DETEKTIF MUDA

DETEKTIF MUDA
109. Sendu


__ADS_3

Hari ini saya cukup sibuk, jadi mungkin up untuk satu bab dulu ya. Jika sempat mungkin otor usahakan satu bab lagi malam nanti. Jika tidak, mungkin lanjutnya besok yaaa...


Dari satu arah, tampak sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi. Bergerak dengan sangat cepat ke arah Deval yang duduk menunggu tek berdaya.


"Devaaaaaaallllll...." pekik gadis yang masih jauh berjibaku berlari ke arahnya itu.


Deval ikut menoleh ke arah yang dilihat Via, tampak mobil yang tadi membawanya berlari dengan lurus ke arahnya. Dia mengumpulkan segala kekuatan yang dimiliki segera bangkit dan berlindung di balik pohon yang tak jauh darinya.


Mobil yang tadi melaju kencang,  tampak dengam jelas ingin mencelakakan Deval. Namun, karena Deval segera menghindar ke arah balik pohon, kecepatan mobil yang maksimal membuat mobil itu tak sempat mengelak dan menabrak pohon itu dengan sangat kuat.


BRAAAAKKKK....


Benturan yang sangat kuat, dan suara yang sangat keras memilukan hati membuat sopir yang mengendarai mobil itu tewas seketika di tempat. Via mempercepat larinya menuju tempat Deval bersandar. Tepat dibalik mobil yang hendak menabraknya itu.


" Lo tidak apa-apa kan Val?" Via kembali memapah Deval, hendak membawanya beranjak dari tempat itu. 


Deval hanya mengangguk lemah menahan tubuhnya yang penuh kesakitan akibat dihajar oleh Oliver menanyakan keberadaan seorang gadis yang dilihatkannya dalam sebuah poto. Poto Via dengannya bersama sepeda ajaib milik Via dan Udin. 


Deval mencoba berdiri dengan baik, berjalan dengan seluruh kekuatan yang dia punya. Berdiri tepat di hadapan Via. Menangkupkan wajah Via di kedua telapak tangannya, menatap Via dengan lurus menuju netra gadis itu.


"Habis ini mungkin kita akan memiliki jalan yang berbeda," menatap mata Via dengan dalam.


"Maksudnya?"


"Ayo kita tinggalkan dulu tempat ini," Deval berusaha berjalan sendiri. Melihat orang-orang yang sudah berusaha datang untuk menolongnya. Si bule yang selalu menemani Vi, dan satu lagi senior yang dia ketahui juga menyukai Via.


Mungkin mereka lebih bisa diandalkan dibanding aku yang hanya bisa menyusahkan ini, bibirnya hanya bisa menyunggingkan senyum kecut.


Sementara Oliver mencoba untuk bangkit dengan seluruh kesakitan di tubuhnya. Dia merasa sangat terhina karena dikalahkan oleh mereka.


Dia bilang tadi Tosan? Atau dia lah orang yang selama ini kami cari? Karena salah satu server pengunci data keluarga Organisasi BOS itu milik pria tadi. 

__ADS_1


Kembali dia mencari peralatan perang yang mereka miliki. Membawa paket kunci kendaraan untuk meninggalkan tempat itu. Saat ini di tangannya telah memegang sebuah senjata api laras panjang. Senjata moncong panjang yang sudah siap untuk ditembakkan. Merasa dendam dan terhina, dia mencoba lewat pintu belakang. Diam-diam mengamati aktivitas Via dan kawan-kawan.


Via tampak sangat dekat dengan remaja yang ditangkapnya tadi. Masih terus memperhatikan gerak-gerik mereka dari jauh. Lalu melayangkan sebuah senyuman sini.


Jika aku tak bisa memilikimu, maka orang lain juga tidak akan bisa mendapatkanmu. Apalagi ternyata kau adalah orang yang selama ini dicari oleh Bruno. Pantas saja kau sekuat itu gadis kecil!!!



Deval menarik tangan Via, berencana ingin mengajak gadis itu meninggalkan tempat ini. Namun di kepala Via tampak titik merah yang terus mengikuti langkahnya. Deval mencoba melihat asal sinar merah itu. Tampak seseorang yang tengah membidik Via menggunakan senjata laras panjang.


...DOOORRRR...


"Awaaasss!!!" teriak Deval melindungi Via. Seketika tubuhnya menegang sesaat.


...DOOOORRRR...


Sekali lagi tubuh Deval menegang.


Stevan segera melepaskan dekapannya pada Kevin, mengejar Via dan Deval. Sementara Jimmy melepaskan Gilang dan berlari ke arah sumber tembakan. Jimmy segera mengejar Oliver, sementara yang dikejar segera menaiki sebuah mobil yang masih bersidiri tak jauh dari tempat itu.


...klik gambar



Oliver kabur dari tempat itu. Jimmy kembali berlari ke arah motornya diparkirkan dan segera mengejar Oliver....



Via memeluk tubuh Deval yang langsung rebah menimpanya.


"Vaaall..." tangisnya.

__ADS_1


"Aa, buruan panggil resque...!" masih dalam isakan.


"Vaall... kenapa lo lindungi gue? Vaall... bertahanlah...!"


......klik gambar...



...


Stevan dengan segera menghubungi nomor gawat darurat. Via mendekapkan tubuh Deval dalam pelukannya.


"Lo harus bertahan Val...!!!"


"Via...," suara Deval lirih nyaris tidak terdengar.


"Saat aku tidak ada di sisi kamu lagi, kamu harus menjaga diri dengan baik."


"Val, lo harus bertahan. Gue pastikan kita tetap bersama..."


Deval menggelengkan kepalanya dengan lambat, tersenyum tipis. "Kali ini aku merasa bahagia bisa menjadi orang yang bisa melindungimu, meski untuk terakhir kali."


"Val, jangan bicara dulu...! Resquenya sudah datang. Bertahan lah! Gue sayang sama lo Val. Bertahan lah!!!"


Tak lama tim penyelamat berlari membawa tandu, memasangkan oksigen pada Deval. Lalu mengangkat tandu dibawa masuk ke ambulans. Kevin dan Gilang ikut dipapah masuk ke ambulans. Via ikut masuk ke mobil itu menggenggam tangan Deval yang lemah. Deval masih bisa melirik Via dengan sendu.



Otor mewek nulis ini... Jangan lupa komen, like, love, hadiah, dan vote ya.. besok senin lhoo..siapin vote untuk cerita ini ya


...*Bersambung*...

__ADS_1


__ADS_2