
Akhirnya malam itu mereka berpisah setelah makan malam. Isyana langsung pulang dengan Mikail tidak bisa keluar terlalu malam. Steve melakukan video call dan meminta istrinya untuk segera pulang. Untung saja Reza sudah datang sehingga alasan jalan-jalan ke Mall untuk menemani Reza diterima oleh Steve. Kalau tidak maka aduan Reza kalau Isyana tidak ingin cepat-cepat pulang ke Singapura akan ketahuan.
Reza kemudian mengajak Hasna untuk mencari barang keperluan yang ingin dibeli untuk seserahan. Kembali Hasna menolak karena sudah terlalu malam, dengan alasan kasihan dengan Maura, dan Maura pun terlihat sudah mulai terlihat mengantuk sehingga akhirnya mereka pun memutuskan pulang.
Di perjalanan Hasna memangku Maura duduk di depan, tidak mungkin dia membiarkan Maura duduk di belakang sendiri, sedangkan saat diminta duduk di depan sendiri Maura sudah merengek karena mengantuk. Tidak sampai 5 menit duduk di mobil Maura sudah tidur dengan lelap di pangkuan Hasna.
“Maura itu mirip aku, kalau kena goyangan mobil dikit aja langsung teler” Hasna tersenyum melihat Maura yang sudah tertidur dengan lelap menempel di dadanya. Reza hanya mendengus tersenyum melihat posisi Maura tidur.
“Kenapa kamu susah sekali untuk membeli perlengkapan pernikahan, jangan-jangan memang tidak berniat menikah” ucapnya singkat
"Ehh suudzon aja si Om ini” pikir Hasna
“Liat kondisi aja Mas… sekarang kalau mau dipaksakan gak baik juga” jawab Hasna
“Maura sudah capek, Mas Reza juga sebetulnya capek kan”
“Seserahan itu kan bukan hal wajib dalam pernikahan lebih ke budaya, sebagai tanda perhatian kaya buah tangan gitu”
“Diluar negeri ga ada acara seserahan dari pengantin pria ke wanita hehehehe”
“Indonesia kan negara santun jadi kalau datang berkunjung selalu aja membawa buah tangan, termasuk nikahan”
“Musti dilacak siapa yang memulai budaya seserahan… bikin ngerjain aja” Hasna cemberut
“Hahaha kamu tuh bukannya bersyukur mau dikasih hadiah, malah kaya merasa rugi”
“Sekali seumur hidup lagi dapat barang sesuai keinginan” tambah Reza sambil tersenyum
“Iya kalau nikahnya sekali, kalau berkali-kali kan lumayan Mas bisa dapat barang banyak” Hasna langsung cengengesan.
“Perempuan kurang ajar namanya itu, kalau nikah berkali-kali buat dapat barang seserahan” jawab Reza cepat dengan sinis
“Namanya juga usaha Pak… eh Mas” tadi udah lancar manggil mas eh masih aja keceletot pikir Hasna.
“Ini kartu bapak saya kembalikan.. Hadeuhh salah wae… ini kartu Mas Reza saya kembalikan”
“Aku ikutan aja sedibeliinya”
“Percaya lah sama keluarga Mas Reza gak akan beli barang KW...hihihi” Hasna langsung cekikikan sendiri membayangkan mereka membelikannya barang KW, keluarga yang penuh harga diri ini sulit menurunkan standar.
“Palingan nanti ketemu saat musti fitting baju untuk nikahan, aku gak mau ganti-ganti pakaian kaya orang lain, cukup 1 baju saja, mubazir kalau gak dipakai lagi”
“Mas Reza bisa fokus ke kerjaan gak usah mikirin persiapan pernikahan”
“Tadi sudah janjian sama Syana”
Reza hanya tersenyum mendengar ucapan Hasna, hari ini ia memang merasa lelah. Gara-gara ucapan Isyana dia bergegas menyusul ke Mall untuk memastikan agar Hasna fokus menyiapkan pernikahan tapi ternyata kekhawatirannya tidak beralasan.
“Dulu kamu suka sama Aswin?” tanya Reza sambil menatap kemacetan di depan.
“Hehehehe hmm.” Hasna hanya bisa tertawa nyengir.
“Mas Aswin itu orangnya baik dan terlihat melindungi, wajar kalau saya pernah suka sama dia”
“Bapak itu suka merengut dan kaya yang marah aja, bikin segan untuk mendekat” tambah Hasna sambil cemberut mengingat saat ia dimarahi Reza dulu.
“Bapak..bapak… kalau sama Aswin langsung cepat manggil Mas” Reza langsung berkata dengan keras, hingga Maura terganggu dan terbangun tapi tidur lagi.
“Gak usah marah gitu atuh.. Namanya juga lupa… saya tuh segan hormat makanya manggil Bapak terus” Hasna menarik nafas, orang disebelahnya benar-benar emosian.
“Maaf yah” ucap Hasna sambil menepuk-nepuk tangan Reza yang sedang menyetir.
“Kata orang kalau mau menikah harus dipingit. Kedepan saya tidak akan banyak ketemu Mas Reza” sambung Hasna. Reza langsung berpaling kaget.
“Mas Reza juga tidak usah bertemu dengan saya dulu”
“Kita berdua sudah mengikat rencana untuk menikah, saya sudah menerima pinangan, insya allah tidak akan menarik janji yang sudah diucapkan”
Reza menarik nafas lega, disangkanya Hasna merajuk karena ia tadi bersuara keras. Ditatapnya Hasna yang duduk di sampingnya, dia merasa heran kenapa Hasna seperti bisa membaca pikirannya.
“Malahan kalau sering ketemu malah akan sering meributkan hal yang tidak perlu kalau kata aku” sambung Hasna.
“Seperti meributkan soal Mas Aswin, atau hal yang lainnya, saya suka jadi capek sendiri”
“Ya saya setuju” jawab Reza.
“Maaf kalau saya bersikap seperti ini, mungkin terlalu banyak beban pekerjaan jadi mudah emosi juga” Reza menghela nafas, ia sendiri merasa heran kenapa mudah sekali tersulut emosi.
“Saya khawatir kalau meributkan hal yang gak penting malah nanti membuat rencana penting bubar berantakan” Hasna mengusap-usap rambut Maura.
__ADS_1
“Jadi tolong kita kurangi saja pertemuan yang tidak perlu hingga hari H nanti”
“Baik.. kamu juga harus jaga diri baik-baik jangan sampai sakit” Reza sebetulnya merasa berat, tapi ia merasa pikiran Hasna ada benarnya juga.
“Kalau ada perlu ke lantai 9 kontak saja dulu Aswin, jangan melakukan kontak dengan Arcy tanpa ditemani orang lain”
“Saya tidak bisa memecat dia atau memintanya mundur karena posisinya yang kuat di perusahaan”
“Selain kinerjanya bagus, dia juga backup penting sebagai pemegang saham perusahaan”
“Ya saya mengerti” jawab Hasna sambil menatap keluar jendela mobil. Ia paling malas kalau membahas perempuan itu. Mobil sudah sampai di depan kost annya.
“Ok… tidur yang nyenyak yah, jangan terlalu banyak memikirkan hal-hal yang tidak perlu” ucap Reza sambil membuka seat belt untuk membantu Hasna mengangkat Maura.
“Elo kalee gw sih kagak” sambung Hasna dalam hati yang ditutupi dengan senyuman manis. Sama si Om satu ini semuanya musti terlihat patuh dan baik-baik saja. Saat Hasna akan mengangkat anak koala di pangkuannya tiba-tiba Reza memegang kepalanya dan mencium keningnya.
“Eh…” Hasna langsung kaget
“Heheheh latihan sebelum akad” ucap Reza kalem, Hasna langsung mendelik, posisi tangannya yang sedang memangku Maura mengakibatkan dia terbatas untuk bergerak.
Dibukanya pintu setelah melepaskan seat belt, anak koala ini benar-benar berat. Jangan tanyakan soal pulau yang melebar di bajunya. Hmmm Mbak Mitha anakmu benar-benar pengusaha real estate, hobi bikin pulau pikirnya.
Maura hanya bergerak sedikit saat Hasna membaringkannya di kursi depan, rupanya anak ini benar benar lelah.
“Salim” ucap Hasna sambil menyodorkan tangan.
Reza tersenyum dan menyodorkan tangannya, tidak akan ada candaan lagi karena Hasna langsung mencium punggung tangannya dan menyentuhkannya ke dahi dengan takzim.
Hasna berdiri di depan kost an hingga mobil Reza beranjak pergi sambil melambai-lambaikan tangannya. Reza tersenyum ternyata perempuan ini sudah mulai bisa memposisikan diri tanpa perlu diberitahu. Artinya kemarin itu karena dia merasa kikuk jadi langsung masuk ke kost an. Syukurlah membuatnya merasa lebih yakin akan pilihannya itu.
############
Tanpa terasa hari berganti minggu dan minggu pun berganti hingga mendekati hari H menjelang pernikahan. Siang itu Hasna tiba-tiba ditelpon untuk menghadap ke Manager HRD terkait pengunduran dirinya. Ternyata surat pengunduran diri sudah resmi diterima dan ia sudah menerima surat pemberitahuan bahwa terhitung 2 hari kedepan Hasna sudah tidak lagi bekerja di PT. Great Indonesia dan untuk gajinya akan ditransfer sesuai dengan aturan yang ditetapkan dalam perjanjian kerja.
Hasna terhenyak walaupun memang ia yang mengajukan pengunduran diri tapi melihat surat pemberitahuan bahwa dia sudah diberhentikan tetap menyesakan dadanya.
“Dont worry Hasna, setelah ini kamu akan naik kelas, masuk pada tantangan baru dari single menjadi double”
“Lanjut kuliah S2… you still on the right track”
Hasna terus memotivasi diri, ini hanya merupakan bagian dari fase kehidupan yang harus dilaluinya. Difotonya surat pemberhentian itu kemudian dikirimkannya ke Reza
Selama hampir 3 minggu lebih mereka tidak pernah bertemu, bahkan saat fitting baju pun dilakukan sendiri-sendiri karena kesibukan Reza. Tak lama terdengar balasan dari pesan dari Reza
“Good. Mau dihibur dengan makan Sup Iga bersama?” Yah menghibur dengan Sup Iga benar-benar laki-laki tanpa kejutan.
“Tidak terima kasih, saya ingin menghabiskan waktu lebih banyak dengan teman-teman saya”
“Nanti juga setiap hari sama Mas Reza makan sop iga terus..hehe”
Besok adalah hari terakhirnya bekerja, ia ingin menjadikan hari terakhirnya menjadi kenangan yang menyenangkan dengan teman-temannya di kantor. Hasna kemudian kembali ke ruangannya. Ia tidak akan memberitahu Mas Arya dan Mbak Maytha hari ini, besok saja, sekaligus memberikan kado kenang-kenangan untuk mereka bertiga. Ya tentu saja dengan Bu Rika yang menjadi mentornya selama ini.
Untuk Mas Arya dia membelikan seperangkat alat penyeduh kopi, tidak membeli yang mahal tapi beraneka ragam dimulai dari vietnam drip, moka pot, dan bialetti french press. Mas Arya pasti senang, kemarin dia menemukan toko online yang melakukan sale produk perlengkapan kopi. Tanpa berpikir dua kali Hasna langsung membelinya, kalau sudah melihat produk diskon Hasna langsung gelap mata.
Mbak Maytha tentu saja travelling pack. Salah satu toko traveling mengeluarkan produk traveling organizer bag yang terbaru. Sangat cocok dengan Mbak Maytha yang hobi membawa banyak barang tapi harus selalu rapi dan tertata dengan cantik. Harganya lumayan mihil, menghabiskan sepertiga gajinya, tapi kalau mengingat jasa Mbak Maytha yang selalu berada di sisinya dan mendukung Hasna rasanya uang yang dikeluarkan terasa setimpal.
Yang tak boleh dilupakan ofcros adalah bos kesayangan Bu Rika, gak susah cari kado buat Bu Rika segala hal yang sifatnya membantu pekerjaannya adalah organizer. Organizer bag yang Hasna cari adalah yang bisa dimasukan ke dalam tas besar yang selalu dipakai Bu Rika. Mau warna dan merk apapun Hasna memperhatikan kalau Rika selalu memakai model yang sama. Tas yang besar dan muat barang banyak. Tapi satu hal yang menarik perhatian Hasna, karena saking banyaknya barang, Bu Rika selalu sibuk mencari barang yang tercecer di dalam tas besarnya. Jadi Organizer Bag adalah hadiah yang paling cocok untuk Bu Rika.
Dan last but not least adalah untuk Aswin, walaupun tidak satu ruangan, ia ingin membelikan sesuatu yang berkesan untuk laki-laki yang baik itu. Seminggu ini dia sibuk memilih Writing Journal yang bahannya terbuat dari kulit. Produk UMKM Indonesia tapi sangat bagus dan elegan, tidak kalah dengan yang dijual di Amazon. Saat barang itu datang, Hasna langsung ingin memilikinya untuk sendiri, tapi ia menguatkan hatinya kalau ini adalah kesempatannya yang terakhir untuk memberikan kenangan kepada orang-orang yang membantunya.
Pagi ini adalah hari terakhir Hasna untuk bekerja ke kantor, semua hadiah sudah ia packing dengan rapi tadi malam. Ia harus datang lebih pagi dari semua orang, semua gak ketahuan bawa barang banyak. Malu juga kalau mereka melihat ia menyiapkan ini semua, kalau Hasna hitung semua hadiah itu menghabiskan hampir sama dengan gajinya satu bulan. Untung saja dia tidak usah menabung lagi untuk kuliah S2 karena nanti Reza berjanji akan membantunya untuk kuliah.
Hingga siang hari Hasna membereskan semua file dokumen ke dalam hard disk yang diberikan oleh Bu Rika kepadanya untuk menampung semua file pekerjaan, meja dibersihkan dan akhirnya sebelum jam 12 siang semuanya sudah clear.
“Mas Arya dan Mbak Maytha makan siang yuks sebelum liftnya penuh sama orang-orang” Hasna mengajak senpai semplaknya untuk bisa pergi makan siang bersama. Bu Rika sudah tahu kalau hari ini Hasna terakhir bekerja, dan ia sudah menyetujui saat Hasna mengirimkan pesan untuk makan siang bersama mereka. Sebetulnya Rika sudah merencanakan untuk membuat makan-makan bersama anak buahnya ternyata idenya keduluan ajakan Hasna jadi seperti gayung bersambut.
“Arya Maytha ayook… ini makan-makan terakhir dengan Hasna, kita makan di restorant lantai 2. The treats in on me” ucap Rika sambil keluar dari ruangannya.
“What… ini hari terakhir, tapi kan ini bukan hari Jumat .. ini baru hari Selasa” Maytha langsung teriak dan keluar dari kubikelnya.
“Heheheh ini pas 30 hari waktu aku mengajukan surat pengunduran diri Mbak… hahahah gak kerasa yah” Hasna langsung cengengesan melihat ekspresi Mbak Maytha
Arya langsung keluar dari kubikelnya dengan muka kesal.
“Kamu kenapa gak ngomong dari kemarin, aku merasa masih seminggu lagi kamu baru off.. Gak lucu banget kamu tuh pergi gak pakai acara goodbye party”
“Yeeey ini kan bukan perpisahan selamanya...kaya yang aku bakalan mati aja pakai acara goodbye segala”
“Ayooo nanti lift nya keburu penuh” Hasna langsung pergi keluar ruangan sambil membawa ransel di punggungnya.
__ADS_1
“Ngapain bawa ransel .. kan mau makan siang… bribet amat” Arya berkerut dahinya melihat Hasna repot membawa tas ransel yang cukup besar.
“Ini hadiah perpisahan… aku mau jadi sinterklas hari ini… wqwqwqwq… ayo buruan atau nanti hadiahnya aku batalkan”
“Wokeeeyy ayo langsung cabut… makanan di traktir Ibu Boz… dikasih hadiah sama calon Ny. Boz… hari ini adalah hari yang indah” Arya langsung gerak cepat mendahului ke lift.
Maytha hanya bisa berjalan mengiringi Hasna sambil memeluknya.
“Udah ahhh… gak usah peluk-peluk ginih aku suka baperan orangnya… awas jangan pake nangis-nangis” Hasna langsung berkaca-kaca matanya.
Ting.. Suara Lift berhenti
Dan seperti biasa gedung ini selalu memberikan kejutan kepada Hasna. Di dalam lift sudah berdiri calon suami kesayangan dan asisten mantan kecengan yang hari itu tampak lebih cakep dari biasanya.
Sudah lebih dari 3 minggu Hasna tidak bertemu Reza, terus terang kangen juga melihat muka si Om Ganteng satu ini.
“Waaah jodoh tak lari kemana, selalu saja bertemu dengan Pak Boz” Maytha sudah berani meledek Hasna di depan Reza.
“Siang Pak” Hasna langsung tersenyum kecut, antara malu dan sungkan mendengar ledekan Maytha.
“Whehehehe masih manggil Bapak, ganti dong kan bentar lagi sudah mau nikah” Maytha masih terus saja iseng.
“Apaan sih Mbak ini kan masih di kantor, lagian hari terakhir ini aku manggil Bapak jadi mau dipuas-puasin aja” jawab Hasna santai
“Yaaa..Pak Reza gak apa-apa kan Pak saya manggil Bapak… hari terakhir ini loh Pak” Hasna sengaja terus mengganggu Reza.
Reza hanya tersenyum tipis tanpa memberikan tanggapan. Dibelakangnya Aswin tampak tersenyum simpul mendengar ledekan Hasna. Bapak yang satu ini betul-betul menjaga image nya di depan karyawannya.
Dilantai 2 ternyata mereka menuju arah tempat makan yang sama di Restaurant kesukaan Reza, rupanya hari ini Bu Rika betul-betul akan membuat kenangan yang berkesan untuk mereka berempat dengan acara makan siang bersama. Dan tentu saja mereka tidak memilih duduk bersama dengan Reza, dengan langsung meminta ijin untuk duduk terpisah begitu masuk ke dalam restaurant.
Setelah memesan menu makanan, Hasna langsung mengeluarkan kado untuk setiap orang, dan meminta mereka untuk membuka kadonya masing-masing. Hasna bisa melihat kalau Reza memilih duduk di tempat yang bisa melihatnya dengan teman-teman sekantornya. Ah biarlah pikir Hasna toh mereka karyawannya juga.
Arya langsung berteriak senang saat melihat beragam produk alat pengolah untuk dirinya, dia langsung tertawa-tawa dan spontan mengusap-usap kepala Hasna sambil terus bilang amazing kok bisa tahu keinginannya. Hasna langsung menahan tangan Arya karena ia tahu kalau Reza sedang memandang dirinya.
“Arya tangan kamu kondisikan GM lagi ngeliat kesinih, dipecat tau rasa loe” bisik Maytha
“Terserah ah, gw gak pikirin dia, kalau dia berani mutusin Hasna gara-gara gini doang.. Gw dengan senang hati jadi pendamping pengganti” bisiknya pada Maytha
“Dasar komodo loe” Maytha langsung menoyor kepala Arya.
“Mba Maytha dan Bu Rika ini kenang-kenangan dari aku, semoga bermanfaat” ucap Hasna. Dia malas meributkan hal tadi saat moment terakhir dengan mereka.
Rika dan Maytha langsung sibuk membuka pembungkus bingkisan saat Hasna beranjak untuk memberikan bingkisan kenangan kepada Aswin.
“Pak Aswin ini sedikit kenang-kenangan dari saya, terima kasih atas segala bantuannya, mohon bantuannya kedepan untuk terus bersama Mas Reza” ucapnya sambil menundukkan kepala.
Aswin langsung terpengarah dia tidak menyangka kalau dia juga akan mendapatkan bingkisan kenangan. Selama ini ia bekerja hanya bersama Reza sehingga relatif tidak memiliki teman dekat di kantor yang mengingatnya dalam acara khusus.
Terdengar teriakan Maytha yang sangat senang dengan traveling pack yang diterimanya, merk terkenal dan model yang lucu tentu saja menjadi hal yang paling menyenangkan diterima sebagai hadiah. Rika sebagai orang yang terkenal kalem hanya tersenyum dan memandang Hasna dengan pandangan yang sulit untuk dijelaskan.
“Terima kasih, kamu ternyata suka memperhatikan kesulitan saya dalam mengatur barang di tas”
“Saya akan sangat kehilangan kamu, kalau bukan karena menikah dengan GM saya tidak semudah itu melepaskan kamu berhenti bekerja”
Suaranya tercekat dan seperti menahan haru.
“Ahhh jangan sedih-sedih nanti aku mau nangis” Maytha langsung menutup mukanya
“Hahahahah sudah-sudah nanti aku masih akan mampir kok” Hasna langsung tertawa-tawa menutupi perasaan yang sudah mulai sulit ditahan untuk tidak menangis haru.
Untung saja pesanan makanan datang dan perhatian dan fokus teralihkan. Arya sibuk memperagakan dan memperlihatkan produk pengolahan kopi yang diterimanya. Semuanya merasa bahagia dan terharu melepas Hasna untuk berhenti bekerja hari itu.
Ting-ting. Suara pesan di Hp mengalihkan perhatian Hasna dari obrolan dengan teman-temannya.
“Kamu sama teman-teman memberikan banyak bahkan Aswin mendapatkan hadiah jurnal yang bagus”
“Saya tidak mendapatkan apa-apa”
Hasna langsung tersenyum membaca pesan itu, dengan cepat dibalasnya
“Mas Reza kan dapat hadiahnya AKU”
Ihiiiiiiwww…. Bungkussss Om
*************************
Terima kasih atas semua apresiasinya pada novel ini, saya sangat bersyukur bisa memberikan bahan yang menghibur pembaca semua. Kedepan mungkin kalau saya tidak bisa up story setiap hari karena harus menyelesaikan pekerjaan. Tapi akan terus berusaha untuk terus melanjutkan cerita ini hingga selesai. Berikan komentar yang membangun, vote dan like yang banyak yaaah supaya tetap bersemangat. Tetap produktif dan jaga kesehatan semuanya... Love u all
*************************
__ADS_1