DETEKTIF MUDA

DETEKTIF MUDA
76. Si Pencuri Sepeda


__ADS_3

"HEIII.. SEPEDA GUE…!!!"  teriaknya sembari mengejar anak yang ingin mencuri sepeda nya itu.


Sang pencuri yang menyadari tengah dikejar si pemilik sepeda, lalu mencoba mempercepat kakiknya untuk mengayuh sepeda tersebut. Via pun berlari semakin cepat mengejar pencuri cilik itu


Sementara Deval mencoba mencari jalan yang lain. Via terus berlari dengan kecepatan tinggi, tubuhnya yang ramping itu membuatnya bisa berlari dengan sangat kencang, memperpendek jarak dengan anak yang terus mengayuh sepeda nya. Tak sengaja anak itu menekan tombol menghilang dan langsung pupus dari penglihatan Via.


"Ooh…Shiit…" umpatnya mengeluarkan kacamata masih dalam keadaan terus berlari. Dipasang kacamata tersebut dan menekan tombol mode Rana, agar bisa melihat benda yang tak kasat mata, dan kembali anak tersebut tampak oleh matanya.


...misalnya kacamata Via seperti ini




...


Tiba-tiba Deval sudah muncul dengan mengendarai motor, dan mengejar Via yang terus berlari tak jelas. Dia berhenti dan menyuruh Via naik.


"Mana anak itu?"


"Itu di depan!"

__ADS_1


"Mana?" masih tidak tampak anak kecil yang menggunakan sepeda Via tadi.


"Ikuti arahan gue, ayo lebih cepat lagi!!!"


Tanpa mereka sadari, ada yang memperhatikan tindakan mereka. Karena tertarik melihat gadis yang tadi makan di warung yang sama, berlari dengan kecepatan super. Anehnya menggunakan kacamata aneh, baginya itu terlihat sangat unik.


Deval melesat dengan sangat cepat, sedikit aba-aba, tampak Via teriak-teriak tak jelas menyuruh sesuatu yang tidak terlihat untuk menepi. 


"Minggir Val!"


Sesuai arahan motor ditepikan, Via segera melompat turun dan seperti tengah menghadang sesuatu. Kalau mata orang awam melihat, hanya tampak seperti menahan angin, tapi dengan menggunakan tenaga seperti kuda-kuda ingin menyerang. Padahal sebenarnya Via tengah menahan pengendali sepeda agar tidak dibawa kabur lagi oleh si pencuri.


"Mau kemana kau pencuri cilik?" menahan sepeda itu dan si pencuri kecil itu turun dan berlari. Dengan ajaib, Deval yang sedari tadi masih terheran akan kelakuan Via, tiba-tiba melihat anak laki-laki muncul berlari dan langsung dicegat oleh Deval.


Anak yang ditahan oleh Deval juga ikut merasa terkejut. Dia sama sekali tidak menyangka bahwa benda yang tadi sempat dibawa kabur olehnya merupakan sebuah benda ajaib. Dia meronta ingin melepaskan diri, namun Deval menahan dengan kuat.


Via sudah selesai dengan hajatnya, lalu menghampiri anak yang terus meronta ingin melarikan diri.


"Mau kemana kau pencuri?"


"Maaf Kak, maaf!" ucapnya penuh ketakutan. "Jangan tangkap aku! Jangan penjarakan aku!" tambahnya masih dalam ketakutan.

__ADS_1


Kalau kau penakut, kenapa coba-coba bawa kabur sepeda gue?" lengusnya.


"Aku terpaksa Kak," lalu wajahnya berubah murung. "Ibuku sakit Kak, kami tidak punya uang untuk biaya berobat."


"Bohong, alasan!!" ucap Via tak percaya.


Sementara Deval yang mendengar itu langsung berubah menjadi kasihan. "Ibu kamu sakit apa?"


Anak itu hanya menggeleng, "Aku tidak tahu Kak."


"Nama kamu siapa?"


"Udin Kak," seakan teringat sebuah nama yang baru saja disebut-sebut akhir-akhir ini.


"Kamu tinggal dimana?" tanya Deval seraya terus menebak-nebak siapa gerangan Udin ini.


Dalam sebuah mobil, sekomplotan orang mengenakan pakaian hitam yang melihat kejadian itu ikut terkejut dan terperangah. "Barusan itu apa?" Lalu salah satu orang diantara mereka membidik Via dan Deval dalam kamera untuk mencari informasi siapa gadis yang menarik baginya itu.


...*bersambung*...


...JANGAN LUPA MENINGGALKAN JEJAK YA.. LIKE, LOVE, VOTE, GIFT & KOMENTAR...

__ADS_1


...terima kasih...


besok senin niii, jgn lupa tabungkan vote untuk aku yaaa 🤣🤣🤣


__ADS_2