
Hasna langsung teringat pada Maura, kalau ia melihat Hujan membawa peralatan makeup pasti Maura ingin memiliki perlengkapan yang sama. Sedangkan Maura masih di bawah umur, kulitnya masih sensitif tidak bisa kena produk-produk kosmetik bahan kimia. Untuk Hujan pun Hasna harus memilih bahan yang alami dan kandungan kimianya rendah.
“Kaka beli pizza dulu untuk di rumah, Buna mau beli dulu wadah kosmetika dulu, sama buah-buahan”
“Pak Agus masih di jalan, katanya baru 30 menitan sampai kesini”. Hasna mendapatkan pesan dari Pak Agus, ia sampai lupa mengabari bahwa Hujan ia jemput pulang. Supir pribadi keluarga itu sampai kebingungan mencari Hujan yang ternyata pulang duluan. Tadi rupanya setelah mengantar Maura ke sekolah Pak Agus diminta ke kantor Reza untuk mengambilkan dokumen yang harus diperiksa saat Reza pulang ke rumah.
Mereka berdua berpencar, Hasna langsung kembali ke toko kosmetik yang menjual produk-produk wadah lucu dan pouch yang menarik. Kalau mau ikut sama emosi rasanya ingin dibeli semuanya, dipilihnya wadah pouch yang lucu bermotif dinosaurus dan wadah-wadah kecil untuk diisi dengan makeup untuk Maura. Saat membeli pouch tiba-tiba Hasna ingat pada Mama di Bandung, apa kabarnya Mama sudah 2 minggu lebih Hasna tidak bertemu, biasanya paling lama hanya 1 minggu. Kalau inget seperti ini musti langsung telepon nanti lupa lagi kalau sampai dirumah sibuk sama anak-anak. Hasna langsung mengambil handphone.
“Assalamualaikum…. Mamaaaaa” baru dua kali deringan langsung diangkat oleh Mama.
“Waalaikumsalam tetehhhhhh….kamana waeee…. Mama kangen” terdengar suara Mama seperti tercekat.
“Mama habis sholat tadi inget sama Teteh, meni terus nyambung yahhh perasaan” Mama terdengar parau. Hasna merasa bersalah kenapa dia sampai lupa telepon, walaupun hampir setiap hari mengirim pesan sekedar menyapa hai ternyata berbeda dengan melakukan sambungan telepon.
“Maaf… tetehnya sibuk Mas Reza nya keluar kota udah seminggu, terus kalau udah sama Maura suka riweuh segala pengen ini itu” Hasna mengeluarkan alasan klasik sibuk.
“Mama jangan sedih, mulai sekarang teteh akan telepon setiap hari” langsung membuat janji basa basi.
“Ahhh suka ngebohong dari kemarin janji mau telepon tapi engga aja” kembali Mrs. Pundung keluar.
“Iya atuh maap lupa hehehehe… supaya Mama gak pundung sama Teteh dibelikan hadiah sekarang...hihihi teteh sekarang banyak uang...hihihi” Hasna tertawa cekikikan sambil menutup mulutnya ke handphone.
“Banyak uang gimana?” Mama langsung kepo dan ikutan berbisik-bisik, padahal ngapain juga coba Mama bisik-bisik nggak akan kedengeran sama orang.
“Mas Reza ngasih uang bulanan ke Hasna buat jajan 20 juta sebulan hihihihihi” Hasna cekikikan sambil melihat kekiri dan kekanan khawatir ada yang dengar.
“Eleuuuh meni banyak.. Itu 2x dari yang dikasih sama Ayah ke Mama untuk belanja”
“Kalau habis dipakai belanja sisanya berapa buat Teteh?” Mama jadi semakin kepo.
“Beda lagiii Mama buat belanja, ada lagi anggarannya, itu mah buat jajan Teteh aja sendiri..hehehehe” Hasna langsung cengengesan.
“Ehhhh awass nyak jangan dipakai beli-beli barang yang gak perlu, jangan belanja online barang diskon padahal kita gak butuh, biarin aja di diskon itu bukan urusan kita… teteh mesti bisa menabung … uang itu banyak habis sedikit cukup ingat itu” dan kembali Bu Ustadzah keluar mengeluarkan fatwa tentang menghemat uang.
“Mama dulu mengajarkan teteh untuk bisa mengatur uang, bukan berarti hanya menyiapkan teteh untuk hidup saat uang pas-pas an. Saat kita berlebih pun kita harus tetap bisa mengendalikan diri. Ingat teh Allah tidak suka pada hambanya yang berlebihan. Kalau teteh hidup berlebihan maka Allah akan mengambilnya kembali. Teteh mau apa yang diambilnya?”
Waduh ini Bu Haji udah mulai pake emosi ngancam segala.
“Engga atuh Mama… meni galak ih.. Teteh kan cuma pengen cerita aja ke Mama, sama siapa lagi coba Teteh cerita, masa ke Emran.. Nanti dia malah minta modal rental PS lagi” Hasna langsung mengkerut.
“Mama bukan marah, mama cuma khawatir aja teteh kalap belanja karena tiba-tiba jadi banyak uang. Nanti semua didikan Mama jadi bubar, Teteh jadi orang yang gak bener suka berfoya-foya. Mama gak suka, Mama sebetulnya khawatir” suara Mama langsung melembut.
“Iya teteh gak akan lupa, insya allah semua ajaran Mama akan diingat”
“Kalau gitu rencana teteh mau beliin makeup baru buat Mama gak jadi atuh yaa… soalnya ini masuk kategori foya-foya” Hasna langsung senyam senyum menggoda, hihihi nikmatnya mengoda orangtua sendiri.
“Ehhhhhh kalau sama orang tua itu bukan foya-foya teh, itu namanya berbakti… beda lagi urusannya”
“Ini Mama bedak sudah habis lagi, sama sekalian krim malam. Trus kalau ada pelembab buat kulit kering. Kenapa yah sekarang kulit Mama jadi gampang kering, sampai ke tangan dan kaki tuh kering aja… cuaca kali yah teh… coba tanyakan ada body lotion yang bisa sekalian mencerahkan gak supaya kulit Mama gak kusam” dan permintaan Mama langsung murudul kalau dihitung jadi lumayan banyak. Hasna langsung menahan tawa, kalau Mama mendengar dia tertawa pasti bakalan langsung kena ceramah tidak boleh jadi anak durhaka.
Akhirnya rencana hanya akan membeli wadah-wadah lucu jadi membeli skincare dan makeup lengkap buat Mama. Kapan lagi bisa membelikan sesuatu yang berharga untuk Mama pikir Hasna, saat akan membayar Hasna melihat produk perawatan tubuh untuk laki-laki. Waaah iya lupa Ayah Kumis bakalan jealous kalau tidak dibelikan sesuatu.
“Mbak ada produk untuk mencukur elektrik seperti untuk kumis atau jenggot laki-laki” Hasna langsung mencari produk yang bermanfaat.
“Ow ada produk yang terbaru Kaka.. ini bisa disesuaikan dengan kebutuhan penggunanya, jadi kalau hanya ingin menipiskan saja bisa atau pilihannya ingin licin bersih bulu-bulunya juga bisa” Wahhh ini betul-betul produk yang pas buat Pak Kumis. Hasna langsung membayar semua barang dan ternyata lumayan juga kalau banyak yang dibeli. Untung saja dia tadi sudah membeli kebutuhannya sendiri produk perawatan skin care juga.
“Buna lama banget sih aku dari tadi nungguin di depan” Hmmm ini anak petir sudah kembali pada mode lapar.
“Heheheh maaf, Buna sekalian beli produk buat Enin sama Aba, kasihan Buna udah lama gak pulang ke Bandung mereka kangen” Hasna langsung memberikan alasan anak yang berbakti.
“Kapan mau ke Bandung, aku mau jalan-jalan lagi sama Om Emran, kemarin janji mau beliin aku kaos kelek buat main basket… aku gak tau apaan itu kaos kelek” Hujan langsung mendahului keluar dari toko.
“Haaaaah apa kaos kelek?” Hasna langsung bingung.
“Iya katanya kalau aku suka main basket nanti dibeliin kaos kelek sama Om Emran, katanya sih lucu-lucu modelnya” Hujan bercerita dengan serius. Hasna langsung menarik nafas, kalau ada Emran disitu pasti langsung akan dijewer telinga anak itu.
“Jangaaan kaa.. Kaos kelek itu Kaos you can see, yang tanpa lengan jadi keteknya keliatan. Jangan ahhh aurat.. Kalau laki-laki gak apa-apa. Kalau kamu jangan... musti pakai baju yang normal aja jangan mengumbar bagian tubuh yang tidak biasa diliatin”
“Kelek itu ketek emang?” Hujan langsung tertawa.
“Iya… Emran memang bahasanya suka aneh-aneh… orang ada yang suka nyebut jersey ehh ini malah nyebut kaos kelek mungkin karena keliatan keteknya”
“Maklum di rumah si Ema gak bisa bahasa Inggris jadi kalau Om Emran nyebut Jersey si Ema bingung tapi kalau disebut kaos kelek, si Ema langsung ngerti kalau itu kaos yang keliatan keteknya” Hasna menerangkan dengan kondisi dirumahnya yang beda dari yang lain.
Sambil menunggu Pak Agus keluar dari parkiran Hasna menceritakan tentang kelakuan adiknya yang lain dari yang lain kepada Hujan.
“Dulu waktu kecil Emran kan anak paling bungsu, kita suka tanya sama dia”
“Emran nanti kalau sudah besar mau jadi apa” Hasna mengingat saat Emran masih lucu dan menyenangkan.
__ADS_1
“Pasti mau jadi astronot atau jadi dokter” jawab Hujan cepat.
“Iya kalau anak-anak normal sih bakalan jawab seperti itu” jawab Hasna.
“Memangnya Om Emran jawab mau jadi apa?”
“Dia bilang Emran kalau sudah besar mau jadi Gajah” Hasna menceritakan dengan muka pasrah.
“Haaah… ahahahah kenapa mau jadi Gajah” Hujan langsung cekikan.
“Soalnya kata dia di dunia ini yang paling besar adalah Gajah, jadi kalau dia sudah besar dia mau jadi Gajah aja...hadeuuuuh”
“Sampai ulangtahun pun dia pengen dibelikan boneka gajah akhirnya” Hasna tersenyum mengingat masa lalunya.
“Trus ada hal yang suka malu kalau mengingatnya” Hasna tersenyum getir.
“Apa Buna” Hujan langsung mendekat, saat itu mereka sudah duduk di mobil bersama Pak Agus.
“Ahh jangan kamu masih kecil” ucap Hasna
“Aku udah gede lagiii…ceritain pasti hal-hal aneh yah” Hujan langsung menarik-narik tangan Hasna.
“Tapi janji yah jangan cerita sama Papi nanti Buna dimarahin lagi” Hasna tidak mau dianggap menceritakan hal yang tidak baik pada Hujan.
“Emran tuh dulu pas seumur Maura yakin kalau dia pas besar nanti akan menjadi gajah soalnya dia merasa dia itu sudah memiliki…. hmmm belalai” Hasna menceritakan sambil berbisik seakan malu.
“Hahhh maksudnya belalai gimana?” Hujan bingung… tapi kemudian terdengar Pak Agus didepan tertawa…
“Hahahahahhaha….. Adiknya Bu Hasna memang pinter dari kecil….hahahhahaha” Pa Agus terus tertawa… Hasna cuma bisa mesem-mesem saja diiringi muka Hujan yang tampak bingung.
“Buna belalai gimana aku gak ngerti… hidungnya mancung gituh?” ucap Hujan.. Hasna langsung melengos… susah memang kalau ngomong sama anak SMP.
“Euuh kamu tuh udah SMP juga gak ngerti… ituuuu… sama si Emran dianggap sebagai belalai gajah” Hasna sambil menunjuk-nunjuk ke arah pahanya..
“Haaaahhh…. Ughhh… Bunaaa iiih” Hujan langsung memukul-mukul Hasna setelah menyadari maksud perkataannya.
“Aku gak mau dekat-dekat Om Emran lagi ah… serem” Hujan langsung cemberut.
“Hahahahha jangan takut itu pikiran Emran pas segede Maura non… kamu bayangin aja sekarang pikiran Maura kan suka sederhana banget hahahahaha…”
“Dia sadar kalau dia gak akan jadi gajah setelah melihat kalau Gajah itu belalainya dikepala bukan di kaki...hahahha” Hasna tertawa saat mengingat jalan-jalan ke Kebun Binatang bersama dengan Emran dulu.
“Trus dia jawab “engga … belalai aku gak panjang-panjang tetap kecil soalnya” Hasna langsung tertawa cekikikan. Hujan masih cemberut, telinganya tidak terbiasa membicarakan hal yang tabu.
“Buna gimana sih ngomongin hal yang jorok kaya gitu sama aku” Hujan masih cemberut.
“Hahaha Kaka itu namanya pendidikan mengenal alat tubuh, kita jangan takut untuk membicarakan alat tubuh asal dibicarakan dengan baik”
“Seperti pelajaran biologi kan ada bagian yang membahas anggota tubuh” jelas Hasna dengan serius, rupanya tidak ada yang suka membicarakan hal ini dengan Hujan.
“Dulu kan Buna pernah cerita waktu kita beli buku, malahan kalau kita tidak membicarakan keingintahuan kita dengan orangtua, malah nyari tau sendiri malah informasinya salah lagi”
“Dulu akhirnya Emran dijelaskan sama Mama Enin kalau laki-laki itu punya belalai untuk pipis, kalau gajah belalainya sebagai hidung untuk mengambil air minum”
“Trus Om Emran mengerti?” tanya Hujan
“Iya dia bilang gini, belalai aku dipakai untuk mengeluarkan air sedangkan belalai gajah dipakai untuk mengambil air” Hasna kembali tertawa-tawa mengingat Emran saat kecil dulu.
Hujan langsung tertawa mendengar cerita kesimpulan Hasna
“Om Emran itu aneh-aneh aja … dia masih ingat gak cerita itu?” Hujan jadi kepo.
“Ah dia sih gak inget lagi kayanya, buat Buna mungkin berkesan karena lucu tapi dia kan pikirannya anak kecil yang penuh rasa ingin tahu pada masanya jadi lebih ke pengetahuan saat dia kecil saja”
“Jadi dia udah gak ingat?” tanya Hujan
“Engga lah”
“Syukurlah aku takut nanti kalau ketemu Gajah kalau barengan sama Om Emran dia ingat sama masa lalunya” ucap Hujan serius, Hasna dan Pak Agus langsung tertawa mendengar ucapan lempeng Hujan…
“Hahahahha jangan ditanyakan sama Emran Ka.. nanti kamu disangka cewek mesum sama dia.hahahahhaha” Hujan hanya tersenyum sinis. Memangnya dia perempuan gak punya otak apa nanyain belalai sama laki-laki pikirnya.
Tidak terasa perjalanan karena asyik bercerita, mereka sudah sampai ke rumah. Hasna langsung deg-degan, dia tadi pergi cukup lama, sekarang sudah hampir jam 3. Pasti anak koala itu akan ngambek karena belum pernah ditinggalkan selama ini.
Saat mereka masuk ke rumah ternyata Reza sudah datang, dan Maura asyik duduk dipangkuan Papinya.
“Eh… Mas Reza udah pulang?” Hasna langsung kaget dan tersenyum melihat suaminya yang terlihat lelah tapi masih asyik duduk mengusap-usap kepala Maura.
“Sudah lama?” ucapnya sambil meraih tangan Reza dan salim dan diikuti oleh Hujan.
__ADS_1
“Setengah jam yang lalu, ada yang menangis karena lama ditinggalkan sama induk ayam” Reza tersenyum mengusap-usap kepala Maura.
“Uyug-uyuggg sayangnya Buna sampai berlinang air mata beginih.. Maaf ya sayang tadi soalnya gurunya Kakak Hujannya galak jadi Buna harus cerita-cerita dulu supaya Bu Gurunya gak marah sama Kakak Hujan” Hasna langsung menggendong Maura.
“Buna mau sholat dulu yah, nanti Buna kasih sesuatu buat Maura yang istimewa, hadiah dari Buna sama Kakak Hujan” Hasna menurunkan Maura kembali bersama Reza.
‘Masalah apa di sekolahnya?” Reza langsung teringat permasalahan Hujan tadi.
“Itu soal makeup… nanti deh aku cerita mau sholat dulu bentar, keburu habis waktu” Hasna langsung beranjak ke kamar.
Maura langsung mengikuti Hasna ke kamar, harapannya tentang hadiah istimewa menjadikan rasa kesalnya karena ditinggalkan langsung hilang.
“Hadiahnya apa Buna? Banaak nda buna? Buat mola cemuanya?” Maura mengiringi Hasna naik ke kamar dengan terus menanyakan hadiah untuknya.
Reza hanya tersenyum melihat tingkah Maura, dirinya yang pergi hampir seminggu dari rumah tidak ditagih hadiah tapi Hasna yang perginya hampir 3 jam langsung diikuti karena membawa hadiah. Rupanya kedepan ia harus membawa banyak hadiah supaya diikuti dan dikangenin seperti Hasna.
Selepas sholat dan berganti pakaian Hasna segera turun ke ruangan keluarga, Maura terus menagih ingin segera melihat hadiah istimewa untuknya. Diambilnya perlengkapan perawatan kulit Maura yang dikamar yang selama ini dipakai.
“Mana Buna hadiah istimewa buat Mola” Maura terus mengikuti Hasna yang membawa kantong kertas dari toko kosmetika tadi.
“Iniiiii…. Alat perlengkapan kecantikan untuk Maura” ucap Hasna memperlihatkan wadah-wadah makeup kecil yang masih kosong dan tas makeup dinosaurus nya.
“Hihihihi… lucu kicil-kicil… ini buat Mola syemuahnyah” Maura langsung membawa semua wadah-wadah itu.
“Iyaa...ehhhh jangan dibawa dulu kan belum diisi… sebentar” Hasna langsung mengeluarkan perlengkapan kulit yang selama ini dipakai Maura. Krim kulit supaya tidak iritasi, collagne untuk rambut, pengharum badan, body lotion dan bedak tabur yang selama ini dipakai. Semuanya dipindahkan ke dalam wadah-wadah kecil yang cantik. Hmmm masih kurang satu lagi… lipstik mudah-mudahan ada di dalam kulkas.
Hasna langsung menuju dapur, seingatnya kemarin Buah Naga masih ada di kulkas dan belum dimakan. Ya betul masih ada, Hasna langsung memotong sedikit dan ******* buahnya menjadi bubur. Dimasukannya ke dalam wadah yang memiliki kuas. Hahahahah mirip dengan liptint.
Saat Hasna kembali ke ruang keluarga dilihatnya Reza telah segar dan berganti pakaian, dia sedang asyik melihat perlengkapan makeup Maura.
“Apa ini?” tanya Reza
“Ini perlengkapan makeup Maura… sekarang Maura punya liptint seperti Kakak Hujan… ini” Hasna memasukan liptint buatannya ke dalam pouch Dinosaurus milik Maura.
“Waaaa Mola puna alat mep ap kaya puna Glani” Maura matanya langsung membulat senang.
“Itu kok dikasih lipstik sih..” Reza langsung protes melihat liptint buatan Hasna.
“Itu bukan lipstik… itu buah naga yang dihancurkan hihihihi” Hasna langsung cekikikan, Reza langsung tersenyum. Kalau peralatan bedak yang lainnya ia tahu kalau itu perlengkapan kosmetik Maura yang diisikan ulang.
“Masalah apa tadi di sekolah Hujan?” tanya Reza.
Kemudian Hasna menceritakan semua yang terjadi di sekolah Hujan sehingga akhirnya membeli makeup untuk Hujan karena memang sudah waktunya membeli makeup agar bisa mengikuti pergaulan dengan teman seusianya tapi yang aman. Cerita guru laki-laki yang kenyes-kenyes sengaja di lewat oleh Hasna agar tidak berkepanjangan urusan.
“Kamu kenapa bisa-bisanya mengakui itu tempat makeup punya kamu? Kan itu sama saja mengajarkan berbohong pada Hujan” Reza memotong dengan kesal.
“Alaaah bohong-bohong dikit mah gak apa-apa lah daripada jadi berkepanjangan”
“Coba bayangkan kalau tadi aku bilang dengan baik dan benar, mungkin urusan bisa sampai sore gak beres-beres. Gurunya bakalan manggil anak yang punya makeup… beuuuh panjang urusan, males deh”
“Hehehehe ini makeupnya balikin jangan yah?” Hasna langsung cengengesan melihat wadah makeup milik teman Hujan.
“Kembalikan! Biarpun anak itu pengecut tidak punya keberanian, tapi dia anak yang punya kemauan untuk berani berjualan, sudah punya dasar karakter baik”
“Lagipula untuk apa lagi kamu malah mengambil punya anak kecil kaya gak mampu beli saja” Reza langsung berbicara keras.
“Beuuh bapa galak amat sih, aku juga kan cuma main-main. Masa iya ngambil punya orang, tadi aku juga udah beli makeup barengan sama Hujan”
“Bunaaa… Papi dibeliin mep ap juga?” Maura langsung bersuara, dan ternyata mukanya sudah cemong-cemong dengan liptint sehingga seperti memakai kumis.
“Uh… Maura cantikknya hehehehehe… sini diusap dulu, lipstiknya kebanyakan” Hasna langsung tertawa dan mengambil tisu untuk mengusap muka Maura.
“Mep ap Papi mana?” Maura langsung mencari di kantong kertas.
“Ini makeup buat Papi” akhirnya Hasna mengeluarkan body lotion yang tadi dibelinya untuk dirinya.
“Papiiiii… ini Buna beliin buat Papi” Maura memberikan body lotion kepada Reza. Reza langsung melihat lotion yang diberikan Maura.
“Iya sekarang akan Papi pakai… sini tolong usapkan body lotionnya… kalau membelikan harus dipakaikan juga” Reza langsung menatap Hasna dan mengacungkan body lotionnya.
Hasna langsung melotot kaget….”Ehhhhhh emangnya di pantai pakai diusapin segala”
“Mauuuuraaaa….. Makeup buat Papinya salaaaaah bukan yang ituuuuu”
****************************
Mau bobo jangan lupa pakai body lotion dulu yah Gurlz supaya lembut dan halus gak kena selulit dan kering. Tapi jangan berharap dioleskan sama Mas Reza heheheheheh kaya di pantai aja. Buat emak-emak yang minta 17++ saya berikan materi pengenalan anggota tubuh dulu yah sebagai pemanasan... hahahahaha. Jangan ragu untuk bercerita tentang anggota tubuh kepada anak sesuai dengan usianya. Jangan sampai anak mencari tahu dari orang yang salah dan sumber yang salah. Selamat Wiken.. Stay safe yaaaa....Love U All...
****************************
__ADS_1