Ibu Untuk Anakku

Ibu Untuk Anakku
Mau menjadi Subyek bukan Obyek


__ADS_3

Author POV


Reza kembali ke meja setelah usahanya menghindari Hasna mengambil handphonenya berhasil. Jam masih menunjukkan jam 8.15 artinya Reza masih bisa melanjutkan pekerjaannya yang tertunda, tapi dia harus diskusi dulu soal pengaturan keuangan di rumah. Dihampirinya Hasna yang asyik berdua dengan Maura makan cake dengan banyak krim manis.


“Aku mau ngobrol soal pengaturan rumah” Reza langsung memulai pembicaraan saat melihat Maura berlari ke arah Isyana, adanya Baby Mikail membuat Maura mudah untuk dialihkan perhatiannya.


“Pengaturan soal apa?” Hasna melihat kearah Reza sambil menghabiskan kue yang di depannya.


“Karena kamu sekarang sudah menjadi istriku untuk urusan rumah tangga aku serahkan tanggungjawab pengaturannya padamu” Reza mengeluarkan beberapa kartu dari dompetnya.


“Ini kartu yang dipakai untuk pengeluaran sehari-hari, kamu bisa membeli keperluan rumah tangga dan anak-anak dari kartu ini, sebelumnya kartu ini dipegang oleh Mama Isna, tapi kemarin sebelum aku menikah Mama memberikan kartu ini kepadaku untuk diberikan padamu” Reza menggeserkan kartu debit platinum ke depan Hasna.


“Nomor pinnya sama dengan nomor kartu kredit yang kamu pakai kemarin” sambungnya.


Hasna melihat kartu itu dan menggangguk-angguk.


“Tapi aku gak tau jenis pengeluaran yang biasa dianggarkan di rumah” dahinya berkerut, pengeluaran rumah Reza pasti berbeda dengan pengeluaran di rumahnya. Bagaimana kalau sampai ada yang terlewat, dan apa yang harus dibeli setiap bulannya.


“Kamu bisa tanyakan pada Mama Isna soal itu, nanti aku berikan nomor kontaknya” Reza kemudian mengeluarkan kartu yang kedua.


“Ini adalah kartu kredit yang bisa kamu pakai kalau kamu membutuhkan sesuatu diluar keperluan harian untuk kamu atau anak-anak. Bisa kamu pakai sesuai kebutuhan, aku tidak akan memberikan batasan jumlah, karena aku tahu kamu orang yang bisa mengendalikan diri soal belanja. Hanya saja kamu harus ingat sekarang kamu adalah anggota keluarga Bratadiredja artinya penampilan dan sikap kita harus dijaga dan mencerminkan kehormatan keluarga”  Hasna tampak enggan mengambil kartu kredit yang diberikan kepadanya, panjangnya penjelasan Reza membuatnya tidak nyaman.


“Memangnya kenapa dengan penampilanku? Tidak representatif?” Hasna memandang Reza dengan kesal.


“Bukan seperti itu, maksudku kamu sekarang bukan perempuan single lagi, tapi sudah memiliki suami yang memiliki posisi di kantor dan masyarakat. Orang sekarang akan memandang Hasna sebagai istri Reza Ardiansyah bukan sebagai Hasna Humaira semata” jelas Reza


“Aku tahu itu.. Tapi aku akan tetap menjadi seorang Hasna Humaira istrinya Reza Ardiansyah bukannya Istrinya Reza Ardiansyah adalah Hasna Humaira” Hasna langsung mengambil posisi duduk tegak.


Reza menarik nafas… perempuan ini selalu saja sensitif status.


“Yaa...yaaa… aku gak akan protes lagi” ucap Reza pasrah, daripada ribut mendingan di iyahin aja deh. Padahal bedanya apa coba.

__ADS_1


“Bedaaa….”


“Haaaah kok kaya bisa baca pikiran” Reza langsung tersentak padahal dia hanya berpikir sekilas.


“Kalau Hasna Humaira istrinya Reza Ardiansyah itu ada seorang perempuan yang bernama Hasna dan dia menikah dengan laki-laki bernama Reza Ardiansyah”


“Sedangkan yang kedua Reza Ardiansah itu pria beristri yang namanya Hasna Humaira” lanjutnya dengan berapi-api.


“Lalu bedanya apa?” Reza tampak bingung.


“Yah beda dong, kalau yang pertama itu subyek kalau yang kedua itu obyek”


“Kalau yang pertama itu pihak yang memberikan tindakan kalau kedua itu menjadi pihak yang dikenakan atau diberikan tindakan. Aku tidak mau menjadi objek aku ingin menjadi subyek”


“Perempuan saat ia menjadi istri dia bisa menjadi subyek atau obyek. Kalau dia menjadi subyek dia bisa memberikan peran yang signifikan dalam rumah tangga, dia akan memberikan arah kemana kapal akan dibawa oleh Nahkoda, dia akan mengingatkan kalau akan gangguan badai. Tapi kalau dia menjadi objek dia hanya menjadi penumpang kapal saja, ikut kemana Nahkoda membawa kapal melaju, mau nabrak karang atau mau berlabuh ke pantai terseraaaah Kapten Kapal sajaaa… saya tidak mau itu” Hasna panjang lebar menjelaskan dengan berapi-api.


“Baik-baik saya setuju, saya kan menyetujui kamu kalau mau melanjutkan kuliah untuk mengembangkan diri asalkan bisa membagi waktu untuk anak-anak” Reza menengahi, nafas Hasna udah megap-megap saking semangatnya.


“Jadi kartu kredit ini harus dipakai supaya bisa menjadi subyek yang dapat membimbing obyek di rumah yaitu anak-anak agar bisa menjadi subyek yang baik di masa depan” Reza dengan perlahan menjelaskan manfaat dan benefit yang dapat diperoleh saat menggunakan kartu kredit ditangannya itu.


“Ketiga…. Hadeuh kenapa sampai haus begini sih diskusi sama kamu, tolong ambilan jus apple” Reza akhirnya mulai kelimpungan. Pikirannya diskusi keuangan dengan Hasna hanya butuh 10 menit ternyata ini sudah mau jam 9. Hasna langsung beranjak membuatkan minuman untuk suaminya. Dibawakannya teh hangat.


“Loh kok malah teh?” Reza bingung.


“Kalau haus jangan minum air dingin manis nanti malah tambah haus.. Minum air putih hangat atau teh hangat, maka hausnya akan hilang” jawab Hasna tenang, yaaah terserah deh daripada ribut lagi akhirnya Reza meminum teh hangat itu dan ternyata benar, ia merasa lebih baik. Pintar juga perempuan ini.


“Ketiga..” ulangnya lagi.


“Setiap bulan aku akan mentransfer uang sebesar 20 juta yang bisa kamu pakai untuk keperluan harian kamu, terutama kalau nanti sudah kuliah. Uang itu untuk dipakai oleh kamu pribadi. Jangan membeli keperluan anak-anak dengan uang pribadi, keperluan anak-anak kamu pakai kartu yang pertama”


“Mulai awal bulan depan akan langsung terdebit otomatis masuk ke dalam tabungan kamu, sedangkan untuk biaya kuliah nanti aku bayar khusus terpisah, kamu tinggal bilang berapa biaya yang dibutuhkan untuk pembayaran setiap tahunnya” Hasna langsung melotot.

__ADS_1


“Dua puluh juta gak kebanyakan Pak” ucapnya sambil melihat ke Reza


“Kalau urusan uang aja kamu langsung ingat sama Pak Reza” sindir Reza.


“Eh.. aku kan kaget itu artinya hampir 5 kali lipat gajiku yang dulu… Debaaak”


“Itu bebas aku pakai? Mau beli apa aja?” tanyanya dengan penuh semangat


“Yah terserah mau beli apa saja”


“Ehhhh tapi jangan dibelikan barang untuk orang lain. Terutama itu Lelaki Kurang Ajar itu si Arya”


“Dia menyebut saya Manusia Batu.. Awas besok kalau di kantor saya panggil dia ke ruangan” Reza langsung mengepalkan tangannya.


“Ehhhhh Mas Reza jangan gitu Mas Arya kan gak niat jahat” Hasna langsung panik.


“Jangan marahin yah.. Kasian dia tuh baru ditinggal nikah sama gebetannya”


“Kamu tuh gak ngerti yah… maksudnya ditinggal nikah sama gebetannya itu kamu Hasnaaaa”


“Ampun deh kamu tuh” Reza berdiri kesal, musti nyari jus apple beneran ini sih buat dinginin otak. Punya istri perempuan setengah otak bikin otaknya gampang mendidih.


 


 


******************************


Tenang... tenang.. jangan gampang panas Om.. baru juga nikah sampai butuh jus berapa gelas. Nanti sebulan nikah kayanya bakalan butuh gelutukin es batu biar cooling down terus... hahahaha... udah ah... mencapai target up dua episode... Semoga puas para deterjen tercintah... Besok September semoga ceria.... CeuRona segera berlalu gak pake epek-epek samping. Selamat istirahat semuanya... love u all


******************************

__ADS_1


 


 


__ADS_2