
Perjalanan dari Fullerton Hotel Singapore menuju Singapore Indoor Stadium hanya memakan waktu 30 menit kurang, hanya saja saat memasuki venue antrian kendaraan sudah mulai mengular, untungnya masih ada waktu 1 jam sebelum Gate dibuka, perasaaan Hasna sudah tidak karuan, tangannya terasa dingin.
“Bunaa...hihihihi tangannya kok sampai dingin gini” Hujan tidak berhenti menggoda Hasna, dimulai dari meledek soal bedak yang terlalu tebal sampai sepatu yang dianggap tidak matching dengan pakaian. Hasna sudah mulai terlihat kesal “Kalau Buna diganggu terus mendingan gak usah nonton konser aja. Buna mau ikut pulang sama Om Steve” akhirnya dia mencapai titik kesal. “Kaa… kamu bisa datang kesini karna Buna yang ingin mengajak kamu, Papi sebetulnya hanya ingin pergi berdua ke Singapura, kalau kamu terus bicara nonsense seperti tadi, bisa-bisa kamu gak akan diajak pergi lagi” Reza hanya memberikan ancaman pendek.
Reza berpikir bahaya kalau sampai Hasna meradang dan tidak bisa menonton konser malam ini dijamin semua acara Honeymoon akan gagal total. Hujan langsung tertawa “Papi takut yaa kalau Buna marah hahahhahaha” anak petir ini memang menyebalkan kalau sudah keluar isengnya. Hasna langsung memiting Hujan “Kamu kalau ngomong terus yang menyebalkan sama Buna ditinggalin di teluk” digosok-gosoknya kepala Hujan dengan telapan tangan Hasna. “Hahahahahah ampun-ampun, iyaa iyaaa aku gak akan gangguin lagi”
“Reza I think you better walk from here, its only 500m from here to the gate” Steve memperhatikan kemacetan karena antrian yang nyaris tidak bergerak, lebih baik berjalan kaki lebih cepat sampai ke gate. “Yeap I think so, thank you Steve, you dont have to pick us up later, we can manage ourselves, just take a rest” Reza menepuk pundak Steve. Adik iparnya ini berusaha menjadi adik yang baik selama di Singapura.
Hasna dan Hujan langsung keluar dari mobil dengan penuh semangat. “Thank you Steve please give Maura my night kiss, tell her not to forget to pee first before gets to sleep” Hasna masih saja sempat mewanti-wanti soal pipis, Reza hanya bisa menggelengkan kepala, ada Mama Bertha bersama Maura jadi ia tidak khawatir. “Thank you Uncle Steve .. “ Hujan langsung menarik Hasna untuk segera berjalan menuju Gate, ia sudah tidak sabar untuk melihat pertunjukan konser.
Reza mengikuti dua perempuan yang tampak tidak memperdulikan kehadirannya di belakang, mereka sibuk mencoba light stick yang mereka pegang masing-masing sambil cekikikan. Siapapun tidak akan mengira kalau mereka adalah ibu dan anak. Reza berpikir akankah Mitha mau menemani Hujan kalau ada acara konser seperti ini, karena sepengetahuan Reza, Mitha orangnya tidak suka keramaian.
Karena berada pada posisi bangku VIP maka antrian masuk di pintu stadium tidak terlalu mengular seperti kelas yang lainnya. Ternyata fans VIP sudah dari pagi datang katanya untuk bisa menonton dan membeli berbagai merchandise disana. Itu Hasna dengar dari selintasan obrolan-obrolan dalam bahasa inggris dan melayu yang ia dengar saat berjalan menuju gate. Untungnya tiket konser bisa ditukar di hari H karena mereka tidak bisa datang di D-1, penukaran tiket tidak bisa diwakilkan karena harus memperlihatkan paspor dan tanda booking tiket. Disaat seperti ini Hasna sangat bersyukur ditemani oleh suaminya, karena ia bisa santai-santai melihat merchandise yang dijual bersama Hujan.
__ADS_1
“Ok.. kita bisa masuk, katanya pintu sudah dibuka dan kita bisa masuk sekarang” Reza melihat peta pintu masuk untuk kelas VIP CAT 1 posisinya ada sisi kanan jadi mereka harus berjalan lagi. Hasna sudah mulai berkeringat udara Singapura terasa panas untuk ukuran perempuan asal Bandung itu. “Mas panas banget... untung aku pakai baju yang ini, kebayang kalau pakai kaos turtle neck tadi kayanya aku udah pingsan panas” Hasna mengipas-kipas mukanya yang bercucuran keringat. Reza memberikan saputangannya, kasian juga melihat Hasna yang mulai kepayahan padahal konser belum mulai. “Sebentar lagi kita sampai..nanti didalam pasti lebih dingin.
Sampai di dalam stadium telah terpampang big screen yang menampilkan MV dari BigBang mulai dari awal mereka muncul saat masih kinyis-kinyis sampai terlihat ganteng dan matang seperti sekarang. Hasna sibuk menceritakan usianya saat tampilan BigBang yang terpampang di big screen. Setiap terlihat tampilan G Dragon Hasna akan langsung menjerit. “Masss mustinya beli VIP yang standing jangan yang duduk jadi bisa lebih deket sama mereka” Hasna berteriak kepada Reza yang tampak duduk dengan tenang, sedangkan Hasna sudah seperti cacing kepanasan menunggu konser dimulai.
“Papi kayanya mendingan Papi yang duduk di tengah, Buna gak mau diem dari tadi aku ditarik-tarik sama dipeluk-peluk terus setiap ada G Dragon di layar, apalagi nanti kalau udah mulai” Hujan sudah mulai kecapekan karena diguncang-guncang terus Hasna. Akhirnya Reza mengalah pindah duduk jadi di sebelah Hasna, istrinya ini sudah mulai harus dikendalikan kalau tidak bisa-bisa habis energi ditengah jalan.
“Konsernya belum mulai kamu duduk dulu minum” tadi Reza sudah mengantisipasi untuk membeli minuman dan coklat dan roti supaya mudah untuk dimakan. Mereka dilarang membawa makanan dan minuman dari luar, tapi disediakan khusus tempat untuk membeli. Malam ini mereka tidak sempat untuk makan malam, untungnya Hujan sudah makan terlebih dahulu saat di apartemen. “Mas aku kok degdeg an banget yahhh” Hasna terlihat sangat bersemangat, Reza hanya bisa tersenyum, ia tidak pernah memiliki idola seperti istrinya sekarang.
“Kamu makan dulu, nanti gula darahnya turun karena terlalu bersemangat” ternyata memang dibutuhkan ketenangan untuk menghadapi istrinya yang mendadak kehilangan kewarasan seperti ini. Baru saja Reza mengatakan itu tiba-tiba lampu stadium mati dan langsung diikuti oleh teriakan histeris VIP. Hasna yang sedang mengunyah roti serentak langsung akan menghentikan makannya tapi Reza langsung menggamit tangannya “Habiskan dan minum dulu.. Kalau tidak menurut kamu bisa pingsan ditengah-tengah konser” dengan kecepatan penuh Hasna langsung memakan roti dan meneguk air yang disodorkan oleh Reza.
Belum sempat Reza merasa tersanjung tiba-tiba gelegar suara musik tanda konser akan segera dimulai langsung memenuhi stadium, sebetulnya suara musik tidak membuat telinga Reza sakit. Yang membuat telinganya berdenging adalah teriakan Hasna yang tiba-tiba saja saat ia mencium pipinya kemudian mendengar suara musik tanda dimulainya konser. Ia menggosok-gosok telinganya, tampaknya pulang dari Singapura Reza harus memeriksa ke dokter tht, takut mengalami gangguan pendengaran.
Penampilan pertama dari BigBang dimulai dengan lagu Fantastic Baby… Hasna langsung ikut bernyanyi. Reza akhirnya memilih duduk melihat tingkah laku istri dan anaknya, ia melihat kalau Hasna memang sangat hapal lagu-lagu boyband ini, hampir semua lagu ia nyanyikan dengan baik. Sesekali Reza memberikan minum kepada Hujan dan Hasna, ia harus menjaga agar keduanya tidak dehidrasi.
__ADS_1
Tiba-tiba Hasna menjerit saat ada satu lagu dan di layar muncul G Dragon. “Masssss…. Masss GD Oppaaaa” Hasna memeluknya dengan erat. Kemudian dia ikut bernyanyi… “ I need somebody… aint got nobody… I need somebody ..any God damn body...Hello” Reza tersenyum melihat Hasna yang terlihat sangat bersemangat. Rupanya diantara waktu lagu yang dinyanyikan bersama-sama ada lagu yang dinyanyikan solo bergantian oleh setiap anggota grup.
Akhirnya Reza berdiri ia ingin melihat lebih jelas laki-laki yang menjadi idola istrinya itu…. Hmmm memang terlihat keren, memakai jas merah dengan dalaman kaos terlihat stylis dengan tatapan mata tajam. “Massss dia ngeliat ke akuuuuu…ohhhhhhhhh” memang halusinasi dari seorang penggemar itu membuat orang bisa kehilangan kewarasannya. Bagaimana mungkin dari sekian ratus kursi laki-laki itu bisa melihat secara khusus istrinya, tapi biarlah Ia iyahkan saja karena dampaknya Hasna langsung memeluknya sambil melambai-lambaikan light sticknya.
“Papi menang banyak Buna gak sadar nempel terosss….hihihihi Buna udah gak ingat siapa yang disebelahnya… kalau dia datang sama Om Aswin… pasti dia meluk Om Aswin udah gak pake mikir” Hujan berteriak ke telinga Reza mengimbangi suara musik yang keras. Reza hanya menatapnya dengan senyum sumir, anaknya saja sudah bisa melihat kalau Hasna betul-betul sudah terbawa suasana konser.
“Masss...Mas ini lagu kesukaan aku If You… lagunya sedih banget nanti aku certain pas lagi di hotel” Hasna langsung menarik Reza kembali berdiri supaya bisa melihat dan mendengar tampilan BigBang saat menyanyikan lagu itu. Dentingan gitar terdengar mengalun sendu...hmmm lumayan bagus pikir Reza. Ia terpaku melihat tampilan penyanyi pertama terlihat tampan dan keren… ia merasa kalau penyanyi itu mirip dengan dirinya. “Papi aku suka penyanyi ini keliatan ganteng dan keren” Hujan menunjuk-nunjuk penyanyi yang tampak dingin tampilannya, ia terlihat tinggi dibandingkan dengan yang lainnya. ‘Siapa dia?” tanya Reza
“TOP” Hujan tidak bisa berhenti memandang penyanyi kesukaannya, suaranya memang terdengar berat dan dalam. “Siapa yang ini ?” tanya Reza saat muncul penyanyi yang kedua “Ini Seungri… dia member yang paling muda, paling usil dan kelakuannya susah diatur” jawab Hasna ia tampaknya tidak terlalu senang dengan member yang satu ini. “Selera Buna memang sama yang tua jadi kalau liat yang muda gak pernah cocok” Hujan kembali tertawa-tawa tapi Hasna seperti tidak perduli karena part nya GD muncul “If you…. If youuuuu... Ajik neomu neutji anhatdamyeon… Uri dasi doragal suneun eopseulkka...If you, if youuu…..Neodo nawa gachi himdeuldamyeon...Uri jogeum swipge gal suneun eopseulkka…...Isseul ttae jalhal geol geuraesseo” Reza menggeleng-gelengkan kepalanya...hapal diluar kepala…
Reza melihat jam sebentar lagi konser akan berakhir, mereka harus segera keluar sebelum pertunjukkan selesai. “sebentar lagi lagu yang terakhir kamu hapal kan?” tanya Reza pada Hasna yang langsung diikuti oleh anggukan kepala Hasna dengan penuh semangat. “Kalau sudah hapal kamu tidak usah melihatnya… kita keluar sekarang supaya tidak berdesak-desakan” ajak Reza sambil menarik menarik tangan Hasna. “Tapi aku pengen tahu lagunya sambil dancenya gimana?” Hasna merajuk biasanya performance paling akhir paling hebat. “Kasian Hujan kalau pulang terlalu malam” Reza ingat kalau Hasna paling mudah dibujuk kalau berhubungan dengan anak-anak.
Dengan lemah Hasna mengangguk, ia sudah melihat kalau Hujanpun terlihat lelah. Kewarasannnya sudah mulai kembali saat ia berpikir, kalau penonton sebanyak ini keluar disaat yang bersamaan pasti sulit untuk bisa keluar dengan cepat. “Ayooo gak apa-apa aku bisa lihat di Youtube” dia langsung mendahului berjalan menuju pintu keluar. Reza menarik nafas lega, ternyata istrinya sudah waras kembali.
__ADS_1
Goodbye GD Oppa …. Sarangeo...