DETEKTIF MUDA

DETEKTIF MUDA
Terpantau


__ADS_3

Ini gara-gara kebanyakan drama pelakor sih ya? Aku jadi parnoan begini.


Via menggandeng kedua kembar menuju ruang makan. Ternyata sandwich Jimmy telah habis tak bersisa. Via teringat Jimmy memiliki kontak Stevan yang meneleponnya tadi malam.


"Kak, boleh pinjam ponselnya sebentar?"


Tanpa banyak tanya, Jimmy langsung menyerahkan benda tersebut. Via bolak-balik naik turun mencari kontak milik Stevan, tetapi tak tampak jejak sedikit pun.


"Kak, kayaknya tadi malam ada kontak Aa Stevan ya? Kok tiba-tiba nggak ada?"


Jimmy terkesiap mendapat pertanyaan seperti itu. "Aaahh, masa nggak ada? Coba cari dulu!"


Jimmy segera membereskan peralatannya, bangkit dari posisi dan menghabiskan sisa kopi. "Aku buru-buru, Sayang. Kamu hati-hati ya?" Jimmy langsung mengambil ponselnya. Tak lupa mencium bibir Via, mencium pipi kedua anak mereka, Jimmy langsung kabur tanpa menoleh ke belakang lagi.


Wajah Via menyunggingkan senyum tipis. Lalu mencoel pipi kedua kembar, melirik sang kepala keluarga. "Sepertinya Papa kalian sengaja menghapus nomor kontak Om Stevan."


"Napa citu, Ma?" tanya Hyuta.


"Sepertinya Papa kalian cemburu pada Om Stevan."


"Cembulu itu apa, Ma?" tanya Hyuta lagi.


"Cembu---luuuu ..." Hyuna ikut-ikutan meski masih terbata-bata.


Via hanya terkekeh, menepuk jidatnya. Dia lupa berbicara hal yang tidak sepantasnya di depan anak-anak yang masih lugu ini. Setelah itu Via memasukan anak-anaknya ke dalam kursi makan khusus milik mereka.


Via melihat sepotong roti yang diolesi toping kesukaannya. "Masih sempet-sempatnya yaa, Papa kalian nyiapin buat Mama?"


"Papa cayaaaaaaaaang cekali cama Mama," ucap Hyuta seperti orang yang benar-benar memahami.


"Sayang sekalinya seperti apa?" canda Via menyiapkan makanan si kembar yang masih panas.

__ADS_1


"Cepeti ini ...." Hyuta merentangkan kedua tangannya dengan lebar. Diikuti suadara kembar yang ada di sampingnya.


"Wuuuiihh, banyak banget yaa?" Hyuta terlihat mengangguk. Via mulai menyuapi anak-anaknya makan.


Jimmy menahan senyumnya merasa konyol dengan apa yang telah dilakukannya. Jimmy menatap ke arah pintu rumahnya. Di sana ada istri dan anak-anaknya.


"Asal jangan berhubungan dengannya aja. Hmmm ... Stevan? Kenapa dia pisah dengan istrinya?"


Jimmy menyalakan kendaraan dan segera beralih menuju ke rumah sakit. Dia masih belum mendapat kabar apa-apa mengenai bisnisnya yang sudah beberapa hari mangkrak karena sedang diretas oleh pihak lain.


Romi sampai tidak pulang ke rumah karena mengurus pekerjaannya. Pekerjaan semalaman mereka telah membuahkan hasil. Salah satu pasukan begadang berhasil membuka kunci folder tersebut. Orang yang berhasil membuka kunci tersebut adalah Nana.


Setelah berhasil dibuka, kali ini pekerjaan Romi beralih untuk mencari sesuatu yang dirahasiakan mafia besar dari negara sakura tersebut. Mafia yang berhasil menundukan hati masyarakatnya dengan segala program sosial yang telah mereka buat. Padahal di balik itu semua, mafia adalah monster-monster berwujud manusia.


Romi tersenyum tipis membaca apa yang mereka dapatkan. Karena sudah terlalu lelah, dia segera mencari kasur yang memang tersedia di ruangan sebelahnya.


Saat Jimmy sampai, ruangan markas khusus PC terlihat sangat sepi. "Kemana mereka?" Tanpa mengecek keadaan, Jimmy langsung menyalakan PC yang biasa dikomandoi Romi. Namun, tengah asik berselancar mencari informasi atas apa yang sedang terjadi, pintu terlihat dibuka dari luar.


"Tunggu ... Gue sedang melakukan sesuatu!" Jimmy menahan dirinya untuk tidak bisa dibawa oleh Gilang.


"Ada pasieeen! Lo itu standby-nya di depan! Bukan di sini!" Gilang mendorong Jimmy meninggalkan ruangan tersebut dalam keadaan PC yang masih menyala.


riiiing ....


riiiing ....


riiiing ....


Suara alarm membuat Romi dan anggota lain terbangun. Romi langsung bangkit menuju ke arah sumber suara. Romi duduk di meja yang beberapa waktu lalu ditinggal oleh Jimmy.


"Siapa yang nyalakan komputer ini tapi tidak dimatikan lagi?" hardiknya.

__ADS_1


Kepala Dino sibuk melirik semua anggota. "Nto, bukannya lo yang terakhir kali tidur?"


"Iya sih, tapi gue ngga ada pegang komputer itu sama sekali," elak Yanto.


"Ada apa Rom?" tanya Dino.


"Kita terpantau oleh mereka," gumam Romi mencoba menghapus semua rekam jejak.


Sementara pada server di balik sana, pria yang menggunakan kimono dengan tubuh dipenuhi oleh tato, sedang tersenyum sinis saat semua rekam jejak dihapus oleh pihak penyusup.




あなたはただ逃げることができると思いますか?


Anata wa tada nigeru koto ga dekiru to omoimasu ka?


[Kau pikir bisa lari begitu saja?]


今日から、あなたは私たちの時計、インドネシアにいます。


Kyō kara, anata wa watashitachi no tokei, Indoneshia ni imasu.


[Mulai hari ini kalian masuk dalam pantauan kami, Indonesia.]


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2