalu dibawa ke sebuah mansion milik pengusaha muda, mata keranjang.
💖
💖
💖
Aura tersadar dari obat bius. Dia terbangun di atas tempat tidur dan mendapati tubuhnya telah mengenakan busana yang sangat minim.
"Bajuku … bajuku … bajuku …." Dia langsung menjerit mendapati pakaiannya telah diganti oleh seseorang.
"Siapa keparat yang berani menukar pakaianku?" jeritnya sendirian di kamar itu.
(3 bulan yang lalu)
"Maafkan Ayah Ra, Ayah belum bisa membantu kamu untuk menambah biaya hidupmu di sana." ucap Ayah Aura di balik telepon genggam monophone-nya.
"Iya, Yah … tidak apa. Ayah hanya perlu memikirkan adik-adik saja. Sisa beasiswaku masih banyak kok." Padahal kenyataannya, keuangan dia sudah sangat minim.
"Nanti jika upah noreh karet yang Ayah dapat berlebih, Ayah usahakan untuk segera mengirimkannya untukmu." ucap Ayah kembali.
"Ayah, adik-adik lebih membutuhkan dana buat sekolah. Nanti aku akan berusaha mencari pekerjaan part time, untuk membantu menambah biaya di sini. Siapa tahu bisa aku kirim ke kampung, jika hasilnya lumayan banyak."
"Lebih baik kamu konsentrasi dengan kuliah. Ayah khawatir jika kamu kuliah sambil bekerja, membuat konsentrasimu pecah. Nilai turun, dan beasiswanya malah ditarik kembali."
"Ayah tak usah khawatir. Aku akan berusaha sebaik mungkin. Bagaimana dengan keadaan ibu saat ini Yah? Apakah sakit kepala Ibu masih sering kumat?"
__ADS_1
……
...💖💖💖...
Perbincangan ayah anak itu terus bergulir hingga kuping Aura terasa panas. Dia tidak memiliki hetset untuk membantu perbincangan panjang dengan siapa pun saat menelepon.
Ponselnya hanya berupa telepon genggam seharga dua ratus ribu. Itu pun terpaksa dibeli saat hendak pergi belajar ke kota Depok. Sementara keluarganya berada di Sumatera. Dimana sang ayah hanya bekerja sebagai buruh tani dari seorang yang memiliki kebun karet.
💖
💖
💖
Di tempat lain, seorang CEO muda nan tampan tengah melambaikan tangannya kepada sang kekasih yang baru turun dari mobil mewahnya.
"Dah Sayang … Aku berangkat ke kantor dulu!" ucapnya pada wanita cantik berambut panjang itu.
"Dah Sayang. Aku masuk ke dalam dulu. Apabila selesai, nanti aku telepon lagi."
Reza, adalah nama pria itu. Dia menatap kepergian pacarnya yang bernama Anggun yang baru saja meminta uang padanya untuk memanjakan diri di salon kecantikan.
...Dddrrrttt...
...Dddrrrttt...
...Dddrrrttt...
Ponsel Reza bergetar. Dalam layar, tertulis nama tersebut dengan kode Klient ke-20.
"Halo Sayang."
"…."
Reza menuju ke area gedung perkantoran. Mobilnya terparkir tepat di depan sebuah gedung yang menjulang tinggi. Nama perusahaan itu adalah HARMONY GROUP, sebuah kerajaan bisnis yang memiliki berbagai jenis macam jenis usaha.
Dalam perusahaan itu, terdapat berbagai jenis usaha online yang aplikasinya tengah digandrungi oleh pemilik ponsel pintar. Diantara lain berupa pinjaman online, belanja online, kendaraan online, beberapa cafe offline. Saat ini dia sedang merintis usaha baru tradding online.Â
Dia sengaja mengangkat usaha dalam bentuk online, karena animo masyarakat yang sangat tinggi akan kemajuan teknologi seperti zaman ini. Perusahaan ini dipimpin oleh CEO muda yang sangat tampan. Dia bernama Reza Firto Adijaya. Putra sulung pemilik kampus swasta bergengsi, Barack Adijaya.
Reza menyadari memiliki wajah yang tampan. Dia mengerti kenapa semua gadis selalu ingin dekat dengannya. Sehingga setiap ada yang menyatakan cinta, dia tak pernah menolak. Membuat jumlah kekasihnya, sudah tidak bisa dihitung dengan jari.
"Sayang, sudah lama menunggu?" Rina telah turun dari gedung perusahaan yang dimilikinya ini. Rina adalah salah satu dari sekian gadis yang menjadi pacarnya. Rina langsung masuk ke mobil, duduk di sebelahnya yang sedang mengendarai mobil mewah itu.
"Engga, baru sampai juga kok." Lalu dia mengedip Rina dan melajukan mobil itu.Â
Tak lama, mereka sudah berada di sebuah toko perhiasan. Rina sang pacar yang sekaligus bawahan meminta Reza untuk menemaninya membeli sebuah gelang. Pasti tentu, sekalian minta dibelikan oleh kekasih tajir melintirnya ini.Â
Tak segan, Reza mengeluarkan sebuah kartu bewarna hitam, menyerahkan kepada kasir toko perhiasan itu. Setelah selesai, kartu hitam kembali masuk ke dalam dompet. Tak lama, masuk kembali sebuah panggilan pada ponselnya. Kali ini kode tertulis di layar ialah Klient-19.
"Yang, aku mengangkat panggilan dari klient dulu?" ucapnya kepada klient ke-20.
"Oke Sayang, aku masih mau melihat-lihat dulu!"
"Baik lah …." Reza segera menjauh, lalu menjawab panggilan itu.
"Halo Sayang, bagaimana Spa-nya?"
"…."
__ADS_1
"Oh, syukur lah kalau kamu merasa lebih enakan.
"…."
"Hmm, ini aku lagi ada rapat bersama klient di kantor."
"…."
"Ekheeeemmmm …." Tampak Rina sang klient-20 tengah bersedekap tangan di dada, menatap Reza dengan wajah penuh curiga.
Reza membalikan tubuhnya, "Kalau begitu aku telepon lagi nanti. Aku sedang rapat." bisiknya segera memencet tombol merah.
"Ekhem, udah selesai menengok-nengoknya Sayang?" Reza menarik dasi agar terasa lebih longgar di lehernya. Dia merasa tercekek melihat mata Rina yang memandang dengan tajam, dia seperti mendapat feeling buruk.
"Siapa yang menelepon barusan?" Matanya mendelik tajam ke arahnya.
"Klient perusahaan kita kok." Rina menengadahkan telapak tangannya. Reza membesarkan matanya menanyakan maksud dari telapak tangan itu.
"Hape!" tukasnya dengan mata membesar.
"Untuk?"
"Pinjam!" ucap Rina pendek, tapi nyelekit.
Dengan sedikit ragu-ragu, Reza menyerahkan ponselnya. Rina yang merasa itu bukan ponsel yang sama kembali menengadahkan tangannya.Â
"Bukan yang ini! Mana yang lain?"
Reza kembali menyerahkan. Namun ternyata masih bukan ponsel yang sama. "Ada berapa ponselmu?" tanya Rina sedikit membentak.
Reza mengeluarkan seluruh ponsel yang dia miliki. "Ada tujuh???" Di tangan Rina sudah terkumpul semua ponsel canggih milik Reza. "Ayo, tadi kamu baru saja menelepon siapa?"
Reza mulai memilih-milih dengan wajah sedikit ragu. Lalu akhirnya ketemu juga. Reza menyerahkan satu ponsel yang tadi baru digunakannya. Kening Rina kembali berkerut. Reza tengah asik kembali menyusun letak ponselnya ke dalam jas, dan kantong celananya sedemikian rupa.
Rina mencoba mengotak-atik, namun keningnya berkerut. "Sidik jari!" Menghadapkan layar ponsel itu ke hadapan Reza. Reza segera menempelkan jarinya pada layar ponsel pintar miliknya.
Kembali Rina mengotak-atik ponsel itu. Lalu terdengar sebuah nada sambung sedang terhubung. Dengan sengaja Rina mengaktifkan loadspeaker agar bisa didengar oleh semua orang. Panggilan terhubung.
"Halooo Sayang … katanya lagi rapat?" jawab seorang wanita dengan langsung tanpa babibu. Reza dengan refleks menepuk jidatnya.
"Ini siapa?" tanya Rina dengan nada ketus.
"Ini sendiri siapa?" jawab yang diujung tak kalah ketus.
"Gue pacar Mas Reza!" jawab Rina.
"Eeehh, jangan ngaku-ngaku lu ye!" balas yang di seberang tak kalah sengit.
...Drrrtttt ...
...Drrrtttt...
...Drrrtttt...
Salah satu ponsel Reza kembali bergetar. Rina yang mulai menyadari bahwa Reza bukan lelaki setia, melempar ponsel yang masih dalam panggilan Klient-19.
"Haloooo … halooo … halooo." ucap yang seberang ditutup begitu saja oleh Reza.
Rina mendekat ke Reza … plaaak … sebuah tamparan mendarat di pipi Reza.
__ADS_1
LANGSUNG KE NUPEL SEBELAH YA KAKAK BACA KELANJUTANNYA