Ibu Untuk Anakku

Ibu Untuk Anakku
Analisa Ahli Forensik


__ADS_3

Saat di kamar Hasna memperhatikan foto-foto yang tadi diambilnya saat bersama Reza, sesekali ia memukuli kepalanya.


“Stupid..stupid…. Gak kepikir bakalan disangka menggoda...hadeuuuuh” Hasna menutupi mukanya ia merasa malu. Saking konsentrasi dan keinginan untuk mendapatkan perbandingan gambar di hp Mitha ia merelakan dirinya untuk berciuman dengan Reza. Padahal ia hanya mencoba melihat kemungkinan apakah foto itu berciuman atau tidak. Tapi Reza mengira kalau ia berniat untuk berinisiatif menciumnya terlebih dahulu.


“Bodohhhh….bodooooohh” Hasna memukul-mukul kepalanya, ia seringkali bersikap impulsif, bertindak tanpa berpikir panjang terlebih dahulu. Tidak mungkin tadi dia menjelaskan pada Reza kalau dia hanya ingin mengambil reka adegan untuk foto di Hp Mitha. Mau tidak mau ia harus menerima pikiran Reza kalau ia sekarang mulai suka intim dengan suaminya. Bodooooh… Hasna kembali memukuli kepalanya.


Kebodohan itu dilanjutkan dengan rasa malu yang membuatnya tidak ingin bangun besok dan bertemu dengan Hujan. Saat reka adegan dengan Reza, ternyata Hujan turun ke lantai bawah, namun mereka tidak mendengar karena pintu kamar anak-anak terbuka saat Hasna turun ke bawah. Mereka berdua kaget saat tiba-tiba Hujan lewat disamping mereka.


“Jangan kaget lanjutkan aja anggap aku gak ada… cuma mau ambil air minum” Hasna langsung menjerit saat mendengar Hujan.


“Aaaaakkh” Hasna hampir saja terjatuh dari bangku kecil yang ia naiki saat reka adegan, untung saja Reza memegangnya, kalau tidak Hasna akan terguling di tengah rumah. Hasna langsung berlari ke kamar meninggalkan Reza yang tampak bingung mengusap-usap bibirnya.


“Memalukaaaan…. Aaarghhh mamaaaaa...mau pulang ajaaa” Hasna menyembunyikan kepalanya ke bawah bantal. Ditendang-tendangkannya kaki di kasur, seumur hidupnya dia belum pernah merasa malu seperti ini, seperti tercyduk pacaran oleh satpam.


“Hufffttttt….. Gak apa-apa Hasna….cool…. Santai-santai… kamu sudah menikah.. Tidak apa-apa… sudah sah” Hasna mengusap-usap kepalanya sendiri.


“Tapi gak sampai segitunya juga kaleeeee...aarghhhh….” Hasna kembali menjerit dan membenamkan mukanya ke bantal. Penyesalan selalu datang terakhir, seumur hidupnya ia tidak akan melupakan hari ini, hari terapes sedunia.


Tingting…. Terdengar suara pesan masuk.


“Helew…. Gimana sudah mual-mual… Omat tong ngidam Lee Min Hoo.. eta sudah di booking buat hamil aku” ternyata pesan dari Aurel. Uwh ya allah kangennya sama teman-teman tercintah yang nyebelin.


“Boreeeeelll…. Kanggeeeenn… peyuuuuk”


“Peyuk peyuk… sana peyuk laki loe… jangan dianggurin sayang, kalau kamu gak mau sini sama aku :)”


“Amit..amit… mengkenye beresin skripsi biar cepet nikah sama Steven” Hasna langsung cekikikan membayangkan betapa kesalnya disinggung soal skripsi.


“Video call… okrehhh” Aurel langsung mengajak untuk melakukan video call  seperti biasa. Hasna hampir saja mengiyakan tapi ia baru ingat kalau Aurel melihat kondisi kamarnya dia akan tahu kalau Hasna tinggal di kamar sendiri.


“Heeeee… entong atuh aku sudah married woman, disebelah si Om ntar keliatan dong, mangkaning lagi pake sarung” Hasna cekikikan membayangkan Reza tidur memakai sarung disebelahnya.


“Haaalaahh ganteng-ganteng pake sarung jiga Abah wae” Aurel langsung nyambar kalau ada cacat tampilan


“Biar gampang kalau pake sarung itu…” jawab Hasna asal.


“biar gampang apa woooy… yang bener kalau ngomong… belum nikah nih kitee” Hahahaha Hasna langsung cekikikan pasti anak itu membayangkan yang aneh-aneh.


“Gampang sholat shay…. Otak kamu tolong dikondisikan yahhh… “


“Siwalaan… udah ahhh nyebelin.. Aku udah kirim ke email bahan bahan bab 4 tolong periksa betul gak analisis dan pembahasannya” Hasna memang masih membantu menyelesaikan skripsi Aurel, lumayan biar otaknya gak beku.

__ADS_1


Dilihatnya di email memang sudah dikirim, hmm rupanya anak ini serius pengen segera lulus pikir Hasna, hasil penelitian lapangannya sudah dikerjakan dengan baik, hanya tinggal ditambah sedikit. Ia menarik nafas ternyata berkirim pesan dengan sahabatnya lumayan membuat perasaannya lebih baik dan tidak terlalu terpuruk. Hasna kembali melihat pada foto-foto yang dibuatnya tadi dengan Reza.


Kalau dilihat belakang kepalanya memang ini Mas Reza pikir Hasna, tapi kenapa dia sampai mau sedekat ini dengan Arcy, kalau dilihat bajunya ini dilakukan di hari yang sama. Hasna berpikir lama dan panjang memang agak aneh kalau Arcy mengambil foto dari belakang artinya dia mengambil foto ini diam-diam tanpa sepengetahuan Reza. Dasar perempuan kegatelan dia pasti sengaja melakukan ini untuk mengganggu Mbak Mitha pikir Hasna.


Hasna membandingkan dua foto dalam dua hape yang berbeda, perbedaannya adalah di posisi tangan. Kalau posisi tangan yang Arcy tampak menukik sedangkan tangannya lurus hampir sejajar dengan kepala, ditambah dengan posisi kepala Rezapun seperti menunduk kalau dengan Arcy. Hmmm agak aneh memang posisi foto ini, seperti sedang intim tapi gak pas. Ahhhhh… bagaimana kalau menanyakan sama Aurel diakan spesialis mata julid jadi pasti tahu mana posisi intim dan mana yang tidak pikir Hasna.


“Rel… bab 4 nya sudah bagus tinggal ditambah referensi nya saja di bagian pembahasan, nanti aku mau googling dari jurnal-jurnal terindex supaya update” pancing Hasna dalam pesannya.


“Ahhhh sistaaah kamu memang the best.. Pantesan cum laude karena selain pintar juga baik hati” hmmmm balasan basa basi inih pikir Hasna.


“Preeeet… muji kalau ada maunya aja maneh mah..” Hasna langsung mencibir.


“Rel aku minta tolong liatin foto ini dua yah… tolong kamu liat foto ini orangnya lagi apa?”


Hasna langsung mengirimkan foto Reza dengan Arcy.


“Saha ieu?” Aurel langsung membalas.


“Tidak penting… pokoknya mereka lagi ngapain?” Hasna menanti dengan jantung berdebar, apa pendapat Aurel tentang foto ini.


“Hmmm.. kalau aku liat perempuan ini mengalungkan tangan ke leher lelaki kaya yang mau jatuh soalnya kepala laki-laki kaya yang liat ke bawah”


“Mereka lagi ciuman gak?” tanya Hasna penasaran


“Coba bandingkan sama foto yang ini” Hasna langsung mengirimkan foto ia dan Reza, tapi difoto itu muka Hasna tertutupi oleh kepala Reza.


“Anjaaay ieu lalaki leboy pisan...ganti-ganti perempuan..saha sih?” Aurel langsung julid.


“Udah lah ga usah tau.. Dilarang komentar…” potong Hasna


“KALAU GAK BOLEH KOMENTAR MAH YAH ARTINYA GAK USAH JAWAB” Aurel langsung emosi jiwa.


“Hahahhaha si eceu meni emosi… tolong jelaskan saja foto ini, perempuan dan laki-lakinya lagi ngapain?” Hasna langsung tertawa membaca balasan Aurel yang pakai otot.


“Naaahhh ini mah baru lagi pakai napsu.. Sudah jelas soalnya posisi kepala laki-lakinya dekat sama perempuan, terus arah kepala laki-lakinya miringnya pas” luar biasa memang kalau pelaku akan hapal posisi kepala yang pas. Benar-benar seperti ahli forensik, yang bisa menilai dan memperkirakan waktu kematian.


“Waah hebat neneng memang ahli dibidang ini.. Kamu bisa memperkirakan gimana hubungan keduanya” Hasna jadi penasaran apakah Aurel bisa menilai bahasa tubuh laki-laki.


“Hmmm foto kedua ini laki-lakinya keliatan rileks, dari belakang tidak terlihat tegang, pundaknya kayanya ngerasa nyaman, kalau difoto kesatu si laki-laki keliatan gak nyaman, badannya keliatan kaku, gak tau apa karena pengaruh pakai jas juga” kembali ahli forensik memberikan analisa tentang kondisi korban.


“Weeiiis hebat eung, kalau perempuannya gimana tah” Hasna jadi semakin penasaran, ternyata tidak sia-sia punya teman dengan pergaulan yang bebas tapi terkendali seperti Aurel.

__ADS_1


“Hmmm susah eung perempuannya gak keliatan jelas, apalagi foto kesatu mah cuma keliatan rambut bagian atas nya aja, kalau perempuan kedua mah kayanya menikmati juga soalnya beda itu tangannya sampai melingkar penuh ke pundak laki-laki….ehhhh bentar-bentar… asa hapal ini antingnya…… hahahhahahahahaha” tiba-tiba terdengar Aurel tertawa…


“Heee … gimana ada apa?” Hasna langsung penasaran.


“Kurang ajar maneeehhh… foto ciuman sama suami pake diliatin ka urang… nyaho saya .. eta foto kedua kamu Na…. anting kamu angger anu cuff nempel ke telinga… jarang orang pake model itu...hahahahha”


Hasna cuma bisa narik nafaass… benar-benar ahli forensik….


************************


Translate:


“Helew…. Gimana sudah mual-mual… Omat tong ngidam Lee Min Hoo.. eta sudah di booking buat hamil aku”


"Helew... Gimana sudah mual-mual... Ingat jangan ngidam Lee Min Hoo.. dia sudah dibooking buat hamil aku"


"Peyuk peyuk… sana peyuk laki loe… jangan dianggurin sayang, kalau kamu gak mau sini sama aku :)”


"Peyuk peyuk… sana peyuk laki loe… jangan dibiarkan sayang, kalau kamu gak mau sini sama aku :)”


“Heeeee… entong atuh aku sudah married woman, disebelah si Om ntar keliatan dong, mangkaning lagi pake sarung”


“Heeeee… jangan dong aku sudah menikah, disebelah si Om ntar keliatan dong, apalagi sekarang lagi pake sarung”


"Haaalaahh ganteng-ganteng pake sarung jiga Abah wae”


*"*Haaalaahh ganteng-ganteng pake sarung kaya kakek-kakek aja”


“Saha ieu?”


*“*Siapa ini?”


"Anjaaay ieu lalaki leboy pisan...ganti-ganti perempuan..saha sih


"Anjaaay ini laki-laki playboy banget...ganti-ganti perempuan..siapa sih?


“Kurang ajar maneeehhh… foto ciuman sama suami pake diliatin ka urang… nyaho saya .. eta foto kedua kamu Na…. anting kamu angger anu cuff nempel ke telinga… jarang orang pake model itu...hahahahha"


“Kurang ajar kamu… foto ciuman sama suami pake diliatin sama aku… tahu saya .. itu foto yang kedua kamu Na…. anting kamu masih memakai yang cuff nempel ke telinga… jarang orang pake model itu...hahahahha


Episode ini adalah pelajaran percakapan dalam Bahasa Sunda... kalau anda bisa mengerti percakapan dalam story tanpa membaca translate artinya anda sudah sah untuk bisa makan cilok, cireng bersama odading mang Oleh karena rasanya..... sama seperti odading yang lain....hahahahhahaha.... Happy wiken guys n gurlz....

__ADS_1


*********************************


__ADS_2