
“Kakaaaa… masukin kopernya ke mobil” Hasna merasa pagi ini ia seperti jungkir balik. Awalnya mereka angkat berangkat Jumat sore supaya bisa istirahat dulu semalam sebelum mengikuti konser. Tapi ternyata Reza baru bisa pulang dari Tiongkok pada hari Jumat pagi sehingga tidak mungkin mereka berangkat karena waktu kedatangan Reza yang terlalu mepet dengan keberangkatan ke Singapura. Sehingga seminggu sebelum keberangkatan tiket ke Singapura diundurkan menjadi Sabtu pagi.
Hampir 2 minggu kebelakang Reza kembali disibukkan dengan kegiatan kerjasama dan ekspo di luar negeri. Partisipasi dalam event-event Internasional menjadi sangat penting pada saat kerjasama yang mereka lakukan sudah lintas negara. Dua minggu kebelakang adanya kegiatan pameran sekaligus tawaran dari Vietnam yang membuka keran investasi dari sesama negara Asean menjadikan tawaran ini memiliki prospek yang menggiurkan sehingga diutuslah perwakilan dari PT. Great Indonesia untuk bisa menjajagi kemungkinan kerjasama dan investasi di negara tersebut.
“Bunaaa…. Syepatunya mau pakai yang Miney” Maura mogok memakai sepatu yang sudah disiapkan, padahal Hasna sudah memilih sepatu yang paling nyaman untuk dipakai dalam perjalanan. Tiga minggu kebelakang Maura sudah mulai sekolah di taman bermain, jadi ia sudah mulai berteman dan bersosialisasi, selama tiga minggu itu pula Maura tidak pernah mau ganti sepatu, padahal Hasna sudah berusaha mengganti sepatu setiap hari, tapi Maura keukeuh tidak menyukai sepatu yang lain
“Mas.. ini Maura gak mau ganti sepatu, keukeuh pakai yang hitam Minnie Mouse terus” Hasna sudah ingin menangis karena dari pagi dia harus jumpalitan sendiri. Reza sibuk dengan teleponnya dari pagi, sejak datang dari Tiongkok pada Jumat sore Reza terus sibuk di kamar, sampai makan malam pun dikirim ke kamar karena kalau tidak ia akan lupa makan. Reza hanya melambaikan tangannya pada Hasna saat ia mengadukan perilaku Maura pada suaminya.
Ya sudahlah, ikuti saja memakai sepatu Minnie yang sudah mulai terlihat buluk, sepatu yang bagus di bekal saja untuk berjaga-jaga. Hasna akhirnya memakaikan sepatu Minnie kesukaan Maura yang langsung disambut dengan senyuman lebar anak koala.
“Ka… mana koper Buna mau masukin sepatu ade” Hasna langsung memasukan sepatu Maura yang 1 lagi ke dalam kantong sepatu. “Kan tadi disuruh masukin ke dalam mobil” Hujan langsung cemberut. “Jangan cemberut atuh bantuin Buna..tolong masukin ke dalam koper Buna” Hasna langsung menyerahkan kantong kepada Hujan, ok tinggal final check. Kemana lagi ini pak suami malah tidak terlihat mereka harus berangkat sekarang.
Tas dokumen sudah Hasna siapkan terpisah, paspor check, tiket check, dompet check. Tinggal tas perlengkapan isinya tissue basah dan kering check, obat-obatan dewasa check, obat-obatan Maura check, makanan cemilan check, alat gambar n mainan Maura check, ok clear tinggal berangkat.
“Mas kita sudah bisa berangkat sudah lewat sepuluh menit dari waktu yang seharusnya” Hasna langsung menengok ke ruangan Reza dan dilihatnya suaminya sedang asyik menelepon sambil mencoret-coret di kertas.
“I don't think so, the availability of the information should be prepared 3 weeks before we announce to the public” Hadeuuuh ini sih alamat bisa terlambat. Hasna langsung menarik kursi Reza, dan berbisik di telinga Reza yang tidak ditempeli handphone “teleponnya dilanjut di mobil..sudah lewat 10 menit dari SOP” Reza langsung menggelengkan kepalanya sambil mengusap-usap telinga. Hasna hanya tertawa, ia tahu kalau suami paling tidak kuat dibisikin di telinga, geli katanya. Kalau tidak seperti ini bisa bubar acara nonton GD Oppa.
“I have to go, my wife wants to see her favorite Boy Band from Korea, they have a World Tour Concert in Singapore… We will discuss this again soon after I have free time okay” Hasna menghela nafas akhirnya mereka bisa berangkat. “Sudah beres semua perlengkapan? Baju aku dan anak-anak sudah siap semuanya? Dokumen paspor tiket sudah kamu pegang?” hadeuuh baru nanya sekarang pikir Hasna. “Syudah-syudah tinggal nunggu Abang masuk ke mobil aja” Hasna langsung mendorong Reza keluar kamar.
“Mbak Jumi kita berangkat yaaa, titip rumah, nanti Pak Agus sama istrinya nginep kok jadi jangan khawatir” Hasna langsung pamit sambil mendorong Reza yang masih melihat pesan di hape. “Iyooo jangan khawatir, mbak doakan lancar selamat sampai tujuan” Mbak Jumi mengiringi pasangan muda itu masuk ke mobil, ternyata Hujan dan Maura sudah duduk dengan manis. “Okay lets go.. “Ucap Hasna saat semuanya sudah duduk di mobil. “Baca basmallah dulu.. Bismillahirohmanirrohim… Baca doa perjalanan” Hasna langsung menuntun anak-anak membaca doa. Reza hanya melirik Hasna yang sibuk membaca doa bersama anak-anak.
Hasna menarik nafas kenapa ada perasaan sesuatu yang tertinggal, saat ia meninggalkan rumah, apa yaah? Hadeuuuh..Hasna kembali mengurutkan semua barang yang harus dibawanya.
“Astagfirullahaladzim…” Hasna berteriak… semua orang sampai tersentak kaget, Reza sampai hampir lepas handphone dari tangannya karena Hasna berteriak di sebelahnya, Hujan dan Maura langsung terlonjak. Beda lagi dengan Pak Agus yang langsung mengerem mobilnya seketika. “Pak Agus langsung puter balik pak… ada yang ketinggalan” Hasna langsung menginstruksikan Pa Agus untuk putar balik, Reza langsung melotot “tadi kan aku sudah tanya ada yang ketinggalan tidak?” Hasna langsung mendelik “kalau aku ingat tadi juga gak akan ketinggalan Mas” Hasna menghela nafas untung saja belum keluar kompleks.
Begitu berhenti di depan rumah Hasna langsung loncat dan berlari ke rumah, dan Mbak Jumi masih ada di halaman sedang menyiram tanaman, langsung kaget melihat gerakan cepat Hasna. “Oaalah ada yang ketinggalan toh…” ia langsung mengejar Hasna ke dalam, namun belum sempat ia menyusul ke atas, Hasna sudah turun dengan berlari, ia masih memeluk Mbak Jumi sambil lewat. “Doakan kita gak terlambar” ucapnya sambil mengecup kepala Mbak Jumi yang hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala sambil tersenyum. Kalau Nyonya Mitha masih ada mirip seperti kakak adik dengan Neng Hasna pikirnya, kakaknya kalem sedangkan adiknya tengil dan gak mau diam. Tapi yah nda mungkin masa suaminya cuma satu, Mbak Jumi menggeleng-gelengkan kepalanya merutuki khayalannya yang terlampau jauh.
“Apa yang tertinggal” Reza berkerut melihat tas kecil yang berisi dua dus panjang ramping. “Hehehhehe ini kalau gak bawa ini gak rame” Hasna sengaja tidak menceritakan soal rencana konser kepada Maura, soalnya pasti nanti Maura ingin ikut sedangkan kondisinya masih kecil. Ia secara khusus meminta Reza dan Hujan juga tidak bercerita. “Apa itu Bunaa ...apa itu” Maura langsung kepo melihat benda yang baru ia lihat, ada gambar stick dengan lampu mahkota di luarnya, khas lambang merchandise BigBang.
“Ini oleh-oleh buat Aunty and Baby Mikail, hampir saja tertinggal” Hasna langsung menyimpan tas di samping luar supaya Maura tidak melihatnya. Untungnya perjalanan ke Bandara berjalan lancar, kurang dari satu jam mereka sudah tiba di Bandara, ini adalah perjalanan keluar pertama Maura sehingga Hasna bertekad agar Maura menikmati perjalanan ini.
“Mola nanti duduk di pesyawatnya dengan Buna?” ia tampak mencermati kesibukan Papinya saat mencetak tiket di mesin tiket otomatis, mereka tidak perlu repot antri hanya tinggal memasukan bagasi dan semuanya akan langsung masuk ke imigrasi dan ke menunggu Boarding. “Iya nanti Maura duduk sama Buna, gak lama kok di pesawat kurang dari 2 jam, sama lamanya seperti Maura sekolah” rupanya anak koala ini mulai cemas dengan suasana asing.
“Mola kalau syekolah cuma sebentarl” tiba-tiba Maura sudah bisa mengucapkan r dengan samar.”Eh.. Maura udah bisa bilang RRRRR” Hasna langsung kaget, rupanya baru 3 minggu sekolah, banyak sekali kemajuan yang dicapai Maura… “leeerrlrlllelllrrr” Maura langsung berlatih. “Laleur mapay areuy” Hasna mencoba menggoda Maura dengan tes bahasa sunda yang sulit diucapkan oleh orang yang cadel. “Layel mamay mamay.. Apa Buna?” Maura kebingungan… “areeuuyy” jawab Hasna ..”yayeeey” Hasna langsung cekikikan, masih parah rupanya cadelnya.
“Kamu tuh kalau ngetawain orang kaya yang enak banget gimana sih” dahi Reza langsung berkerut mendengar Hasna yang tertawa bersama Hujan mendengar jawaban cadel Maura. “Ihhh atuh hiburan Mas… jangan cemberut aja… kita kan lagi mau liburan keluarga ini” Hasna langsung mengambil boarding dan tiket dari tangan Reza. “Tiket dan paspor Maura sama aku aja” Hasna langsung akan mengambil paspor Maura. “Jangan aku saja, nanti kalau di pesawat baru sama kamu” ternyata untuk Reza urusan yang sifatnya resmi harus dipegang oleh laki-laki, syukurlah pikir Hasna.
Ternyata betul pilihan Reza saat diimigrasi, paspor Maura dilihat dan dicek kesamaan namanya dengan Reza, untung saja bersama dengan Papinya karena dalam paspor Maura di belakang identitas anak tertulis nama ayah dan ibunya, kalau Hasna menyebutkan dirinya adalah ibunya sedangkan nama di paspor Maura ibunya adalah Mitha bisa-bisa dia disangka menculik anak lagi. Hasna sama sekali tidak terpikir soal itu, ternyata pola pikir Reza lebih cepat.
“Buna pezawatnya besaaalll” Maura berlari-lari melihat keluar saat mereka sedang menunggu proses boarding, Reza tampak asyik dengan laptopnya selama menunggu boarding, jangan tanya soal Hujan pasti sibuk berselancar dengan handphonenya. Hasna memegang tas berisikan light lamp untuk konser jangan sampai tertinggal gara-gara sibuk mengejar-ngejar Maura.
Jam menunjukkan 10.20 saat panggilan Boarding, ternyata mereka duduk di kelas Bisnis sehingga dipanggil untuk masuk terlebih dahulu, Hasna tidak membayangkan kalau ia akan duduk di kelas Bisnis seumur hidupnya kalau naik pesawat pasti saja kelas ekonomi. Sudah bisa beberapa kali keluar negeri saja sudah merasa beruntung walaupun hanya di negara Asean.
Maura duduk di sisi luar dekat jendela, walau tingginya belum sampai melihat ke luar, tapi ia sangat bersemangat, hanya saat pesawat proses take off, ia langsung berpegangan pada Hasna dengan kuat dan menatap dengan panik. Hasna memeluk anaknya sambil berdoa dan diusap-usap… hingga pesawat mulai mengudara, suara keras dan tekanan di kabin berkurang. “Mola takut… sualanya kelasss” ucapnya sambil masih memegang Hasna. “Iya keras soalnya kan lagi berusaha naik.. Kaya burung juga gitu, pas awal terbang dari pohon dia musti ngepak-ngepakin sayapnya banyak dan keras tapi kalau sudah di atas dia tinggal ngikutin angin...wussshhhh...wussshhhhh”
Maura mulai melupakan rasa takutnya dan mendengarkan cerita Hasna, duduknya sudah mulai bersender ke kursi dan mulai mempermainkan tombol-tombol yang ada d kursinya. Hasna tidak memperhatikan saat Maura memijit tombol memanggil awak kabin sampai seorang Pramugari mendekatinya.
“Yes, can I help you Mam? Pramugari yang cantik mendekat dan bertanya pada Hasna.
“Pardon me?” Hasna langsung bingung, ia tidak merasa memijit tombol bantuan.
__ADS_1
“Your daughter touch the button asking for cabin crew, is there anything that you want from us?” kembali sang pramugari bertanya dengan ramah dan senyuman yang sangat diplomatis.
“Ow really sorry my daughter accidently touched the button. Everything is ok. Sorry” Hasna langsung meminta maaf.
“I think we have something for little princess” Pramugari langsung membuka rak kabin ujung dan membawa alat gambar untuk Maura. “Here we go, you can draw so won't get bored” ternyata mereka sudah sering mengalami anak yang bosan duduk di pesawat. “Maura say thank you” Hasna langsung mengingatkan Maura untuk mengucapkan terima kasih. “Thank you.. Its biutiful pensil kalel” Hasna langsung kagum, ternyata Maura bisa menjawab bahasa Inggris dengan baik. “Your welcome, your daughter is very smart… how old is she?” Pramugari tampak kagum dengan kecepatan Maura menjawab.
“4 years old, she is really smart like her father” Hasna langsung tersenyum, ia ingin tahu apakah Reza mengikuti kelakuan putrinya. Sang pramugari langsung berpaling ke sisi kiri dan langsung takjub dengan kegantengan Reza yang seperti tidak teralihkan oleh gibahan perempuan di sebelahnya ia lebih asyik memperhatikan laptop yang ada di depannya. Hujan pun hanya melirik dingin dan seperti tidak peduli.
Perjalanan di pesawat tidak terasa, karena satu jam terakhir dihabiskan untuk menghabiskan makan siang yang disajikan selama perjalanan. Tiba-tiba saja co pilot mengumumkan kalau 10 menit lagi mereka akan tiba di Singapore Changi Airport. Saat pesawat landing Maura kembali memegang erat Hasna, tapi mukanya tidak sepucat tadi. Alhamdulillah semuanya berjalan lancar. Mereka tiba di Singapura jam 12.45 WIB artinya jam 1.45 waktu Singapura. Reza langsung menelepon adiknya, tadi mereka bilang akan menjemput ke Bandara.
“Kami sudah selesai mengambil bagasi kamu dimana?” Reza memastikan kalau adiknya sudah datang menjemput. Ternyata Isyana sudah menunggu di ruang penjemputan. Begitu Hasna melihatnya dia langsung bisa melihat Isyana yang langsung heboh melambai-lambai. “Sissyyyyy…. “ Hasna langsung tersenyum melihat adik iparnya, “Mauraaaa…. Kaka…..” disebelahnya Steve tampak kalem dan tersenyum pada Reza.
“Maura bagaimana senang naik pesawat? Are you happy?” Isyana langsung menggendong keponakan kecilnya "Because you already have a passport now, you have to visit Aunty at least once in a month” Isyana langsung memeluk Maura, karena ini adalah kali pertama Maura ke Singapura Isyana sangat senang.
“No no… Aunty sekalang Mola syudah syekolah… “ Maura tampaknya sudah mengerti apa yang dikatakan Tantenya. “Really? Wow…. that why you look so cool.. You are a school girl now” Isyana tampak kaget mendengar Maura yang sudah sekolah. “Ya tapi kalau bangun suka susah dan nangis terus… manja” ucap Hujan pendek, rupanya dia masih kesal karena Maura selalu cengeng kalau dibangunkan pagi-pagi.
“No..no...no… Mola ga nanis tapi cuma kelual ayil mata syediiiikit” Maura menolak disebut cengeng, kakak adik ini memang selalu saja ribut kalau masalah bangun tidur. Hujan yang selalu tidak sabaran dan Maura yang selalu cengeng dan meminta perhatian.
“Sissy welcome to Singapore… Aku juga mau nonton konser Big Bang but Steve melarang aku keluar malam terlalu lama katanya Mikail always crying alot” Isyana tampak cemberut dan memandang suaminya dengan kesal. Hasna langsung tertawa, ia tidak bisa membayangkan kalau bisa nonton konser bareng Isyana pasti heboh daripada berangkat bersama satpam yang selalu terlihat cemberut karena tidak suka Kpop.
“Kamu bisa nonton nanti kalau Mikail sudah besar… aku temanin dont worry” ucap Hasna ia berharap bisa menonton konser-konser yang lain bersama Isyana pasti asyik. “Well dont expect too much, begitu Mikail besar, Sissy will have baby soon. Apalagi sekarang mau honeymoon hahahahha I will have a nephew soon i hope”... Isyana langsung tertawa. Hasna langsung melotot ehhhhh honeymoon.
“Ehhmmm… dimana kamu parkir” Reza langsung mengalihkan pembicaraan, Steve langsung mengambil alih satu koper yang dibawa Hasna. “Follow me… you have to take a rest before the concert. We still have 4 hours before the gate its open” Steve langsung berjalan dengan cepat. Hasna langsung kaget dan bertanya-tanya di dalam hati. Honeymoon tidak ada cerita kalau mereka akan honeymoon, mereka ke Singapura adalah untuk nonton konser.
Isyana tinggal di apartemen di pusat kota, rupanya memang salah satu keuntungan memiliki keluarga yang berada adalah bisa memilih tempat tinggal yang nyaman. Saat mereka naik dan masuk ke apartemennya ternyata ada Mama Bertha disana.
“Hasnaaa… Mama kangen” Mama langsung memeluk Hasna yang langsung salim saat bertemu dengan mertuanya. “Mauraaa…. Kaka…. Akhirnya cucu Granny berkumpul semua disini” dipeluknya satu persatu memang sudah lama mereka tidak bertemu dengan neneknya. “Maura tidur dengan Granny dan Baby Mikail yaa… sekarang Mikail sudah bisa duduk… lihat” Mama Bertha memperlihatkan Mikail yang duduk disandarkan di sofa dan senang melihat kedatangan banyak orang sehingga berusaha meloncat-loncat dan berakhir dengan tersungkur di sofa.
‘Reza you want to go to hotel now? You still have 3 hours left so you can take a shower first” Steve langsung mengingatkan jadwal yang padat hari ini. “Ok I think we better go now… ayo” Reza langsung menarik Hasna.. Eeehhh “ Anak-anak masih seneng main sama sodaranya” Hasna langsung kasian kalau harus langsung pergi ke hotel, dia pikir kalau anak-anak akan pergi bersama dengannya.
“Mereka tidur disini, Mama kangen sama cucunya” Reza menjawab pendek dan menarik Hasna. “Maura mau ikut sama Buna?” Hasna bingung dipikirnya anak-anak akan tinggal bersamanya di hotel. “Mola mau mayen sama Baby Mikail” ia tidak melihat ke Hasna pikirannya terlalu senang melihat bayi yang tampak menikmati kehadiran saudaranya. “Kakak Hujan?” Hasna mengabsen anaknya satu persatu. “Kakak nanti akan menjemput ke hotel dengan Steve saat konser. Sissy istirahat dulu… don't worry the kids will stay with me” Isyana memberikan isyarat mengusir sambil tertawa-tawa.
Hasna berjalan menyusul Reza yang berjalan dengan cepat bersama Steve. “Steve is the Hotel far from here?” Hasna mulai merasakan sesuatu yang aneh. Steve langsung tertawa “Of course the hotel should be far from here so the kids won't disturb you during the honeymoon” Ehhhh honeymoon lagi.
“Masss… apaan sih dari tadi bilang honeymoon mulu… kita kan mau nonton konser ke sini tuh” ucap Hasna pelan. “Ehmmmm... “ Reza hanya berdehem dan terus berjalan. “Masss…. “ Hasna menarik tangan Reza.
“Apaa? Ribut melulu sih dari tadi … wajar kalau kita honeymoon kan kita sudah menikah tapi belum pernah dapat kesempatan berdua…” Hasna langsung melotot… dia tidak menyangka akan masuk jebakan betmen…. Konser rasa Honeymoon rupanyooo.
Translate:
“I don't think so, the availability information should be prepared 3 weeks before we announce to the public”
“Saya kira tidak begitu, informasi harus sudah ada 3 minggu sebelum kita sampaikan ke publik”
“I have to go, my wife wants to see his favorite Boy Band from Korea, they have a World Tour Concert in Singapore… We will discuss this again soon. I have free time okay.
“Saya harus pergi sekarang, istri saya ingin menonton Boy Band kesukaannya dari Korea, mereka sedang ada Konser Keliling Dunia di Singapura. Kita akan mendiskusikannya lagi segera saat waktu saya lowong”
“Pardon me?”
“Maaf?”
__ADS_1
*“Your daughter touch the button asking for cabin crew, is there anything that you want from us?” *
“Anakmu menyentuh tombol bantuan untuk awak kabin, ada yang bisa saya bantu?
“Ow really sorry my daughter accidently touched the button. Everything is ok. Sorry”
“Maaf, anak saya tidak sengaja menyentuh tombolnya, tidak ada masalah, maaf”
*“I think we have something for little princess” *
“Saya punya sesuatu untuk tuan putri”
“Here we go, you can draw so won't get bored”
“Ini dia, ia bisa menggambar supaya tidak bosan”
*“Maura say thank you” *
“Maura ucapkan terima kasih”
“Thank you.. Its biutiful pensil kalel”
“Terima kasih, ini pinsil warna yang cantik”
*“Your welcome, your daughter is very smart… how old is she?” *
“Sama-sama, putri anda sangat pintar, berapa usianya?”
“4 years old, she is really smart like her father”
“4 tahun, dia pintar seperti ayahnya”
“Because you already have a passport now, you have to visit Aunty at least once in a month”
“Karena sekarang sudah punya paspor, kamu harus mengunjungi Tante sedikitnya sebulan sekali”
“Really? Wow…. that why you look so cool.. You are a school girl now”
“Benarkah? Wow.. itu sebabnya kamu terlihat semakin keren, kamu sudah jadi siswi sekolah sekarang”
‘Reza you want to go to hotel now? You still have 3 hours left so you can take a shower first"
"Reza kamu mau ke hotel sekarang? Masih ada waktu 3 jam jadi bisa mandi dulu"
"Of course the hotel should be far from here so the kids won't disturb you during the honeymoon"
"Tentu saja hotelnya harus jauh dari sini jadi anak-anak tidak akan menggangu kalian selama bulan madu"
#####################
Dilarang deg-degan Makemak Deterjen... Udah mau honeymoon nih... jangan berisik yaaah... Yang bisa ngerti story tanpa harus baca terjemahan udah boleh langsung makan burger sama kentang goreng.. minumnya coc* col* jangan lupa...hehehhehe. Doakan besok sehat yah biar bisa lihat konser BigBang... Untuk yang sakit cepet sembuh yaaaa... biar bisa main poin dan koin lagi Ronron love u.. Budes get well soon.. Stay safe and keep productive
__ADS_1
####################