
Pagi itu entah angin dari mana setelah solat Subuh, Hasna memutuskan memotong rambutnya sedikit. Dia sudah terbiasa untuk memotong rambut sendiri belajar dari tutorial youtube.
“Wahai rambutku sayang, hari ini aku memutuskan untuk memulai hari yang baru” ucapnya sambil menatap kaca di kamar.
Dipotongnya rambutnya sebahu dengan model lurus oval, dipandangnya antara kiri dan kanan tampak seimbang. “Hmmm tampak lurus” pikirnya “terlihat lebih fresh”.
Sampai dikantor tampak antrian di depan lift tidak terlalu banyak karena masih pagi. Hasna masih menunggu antrian, saat masuk pesan di Hp nya. Ting-ting, Darth Vader
“Rambutnya tidak terpotong lurus… lain kali kalau potong rambut ke salon saja”
Hasna langsung menoleh ke belakang, dilihatnya Reza sedang berdiri tersenyum simpul sambil tampak berusaha memandang ke arah lain. Hasna langsung cemberut, dicobanya memindahkan rambutnya ke samping lehernya seperti biasa tapi karena sudah pendek jadi kembali lagi ke belakang.
Begitu ia masuk ke lift terdengar lagi bunyi pesan masuk. Ting-ting, Darth Vader
“Gak usah diapa-apain rambutnya, tetap terlihat cantik kok” Ishhhhh…. Menyebalkan sekali orang ini. Hasna langsung cemberut dilihatnya Reza ada di depan pintu lift menunggu giliran naik setelahnya. Dan mukanya tersenyum lebar menyebalkan melihat Hasna yang cemberut.
“Awas kalau nanti malam minta dibuatkan lagi cerita untuk anaknya.. Gak akan aku angkat” pikir Hasna, sambil menyelipkan rambutnya ke telinga. “Nyebut cantik lagi ishhh disangkanya aku bakalan geer” Hasna berusaha menutupi rasa malunya.
“Hufft paling tidak rambut digerai begini bisa menutupi plester di pelipis” pikirnya, Hasna masih memakai plester kecil lukanya masih belum kering benar khawatir infeksi. Obat antibiotik dari dokter sudah habis dan lukanya sudah mulai mengering.
Begitu masuk di ruangan, masih belum ada orang di dalam. Sekarang baru jam 8, ternyata Pak Reza datang pagi pikirnya. Tiba-tiba terpikir oleh Hasna apakah kegiatan TOT Tahap 2 dapat dilaksanakan, karena kemarin ancaman Arcy tidak akan memberikan ijin. Hmm mungkin lebih baik menanyakan pada Pak Reza.
“Maaf Pak, soal kegiatan TOT Tahap 2 apakah dapat dilaksanakan?” tulis Hasna dalam pesan
“Ya sudah di acc, minggu depan bisa dimulai. Kalau ada kesulitan kontak saya saja” Reza langsung membalas pesan.
“Yess, Nenek Sihir lewat deh.. Tinggal koordinasi dengan Mas Arya dan Bu RIka untuk bahan karena harus dicetak terbatas”
Hasna langsung membuat to do list selama sisa 2 hari dalam minggu ini, pertama mengontak percetakan yang akan memperbanyak buku panduan, kedua koordinasi waktu pelatihan dengan 3 pabrik cabang dan ketiga menyiapkan bahan materi.
Selama 2 hari Hasna sibuk menyiapkan semua rencana yang sudah disusun sebulan kebelakang. Semua berjalan lancar, ternyata Nenek Sihir itu tidak bisa melakukan ancamannya karena tekanan dari pihak Direksi akibat dari Laporan Pengaduan yang diajukan oleh Bu Rika. Malahan Arcy mendapatkan Surat Peringatan ke 1 akibat perbuatannya. So far semuanya berjalan dengan baik, minggu depan kegiatan TOT Tahap 2 akan dapat dilaksanakan. Weekend ini Hasna bisa menarik nafas lega, minggu ini ternyata berakhir dengan baik pikirnya.
Eitsss sebentar Hasna weekday mungkin sudah selesai ternyata ada rencana lain di weekend, Pak Reza sudah merancang acara jalan ke Pameran Buku Terbesar di Asia, tawaran jalan-jalan yang menggiurkan kalau tujuannya adalah pameran buku.
Jumat sore itu sepulang dari kantor Hasna langsung mandi dan bersiap untuk solat Magrib saat ada notifikasi masuk ke hp nya. Ting-Ting, Darth Vader
“Besok kita ke pameran buku, saya jemput jam 10”
Hasna termenung membaca pesannya, besok kalau berangkat dengan Pak Reza dan anak-anak dia harus sudah memutuskan dan bertekad bulat menerima lamaran Pak Reza dan menjadi ibu dari anak-anaknya.
Baiklah besok adalah kesempatan terakhir untuk bisa memastikan dan memutuskan apakah dia akan menjadi bagian dari keluarga itu.
“Baik pak, saya tunggu jam 10 besok”
Tiba-tiba terpikir dibenaknya besok dengan anak-anak kan? Percuma kalau pergi hanya berdua, dalam mimpinya petunjuk yang diberikan itu ia dan anak-anak tidak ada Pak Reza disitu.
“Besok dengan Kakak Hujan dan Maura kan pak? Tulisnya
Langsung ada jawaban
“YA DENGAN SIAPA LAGI”
“Ya ampun hobi banget sih pake capslock… beneran emosian ini orang.. Aku kan cuma mau konfirmasi” hufft sabar Hasna pikirnya “mungkin bawaan umur… ah tapi emang bawaan karakter kayanya”
Esoknya Hasna bersiap untuk berangkat pagi, terlebih dahulu ia memasukan pakaian kotor ke laundry, sarapan yang padat biar bisa strong sampai malam. Mengasuh anak koala dan putri petir bakalan butuh energi yang banyak.
Jam 9.30 kurang tiba-tiba hp nya berbunyi, “hmm mungkin Mama yang telepon… ehh ternyata Darth Vader, kenapa telepon sekarang gak jadi kah” pikir Hasna
“Halo.. kami sudah sampai, kalau kamu belum siap kita tunggu saja di depan, tapi ini Maura mau masuk ke dalam” kemudian terdengar
“Ka Asna Mola masuk masuk ke dayam sama Kaka Ujan” anak koala ini teriak-teriak di hp membuat telinga Hasna langsung berdenging.
“Eh… iya-iya masuk aja nanti sama Pak Satpam dikasih tau kamar Kak Hasna” Hasna langsung membereskan barang-barang yang ada di kasurnya.
Tak berapa lama terdengar keribuat di luar.
__ADS_1
“Yang inyih pak… yang inyiih….” gak akan jauh pasti anak koala. Hasna langsung bergegas ke pintu dan membukanya.
“Baaaaaaa…. “ teriaknya mengagetkan Maura hingga tersentak … “hahahahahhaa…. Maaf kaget yah” Hasna tertawa melihat Maura yang tampak kaget
“Ka Asna jaat… mola sampai tadet…”
“Berisik banget sih kamu tuh, dibilangin tungguin aja di mobil, maksa mau masuk ke dalam” Hujan tampak menyusul di belakangnya dengan cemberut.
“Hahaha biasa Kak kalau anak kecil kepo biasanya indikator pinter… Kaka Hujan dulu pasti kepoan juga” ucap Hasna… “ayo masuk kamar Kak Hasna kecil jangan protes yah”
Hasna langsung merapihkan semua barang yang tergeletak di lantai. Ini diluar perjanjian mereka datang lebih awal.
“Sebentar yah, soalnya Papi kalian bilang mau jemput jam 10, Kak Hasna tadi masih beresin kamar dulu”
“Tadi ade gak sabar banget soalnya mau pergi bareng Tante, dari pagi udah berisik aja” Hujan bersandar di lemari sambil cemberut.
“Ayo, Ka Hasna sudah siap, kasian Papinya nunggu lama… ayo kita kemon” ajak Hasna
“Kemon” sahut Maura dengan bersemangat
“Koq gak ada poster GD disini?” tanya Hujan
“Heheheheh malu kalau bawa poster GD di rumah orang.. Nanti disangka remaja abibal kaya Kak Hujan” Hasna sambil menjulurkan lidahnya ke arah Hujan.
“Kak Ujan sukanya sama yang ABC kalau nyanyi sambil dance ginih nih” Maura langsung memperagakan gerakan dance yang tidak jelas gerakannya hanya kaki dan tangan saling bertabrakan.
“Hahahahah klub baca ABC” tanya Hasna
“Bukan maksudnya dia tuh BTS… sampai sekarang dia masih aja salah nyebutnya dengan ABC dasar anak bayik” ucap Hujan sambil berjalan mendahului keluar.
“Whahahahahah owh BTS…. hahaha ternyata ada ARMY disini”
“Kakak Hujan sukanya sama siapa Jung Kook atau V atau Jimin?
“Aku suka sama Jin”
“Gak lucu”
“Hahahahahaha” Hasna
Reza melihat Huja, Hasna dan Maura keluar dari kost an. Muka Hujan tampak cemberut dan Hasna tampak tertawa-tawa sambil menggandeng Maura. Apa yang dibicarakan mereka sampai terlihat asyik seperti itu, kenapa Hujan seperti tampak kesal.
Hujan langsung masuk ke dalam mobil dan duduk di belakang diikuti oleh Maura. “Eh… aku masa duduk barengan lagi sama Pak Reza”
“Kak kamu duduknya di depan dong, biar Kak Hasna duduk barengan Maura di belakang”
“Gak Tante duduk di depan aja, orang dewasa biasanya duduk selalu di depan” Hujan masih kesal soal BTS. Euh ini anak kayanya masuk grup pundungan kaya Mama. Akhirnya Hasna membuka pintu depan.
“Selamat pagi Pak … maaf tadi menunggu, soalnya Bapak bilang jam 10 tadi saya masih siap-siap”
“Ya tidak apa-apa, salah kami datang terlalu cepat. Maura ingin segera pergi jalan-jalan” jawab Reza cepat.
Akhirnya mobilpun melaju menembus keramain Jakarta di hari Sabtu pagi. Untuk memecah kesunyian Hasna langsung bercerita pada Hujan.
“Kak Hujan tau gak siapa idola Kak Hasna kalau grup BTS” tanya Hasna dengan senyum menggoda.
“Gak… bukannya suka sama G Dragon” Hujan menjawab dengan malas-malas.
“Tau juga dong member BTS, yang punya karakter hampir sama dengan G Dragon” ucap Hasna
“Siapa ?”
“Hmmm RM” Hasna sambil tersenyum “ Dia tuh member yang katanya kurang disukai karena visualnya tidak sebagus yang lain”
“Emang mukanya kaya tua gitu” ucap Hujan
__ADS_1
“Iya tapi tau gak IQ dia tuh 149 loh trus katanya nilai TOEIC dia sampai 900 wuiih keren banget, Kak Hasna aja cuma sampe 800 kemarin, trus dia tuh udah menciptakan lebih dari 100 lagu dan lebih dari setengahnya udah dapat copy right… keren banget kan”
“Kok sampai update gitu informasinya tentang RM?” tanya Hujan
“Iyalah Kak Hasna kan agak penasaran kenapa secara visual dia tuh standar tapi bisa bertahan di BTS ternyata memang kemampuan dia di atas rata-rata member lainnya”
“Dia bilang saya tahu kalau saya tuh jelek, tapi kan saya musisi bukan model...heheheh jleb banget kan statementnya dia” lanjut Hasna
“Kebanyakan Army tuh melihat BTS dari visualnya saja… tanpa melihat sebetulnya kalau suatu grup itu bisa bertahan karna ada orang pinter di dalamnya”
“Yah beda sih kalau yang sudah berumur sama aku, gak akan mikirin soal yang ribet-ribet yang penting dia keliatan keren sama enak buat diliat aja” jawab Hujan..
“Ngapain juga mikirin dia pinter B Inggris atau IQ nya kan gak keliatan, pas nge dance yang keliatan kan muka” tungkas Hujan…
“Betul sekali adinda pernyataannya… saya setuju memang pas yang kita lihat adalah penampilan luar… hati-hati aja Kakak nanti kalau ketemu tampilan oke tapi pas disuruh perkalian otaknya nge hang” ucap Hasna sambil lalu.
Reza tertawa obrolan antara Hasna dan Hujan benar-benar out of the box, dia tidak pernah tau banyak tentang Boyband Korea, cenderung malah tidak pernah membicarakan tentang itu.
“Yah ntar aku pacaran aja sama Jeremy Pollin biar nanti uangnya banyak tapi pinter juga” ucap Hujan
“Kaka siapa itu Polin?” tanya Maura
“Itu Maura kalau bunga suka ada Pollinnya biar jadi berwarna-warni” jawab Hasna sambil cekikikan.
“Itu Polen bukan Pollin… Tante suka asal deh” ucap Hujan
“Mola ga ngelti..” Maura terus terlihat bingung…
“Udah kamu anak Bayi jangan banyak nanya” ucap Hujan..
“Papiiiii Kaka jaat teyus sama Mola” Maura langsung meyek-meyek
“Uhhh sayang… udah gak apa-apa nanti kita ceritain soal Teletubies sama Maura”
“Mola gak tau Teletubies” jawab Maura
“Hahahaha teletubies waktu Kak Hasna kecil sekarang apa dong…Pororo atau Upin Ipin”
“Aku suka Pololo… “
“Nanti kita cari buku Pololo yah” ucap Hasna
“Bukan Pololo tapi Pololo” ucap Maura…
“Iya-iya Pololo” jawab Hasna “Bukan Pololo tapi Pololo”
“Sudah kamu tuh gimana malah sama kayak Hujan, gimana sih” Reza langsung memarahi Hasna.
“Hihihihi….Kak Asna dimarahin sama Papi” Maura langsung tertawa-tawa
“Iya Papi kamu tuh sukanya marah-marah aja sama Kak Hasna.. Padahal Kak Hasna kan baik gak nakal kaya Kak Hujan” ucap Hasna
“Siapa yang nakal, aku baik gak pernah jadi anak nakal... “ Hujan langsung protes.
“Ya sudah Kakak Hujan baik, Maura baik, Kak Hasna baik dan tidak sombong yang galak cuma Papi aja yaaah”
“Papi baik koq gak galak” ucap Maura
“Unyu-unyuuuu Anak Buah Pak Reza langsung membela…. Dikasih hadiah nanti yaa sama Papi” goda Hasna.
Reza hanya tersenyum, tidak seperti biasanya suasana di dalam mobil terasa lebih semarak. Memang sudah saatnya membutuhkan lagi orang yang mampu membawa suasana baru dalam keluarga kecil mereka.
*****************************
Perjuangan untuk para deterjen, supaya bisa ketemuan sama Pak Reza, kenapa sih pada baper sama Reza hehehehe sok atuh kalau suka sama Pak Reza kasih vote, komen dan like biar sekarang Pak Reza bisa denger jawabannya Hasna... Lope-lope deh pokoknya
__ADS_1
****************************