DETEKTIF MUDA

DETEKTIF MUDA
S2-15 Kurang garam


__ADS_3

"Jika kamu telah mencintaiku, katakan saja dengan jujur padaku. Aku akan segera menemui orang tuamu ke Singapura."


"Untuk?" kening Via berkerut.


"Aku akan melamar kamu dengan segera."


.........degh.........


.........degh.........


.........degh.........


Bagaimana ini? Kenapa perasaanku menjadi tidak menentu mendengar dia berkata seperti itu.


"Apa kamu meragukanku?"


Terdengar suara kunci terbuka, tak lama pintu dibuka oleh Irin. Tampak suasana berbeda saat melihat Jimmy di lantai, memegang kaki Via, menatap Via yang juga menatap pria itu.


Waduuuh, sepertinya aku datang di waktu yang kurang tepat. Tapi aku harus jadi orang ketiga! Daripada yang ketiganya setan kan?


"Ekheeeemmmm!"


Jimmy tampak terkejut, lalu pura-pura membereskan peralatan yang digunakannya tadi untuk mengompres kaki Via. Via menatap Irin dengan perasaan lega. Irin pulang lebih cepat dari biasanya.


Irin mendekat, duduk di samping Via. "Ada sesuatu nih?" bisiknya.


"Kalian sudah makan belum?" tanya Jimmy sedang membongkar-bongkar isi kulkas.


"Beluuum," sorak Irin.


Tampak Jimmy memasang celemek, dengan atraksinya memutar-mutar gagang pisau lalu ditancapkan ke talenan yang berbahan kayu. Dia kembali membongkar-bongkar isi kulkas. Mengeluarkan bahan-bahan yang dirasa perlu.


Setelah itu dia mencucinya hingga bersih, lalu memotongnya dengan cekatan. Gerakan tangan yang lihai, membuat dua wanita ini terpana. Irin menyikut Via, dan Via menyikut Irin.


"Sepertinya gue mulai jatuh cinta padanya," celetuk Irin.


"Kami baru jadian," celetuk Via.


Irin menatap Via, matanya menyiratkan pertanyaan yang meminta jawaban. Via hanya mengangguk, tak pasti.


"Aah, giliran gue udah jatuh cinta malah lo ambil," ucap Irin antara serius tak serius.


"Gue juga heran, terjadi begitu saja," Via kembali menatap Jimmy yang tangannya tengah sibuk memotong ini itu dengan cekatan. Jimmy yang sadar tengah diperhatikan, membalas dengan kedipan dan senyumannya, dan melanjutkan kembali pekerjaannya.


"Kalau gitu gue ke dalam dulu buat bersihkan diri."

__ADS_1


"Gue juga belum mandi niih..." sorak Via.


"Apa perlu aku bantu juga?" canda Jimmy, melanjutkan pekerjaannya.


"Masak aja sanah," Via mencibir. Kembali memperhatikan Jimmy yang tengah serius bekerja di dapur. Via meraih tongkat yang ditaroh di sebelah sofa oleh Jimmy.


Semua diperhitungkan dengan baik, pikir Via yang tanpa sadar menyunggingkan senyuman atas tindakan Jimmy yang menurutnya sangat manis. Dia berusaha bangkit, dan melangkah dengan perlahan ke arah dapur.


"Ada yang bisa aku bantu?"


Jimmy melihat Via dengan heran, perempuan yang menggunakan tongkat menawarkan untuk membantunya bekerja. "Kamu duduk aja," menyiapkan sebuah bangku untuknya. Lalu membantu Via duduk dengan baik.


"Kak, kok baik banget?" celetuknya.


"Siapa?"


"Kamu."


"Biasa aja," masih asik dengan kegiatan masak memasaknya.


Tercium aroma yang sangat lezat memenuhi dapur, "Wangi banget Kak. Pasti lezat."


"Entah lah, semoga kalian suka," jawabnya kurang yakin.


"Belajar masak dari siapa Kak?"


Akhirnya Jimmy menyelesaikan acara memasaknya. Mengajak Via duduk di kursi, meja makan. Irin juga sudah siap dengan pakaian casual-nya, ikut duduk di bangku di samping Via.


Jimmy menyiapkan makanan yang baru saja selesai dimasaknya. Sudah masukin garam belum ya? pikirnya.


Dengan ragu dia menyiapkan makanan ke dalam piring kedua wanita cantik itu. "Maaf ya kalau makanannya kurang berasa," ucap Jimmy.


Setelah makanan keduanya disiapkan, Jimmy menyilakan mereka makan. Dia menyiapkan makanan untuk dirinya sendiri. Via dan Irin menyuapkan makanan dengan semangat 86.


......cekeeet......


Seketika Via menyemburkan makanan yang ada di mulutnya itu. Sementara Irin menelannya dengan mendorongnya dengan air yang sangat banyak.


Jimmy terheran, "Kenapa? Kurang garam?"


"Kurang banget Kak," sungut Via minum air berkali-kali.


Jimmy mencoba makanan itu, seketika dikeluarkannya kembali. "Ini asin!!!" ikut aksi lomba minum.


"Kak, kata orang kalau masak keasinan ini tandanya minta kawin," celetuk Irin.

__ADS_1


Seketika Via dan Jimmy menyemburkan air yang tengah mereka minum, bahkan ada yang masuk ke rongga hidung.


"Sakit hidung gue!" Via memijit-mijit hidungnya.


"Kalian sangat mencurigakan!" Irin terkekeh.


"Sorry... ternyata makanannya malah keasinan," ucap Jimmy menyesal. "Kapan aku masukin garam ya?" jarinya mengelus dagu tengah berpikir.


"Aku memperhatikan Kakak entah berapa kali menyendokkan sesuatu. Aku tak tahu itu apa, makanya diem aja," ucap Via kembali minum air.


"Ya udah, kita pesan makanan online saja!" Jimmy langsung mengeluarkan ponselnya.


"Dari tadi napa?" celetuk Via. Jimmy hanya tersenyum tipis menggelengkan kepalanya.


Jimmy membeli setumpuk pan besar pizza untuk anak-anaknya yang mencari duit di lantai atas. Sementara saat ini mereka tengah menikmati makan ayam goreng krispi.


"Bumbu ayam di sini lebih enak dibanding amrik," Via tidak berhenti mengambil ayam-ayam itu, terus menggigitnya dengan rakus."


"Setelah delapan tahun gue lupa punya teman tukang makan yang nggak mau gendut," sungut Irin yang sibuk melepas tepung bumbu yang membaluri daging-daging ayam itu.


"Hei, kenapa tepungnya dilepas?" Via memilih yang dilepas Irin memasukkan ke mulutnya tanpa rasa malu diperhatikan oleh Jimmy.


Via memilih satu potong ayam, diberikan kepada pria yang hanya memperhatikan dia yang asik sendiri dengan ayam-ayam itu. "Ini Kak!"


Jimmy menggeleng, "Buat kamu aja!"


"Ayo ambil!" bentaknya, "Kamu pikir makanku sebanyak makan gajah apa?!" kembali mencomot satu potong ayam kembali. Jimmy hanya memperhatikan gadis itu yang sangat menggemaskan.


***


Jadi mereka sudah jadian? Kenapa terlalu cepat?


Romi menopangkan dagunya di atas keyboard CP yang menjadi center bagi anggota yang lain. Lalu membenamkan wajahnya di atas keyboard.


"Woooiiyyy... Punya gue eror!" sorak salah satu anggota.


"Njiirr, gue juga!" sahut yang lain.


"Gue juga!!!" sorai yang lain.


"Romi!!!" hardik Gilang!


...*bersambung*...


...JANGAN LUPA MEMBIASAKAN MEMBERIKAN LIKE, LOVE, VOTE, GIFT & KOMENTAR...

__ADS_1


...terima kasih...


__ADS_2