Ibu Untuk Anakku

Ibu Untuk Anakku
Mamaaa.... aku dilamaaaarrr...


__ADS_3

Author POV


Setelah rapat Reza langsung ke ruangan, ia ingat akan janjinya bahwa akan segera menyelesaikan rapat sampai jam 3 saja, tapi ternyata rapat molor hingga jam 4 sore. Kedekatan perasaan dan aktivitas yang terjalin hampir satu bulan ke belakang dengan Hasna menjadikan Reza lebih terbuka secara emosi dan keberanian untuk mengambil langkah lebih jauh dengan perempuan muda itu.


Saat dilihat Hasna yang tertidur dengan mendekap Maura di pelukannya menjadikan perasaan Reza campur aduk antara rasa sayang, penasaran, senang dan bingung akan sikapnya sendiri terhadap perempuan yang baru ia kenal kurang lebih dari 1 bulan tapi telah membuat banyak perubahan pada dirinya dan anaknya.


Kekesalannya pada Arcy yang dianggap telah merendahkan Hasna di depan dirinya, membuatnya berpikir selama rapat, mengapa dia merasa marah dan kesal bahkan pada laki-laki yang seperti  berusaha untuk mendekatinya seperti Arya. Pikiran itu terus berkecamuk dalam otaknya.


Didepan perempuan itu, hatinya seperti ditusuk saat melihat airmata yang jatuh dan sentuhan hangat di tangannya  menjadikan ia tidak berpikir panjang untuk menyatakan kalimat yang tidak pernah ia sangka akan ucapkan pada perempuan yang dianggap aneh tapi tidak pernah perduli dengan tanggapan orang kepadanya.


"Kamu mau menjadi ibu untuk anak-anakku Hasna?"


Kalimat itu keluar tanpa keraguan seakan menghempaskan semua tekanan yang menghimpit dadanya setiap ia melihat perempuan itu didepannya.


Hasna yang baru terbangun dari tidur, masih dalam pikiran kesedihan yang mendalam membayangkan akan rasa kehilangan anak pada ibunya dan ibu yang dipaksa meninggalkan anaknya karena maut memisahkan,  seakan tidak memahami ucapan Reza padanya. Dia menatap Reza dengan isakan kecil dan terus menatap dengan pikiran yang masih melayang.


"Maukah kamu menjadi ibu dari anak-anakku Hasna?" Reza kembali mengulangi pertanyaannya.


Dipertanyaan yang kedua ini, kesadaran Hasna mulai pulih.


"Ehh.... menjadi ibu siapa?.... sreeek" Hasna bertanya sambil menarik ingus yang keluar dari hidungnya.


Reza tersenyum melihat ekspresi bodoh yang keluar dari perempuan berotak setengah itu. Sebelum ia sempat berkata lagi terdengar ketukan di pintu.


"Maaf pak.... ini hasil revvv....... owww... maaaff..." Aswin masuk dan memergoki sepasang manusia yang saling berpegangan tangan, yang laki-laki berlutut di depan perempuan yang sedang memeluk anak perempuan yang tertidur.


"Waaaah maaf saya tidak tahu.... silahkan teruskan Pak" Aswin langsung menutup pintu.


"Pak maaf nanti kalau sudah, saya menunggu tanda tangan untuk hasil review rapat tadi" Aswin kembali memasukan hanya kepalanya di pintu sambil menutup matanya.


Hasna yang melihat Aswin masuk segera menyadari kalau saat itu Reza ada di depannya dan mereka sedang saling berpegangan tangan. Dia langsung menjerit kecil dan panik meloncat tanpa menyadari anak koala ukuran XL sedang tidur di pangkuannya.


"Aaaaa.... maaf paa... aaarrhhhhhh" Hasna sudah akan  jatuh tersungkur di depan kursi dengan memeluk Maura yang masih tertidur lelap di pelukannya.


Reza bertindak cepat langsung memasang badan di depan untuk menahan Maura yang hampir terlepas dari Hasna dan ditahannya tubuh 2 perempuan itu sehingga Maura tidak langsung terjatuh di lantai.


Aswin yang asalnya menutup mata, melihat keributan di dalam ruangan langsung terbelalak melihat peristiwa smack down sebagai akhir dari peristiwa romantis yang mungkin hanya akan sekali ia lihat seumur hidupnya.

__ADS_1


"Mbak Hasnaaaa.... waaah kenapa ini" Aswin berteriak sambil berlari ke dalam kantor Reza


"Awhh.... woaaaaaa" tangisan Maura yang tertimpa Hasna


"Arrrghhhhhh ........" teriakan Reza yang tertimpa tubuh Maura dan Hasna bersamaaan


"Aaakkkhhhhhhhh......." teriakan Hasna yang mengakhiri suasana lamaran romantis yang tidak direncanakan.


Aswin segera mengangkat tubuh Hasna dari tumpukan 3 anak manusia itu,


"Akhhhhh.... kaki aku ... kaki aku....kram Pak" Hasna di dudukan di atas sofa oleh Aswin


Reza langsung berdiri dengan memangku Maura yang sedang menangis kaget karena terbangun dan tidurnya dan langsung tertimpa tubuh Hasna. Untung tadi Hasna menahan badannya untuk tidak langsung menimpa Maura, tapi tangannya menekan pundak Reza sehingga Reza langsung jatuh terjengkang ke lantai.


"Kamu tidak apa-apa?" sambil menggendong Maura, Reza mendekat ke arah Hasna yang tengah memukul mukul kakinya. Bahunya terasa sakit ditekan Hasna tapi rasa sakitnya teralihkan melihat Hasna yang meringis kesakitan dan Maura yang menangis karena terbangun.


" Kaki saya sakit Pak..." Hasna meringis


"Yang mana mbak yang sakitnya?" tanya Aswin sambil berjongkok melihat ke arah kaki Hasna.


"Jangan dipegang.... nanti juga kakinya sembuh sendiri" teriak Reza pada Aswin.


"Saya tidak apa-apa Pak... sebentar lagi juga hilang... cuma ini masih mati rasa" ucap Hasna takut-takut, suara teriakan Reza mengingatkannya saat ia dimarahi saat dua kamvret ini membuat drama.


"Minum ini....." Reza menyodorkan air mineral botol kepada Hasna, satu tangannya masih memegang Maura yang masih setengah tertidur di pelukannya. Anak koala ini rupanya punya persediaan lemak yang lumayan tebal, sehingga tidak merasakan apapun saat benturan terjatuh tadi.


"Terima kasih pak.... " Hasna masih mengumpulkan nyawanya, perasaan kaget akan pertanyaan Reza tertutup oleh syok akibat jatuh menimpa Maura dan Reza. Dirasakanya kakinya sudah mulai bisa bergerak normal. Segera diambilnya laptop dan berkas-berkas yang berserakan di meja depan sofa.


"Sa-sa-saya pamit pulang dulu Pak" ucap Hasna sambil menunduk memasukan semua barang ke tasnya.


Dengan langkah sedikit terpincang dia berjalan, dirundukkannya badannya saat pamit kepada Reza, ia tidak berani menatap mata Reza, takut langsung jatuh tersungkur kembali dihadapannya.


Reza tersenyum melihat tingkah Hasna, kalau saja tadi Aswin tidak masuk dan membuat Hasna tersadar entah apa yang sudah ia lakukan pada perempuan itu. Kelakuannya seperti anak SMA yang ketahuan pacaran di taman sekolah, menunduk dan cepat-cepat kabur dari tempat kejadian perkara.


Aswin yang melihat Hasna keluar dari ruangan Reza hanya bisa melongo melihat Hasna seperti menutupi mukanya, dan hanya merunduk dan mengangguk anggukan kepalanya, berjalan dengan sedikit terpincang-pincang. Akhirnya diputuskannya untuk kembali masuk ke ruangan Reza dengan membawa map yang akan ditanda tangan Reza tadi.


"Maaf Pak tadi saya tidak senga......" ucap Aswin kembali akan mengungkit masalah tadi

__ADS_1


"Tidak usah dibahas" jawab Reza singkat, Maura sudah ditidurkan kembali di sofa.


"Baik Pak" Aswin langsung membuat gerakan menutup mulut dan menguncinya dan membuang kuncinya.


Hasna turun ke lantai 7 dengan perasaan tidak menentu. Saat masuk ke dalam ruangan ia berpapasan dengan Arya, yang menatapnya heran.


"Kenapa kamu 'Na kamu koq berantakan begitu" tanya Arya, baju Hasna tampak kusut dan mukanya yang pucat, seperti habis bangun tidur.


"Ahhh masa Mas... haduh tadi aku nemenin Maura malah ketiduran di ruangannya Pak GM" keluh Hasna


"Haaah... kamu ketiduran di ruangannya dia, kamu gak diapa-apain?" Arya mengentakan pundak Hasna dilihatnya muka Hasna dengan cermat


"Ya Allah Mas emangnya aku dibius sampai diapa-apain, Maura tidur dipangkuan aku trus akunya kebawa tidur, makanya pas bangun aku kaget" Hasna tidak mungkin menceritakan saat tangannya dipegang oleh Pak Reza kepada Arya.


"Lain kali kamu jangan tidur sembarangan 'Na... gak baik perempuan tidur dimana aja" Arya menghembuskan nafasnya berat, dia belum pernah bertemu perempuan yang begitu mudah tertidur.


"Emang udah bawaan dari orok Mas kalau aku sih" jawab Hasna sambil membereskan barang dari kubikelnya.


"Mamaku bilang aku tuh kalau lagi banyak energi suka susah banget tidurnya, tapi kalau dikasih hembusan udara sejuk kaya ac, trus suara hening apalagi kalau ada guncangan dikit kaya di mobil langsung aja tepar... katanya gak nyampe 5 menit kalau masuk mobil langsung tidur"


"Katanya kalau aku suka susah tidur suka dibawa keliling kompleks pake mobil, langsung tepar"


"Gampang dong 'Na ngebius kamu, gak usah pake obat hihihi" sahut Maytha dari kubikelnya.


"Hahaha makanya di rumah supaya aku bisa diajak ngobrol kalau naik mobil suka disuruh nyetir" Hasna langsung cekikikan, sesaat perasaan gundahnya hilang karena obrolan teman-temannya.


Hari itu semua memilih pulang tepat waktu. Jumat selalu menjadi hari dinanti semua pegawai, Thanks God It's Friday... Hari Jumat memang hari baik, hari yang akan dikenang Hasna selamanya.


Sesampainya di kostan, sambil berbaring di kasur setelah ia mandi Hasna masih berpikir akan kejadian tadi sore, pikirannya masih bercabang, apakah tadi hanya mimpi yang terasa seperti nyata atau memang benar terjadi. Belum lama ia berpikir tentang itu terdengar bunyi pesan di hapenya. Ting-ting... Darth Vader


"Yang tadi aku tanyakan itu bukan mimpi,  aku benar-benar bertanya "KAMU MAU MENJADI IBU DARI ANAK-ANAKKU?"


Alamak di capslock....


Koq bisa tau aku lagi mikirin itu..  Mamaaaaaa.... aku ada yang lamaaarr......


**************************

__ADS_1


Akhirnya aku baru bisa nulis juga... Mohon bersabar yaah... jangan emosih jiwa kalau belum up. Harus membantu calon-calon Hasna menyelesaikan studinya biar bisa beres sekolah tepat waktu dan bertemu sama calon-calon Arya dan Reza.... Jadi musti menyelesaikan kewajiban dulu baru bisa mendapatkan hak menceritakan Hasna dan Reza... Berikan senyuman dong buat author yang sudah lelah inih... sama like, dan komennya... kalau gak ngambek boleh kasih vote yang banyaaak.... Hujan bilang juga jangan suka pundungan... jeyek kata Maura mah... heheheheh... Love u all


__ADS_2