
Marni dan Dino sudah dalam posisi siap untuk bertanding. Keduanya telah berada di atas kendaraan masing-masing. Kembali Deval mengecek kondisi Marni, mengecek sarung tangan dan helm apakah benar sudah terpasang dengan baik. Marni yang menerima perlakuan Deval hari ini, benar-benar merasa kenyang oleh perhatian yang diberikannya.
Netranya menangkap sosok Irin yang baru saja muncul bersama Devan. Mereka berdua memilih berdiri di dekat Deval, dan semua mata fokus memandang dua cowok kembar identik yang sama-sama imut itu.
Wasit yang masih diampu oleh ketua kelas mereka, mulai berdiri di antara Marni dan Dino. "Tak lama-lama pakai mukhodimah, langsung saja kita mulai pertandingan ini dengan hitungan mundur dari angka sepuluh. Semuanya siap? Mari kita hitung…"
Motor Marni dan Dino yang telah dalam keadaan ready, terus memutar gas agar keadaan motor mereka semakin siap untuk diajak tempur.
"Sepuluh, sembilan, delapan, tujuh, enam, lima, empat, tiga, dua, satu…"
Motor Dino dan Marni melesat bagai angin. Dengan kecepatan penuh Marni terus mencoba mendahului Dino. Dino terus menghalangi setiap Marni mengambil kesempatan untuk masuk ke sebuah celah. Marni hanya menyunggingkan senyum smirk di dalam helmnya dan terus melaju dengan kecepatan penuh.
...klik gambar...
Giliran masuk di area padat kendaraan, Dino mulai mengurangi kecepatan, dan Marni mendapat kesempatan untuk mendahuluinya.
...klik gambar...
"Sial!!!" umpat Dino yang sudah mulai merasakan keraguan dan kekalutan melewati jalan yang ramai dan macet.
__ADS_1
Marni terus melaju, melewati celah sempit yang dia dapat dalam kemacetan itu. Akhirnya area macet berhasil dilewati Marni, kembali melaju bagai kilat yang melesat dengan cepat.
Saat melaju dalam kecepatan di luar batas, polisi lalu lintas yang berjaga langsung mengejar Marni. Marni yang sadar dirinya tengah dikejar oleh polisi, melajukan motornya, dan tampak gang yang lumayan sempit, lalu mengurangi kecepatan motor tersebut dan berbelok masuk ke sana.
Polisi masih terus mengejar, membuat Marni menambah kecepatan kembali sehingga mendapat serapah dari warga yang beraktifitas di gang tersebut.
Sementara Dino usai lepas dari kemacetan tidak mendapat kendala, merasa kehilangan Marni terus melaju menuju lokasi tempat mereka mulai start tadi. Deval sudah mulai merasa was-was takut apabila Marni tidak sampai ke finis dengan selamat.
Dino terus melajukan motornya dengan mulus tanpa hambatan, sementara Marni masih dikejar oleh polisi. Karena terus melihat spion ke arah polisi itu, membuat Marni lengah.
Kecepatan yang lumayan untuk kendaraan di gang senggol, tak sengaja menyenggol sebuah kios kosong, dan motor yang dibawanya mulai oleng dan jatuh merupakan hal yang tak bisa dielakkan.
Sementara Dino telah mendekat ke garis finish, namun penonton tidak melihat Marni. Dino juga melirik ke kiri dan kanan, depan dan belakang tidak melihat sosok Marni yang membawa motor.
Dino telah masuk ke garis finish, namun tidak ada yang bersorak karena harap-harap cemas akan kemunculan Marni yang belum juga tampak dengan motor yang dibawa nya.
Perasaan Irin, Deval, dan Devan semakin kacau...
***
Marni yang terbentur seketika tidak sadarkan diri, saat itu juga langsung ditolong oleh polisi yang terus mengejarnya tadi, bersama warga yang menyaksikan. Warga berkerumun melihat ada anak gadis yang masih muda pingsang setelah kecelakaan akibat membawa motor ugal-ugalan.
__ADS_1
Jimmy yang tengah penasaran, akan kerumunan tersebut, terdorong untuk menghentikan motornya diikuti oleh teman-temannya. Melihat kejadian yang membuat jalan raya di depan gang itu menjadi ramai dan macet.
Penasaran terus menelusuri mencari tahu apa yang terjadi, dan sampai di tempat gadis yang kumal yang tadi dilihatnya sebelum memulai pertandingan.
Polisi yang tadi mengejarnya tengah memanggil ambulans, dan Jimmy segera menyibak rambut gadis itu yang acak-acakan saat si polisi menarik helm full face yang dia gunakan.
"Marni…" teriak Gilang dan Kevin.
Polisi yang mendengar teriakan tersebut, mendekati mereka. "Apa kalian mengenal anak ini?" tanya polisi itu.
"Apa yang terjadi Pak? Dia ini adik kelas di sekolah kami," jawab Jimmy.
"Tadi dia membawa motor dengan kecepatan melebihi batas yang diperbolehkan, lalu kabur dari pengejaran polisi lalu lintas, masuk ke gang ini, karena tidak hati-hati menyerempet kios, dan jatuh. Dia terbentur pagar rumah ini, lalu pingsan."
Marni yang telah dalam rangkulan Jimmy mencoba membangunkan Marni, namun sia-sia. Diperiksa bagian-bagian mengecek apakah ada yang terluka.
Untuk sementara Jimmy menyimpulkan, tak ada luka berdarah yang dialami Marni. Beruntung seluruh tubuhnya terbungkus dengan rapi. Namun luka dalam pasti tidak dapat dihindari, karena benturan jatuh dari motor pasti lumayan kuat.
Akhirnya Marni dibawa ke rumah sakit menggunakan ambulans yang telah dipanggil polisi tadi.
...*bersambung*...
...JANGAN LUPA MENINGGALKAN JEJAK YA.. LIKE, LOVE, VOTE & KOMENTAR...
__ADS_1
...terima kasih...